Muaro Jambi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi bersiap mengeksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Anggaran jumbo senilai nyaris Rp 48 miliar telah disiapkan khusus untuk dilelang dalam 27 paket proyek infrastruktur fisik.
Fokus utama dari puluhan miliar dana APBD ini rupanya disedot untuk memuluskan akses transportasi warga. Belasan proyek pembangunan, rekonstruksi, hingga preservasi jalan masuk dalam prioritas lelang tender tahun ini.
Dari data yang dihimpun tim Jambi Link, proyek pelapisan dan pemeliharaan (preservasi) jalan memakan porsi anggaran terbesar. Proyek Preservasi Jalan Simp. SMAN 2 Kel. Sengeti - SLB - Simp. Sungai Melintang yang didanai dari DBH Sawit menduduki peringkat pertama dengan nilai pagu Rp 4.003.498.900.
Menyusul di bawahnya, ada dua proyek pembangunan jalan baru yang juga menelan dana di atas Rp 2,5 miliar:
- Pembangunan Jalan Simp. III Ds. Trijaya Unit VIII A - Ds. Tanjung Sari Unit XXII: Rp 3.330.000.000.
- Rehabilitasi Jalan Simp. III Ds. Talang Bukit Unit VI Kantor Camat Bahar Utara - Ds. Talang Datar Unit VI: Rp 2.850.000.000.
Selain itu, wilayah sentra perkebunan juga tak luput dari perhatian. Pembangunan Jalan Simp. III Ds. Sidomukti - Ds. Mingkung - Batas Perkebunan Sawit bahkan dipecah ke dalam dua pagu bernilai Rp 2,7 miliar dan Rp 900 juta.
Tidak hanya membangun jalan baru, Dinas PUPR juga akan merekonstruksi belasan titik jalan rusak yang tersebar di berbagai desa. Beberapa proyek dengan pagu di kisaran Rp 1,6 miliar hingga Rp 2,3 miliar antara lain:
- Rekonstruksi Jalan Simp. III Pete - Ds. Pelempang - Nyogan (Rp 2,35 Miliar)
- Rekonstruksi Jalan Suka Makmur Pasar Unit I - Tugu KB (Rp 1,94 Miliar)
- Rekonstruksi Jalan Ds. Mekarjaya - Talang Belido (Rp 1,86 Miliar)
- Rehabilitasi Jalan Simp. IV Ds. Pematang Gajah - Batas Kota Jambi (Rp 1,85 Miliar)
Geliat pembangunan jalan yang masif ini diharapkan mampu membuka isolasi desa, memperlancar jalur distribusi logistik, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Muaro Jambi secara signifikan pada tahun 2026.(*)