Opini

Membaca Alarm Ekonomi Jambi dengan Jernih

Oleh: Muhammad Ridwansyah
(Ekonom FEB Universitas Jambi/Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur Jambi)

Pernyataan bahwa ekonomi Jambi menjadi yang terendah di Sumatera patut mendapat perhatian serius. Ini bukan angka yang bisa diabaikan. Namun, membaca ekonomi daerah tidak cukup hanya dengan melihat satu angka pertumbuhan, kemudian menarik kesimpulan bahwa seluruh arah pembangunan telah gagal.

Membaca Ekonomi Jambi Tanpa Lompatan Kesimpulan: Antara Perlambatan, Struktur Ekonomi dan Evaluasi Kebijakan

Oleh: Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP.
Akademisi UIN STS Jambi

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan III 2026 memang layak menjadi perhatian serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Jambi tumbuh 3,91 persen secara tahunan (year-on-year), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen. Bahkan, berdasarkan perbandingan pertumbuhan antarprovinsi di Sumatera, Jambi menempati posisi paling rendah.

Jangan Jadikan Statistik sebagai Senjata Politik, Membaca Perlambatan Ekonomi Jambi

Oleh: Hairon Fauzi
Aktivis NU Muda Jambi

Ada dua hal yang perlu dijernihkan ketika berbicara tentang ekonomi Jambi hari ini. Pertama, kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan. Kedua, kabut penafsiran yang muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan III tahun 2026.

Zaman Temiang Balak Maka Lahir Debalang Negeri dalam Kerajaan Melayu Jambi

Oleh:

Dato' Nurman Jamal

TINJU SETUWUK SEPAK SELAYANG TANPA HUKUMAN

Pengukuhan Pengurus DPP Debalang Negeri Melayu Jambi oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. pada tanggal 2 November 2026 berlangsung meriah. Setelah pengukuhan, di sela-sela ramah tamah terjadi diskusi di antara pengurus. Ada yang bertanya tentang Debalang Negeri sebagai Penegak Hukum Adat, di bawah LAM Provinsi Jambi.