Mazaya Prima Sultan Menang Tender Kantor Desa di Tebo, Penawar Lebih Murah Tersisih

WIB
ist

Tebo - Mazaya Prima Sultan tercatat sebagai pemenang tender pembangunan Kantor Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Harga yang ditawarkan perusahaan ini lebih tinggi Rp10,54 juta dibandingkan salah satu pesaingnya.

Penawar yang lebih murah, CV Kalaena Duta Konstruksi, mendapat catatan tidak menyampaikan pengalaman perusahaan. Sementara itu, syarat tender juga mencantumkan pengecualian pengalaman bagi usaha kecil yang baru berdiri dan memenuhi ketentuan tertentu.

Dua informasi tersebut perlu dibaca bersama. Usia dan status CV Kalaena Duta Konstruksi belum diketahui dari bahan yang tersedia, sehingga belum dapat dipastikan apakah perusahaan itu termasuk penyedia yang memperoleh pengecualian.

Tender ini memiliki pagu Rp599.047.000, bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026. Penanggung jawab pengadaan adalah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo.

Paket tercatat dengan kode tender 10175415000 dan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67869485. Tanggal pembuatannya 15 Oktober 2026.

Dalam salinan informasi pengadaan yang tersedia, tahap tender masih ditampilkan sebagai Masa Sanggah.

Mazaya Prima Sultan tercantum sebagai pemenang dengan harga penawaran Rp596.815.564,80. Harga terkoreksinya tetap sama, sedangkan kolom harga negosiasi ditampilkan dengan tanda strip.

Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Kalaena, Desa Jaya Mulya, Kabupaten Tebo, Jambi.

Adapun CV Kalaena Duta Konstruksi mengajukan penawaran Rp586.279.278,30, dengan harga terkoreksi yang juga tidak berubah.

Selisih kedua penawaran mencapai Rp10.536.286,50. Dengan menggunakan penawaran Kalaena sebagai pembanding, harga Mazaya sekitar 1,80 persen lebih tinggi.

Namun, harga lebih rendah itu tidak membawa CV Kalaena Duta Konstruksi menjadi pemenang. Pada kolom alasan, tercantum keterangan:

“Tidak menyampaikan pengalaman perusahaan.”

Catatan ini berkaitan dengan dokumen pengalaman yang disampaikan dalam proses pemilihan. Keterangan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perusahaan sama sekali tidak pernah mengerjakan proyek.

Rincian evaluasi diperlukan untuk mengetahui dokumen apa yang diminta, apa yang disampaikan peserta, serta bagaimana Pokja menilai pemenuhan persyaratannya.

Persoalan pengalaman menjadi bagian penting karena syarat paket memuat ketentuan umum sekaligus pengecualian.

Ketentuan umumnya meminta peserta memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam kurun empat tahun terakhir, baik pada pekerjaan pemerintah, swasta, maupun subkontrak.

Namun, bagi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun dan belum memiliki pengalaman, persyaratan tersebut dikecualikan untuk paket pengadaan paling banyak Rp2,5 miliar.

Nilai paket pembangunan Kantor Desa Tegal Arum berada di bawah batas tersebut. Meski demikian, nilai paket hanyalah salah satu unsur. Usia perusahaan dan kondisi penyedia juga harus diperiksa sebelum menentukan apakah pengecualian berlaku.

Bahan yang tersedia belum memuat tanggal pendirian CV Kalaena Duta Konstruksi maupun penjelasan penerapan ketentuan tersebut dalam evaluasinya. Karena itu, belum ada dasar untuk menyatakan perusahaan tersebut seharusnya diluluskan atau bahwa keputusan evaluasinya keliru.

Paket ini menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file, harga terendah sistem gugur. Dalam pedoman pemilihan penyedia konstruksi yang dipublikasikan LKPP, harga terendah menjadi dasar penetapan pemenang di antara penawaran yang memenuhi persyaratan. Evaluasi administrasi dan teknis tetap menentukan kelulusan peserta.

Dengan demikian, penawaran yang lebih murah tetap harus memenuhi persyaratan pengadaan. Hal yang perlu dijelaskan dalam paket ini adalah dasar penerapan syarat pengalaman terhadap peserta yang harganya lebih rendah.

Dari sisi angka, jarak antara HPS dan pagu juga sangat tipis.

HPS paket ditetapkan Rp599.026.361,26, hanya Rp20.638,74 di bawah pagu Rp599.047.000. Selisih itu setara sekitar 0,0034 persen dari pagu.

Penawaran Mazaya Prima Sultan berada Rp2.210.796,46 atau sekitar 0,37 persen di bawah HPS. Nilainya mencapai sekitar 99,63 persen dari perkiraan biaya tersebut.

Jika dibandingkan dengan pagu, selisihnya sebesar Rp2.231.435,20.

Sementara itu, penawaran CV Kalaena Duta Konstruksi berada Rp12.747.082,96 atau sekitar 2,13 persen di bawah HPS.

Kedekatan penawaran pemenang dengan HPS belum membuktikan adanya pengaturan harga. Kewajaran biaya tetap perlu diuji melalui rincian volume, spesifikasi, dan harga satuan pekerjaan.

Selisih kedua penawaran juga belum dapat disebut kerugian negara. Angka tersebut menunjukkan perbedaan harga yang diajukan peserta, sedangkan kelayakan masing-masing penawaran bergantung pada hasil evaluasi.

Secara keseluruhan, terdapat 10 perusahaan dalam daftar peserta. Namun, hanya Mazaya Prima Sultan dan CV Kalaena Duta Konstruksi yang kolom harga penawarannya terisi dalam salinan data.

Berikut rinciannya:

PesertaHarga penawaran/terkoreksiKeterangan yang ditampilkan
Mazaya Prima SultanRp596.815.564,80Tercantum sebagai pemenang
CV Kalaena Duta KonstruksiRp586.279.278,30Tidak menyampaikan pengalaman perusahaan
CV Beta JayaTidak tercantumKolom alasan kosong
CV Bungo Tanjung PerkasaTidak tercantumKolom alasan kosong
Kembang TandjoengTidak tercantumKolom alasan kosong
CV HidayatTidak tercantumKolom alasan kosong
CV Hafiz JayaTidak tercantumKolom alasan kosong
CV Wahana Mitra AbadiTidak tercantumKolom alasan kosong
CV Rimbo Jaya TekhnikTidak tercantumKolom alasan kosong
CV Sarana Abadi Corporate (SAC)Tidak tercantumKolom alasan kosong

Delapan kolom harga yang kosong membatasi gambaran persaingan yang dapat dibaca publik. Data tersebut belum memastikan apakah kedelapan perusahaan tidak menyampaikan penawaran atau terdapat informasi tahapan yang tidak ditampilkan dalam ringkasan.

Pengadaan ini termasuk pekerjaan konstruksi, menggunakan kontrak harga satuan, dan diperuntukkan bagi usaha kecil. Prosesnya tidak menggunakan reverse auction.

Persyaratan administrasi mencakup pemenuhan ketentuan menjalankan usaha, kepemilikan Sertifikat Badan Usaha atau SBU dan Nomor Induk Berusaha atau NIB sesuai dokumen pemilihan, serta status wajib pajak yang valid.

Peserta harus mempunyai kapasitas hukum untuk mengikatkan diri dalam kontrak, dibuktikan dengan akta pendirian atau perubahan perusahaan dan identitas. Jika dikuasakan, diperlukan surat kuasa serta bukti bahwa penerima kuasa merupakan pegawai tetap.

Peserta juga wajib menyetujui pakta integritas dan surat pernyataan peserta.

Ketentuan kepemilikan SBU membatasi paling banyak satu SBU untuk pekerjaan berkualifikasi kecil. Untuk kualifikasi menengah atau besar, batas yang dicantumkan paling banyak dua SBU.

Selain pengalaman, persyaratan teknis meminta penyedia memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP. Untuk usaha kecil yang berdiri kurang dari tiga tahun, paket di atas Rp2,5 miliar sampai Rp15 miliar mensyaratkan satu pengalaman pada bidang yang sama.

Pada tahap masa sanggah yang ditampilkan dalam salinan, belum tersedia informasi mengenai kontrak yang ditandatangani, jadwal mulai pekerjaan, maupun pembayaran. Status tersebut juga tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa peserta telah mengajukan sanggahan.

Bahan yang tersedia belum memuat tanggapan Pokja, Mazaya Prima Sultan, maupun CV Kalaena Duta Konstruksi mengenai hasil pemilihan. Dokumen evaluasi, usia perusahaan, dan penerapan pengecualian pengalaman menjadi informasi penting untuk menjelaskan mengapa penawaran yang lebih murah tidak terpilih.(*)

BeritaSatu Network