Muaro Jambi - Sebanyak 241 catatan pengadaan di tiga rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bernilai Rp7.189.107.110 atau sekitar Rp7,19 miliar. Belanjanya beragam, dari obat dan alat kesehatan hingga sewa kendaraan. Namun, sejumlah informasi dalam berkas tersebut masih menyisakan pertanyaan.
Ada sewa kendaraan hampir setengah miliar rupiah yang diklasifikasikan sebagai barang. Ada pekerjaan rehabilitasi dan pengawasan ruang cathlab yang menggunakan kode perencanaan sama. Ada pula 73 transaksi yang sudah mencantumkan tahap serah terima, tetapi nama penyedia dan barang yang dibeli tidak terlihat.
Catatan itu ditemukan dalam pengolahan data pengadaan tahun anggaran 2026 yang diekspor pada 26 Oktober 2026. Tiga rumah sakit yang tercakup adalah RSUD Sungai Bahar, RSUD Sungai Gelam, dan RSUD Ahmad Ripin.
Seluruh transaksi mempunyai kode paket berbeda. Tidak ditemukan pengulangan kode paket maupun baris yang sepenuhnya identik.
Nilai Rp7,19 miliar merupakan penjumlahan nilai transaksi yang tercantum dalam berkas. Angka tersebut belum menunjukkan seluruh uang sudah dibayarkan. Berkas juga tidak memuat tanggal masing-masing transaksi, sehingga pengadaan itu tidak bisa disebut seluruhnya berlangsung pada Oktober.
Porsi terbesar berada di RSUD Sungai Bahar. Rumah sakit tersebut mencatat 99 transaksi senilai Rp3.699.007.119, setara 51,45 persen dari keseluruhan nilai.
| Rumah sakit | Jumlah transaksi | Nilai tercatat |
|---|---|---|
| RSUD Sungai Bahar | 99 | Rp3.699.007.119 |
| RSUD Sungai Gelam | 63 | Rp2.016.201.426 |
| RSUD Ahmad Ripin | 79 | Rp1.473.898.565 |
| Total | 241 | Rp7.189.107.110 |
Dari nama penyedia yang tercantum, Mursmedic mencatat nilai terbesar, yakni Rp707.092.557 dalam empat transaksi di ketiga rumah sakit.
Transaksi terbesarnya adalah pengadaan alat kedokteran radiodiagnostik di RSUD Sungai Bahar sebesar Rp666.591.400. Paket berkode RUP 65964524 itu berstatus ON PROCESS, dengan tahapan pengadaan Kontrak.
Tiga transaksi Mursmedic lainnya terdiri atas bahan medis radiologi RSUD Sungai Gelam sebesar Rp28.348.387 serta dua transaksi obat dan bahan medis di RSUD Ahmad Ripin, masing-masing Rp8.103.000 dan Rp4.049.770.
Di bawah Mursmedic terdapat Adi Sarana Armada, dengan dua transaksi senilai Rp569.269.968.
Sebagian besar nilainya berasal dari paket Belanja Sewa Kendaraan Bermotor Perorangan di RSUD Sungai Bahar sebesar Rp498.119.968. Sumber dananya tercantum BLUD, dengan kode RUP 65284171.
Pada baris ini muncul perbedaan antara nama kegiatan dan klasifikasinya. Nama paket menyebut sewa kendaraan, sementara jenis pengadaan tercatat sebagai Barang.
Berkas tidak merinci jumlah kendaraan, jenis kendaraan, lama sewa, maupun tarif per unit. Karena itu, angka hampir Rp500 juta tersebut belum bisa digunakan untuk menilai mahal atau murahnya biaya sewa. Penjelasan mengenai objek pengadaan dan dasar klasifikasinya diperlukan.
Transaksi Adi Sarana Armada lainnya berada di RSUD Ahmad Ripin, senilai Rp71.150.000. Nama paketnya Pembangunan Rumah Sakit beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya, tetapi jenis pengadaannya juga tercatat sebagai Barang.
Nama kegiatan yang luas itu belum menjelaskan barang apa yang dibeli. Data tersebut tidak cukup untuk menyebut Adi Sarana Armada mengerjakan pembangunan gedung rumah sakit.
Kedua transaksi perusahaan itu berstatus ON PROCESS pada tahap kontrak.
Sewa kendaraan juga tercatat di RSUD Sungai Gelam. Paket Belanja Sewa Kendaraan Dinas Operasional melalui Serasi Autoraya bernilai Rp69.599.997, bersumber dari BLUD, dengan kode RUP 66271436.
Berbeda dari paket sewa di Sungai Bahar, transaksi ini diklasifikasikan sebagai Jasa Lainnya. Total nilai dua paket yang secara jelas menyebut sewa kendaraan tersebut mencapai Rp567.719.965.
Catatan lain muncul pada rehabilitasi ruang cathlab di RSUD Ahmad Ripin.
Pekerjaan Rehab Ruangan Cathlab melalui CV Putra Pratama bernilai Rp90.276.224. Sementara Pengawasan Rehab Ruangan Cathlab melalui CV Zuro Consultant sebesar Rp3.629.700.
Dua pekerjaan dengan fungsi dan penyedia berbeda itu mencantumkan kode RUP yang sama, yakni 67288769. Nilai gabungannya Rp93.905.924, bersumber dari BLUD.
Penggunaan kode yang sama perlu dicocokkan dengan dokumen perencanaan dan rincian paket. Ringkasan ini belum menjelaskan apakah pencatatan tersebut sesuai dengan struktur kegiatan dalam RUP atau memerlukan pembaruan data.
Keduanya berstatus PAKET SELESAI, tetapi kolom tahapannya menyebut Pemilihan Selesai. Label tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan rehabilitasi fisik dan pekerjaan pengawasannya sudah tuntas.
Di RSUD Sungai Bahar, persoalan yang paling mudah terlihat justru menyangkut informasi dasar transaksi.
Sebanyak 73 catatan Toko Daring senilai Rp102.779.000 tidak mencantumkan nama paket. Nama penyedia hanya ditulis dengan tanda “-”. Kolom kode RUP, sumber dana, dan status paket juga kosong.
Namun, seluruhnya mencantumkan tahapan Serah Terima.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti belanja rumah sakit, informasi yang belum terjawab cukup mendasar: barang apa yang diterima, berapa jumlahnya, dan dari siapa barang tersebut dibeli?
Rincian nilainya sebagai berikut:
| Nilai per transaksi | Jumlah transaksi | Nilai keseluruhan |
|---|---|---|
| Rp1.000.000 | 45 | Rp45.000.000 |
| Rp1.500.000 | 27 | Rp40.500.000 |
| Rp17.279.000 | 1 | Rp17.279.000 |
| Total | 73 | Rp102.779.000 |
Transaksi Rp17.279.000 menggunakan kode paket 152647. Adapun 72 transaksi lainnya bernominal bulat Rp1 juta atau Rp1,5 juta.
Kesamaan nominal itu belum membuktikan pembayaran ganda. Masing-masing memiliki kode paket berbeda, sedangkan tanggal pembelian, rincian barang, jumlah, dan bukti pembayaran tidak tersedia dalam berkas.
Kekosongan kolom juga belum membuktikan dokumen aslinya tidak ada. Yang dapat dipastikan adalah informasi tersebut tidak tercantum dalam hasil ekspor yang diperiksa.
Persoalan 73 transaksi ini sebelumnya telah diberitakan JambiLink pada 21 Oktober 2026. Jumlah dan nilai yang tercantum dalam berkas terbaru sama dengan angka dalam pemberitaan tersebut.
Dari keseluruhan data tiga rumah sakit, 73 transaksi itu mewakili 30,29 persen jumlah transaksi, tetapi hanya 1,43 persen nilai pengadaan. Pembedaan ini penting agar banyaknya catatan kosong tidak disalahartikan sebagai sepertiga uang pengadaan.
Sebagian besar nilai pengadaan tetap berada pada transaksi yang memuat nama paket dan penyedia. Untuk melihat cakupannya, berikut rincian kelompok belanja masing-masing rumah sakit. Nomor dalam tanda kurung merupakan isian kode RUP; nilai pada baris yang memuat beberapa transaksi merupakan nilai gabungan.
Di RSUD Ahmad Ripin, pengadaan obat dan bahan medis mendominasi jumlah transaksi:
| Kelompok belanja dan kode RUP | Transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| Obat, bahan habis pakai, bahan medis habis pakai, dan vaksin (65798808) | 68 | Rp804.478.691 |
| Peralatan rumah tangga (65748110) | 3 | Rp212.259.750 |
| Pembangunan rumah sakit beserta sarana dan prasarana pendukungnya (65801691) | 2 | Rp161.060.000 |
| Jasa kalibrasi (67940527) | 1 | Rp99.478.200 |
| Kertas dan cover (65747319) | 2 | Rp93.503.000 |
| Rehab ruangan cathlab (67288769) | 1 | Rp90.276.224 |
| Bahan komputer (65747527) | 1 | Rp9.213.000 |
| Pengawasan rehab ruangan cathlab (67288769) | 1 | Rp3.629.700 |
| Total | 79 | Rp1.473.898.565 |
Penyedia bernama Hidayah mencatat empat transaksi senilai Rp233.127.750 di rumah sakit ini. Rinciannya kertas dan cover Rp53.613.000, bahan komputer Rp9.213.000, serta dua transaksi peralatan rumah tangga sebesar Rp51.226.500 dan Rp119.075.250.
Dharma Abadi mencatat dua transaksi sebesar Rp131.868.000: peralatan rumah tangga Rp41.958.000 dan paket sarana-prasarana rumah sakit Rp89.910.000.
Adapun Muda Mudi tercatat dalam pengadaan kertas dan cover Rp39.890.000, sementara Optima Mandiri Globalindo menangani jasa kalibrasi senilai Rp99.478.200.
Di RSUD Sungai Bahar, nilai besar tersebar pada alat kesehatan, laboratorium, dan sewa kendaraan:
| Kelompok belanja dan kode RUP | Transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| Alat kedokteran radiodiagnostik (65964524) | 1 | Rp666.591.400 |
| Sewa kendaraan bermotor perorangan (65284171) | 1 | Rp498.119.968 |
| Alat laboratorium hematologi (65964917) | 2 | Rp494.902.000 |
| Alat kedokteran THT (65964684) | 1 | Rp470.103.912 |
| Alat laboratorium kimia (65964853) | 1 | Rp423.000.000 |
| Alat kedokteran umum (65964612) | 1 | Rp214.040.001 |
| Alat kedokteran lainnya (65964777) | 1 | Rp169.070.169 |
| Obat-obatan (65092652) | 6 | Rp152.798.297 |
| Personal computer (64975506) | 1 | Rp132.330.001 |
| Toko Daring, nama paket dan RUP kosong | 73 | Rp102.779.000 |
| Bangunan air kotor lainnya (65964274) | 1 | Rp99.736.038 |
| Jasa kalibrasi (64705268) | 1 | Rp69.441.600 |
| Alat kedokteran umum (64838297) | 2 | Rp61.439.999 |
| Peralatan jaringan (64974971) | 1 | Rp45.640.536 |
| Alat laboratorium makanan (64974473) | 1 | Rp35.644.999 |
| Alat kesehatan umum lainnya (64974638) | 1 | Rp21.721.400 |
| Peralatan komputer lainnya (64975592) | 1 | Rp19.147.500 |
| Alat kesehatan kebidanan dan penyakit kandungan (64838402) | 1 | Rp11.011.799 |
| Perencanaan bangunan air kotor lainnya (65964445) | 1 | Rp6.715.500 |
| Pengawasan bangunan air kotor lainnya (67721815) | 1 | Rp4.773.000 |
| Total | 99 | Rp3.699.007.119 |
Alat laboratorium hematologi pada RUP 65964917 tercatat melalui dua penyedia. Intergastra Nusantara sebesar Rp397 juta dan Oswald Multikreasi Indonesia sebesar Rp97.902.000.
Sementara itu, pekerjaan bangunan air kotor senilai Rp99.736.038 tercatat melalui CV Yudha Karya. Perencanaannya melalui CV Fajar Tri Engineer sebesar Rp6.715.500 dan pengawasannya melalui CV Rajawali Mitra Konsultan Rp4.773.000.
Ketiganya menggunakan pengadaan langsung dan berstatus kontrak sedang berjalan.
Di RSUD Sungai Gelam, kelompok alat kedokteran umum lainnya mencatat nilai terbesar:
| Kelompok belanja dan kode RUP | Transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| Alat kedokteran umum lainnya (66172395) | 3 | Rp883.860.753 |
| Obat-obatan dan bahan medis habis pakai (66173084) | 44 | Rp494.836.619 |
| Bahan kimia laboratorium (67228226) | 1 | Rp179.284.980 |
| Bahan kimia laboratorium (67228144) | 4 | Rp98.544.770 |
| Sewa kendaraan dinas operasional (66271436) | 1 | Rp69.599.997 |
| Komputer dan peralatan komputer (67540012; 67540029) | 1 | Rp60.000.000 |
| Bahan kebersihan (66227180; 66227418) | 1 | Rp39.148.200 |
| Alat kantor dan rumah tangga (66183795; 66183982; 66184139) | 1 | Rp38.760.000 |
| Cetak dan penggandaan (66229251) | 1 | Rp37.670.400 |
| Alat pendingin (66227798) | 1 | Rp29.375.000 |
| Bahan medis radiologi (66173750) | 1 | Rp28.348.387 |
| Alat kedokteran umum (67712881) | 1 | Rp27.500.000 |
| Alat listrik (66183569) | 1 | Rp19.380.000 |
| Alat kedokteran (66172048) | 1 | Rp7.492.500 |
| Makanan dan minuman verifikasi lapangan (67777116) | 1 | Rp2.399.820 |
| Total | 63 | Rp2.016.201.426 |
Tiga transaksi alat kedokteran umum lainnya pada RUP 66172395 melibatkan Serenity Indonesia sebesar Rp460 juta, Mustika Sarana Piranti Rp258.999.001, dan Sumber Mandiri Alkestron Rp164.861.752.
PT Saba Indomedika Jaya tercatat menangani bahan kimia laboratorium senilai Rp179.284.980 melalui pengadaan langsung.
Adapun CV Hidayah mencatat enam transaksi senilai Rp224.333.600. Paketnya meliputi cetak dan penggandaan, alat kantor dan rumah tangga, alat pendingin, alat listrik, bahan kebersihan, serta komputer dan perlengkapannya.
Nama Hidayah di RSUD Ahmad Ripin dan CV Hidayah di RSUD Sungai Gelam dipertahankan sebagai dua identitas berbeda dalam penghitungan. Berkas tidak menyediakan NPWP atau identitas pembanding untuk memastikan keduanya merupakan badan usaha yang sama.
Penggunaan satu RUP untuk beberapa transaksi juga terlihat pada pengadaan obat dan alat kesehatan. Sebaliknya, tiga transaksi CV Hidayah mencantumkan lebih dari satu kode RUP dalam satu baris.
Secara keseluruhan terdapat 41 isian RUP berbeda yang tidak kosong. Setelah isian berkode lebih dari satu dipisahkan, terdapat 45 kode RUP individual.
Hubungan antara RUP, pesanan, dan barang yang diterima perlu dibaca melalui rincian masing-masing transaksi. Pengulangan RUP belum menunjukkan pembelian ganda, sebagaimana beberapa kode RUP dalam satu transaksi belum dengan sendirinya membuktikan kesalahan.
Dari sisi jalur pengadaan, 156 transaksi melalui E-Katalog Versi 6.0 bernilai Rp6.477.579.068. Sebanyak 12 transaksi non-tender bernilai Rp608.749.042, sedangkan 73 transaksi Toko Daring berjumlah Rp102.779.000.
Jika dikelompokkan menurut metode, terdapat 229 transaksi E-Purchasing senilai Rp6.580.358.068 dan 12 pengadaan langsung senilai Rp608.749.042.
Sumber dana yang tercantum terdiri atas APBD untuk 153 transaksi senilai Rp5.901.346.187 dan BLUD untuk 15 transaksi senilai Rp1.184.981.923. Sumber dana 73 transaksi Toko Daring tidak terisi.
Klasifikasi pengadaannya meliputi:
| Jenis pengadaan sesuai berkas | Transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| Barang | 154 | Rp6.338.537.471 |
| Pengadaan Barang | 80 | Rp506.397.580 |
| Pekerjaan Konstruksi | 2 | Rp190.012.262 |
| Jasa Lainnya | 2 | Rp139.041.597 |
| Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi | 3 | Rp15.118.200 |
Status pelaksanaan pun beragam. Sebagian besar nilai, yakni Rp5.352.787.884 atau 74,46 persen, masih tercatat pada tahap kontrak. Ada 116 transaksi dalam kelompok ini.
Rinciannya terdiri atas status ON PROCESS, KONTRAK SEDANG BERJALAN, dan satu transaksi ON ADDENDUM.
| Status paket | Transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| ON PROCESS | 106 | Rp4.837.345.376 |
| PAYMENT OUTSIDE SYSTEM | 49 | Rp1.620.254.302 |
| KONTRAK SEDANG BERJALAN | 9 | Rp495.463.118 |
| Kolom status kosong | 73 | Rp102.779.000 |
| PAKET SELESAI | 2 | Rp93.905.924 |
| ON ADDENDUM | 1 | Rp19.979.390 |
| KONTRAK SELESAI | 1 | Rp19.380.000 |
Transaksi ON ADDENDUM tercatat atas nama Bernofarm untuk pengadaan obat dan bahan medis RSUD Ahmad Ripin, senilai Rp19.979.390. Berkas tidak memuat rincian perubahan yang sedang diproses.
Adapun 49 transaksi berlabel PAYMENT OUTSIDE SYSTEM terdiri atas 38 transaksi RSUD Sungai Gelam senilai Rp1.126.826.082 dan 11 transaksi RSUD Sungai Bahar senilai Rp493.428.220.
Label ini perlu dibaca secara tepat. INAPROC menyediakan mekanisme pembayaran di luar sistem. Dalam panduan pengajuan secara mandiri, PPK diminta mengisi tanggal pembayaran dan mengunggah bukti pembayaran, kemudian pengajuan ditindaklanjuti melalui konfirmasi penyedia.
Karena itu, label tersebut bukan dasar untuk menyebut pembayaran ilegal. Pemeriksaan pembayaran tiap transaksi tetap memerlukan bukti pendukungnya.
Secara keseluruhan, 123 transaksi senilai Rp1.742.413.302 berada pada tahap serah terima. Dua transaksi lainnya senilai Rp93.905.924 berada pada tahap pemilihan selesai.
Berkas juga mencatat nilai produk dalam negeri atau PDN sebesar Rp4.941.375.561, setara 68,73 persen dari total transaksi. Nilai UMK tercatat Rp1.943.970.435, atau 27,04 persen.
Kedua kolom tersebut merupakan kategori yang dapat saling tumpang tindih dan tidak boleh dijumlahkan sebagai tambahan anggaran. Nilai PDN nol pada suatu baris juga belum cukup untuk memastikan barangnya impor tanpa memeriksa informasi produk.
Untuk memperlihatkan seluruh penyedia yang tercantum, berikut rekapitulasi nilai dari semua 241 transaksi. Nama dipertahankan sesuai penulisan dalam berkas, dengan kategori tersendiri untuk transaksi yang nama penyedianya tidak terisi.
| Nama penyedia dalam berkas | Transaksi | Nilai gabungan |
|---|---|---|
| MURSMEDIC | 4 | Rp707.092.557 |
| ADI SARANA ARMADA | 2 | Rp569.269.968 |
| ENDO INDONESIA | 1 | Rp470.103.912 |
| SERENITY INDONESIA | 2 | Rp465.433.005 |
| PRODIA DIAGNOSTIC LINE | 1 | Rp423.000.000 |
| INTERGASTRA NUSANTARA | 1 | Rp397.000.000 |
| MUSTIKA SARANA PIRANTI | 1 | Rp258.999.001 |
| HIDAYAH | 4 | Rp233.127.750 |
| CV. HIDAYAH | 6 | Rp224.333.600 |
| SEKARPUTRI MEKAR WANGI | 1 | Rp214.040.001 |
| PT. Saba Indomedika Jaya | 1 | Rp179.284.980 |
| BOLD TECHNOLOGIES LEADING INDONESIA | 1 | Rp169.070.169 |
| BERNOFARM | 9 | Rp169.018.769 |
| SUMBER MANDIRI ALKESTRON | 1 | Rp164.861.752 |
| MASSIVE SOLUTION | 2 | Rp151.477.501 |
| SIGRA DUTA MEDIKAL | 5 | Rp149.673.788 |
| DHARMA ABADI | 2 | Rp131.868.000 |
| DEXA MEDICA | 6 | Rp129.639.874 |
| SANBE FARMA | 3 | Rp127.424.504 |
| MEGAH ALKESINDO | 4 | Rp117.585.197 |
| Nama penyedia hanya “-” | 73 | Rp102.779.000 |
| CV.YUDHA KARYA | 1 | Rp99.736.038 |
| OPTIMA MANDIRI GLOBALINDO | 1 | Rp99.478.200 |
| OSWALD MULTIKREASI INDONESIA | 1 | Rp97.902.000 |
| TRIPUTRA MANDIRI DISTRIBUSI | 7 | Rp97.423.357 |
| CV.Putra Pratama | 1 | Rp90.276.224 |
| OTSUKA INDONESIA | 5 | Rp75.569.896 |
| SATORIA ANEKA INDUSTRI | 2 | Rp71.223.927 |
| SERASI AUTORAYA | 1 | Rp69.599.997 |
| GLOBAL PROMEDIKA SERVICES | 1 | Rp69.441.600 |
| SIMATEG KARSA BERDAYA | 1 | Rp45.640.536 |
| DOA ALKESINDO SEJAHTERA | 1 | Rp42.989.408 |
| ETHICA INDUSTRI FARMASI | 2 | Rp40.336.164 |
| MUDA MUDI | 1 | Rp39.890.000 |
| BETA PHARMACON | 1 | Rp37.577.607 |
| HEXPHARM JAYA LABORATORIES | 2 | Rp36.952.911 |
| PARIQ VASKY BERSAUDARA | 2 | Rp34.992.500 |
| FERRON PAR PHARMACEUTICALS | 2 | Rp34.754.988 |
| GLAXO WELLCOME INDONESIA | 4 | Rp31.849.597 |
| ASTRAZENECA INDONESIA | 3 | Rp30.042.464 |
| SAFIRA DWI PHARMA | 1 | Rp27.999.972 |
| AOMA PRIMA MEDIKA | 2 | Rp27.078.450 |
| INFION | 1 | Rp26.640.000 |
| MERSIFARMA TIRMAKU MERCUSANA | 5 | Rp26.457.181 |
| BIO AXION HEALTHINDO | 4 | Rp23.735.241 |
| SRIKANDI MITRA ANDALAN | 2 | Rp22.860.450 |
| OTTO PHARMACEUTICAL INDUSTRIES | 3 | Rp21.451.860 |
| LIKUID PHARMALAB INDONESIA | 3 | Rp21.011.471 |
| JAYAMAS MEDICA INDUSTRI | 1 | Rp20.836.920 |
| ABBOTT INDONESIA | 2 | Rp19.330.650 |
| BINTANG MONO INDONESIA | 1 | Rp17.143.950 |
| ONEJECT INDONESIA | 1 | Rp14.463.300 |
| IKAPHARMINDO PUTRAMAS | 2 | Rp13.243.410 |
| DJEMBATAN DUA | 1 | Rp13.134.075 |
| BHINEKA INDUSTRI NUSANTARA | 1 | Rp12.962.930 |
| NOVELL PHARMACEUTICAL LABORATORIES | 3 | Rp12.848.250 |
| PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT KIMIA FARMA | 1 | Rp12.364.013 |
| LAPI LABORATORIES | 1 | Rp12.241.802 |
| INDOMEDIK NIAGA PERKASA | 1 | Rp12.233.000 |
| PT ADYA ARTHA ABADI TANGERANG | 2 | Rp12.009.090 |
| NULAB PHARMACEUTICAL INDONESIA | 3 | Rp11.716.605 |
| KALVENTIS SINERGI FARMA | 1 | Rp10.758.830 |
| DWIASRI GRAHA | 3 | Rp10.416.746 |
| INDO MEDIKA | 1 | Rp10.104.330 |
| KALBE FARMA | 1 | Rp8.974.350 |
| ENSEVAL MEDIKA PRIMA | 1 | Rp8.566.292 |
| MEPROFARM | 2 | Rp7.546.890 |
| CV. FAJAR TRI ENGINEER | 1 | Rp6.715.500 |
| ASIA MEDIKA NUSANTARA | 2 | Rp5.962.687 |
| PHAPROS | 2 | Rp5.226.990 |
| CV. RAJAWALI MITRA KONSULTAN | 1 | Rp4.773.000 |
| MAHAKAM BETA FARMA | 2 | Rp4.553.886 |
| ERLANGGA EDI LABORATORIES | 2 | Rp4.035.498 |
| CV. ZURO CONSULTANT | 1 | Rp3.629.700 |
| EXXEL UTAMA | 1 | Rp3.503.301 |
| MITSUBISHI TANABE PHARMA INDONESIA | 1 | Rp3.146.850 |
| ROCHE INDONESIA | 1 | Rp2.088.959 |
| SAMPHARINDO PERDANA | 1 | Rp1.406.370 |
| DARYA-VARIA LABORATORIA | 1 | Rp1.306.470 |
| TRIMAN | 1 | Rp1.112.220 |
| HOLI PHARMA | 1 | Rp1.018.814 |
| DUTA KAISAR PHARMACY | 1 | Rp849.061 |
| B. BRAUN MEDICAL INDONESIA | 1 | Rp602.117 |
| ESSITY HYGIENE AND HEALTH INDONESIA | 1 | Rp253.252 |
| MARIN LIZA FARMASI | 1 | Rp31.635 |
| Total | 241 | Rp7.189.107.110 |