Gunung Sago Perkasa Penawar Terendah Drainase Sungai Dingin Bungo, Tapi Gugur karena Pengalaman Personel

WIB
IST

Bungo – Tender proyek Pembangunan Drainase Sungai Dingin di Kabupaten Bungo kembali menjadi sorotan.

Nilainya Rp2,5 miliar.

Kode tendernya 10129676000. Kode RUP-nya 65355397. Sumber dananya APBD 2026.

Paket ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo.

Jenis pengadaannya pekerjaan konstruksi. Metodenya Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur. Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.

Tahap tender saat ini sudah masuk Masa Sanggah.

Sekilas, ini tender drainase biasa. Tapi begitu hasil evaluasi Pokja dibaca pelan-pelan, ada beberapa titik yang membuat publik patut bertanya.

Pesertanya 21 perusahaan.

Yang benar-benar memasukkan harga hanya 3 perusahaan.

Tiga-tiganya justru diberi catatan alasan dalam hasil evaluasi.

CV Gading Cempaka terganjal karena personel manajerial tidak dapat diklarifikasi.

Gunung Sago Perkasa, yang menjadi penawar terendah, terganjal karena pengalaman kerja personel pelaksana setelah lulus pendidikan untuk memperoleh SKK tidak mencukupi persyaratan.

Sedangkan CV Dua Putra terganjal karena KIR kendaraan dumptruck yang dilampirkan tidak berlaku.

Dengan begitu, tender drainase ini menyisakan pertanyaan: apakah paket ini akan tetap menghasilkan pemenang, atau justru berpotensi gagal karena seluruh penawar aktif terganjal evaluasi?

Satu hal yang langsung mencolok adalah nilai pagu dan HPS.

Keduanya sama persis: Rp2.500.000.000.

Dalam pengadaan pemerintah, HPS bisa saja sama dengan pagu jika perhitungannya memang demikian. Tapi dalam ruang pengawasan publik, angka yang sama persis selalu menarik dicermati.

Apakah HPS disusun berdasarkan survei harga yang memadai?

Apakah volume pekerjaan sudah dihitung rinci?

Apakah harga satuan material, alat, tenaga, dan risiko pekerjaan sudah sesuai kondisi lapangan?

Pertanyaan itu makin kuat karena kompetisi harga dalam tender ini tidak berjalan penuh. Dari 21 peserta, hanya 3 yang menawar.

Rincian Tender

NoUraianDetail
1Kode Tender10129676000
2Nama TenderPembangunan Drainase Sungai Dingin
3Kode RUP65355397
4Nama PaketDrainase Sungai Dingin
5Sumber DanaAPBD
6Uraian SingkatUraian Singkat Pekerjaan Pembangunan Drainase Sungai Dingin.pdf
7Tanggal Pembuatan20 April 2026
8Tahap Saat IniMasa Sanggah
9K/L/PDKabupaten Bungo
10Satuan KerjaDinas PUPR Kabupaten Bungo
11Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
12MetodeTender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
13Reverse AuctionTidak menggunakan Reverse Auction
14Tahun AnggaranAPBD 2026
15Nilai PaguRp2.500.000.000
16Nilai HPSRp2.500.000.000
17Jenis KontrakGabungan Lumsum dan Harga Satuan
18LokasiDalam Kabupaten Bungo

Dari 21 peserta, hanya tiga yang memasukkan penawaran.

NoPesertaHasil Evaluasi
1CV Gading CempakaMenawar Rp2.476.848.934,24. Personel manajerial tidak dapat diklarifikasi
2Gunung Sago PerkasaMenawar Rp2.270.462.260,32. Pengalaman kerja personel pelaksana setelah lulus pendidikan memperoleh SKK tidak mencukupi
3CV Dua PutraMenawar Rp2.422.494.228,03. KIR kendaraan dumptruck yang dilampirkan tidak berlaku

Secara harga, Gunung Sago Perkasa menjadi penawar terendah.

Perusahaan itu menawar Rp2.270.462.260,32, atau turun Rp229.537.739,68 dari HPS.

Namun harga terendah tidak menyelamatkan posisinya.

Dalam tender sistem gugur, dokumen personel, SKK, alat, KIR kendaraan, dan klarifikasi tetap menjadi pintu utama. Satu syarat tidak terpenuhi, harga murah bisa gugur.

Selisih Penawaran dari HPS

NoPesertaSelisih dari HPS
1Gunung Sago PerkasaTurun Rp229.537.739,68
2CV Dua PutraTurun Rp77.505.771,97
3CV Gading CempakaTurun Rp23.151.065,76

Gunung Sago Perkasa turun paling besar dari HPS, sekitar 9,18 persen.

CV Dua Putra turun sekitar 3,10 persen.

CV Gading Cempaka turun sekitar 0,93 persen.

Tapi tiga penawar ini sama-sama mendapat catatan evaluasi.

Di sinilah tender ini menjadi menarik. Harga ada. Penawaran ada. Tapi jalan menuju pemenang justru tertutup oleh dokumen.

Daftar Lengkap Peserta Tender

NoPesertaKeterangan
1CV Gading CempakaMenawar Rp2.476.848.934,24. Personel manajerial tidak dapat diklarifikasi
2Gunung Sago PerkasaMenawar Rp2.270.462.260,32. Pengalaman personel pelaksana setelah lulus SKK tidak mencukupi
3CV Dua PutraMenawar Rp2.422.494.228,03. KIR dumptruck tidak berlaku
4CV Quality UtamaTidak tercatat harga penawaran
5CV Dita KontraktorTidak tercatat harga penawaran
6CV Putra Agung PersadaTidak tercatat harga penawaran
7CV Tekad Maju BersamaTidak tercatat harga penawaran
8CV Spektrum KhatulistiwaTidak tercatat harga penawaran
9CV Tata Karya PratamaTidak tercatat harga penawaran
10CV Aisyah Putra KaryaTidak tercatat harga penawaran
11CV Hidayah Pangeran CimpagoTidak tercatat harga penawaran
12Sayna Arisya PersadaTidak tercatat harga penawaran
13CV Nur’C KontraktorTidak tercatat harga penawaran
14CV Bumi Gada KonstruksiTidak tercatat harga penawaran
15Baston Pillar BarakarsaTidak tercatat harga penawaran
16CV Cahaya Citra ContractorTidak tercatat harga penawaran
17CV Daeng Siginjai 9Tidak tercatat harga penawaran
18CV Lumbung AgroendoTidak tercatat harga penawaran
19CV Welindo KaryaTidak tercatat harga penawaran
20CV Wahana Mitra AbadiTidak tercatat harga penawaran
21CV Nasoramaridi 14Tidak tercatat harga penawaran

Tender ini diikuti 21 peserta.

Namun yang benar-benar mengajukan harga hanya 3.

Artinya, sekitar 85 persen peserta tidak masuk gelanggang harga.

Mereka tercatat sebagai peserta. Tapi tidak terlihat bertanding dalam penawaran.

Fenomena seperti ini kerap disebut publik sebagai peserta “pajangan”. Secara sistem, perusahaan boleh saja mendaftar lalu tidak menawar. Penyebabnya bisa banyak: tidak siap dokumen, tidak cocok harga, tidak cukup alat, tidak cukup personel, atau sekadar memantau paket.

Tapi jika pola seperti ini berulang di banyak tender, publik wajar curiga.

Apakah tendernya kurang menarik?

Apakah syaratnya terlalu spesifik?

Apakah pasar konstruksi lokal sedang lesu?

Atau sejak awal peserta sudah membaca peluangnya kecil?

Pertanyaan itu perlu dijawab agar pengadaan tidak kehilangan makna kompetisi.

SKK, KIR dan Klarifikasi Personel Jadi Batu Sandungan

Tiga penawar aktif tumbang di titik yang berbeda.

Gunung Sago Perkasa terganjal pengalaman kerja personel pelaksana setelah lulus pendidikan untuk memperoleh SKK.

Ini penting. Dalam pekerjaan konstruksi, personel bukan hanya nama di dokumen. Personel harus memiliki kompetensi, pengalaman, dan sertifikasi yang sesuai.

CV Dua Putra terganjal KIR dumptruck yang dilampirkan tidak berlaku.

Ini juga bukan hal kecil. Dumptruck adalah alat angkut penting dalam pekerjaan konstruksi. KIR yang tidak berlaku bisa menimbulkan masalah legalitas operasional kendaraan dan keselamatan kerja.

CV Gading Cempaka terganjal karena personel manajerial tidak dapat diklarifikasi.

Ini lebih sensitif lagi. Jika personel tidak bisa diklarifikasi, publik bisa bertanya: apakah personel itu benar siap bekerja? Apakah hanya dipinjam nama? Apakah nomor kontak tidak aktif? Apakah dokumen tidak valid? Atau ada persoalan lain?

Pokja perlu menjelaskan secukupnya agar alasan evaluasi tidak menjadi kabur.

Tender ini sudah masuk Masa Sanggah.

Tahap ini menjadi ruang formal bagi peserta untuk menyampaikan keberatan apabila merasa evaluasi tidak tepat.

Jika Gunung Sago Perkasa merasa pengalaman personelnya memenuhi syarat, masa sanggah bisa digunakan.

Jika CV Dua Putra merasa KIR yang dipersoalkan masih dapat dibuktikan, masa sanggah bisa menjadi jalan.

Jika CV Gading Cempaka memiliki klarifikasi terhadap personel manajerialnya, masa sanggah juga menjadi ruang pembuktian.

Namun jika tidak ada sanggahan atau sanggahan tidak diterima, keputusan Pokja akan mengarah pada nasib akhir tender ini.

Apakah dilanjutkan?

Apakah gagal?

Atau ada keputusan lain?

Publik menunggu.

Sejumlah warga Bungo berharap proyek drainase ini tidak berakhir sebagai polemik administratif.

Seorang warga, Subhani, mengatakan drainase sangat dibutuhkan di titik-titik rawan genangan.

“Kalau drainase dibangun bagus, warga terbantu. Tapi kalau tendernya saja bermasalah atau semua penawar gugur, kapan pekerjaannya jalan?” ujarnya.

Warga lainnya, Mahmudin, menyoroti banyaknya peserta yang tidak menawar.

“Pesertanya 21, tapi yang nawar cuma tiga. Lalu tiga-tiganya ada masalah. Ini yang bikin masyarakat bertanya. Proyek Rp2,5 miliar harusnya kompetisinya sehat,” katanya.

Sementara warga lain meminta Pokja membuka alasan evaluasi secara terang.

“Kalau gugur karena SKK, KIR, atau personel tidak bisa diklarifikasi, jelaskan rinci. Biar publik tahu ini memang murni aturan, bukan karena hal lain,” ujarnya.

Agar tender ini tidak menjadi bola liar, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab.

NoPertanyaanAlasan
1Apakah tiga penawar aktif seluruhnya dinyatakan gugur?Menentukan nasib tender
2Apakah tender akan gagal atau masih ada proses lanjutan?Karena tahap sudah masa sanggah
3Mengapa 18 peserta tidak menawar?Menguji kompetisi
4Bagaimana HPS dihitung?Karena pagu dan HPS sama persis
5Apa detail kekurangan pengalaman SKK GSP?Menjelaskan gugurnya penawar terendah
6KIR dumptruck CV Dua Putra tidak berlaku sejak kapan?Menguji validitas alasan gugur
7Mengapa personel Gading Cempaka tidak dapat diklarifikasi?Mencegah tafsir personel fiktif
8Apakah alasan evaluasi diterapkan konsisten?Menjamin keadilan peserta
9Di mana titik drainase Sungai Dingin dibangun?Memastikan manfaat untuk warga
10Bagaimana pengawasan mutu jika tender berlanjut?Mencegah pekerjaan asal jadi

BeritaSatu Network