Sungai Penuh - Upaya penanganan krisis air bersih dan peningkatan infrastruktur di Kota Sungai Penuh terus dikebut oleh pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Direktorat Jenderal Cipta Karya, sebuah megaproyek Peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kapasitas 50 Liter/detik SPAM Rawang resmi digulirkan.
Berdasarkan dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Spesifikasi Teknis yang diterbitkan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi, proyek raksasa ini dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Dana yang disiapkan sangat fantastis, yakni dengan Nilai Pagu mencapai Rp 34.845.697.000,00 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) menembus angka Rp 34.845.684.000,00.
Proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam waktu pelaksanaan 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender. Rencananya, seluruh aset sarana dan prasarana yang telah selesai dibangun akan langsung dihibahkan kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk dikelola sepenuhnya sebagai penyediaan air minum bagi masyarakat.
Ruang lingkup megaproyek ini sangat masif dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kontraktor pemenang nantinya diwajibkan menyelesaikan dua kelompok pekerjaan utama, yakni Pekerjaan Instalasi Pengolahan Air dan Pekerjaan Bangunan Pendukung.
- Pada pekerjaan instalasi air, ruang lingkupnya meliputi pembangunan IPA berkapasitas 50 L/Det dengan sistem otomatis dan kelengkapan Streaming Current Monitor (SCM), unit pembubuhan bahan kimia, hingga jaringan mekanikal dan elektrikal.
- Sementara untuk bangunan pendukung, pekerjaannya mencakup pondasi beton IPA struktur baja, pembuatan Reservoir (Glass Steel Tank) berkapasitas besar 650 meter kubik, rumah pompa, bangunan indoor, area Sludge Drying Bed, gudang workshop, jalan dan pagar, hingga pengadaan dan pemasangan pipa distribusi utama.
Baca berita terkait :
Karena memuat identifikasi risiko bahaya tinggi seperti tertimpa material (terutama pada pembuatan Reservoir Glass Steel Tank), persyaratan bagi penyedia jasa konstruksi dibuat ekstra ketat. Perusahaan yang mendaftar wajib mengantongi Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) dengan Kualifikasi Usaha Menengah.
Tak cukup sampai di situ, peserta juga diwajibkan memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) ganda, yaitu Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (BS005) dan SBU Pondasi Konstruksi (KK001).
Menariknya, pemerintah juga mengatur agar perusahaan tidak memonopoli seluruh pekerjaan. Kontraktor utama diwajibkan untuk mensubkontrakkan pekerjaan pabrikasi dan ereksi baja profil (pekerjaan utama) serta pembuatan pagar BRC setinggi 1,5 meter (pekerjaan bukan utama) kepada pihak lain.
Mengingat standarisasi Modul Instalasi Pengolahan Air Minum Struktur Baja, proyek ini membutuhkan material besi dan pelat baja dalam jumlah raksasa. Dalam daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), hanya untuk perakitan Unit Sedimentasi saja membutuhkan baja seberat 36.370 kg. Sementara perakitan Unit Flokulasi memakan baja hingga 28.750 kg.
Untuk mengeksekusi volume raksasa dan struktur pondasinya, kontraktor wajib mendatangkan peralatan utama yang terdiri dari:
- 1 Unit Bored Pile Machine (Hidraulik) Auger ukuran 40 cm.
- 3 Unit Crane Mobile dengan kapasitas angkat minimal 7 Ton.
- 3 Unit Alat Las Listrik berkapasitas 140 A - 200 A, 3 unit cutter baja beton, dan 3 unit bender baja beton.
Kelancaran proyek ini kelak akan dikawal ketat oleh personel manajerial bersertifikat, yang meliputi Manajer Pelaksana (minimal Ahli Muda Teknik Air Minum), Manajer Teknik (minimal Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung), Manajer Keuangan, dan Ahli K3 Konstruksi.
Dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) megaproyek ini sendiri telah resmi disahkan dan diteken di Jambi pada tanggal 29 April 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi Muhammad Rusli, Kepala Satker Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi Yusrizal, serta Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) PPK Air Minum dan Sanitasi Abdurrahman.
Kini, publik tinggal menanti kontraktor tangguh mana yang sanggup memenuhi seluruh spesifikasi 'gila-gilaan' ini dan sukses merampungkan infrastruktur air minum kebanggaan warga Sungai Penuh.(*)