Bungo - Transformasi wajah perkotaan Kabupaten Bungo di Tahun Anggaran 2026 ternyata dilakukan secara besar-besaran dan terintegrasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tidak hanya sekadar menata jalur pejalan kaki, tetapi juga membangun ruang terbuka hijau baru di kawasan yang sama.
Kawasan yang bakal disulap menjadi ikon baru kota tersebut adalah Jalan M. Saidi. Jika ditotal, Pemkab Bungo mengucurkan dana nyaris Rp 5 miliar, tepatnya Rp 4.950.000.000 (Rp 4,95 Miliar), untuk dua megaproyek yang saling berkaitan di kawasan tersebut.
Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemkab Bungo, kucuran dana Rp 4,95 miliar tersebut dibagi ke dalam dua paket pekerjaan konstruksi fisik yang akan berjalan beriringan, yakni:
- Penataan Pedestrian dan Utilitas Jl. M. Saidi
- Total Pagu: Rp 3.050.000.000 (Rp 3,05 Miliar)
- Pembangunan Taman M. Saidi
- Total Pagu: Rp 1.900.000.000 (Rp 1,9 Miliar)
Dengan adanya integrasi antara trotoar yang ramah pejalan kaki dan taman yang asri, kawasan Jl. M. Saidi diproyeksikan akan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus pendongkrak estetika tata ruang Kabupaten Bungo.
Mengingat skala anggarannya yang besar, kedua proyek fisik ini tidak ditunjuk secara langsung, melainkan harus melewati mekanisme Tender terbuka. Pihak Dinas Perkim Bungo menjadwalkan proses lelang atau pemilihan penyedia untuk proyek pedestrian maupun taman ini akan digelar serentak pada April hingga Juni 2026.
Kedua proyek ini juga memberikan syarat wajib yang serupa, yakni mengharuskan pemenang tender untuk menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) serta melibatkan pelaku Usaha Kecil atau Koperasi di daerah.
Bagi para kontraktor yang nantinya memenangkan lelang, waktu pengerjaan yang diberikan terbilang cukup padat. Pelaksanaan kontrak konstruksi, baik untuk penyelesaian pedestrian maupun pembangunan taman, akan dikebut mulai Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Jika tak ada aral melintang, warga Bungo sudah bisa menikmati fasilitas hangout baru yang estetik dan kekinian ini pada akhir tahun. Kucuran dana nyaris Rp 5 miliar dari uang rakyat ini tentu harus dikawal ketat, agar hasil pengerjaannya benar-benar berkualitas, kokoh, dan tidak menjadi proyek mangkrak.(*)