Di Tengah Sorotan KPK, 72 Paket Konsultan PU Muaro Jambi Rp3,04 Miliar Lewat Pengadaan Langsung, Satu CV Dapat 7 Paket

WIB
ist

Muaro Jambi - Tender proyek Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sedang disorot.

Laporan dugaan persoalan pengadaan 32 paket proyek bahkan sudah sampai ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tapi rupanya uang proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muaro Jambi tidak hanya bergerak melalui tender.

Ada jalur lain.

Jumlah paketnya justru jauh lebih banyak.

Bukan 24.

Melainkan 72 paket.

Semuanya merupakan Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi dan seluruhnya menggunakan metode Pengadaan Langsung.

Total nilainya mencapai Rp3.049.376.579.

Hasil pengolahan data realisasi pengadaan PUPR Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 menunjukkan 72 paket itu tersebar kepada sekitar 34 penyedia berbeda.

Namun pembagiannya tidak merata.

Ada perusahaan yang mendapat satu paket.

Ada dua.

Ada tiga.

Ada empat.

Bahkan satu perusahaan tercatat mendapatkan 7 paket sekaligus.

Namanya CV Darma Megatama Mandiri.

Nilai tujuh paketnya mencapai Rp249.019.901.

Data ini membuka sisi lain pengadaan PUPR Muaro Jambi.

Jika tender berkutat pada pekerjaan fisik miliaran rupiah, maka Pengadaan Langsung banyak bergerak di belakang layar.

Merencanakan.

Menggambar.

Menghitung.

Lalu mengawasi pekerjaan.

Total ada 72 kontrak konsultansi senilai lebih dari Rp3 miliar yang berjalan melalui jalur ini.

53 Paket Perencanaan, 19 Pengawasan

Ketika 72 paket dibelah berdasarkan jenis pekerjaannya, komposisinya semakin terang.

Sebanyak 53 paket

merupakan pekerjaan perencanaan.

Total nilainya Rp1.943.689.334.

Kemudian 19 paket

merupakan pekerjaan pengawasan.

Nilainya Rp1.105.687.245.

Jika digabung Rp3.049.376.579.

Yang menarik, seluruh 53 paket perencanaan sudah berstatus SELESAI.

Sementara dari 19 paket pengawasan, sebanyak 18 paket masih BERLANGSUNG dengan nilai total sekitar Rp1,055 miliar.

Hanya satu paket pengawasan yang sudah selesai, yakni Pengawasan Karya Bakti TNI Pembukaan Jalan Desa Sumber Jaya menuju Desa Sumber Mulya Kecamatan Bahar Utara, yang dikerjakan CV Cazero Teknik Konsultant senilai Rp49.861.000.

Secara keseluruhan 54 paket selesai senilai Rp1.993.550.334 dan 18 paket berlangsung senilai Rp1.055.826.245.

Satu CV Dapat 7 Paket

Dari seluruh nama penyedia, CV Darma Megatama Mandiri paling sering muncul.

Bukan dua kali.

Bukan tiga.

Perusahaan tersebut tercatat mendapatkan 7 paket Pengadaan Langsung.

Semuanya merupakan pekerjaan perencanaan.

Paket pertama adalah Perencanaan Pembangunan Jalan Simp. III Desa Kedemangan-Desa Setiris-Simpang Desa Mudung Darat lanjutan

Nilai Rp59.893.750

Kode RUP 64914271.

Paket kedua Perencanaan Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Talang Bukit Unit VI-Simp. III Desa Talang Datar Unit VI

Nilai Rp59.816.050

Kode RUP 66516301.

Ketiga Perencanaan Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Kemingking Dalam-Desa Teluk Jambu-Desa Dusun Mudo-Desa Sekumbung

Nilai Rp39.891.551

Kode RUP 64912744.

Keempat Perencanaan Rehabilitasi Jalan Simp. KM 39 Desa Bukit Baling-Simp. Kebun XI Desa Gerunggung

Nilai Rp39.891.550

Kode RUP 64912738.

Kelima Perencanaan Land Clearing & Kolam Resistensi BPKAD

Nilai Rp29.748.000

Kode RUP 64658962.

Keenam Perencanaan Pembangunan Drainase pada Jalan Simp. III Pinang Tinggi-Desa Bukit Mulya Unit XIV

Nilai Rp9.900.000

Kode RUP 64912733.

Ketujuh Perencanaan Pembangunan Drainase Kecamatan Sungai Gelam

Nilai Rp9.879.000

Kode RUP 64661946.

Jika seluruhnya dijumlahkan Rp249.019.901.

Dengan tujuh paket itu, CV Darma Megatama Mandiri menguasai sekitar 9,72 persen dari jumlah seluruh paket Pengadaan Langsung.

Dari sisi nilai, porsinya sekitar 8,17 persen dari total Rp3,049 miliar.

Bukit Harapan Empat Paket Rp179 Juta

Setelah CV Darma Megatama Mandiri, Bukit Harapan Konsultan muncul empat kali.

Totalnya Rp179.148.690.

Paket terbesarnya adalah Perencanaan Rekonstruksi Jalan Simp. III Pete-Desa Pelempang-Simp. III Pos TPR Desa Nyogan senilai Rp59.782.750.

Kemudian Perencanaan Rekonstruksi Jalan Simp. III Desa Suak Putat-Dusun Tanjung Buluh Desa Tanjung Lanjut senilai Rp49.782.390.

Paket ketiga Perencanaan Rekonstruksi Jalan Simp. III Pasar Jambi Kecil-Desa Mudung Darat-Desa Bakung senilai Rp39.780.550.

Dan satu lagi Perencanaan Rehab Gedung Parkir dan Rehab Gapura Kejari Muaro Jambi senilai Rp29.803.000.

Empat paket.

Rp179 juta lebih.

Archigrav Juga Empat Paket

Nama lain yang juga mendapatkan empat pekerjaan adalah:

CV Archigrav Design Consultant.

Nilainya memang tidak sebesar Bukit Harapan.

Total hanya:

Rp59.207.400.

Namun ada pola yang menarik.

Keempat paketnya mempunyai nilai persis sama Rp14.801.850 per paket.

Pekerjaannya adalah Perencanaan Teknis Pembangunan Box Culvert Desa Tantan.

Perencanaan Teknis Pembangunan Pintu Air Dusun Belanti Sampit Desa Talang Duku.

Perencanaan Teknis Pembangunan Box Culvert RT 14 Desa Suka Maju.

Dan Perencanaan Teknis Pembangunan Pintu Air Desa Kedotan.

Empat pekerjaan berbeda.

Satu perusahaan.

Dan empat-empatnya bernilai sama sampai ke rupiah.

Kesamaan nilai tersebut bukan dengan sendirinya bukti pelanggaran.

Tetapi pola itu menjadi menarik untuk dibandingkan dengan HPS, ruang lingkup pekerjaan, volume serta KAK masing-masing paket.

Prisma Tiga Paket, Nilainya Malah Lebih Besar

Kalau dihitung berdasarkan frekuensi, CV Prisma Persada Konsultan hanya mendapat tiga paket.

Tetapi total nilainya mencapai Rp189.486.620.

Lebih besar dibanding empat paket Bukit Harapan.

Ketiga pekerjaan Prisma seluruhnya merupakan pengawasan.

Pertama Pengawasan Pembangunan Jalan Trijaya Unit VIII A-Tanjung Sari Unit XXII

Rp79.875.600.

Kedua Pengawasan Rekonstruksi Jalan Pete-Pelempang-Nyogan

Rp69.819.000.

Ketiga Pengawasan Pembangunan Box Culvert RT 25 Desa Kasang Tanjung Nangko

Rp39.792.020.

Semua masih berstatus berlangsung.

Total Rp189.486.620.

Jika perusahaan disusun berdasarkan nilai seluruh paket, CV Prisma Persada Konsultan bahkan berada di urutan kedua setelah CV Darma Megatama Mandiri.

Arfiza Tiga Paket Rp169,68 Juta

CV Arfiza Mitra Konsultan tercatat mendapat tiga paket perencanaan.

Total Rp169.680.892.

Rinciannya:

Perencanaan Rehabilitasi Jalan Simp. IV Desa Pematang Gajah-Batas Kota Jambi atau Perumahan Namura Rp59.893.751.

Perencanaan Rekonstruksi Jalan Desa Mekarjaya-Batas Kota Jambi-Dusun Kemenyan Desa Talang Belido Rp59.893.751.

Dan Perencanaan Pembangunan Jalan Kebon IX-Talang Belido lanjutan Rp49.893.390.

Dua dari tiga paketnya bahkan memiliki nilai yang sama persis Rp59.893.751.

Setindo Tiga Paket Rp149,44 Juta

Setindo Karya Konsultan juga mendapat tiga paket.

Totalnya Rp149.447.070.

Pekerjaan itu terdiri atas:

Perencanaan Pembangunan Jembatan Besi Desa Kebon IX Dusun Air Hitam
Rp59.797.920.

Perencanaan Rehabilitasi Jalan Simp. Desa Sarang Elang-Batas Kabupaten Batanghari-Simp. III Lorong Sawit
Rp49.836.780.

Dan Perencanaan Pembangunan Box Culvert Desa Talang Belido
Rp39.812.370.

Asta Wiguna Tiga Paket Rp149,38 Juta

Asta Wiguna Konsultan mendapat tiga paket senilai total Rp149.381.580.

Paling besar adalah Perencanaan Pembangunan Jalan Trijaya-Tanjung Sari Rp69.798.280.

Kemudian Perencanaan Rekonstruksi Jalan Suka Makmur-Marga Manunggal Rp39.836.050.

Serta Perencanaan Rehabilitasi Jalan Bakti Mulya-Panca Bakti Rp39.747.250.

Total Rp149,38 juta.

Proba Gnial Struktur Tiga Paket

CV Proba Gnial Struktur juga muncul tiga kali.

Total Rp109.710.922.

Rinciannya Perencanaan Rehabilitasi Jalan Tangkit Baru-Sungai Terap Rp39.891.551.

Perencanaan Pembangunan Jalan Sogo-Rantau Panjang Rp39.891.551.

Dan Perencanaan Rehabilitasi Jalan Pasar Jalur II B-Kantor Desa Mekar Sari Makmur Rp29.927.820.

Dua paket pertama kembali memiliki nilai identik.

Fajar Tri Engineer Tiga Paket

CV Fajar Tri Engineer memperoleh tiga pekerjaan perencanaan normalisasi saluran.

Total Rp98.667.145.

Paket pertama Normalisasi Saluran Desa Puding, Pulau Mentaro dan Betung Rp34.458.840.

Paket kedua Normalisasi Saluran Desa Talang Datar, Bukit Mulya dan Matra Manunggal Rp34.458.840.

Paket ketiga Normalisasi Saluran Desa Bukit Subur dan Ujung Tanjung Unit 11 Rp29.749.465.

Dua paket juga memiliki nilai persis sama.

Baswara Tiga Paket

CV Baswara Teknik Konsultan mendapat tiga paket dengan total Rp71.805.000.

Paketnya terdiri dari perencanaan sumur bor Kecamatan Mestong dan Sungai Gelam Rp27.250.000, pembangunan WC komunal dan sumur bor Rp24.797.000, serta sumur bor Kecamatan Jaluko dan Sekernan Rp19.758.000.

Sendi Teknik Tiga Paket

CV Sendi Teknik Konsultan juga mendapat tiga pekerjaan.

Total Rp47.563.000.

Yakni Perencanaan Interior Kantor Dinas PUPR Rp19.536.000.

Perencanaan Drainase Kecamatan Bahar Utara dan Sungai Bahar Rp14.818.000.

Serta perencanaan pembangunan Kantor IBI Sengeti, turap madrasah dan atap pendopo makam Desa Suak Putat Rp13.209.000.

Sepuluh Penyedia Dapat Dua Paket

Pola pengulangan belum selesai.

Masih ada 10 penyedia lainnya yang masing-masing memperoleh dua paket.

Mereka adalah:

Riyuda Utama Konsultan
2 paket
Rp149.128.000

CV Graha Cipta Consultant
2 paket
Rp148.351.000

CV Cazero Teknik Konsultant
2 paket
Rp119.546.000

CV Mitra Desain Arcagraha
2 paket
Rp109.761.000

CV Rajawali Mitra Konsultan
2 paket
Rp109.660.000

CV Axiplan Consultant
2 paket
Rp104.317.000

Andaru Bieyan Consultant
2 paket
Rp99.623.810

CV Desain Teknik
2 paket
Rp79.227.000

CV Art Cipta Consultant
2 paket
Rp59.594.050

dan

CV Rekans Tri Perkasa
2 paket
Rp39.425.184.

21 Penyedia Kuasai 59 dari 72 Paket

Kalau seluruh pemenang berulang tadi dikumpulkan, angkanya menjadi menarik.

Dari 34 penyedia yang tercatat mendapatkan 72 paket Pengadaan Langsung 21 penyedia mendapat lebih dari satu paket.

Mereka menguasai 59 dari 72 paket.

Persentasenya 81,94 persen.

Nilainya mencapai Rp2.491.751.264.

Atau sekitar 81,71 persen

dari seluruh nilai Pengadaan Langsung Rp3,049 miliar.

Sisanya?

Hanya 13 penyedia yang masing-masing mendapat satu paket.

Total nilai 13 paket itu sekitar Rp557.625.315.

Artinya, secara statistik, mayoritas paket Pengadaan Langsung dalam data ini memang berada pada penyedia yang muncul berulang.

Namun lagi-lagi pengulangan nama penyedia bukan otomatis pelanggaran.

Yang perlu dilihat adalah bagaimana setiap proses Pengadaan Langsung dilakukan, persyaratan penyedia, harga hasil negosiasi, kewajaran biaya, konflik kepentingan apabila ada, serta kemampuan perusahaan melaksanakan beberapa pekerjaan dalam periode berdekatan.

13 Penyedia Hanya Dapat Satu

Adapun 13 penyedia yang hanya muncul satu kali antara lain:

CV Multiplan Konsultan Rp99.234.000,

CV Total Engineering Consultant Rp59.927.050,

CV Arindama Cipta Persada Rp49.833.450,

CV Alendradhitya Consultant Rp49.791.270,

CV Rekacipta Teknik Konsultan Rp49.751.310,

PT Vita Cipta Konsultan Rp39.863.000,

CV Elniwsa Konsultan Rp39.791.650,

CV Dimensi Statika Rp39.738.000,

Triple Line Consultant Rp39.730.785,

CV Ilham Putra Consultant Rp34.743.000,

CV Aisoise Consultant Rp25.197.000,

Nurizkay Konsultan Rp15.284.000,

serta CV Activa Engineering Consultant Rp14.740.800.

Paket Perencanaan Banyak Terkait Tender Fisik

Ada bagian lain yang menarik.

Sebagian paket perencanaan dan pengawasan ini tidak berdiri sendiri.

Nama pekerjaannya berkaitan langsung dengan proyek konstruksi yang ditender PUPR Muaro Jambi.

Contohnya Jalan Trijaya-Tanjung Sari.

Untuk jalan tersebut terdapat paket:

Perencanaan oleh Asta Wiguna Konsultan senilai Rp69.798.280.

Pekerjaan fisiknya kemudian ditender dan dimenangkan CV Dita Kontraktor senilai Rp3.292.737.000.

Lalu terdapat lagi:

Pengawasan oleh CV Prisma Persada Konsultan senilai Rp79.875.600.

Satu ruas.

Tiga kontrak berbeda.

Perencanaan.

Konstruksi.

Pengawasan.

Hal serupa terdapat pada sejumlah proyek lainnya.

Jalan Pete-Pelempang-Nyogan misalnya.

Perencanaannya dikerjakan Bukit Harapan Konsultan Rp59.782.750.

Pekerjaan fisiknya dimenangkan CV Dita Kontraktor Rp2.321.995.000.

Pengawasannya dikerjakan CV Prisma Persada Konsultan Rp69.819.000.

Begitu pula Jalan Bukit Baling-Gerunggung.

Perencanaan oleh CV Darma Megatama Mandiri Rp39.891.550.

Pekerjaan fisik oleh Hasil Jasa Nusantara Rp887.774.000.

Pengawasan oleh CV Rajawali Mitra Konsultan Rp49.860.000.

Ini menunjukkan belanja satu proyek tidak selalu berhenti pada angka tender fisiknya.

Ada biaya sebelum pekerjaan dimulai.

Ada pula biaya untuk mengawasinya.

Di Tengah Laporan 32 Proyek ke KPK

Data Pengadaan Langsung ini menjadi menarik karena muncul ketika pengadaan proyek Pemkab Muaro Jambi sedang dalam sorotan.

Pada 1 September 2026, Barisan 8 Center Jambi melaporkan dugaan penyimpangan pada 32 paket proyek Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi ke KPK.

Pihak pelapor antara lain menyoroti metode evaluasi tender dan pola harga penawaran yang dinilai dekat dengan HPS.

KPK membenarkan telah menindaklanjuti laporan tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan setiap aduan akan lebih dahulu diverifikasi validitas informasi dan datanya. Setelah itu, KPK menelaah ada atau tidaknya unsur dugaan tindak pidana korupsi serta kewenangan lembaga untuk menanganinya.

KPK juga menyatakan dapat melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk memperkaya informasi laporan tersebut.

Namun harus dibedakan.

72 paket Pengadaan Langsung yang dibedah dalam berita ini belum dapat disebut sebagai bagian dari 32 proyek yang dilaporkan ke KPK.

Laporan yang dipublikasikan sejauh ini terutama menyoroti persoalan tender.

Sedangkan 72 paket ini menggunakan metode Pengadaan Langsung, bukan Tender.

Untuk menyatakan ada irisan dengan laporan KPK diperlukan lampiran laporan dan pencocokan nama paket satu per satu.

Jadi tidak boleh dicampur.

Sorotan KPK adalah konteks.

Data 72 paket Pengadaan Langsung adalah temuan pengadaan yang berdiri sendiri.

Pengadaan Langsung Bukan Berarti Bermasalah

Metode Pengadaan Langsung sendiri merupakan salah satu mekanisme resmi dalam pengadaan pemerintah sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Banyaknya paket yang diperoleh satu penyedia juga tidak otomatis berarti ada pelanggaran.

CV Darma Megatama Mandiri mendapatkan tujuh paket bukan bukti korupsi.

Begitu pula Bukit Harapan dan Archigrav mendapatkan empat paket, atau Prisma, Arfiza, Setindo dan sejumlah perusahaan lain mendapatkan tiga paket.

Data baru menunjukkan:

siapa mendapat apa,

berapa paket,

dan berapa nilainya.

Untuk menguji proses secara lebih jauh, lapisan berikutnya harus dibuka.

Siapa Pejabat Pengadaan masing-masing paket?

Berapa HPS?

Berapa harga penawaran awal?

Berapa hasil negosiasinya?

Perusahaan mana saja yang dibandingkan sebelum penyedia ditetapkan?

Kapan proses masing-masing dilakukan?

Apakah paket-paket tersebut dikerjakan bersamaan?

Siapa tenaga ahli yang ditawarkan?

Apakah tenaga ahli yang sama muncul di beberapa pekerjaan dalam periode yang sama?

Dan apakah nilai kontraknya wajar dibanding ruang lingkup pekerjaan?

Pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab hanya dari data realisasi.(*)

BeritaSatu Network