Tiga Tender Jalan PU Muaro Jambi Rp8 Miliar Gagal, Kini Diulang di Tengah Sorotan KPK

WIB
ist

Muaro Jambi - Bara pengadaan proyek Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus menyala.

Di saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memverifikasi laporan dugaan persoalan pada 32 paket proyek Pemkab Muaro Jambi, tiga tender jalan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) justru menarik perhatian.

Nilainya besar.

Total Harga Perkiraan Sendiri atau HPS ketiganya mencapai:

Rp8.036.076.400

Ada proyek jalan Sengeti-Sungai Melintang.

Ada Talang Bukit-Talang Datar.

Dan ada Pasar Jambi Kecil-Mudung Darat-Bakung.

Yang menarik bukan cuma nilainya.

Ketiganya sama-sama gagal pada proses tender sebelumnya.

Lalu diulang.

Kini mereka kembali mencari kontraktor.

Data realisasi pengadaan PUPR Muaro Jambi yang dihimpun pada awal September mencatat ketiga paket tersebut berstatus BERLANGSUNG dengan tahapan Pemilihan Berlangsung. Kolom nama penyedia bahkan masih berisi kode “-1”.
Penelusuran lebih jauh menemukan cerita di balik angka itu.

Ketiga paket tersebut ternyata merupakan bagian dari tender yang harus diproses ulang setelah tender sebelumnya tidak menghasilkan penyedia.

Dua paket dilaporkan gagal karena tidak ada peserta yang memasukkan dokumen penawaran sampai batas waktu.

Satu paket lainnya gagal karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

Tiga-tiganya jalan.

Tiga-tiganya miliaran.

Tiga-tiganya harus masuk ronde kedua.

Nyaris Seperlima Nilai Tender PU

Posisi tiga paket ini cukup penting jika dilihat dari keseluruhan data tender PUPR Muaro Jambi.

Data realisasi menunjukkan ada 24 pekerjaan konstruksi dengan metode Tender senilai sekitar Rp41,707 miliar.

Sebanyak 21 sudah selesai dan masuk kontrak.

Tersisa tiga paket tadi.

Nilai Rp8,036 miliar itu setara sekitar 19,27 persen dari seluruh nilai 24 tender konstruksi dalam dataset.

Kalau dibandingkan hanya dengan 16 tender proyek jalan senilai Rp29,398 miliar, tiga tender ulang tersebut bahkan mengambil porsi sekitar:

27,33 persen.

Lebih dari seperempat nilai tender jalan.

Jadi bukan recehan.

Bukan pula proyek pinggiran.

Salah satunya justru merupakan proyek jalan dengan HPS terbesar dalam data tender PUPR Muaro Jambi 2026.

1. Jalan Sengeti-Sungai Melintang Rp3,55 Miliar

Paket paling besar adalah:

Preservasi Jalan Simp. SMAN 2 Kelurahan Sengeti-SLB-Simpang Sungai Melintang (DBH Sawit).

Kode RUP:

66516533

Kode tender ulang:

10161971000

Pagu paket sekitar:

Rp3.549.776.800

HPS:

Rp3.547.524.400

Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Sekernan.

Sumber pendanaannya APBD 2026 dengan dukungan Dana Bagi Hasil Sawit.

Tender ini bukan percobaan pertama.

Data publik tender mencatat paket sebelumnya menggunakan kode tender 10150499000. Proses awal berlangsung pada Juli-Agustus 2026.

Kemudian muncul paket baru dengan kode 10161971000 dan keterangan Tender Ulang.

Apa yang terjadi?

Tender pertama gagal.

Penyebabnya berbeda dari dua proyek lainnya.

Bukan karena sepi peserta.

Melainkan karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

Tender pun kembali dibuka.

Dan babak kedua ternyata jauh lebih ramai.

21 Kontraktor Masuk

Dalam pemantauan proses tender ulang pada 7 September 2026, terdapat 21 perusahaan yang muncul sebagai peserta.

Namun ketika data ditarik, harga penawaran baru terlihat dari empat perusahaan.

Mereka adalah:

PT Wirasta Karya
Rp3.311.467.182,81

CV Dakara Jaya Santosha
Rp3.331.323.171,22

CV Lapan Bintang
Rp3.427.751.339,86

CV Pratama Karya Sejoli
Rp3.522.106.899,02

Sedangkan 17 nama lainnya belum terlihat mencantumkan angka penawaran pada data yang dihimpun saat itu.

Dari sisi harga, PT Wirasta Karya sementara berada paling rendah.

Penawarannya sekitar Rp236,05 juta di bawah HPS, atau sekitar 6,65 persen lebih rendah.

CV Dakara Jaya Santosha sekitar Rp216,20 juta atau 6,09 persen di bawah HPS.

CV Lapan Bintang sekitar Rp119,77 juta atau 3,38 persen di bawah HPS.

Sementara CV Pratama Karya Sejoli paling dekat dengan HPS.

Selisihnya sekitar:

Rp25,41 juta

atau sekitar:

0,72 persen.

Namun harga terendah belum otomatis menjadi pemenang.

Metode tender menggunakan Pascakualifikasi Satu File-Harga Terendah Sistem Gugur.

Artinya, peserta tetap harus melewati evaluasi administrasi, teknis, kualifikasi hingga harga.

Harga murah bisa gugur.

Harga berikutnya bisa naik.

Tender baru selesai setelah Pokja menetapkan pemenang.

Ada Dita, Gurun Sahara hingga Gunung Sago

Daftar 21 peserta tender ulang Sengeti juga menarik.

Selain empat perusahaan yang harga penawarannya sudah muncul, terdapat 17 perusahaan lainnya.

Di antaranya CV Putra Bintang, CV Dita Kontraktor, PT Andina Teknik Konstruksi, CV Remaja Gemilang Konstruksi, CV Intan Bangun Persada, CV Lumbung Agroendo, CV Tiang Karya Kontruksi, CV Eksi Citra Lestari, CV Segara Mandala Konstruksi, Gunung Sago Perkasa, CV Hidayat, CV Nugroho Daya Abadi, CV Mitra Prima Utama, CV Gurun Sahara, Akbar Cipta Sada, CV Abi Karya Persada dan Camkoha Inti Sejahtera.

Beberapa nama itu bukan nama baru dalam proyek PUPR Muaro Jambi.

CV Dita Kontraktor, misalnya, sudah tercatat memperoleh dua tender jalan lain dengan nilai gabungan sekitar Rp5,61 miliar.

CV Gurun Sahara juga tercatat memenangkan proyek Rekonstruksi Jalan Suka Makmur-Marga Manunggal sekitar Rp1,918 miliar.

Sedangkan PT Andina Teknik Konstruksi memenangkan pembangunan Workshop Berbakti Sungai Gelam sekitar Rp2,136 miliar.

Masuk sebagai peserta tentu berbeda dengan memenangkan tender.

Tetapi daftar itu membuat babak evaluasi proyek Sengeti menjadi menarik dipantau.

Siapa yang bertahan?

Siapa yang gugur?

Dan perusahaan mana yang akhirnya membawa pulang proyek Rp3,55 miliar tersebut?

2. Jalan Talang Bukit-Talang Datar Rp2,85 Miliar

Tender kedua juga bukan paket kecil.

Namanya:

Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Talang Bukit Unit VI-Simp. III Desa Talang Datar Unit VI.

Kode RUP:

67403296

Kode tender terbaru:

10163039000

Pagu:

Rp2.850.000.000

HPS:

Rp2.849.395.000

Bedanya?

Hanya:

Rp605.000

HPS berada sekitar 99,98 persen dari pagu.

Tipis.

Sangat tipis.

Paket ini dikerjakan di Kecamatan Bahar Utara.

Dokumen pekerjaan menyebut penanganan ruas sekitar 559 meter dengan lebar badan jalan 5 meter.

Pekerjaannya menggunakan perkerasan beton semen Fs' 3,8 MPa, disertai penyiapan badan jalan, lapis pondasi dan sejumlah item konstruksi pendukung lainnya.

Jika nilai pagu sekadar dibagi panjang ruas—bukan perhitungan harga satuan konstruksi—maka angkanya berada di kisaran Rp5,1 juta per meter.

Tetapi angka itu tidak bisa digunakan sendirian untuk menyebut proyek mahal atau murah.

Karena satu meter jalan bukan cuma beton.

Ada persiapan badan jalan.

Pondasi.

Mobilisasi.

Volume material.

Ketebalan.

Tenaga.

Peralatan.

Dan item lainnya.

Yang lebih menarik justru perjalanan tendernya.

Tender Pertama Tak Menghasilkan Penawaran

Paket Talang Bukit-Talang Datar dilaporkan gagal pada tender pertama.

Menurut data tender yang diberitakan pada 2 September, panitia bahkan sempat memberikan perpanjangan waktu.

Namun sampai batas waktu, disebut tidak ada perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran.

Tender kemudian dibuka kembali.

Dalam proses terbaru, jadwal menunjukkan pendaftaran dan upload dokumen penawaran berakhir 7 September 2026.

Pembukaan penawaran juga sudah dilakukan.

Per 9 September, tahapan yang tercantum berada pada:

Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga

dengan jadwal 7-11 September 2026.

Penetapan pemenang direncanakan 12 September.

Pengumuman pemenang juga dijadwalkan pada 12 September, kemudian dilanjutkan masa sanggah sampai 18 September 2026.

Artinya, pada saat berita ini disusun pertarungannya belum selesai.

Belum bisa disebut siapa pemenang.

Harga Pagu-HPS Jadi Sorotan

Ada satu angka yang membuat paket Talang Bukit layak dipantau.

Pagu Rp2,85 miliar.

HPS Rp2,849395 miliar.

Jaraknya hanya Rp605 ribu.

Kedekatan HPS dengan pagu tidak dilarang dan bukan bukti adanya korupsi maupun pengaturan tender.

Tetapi HPS adalah salah satu angka penting dalam tender.

Dari sanalah nantinya bisa dianalisis:

berapa peserta menawar,

seberapa jauh penawaran dari HPS,

siapa penawar terendah,

siapa yang gugur,

dan mengapa digugurkan.

Apalagi pelapor kasus 32 proyek Muaro Jambi ke KPK juga tengah menyoroti pola HPS dan penawaran dalam proses pengadaan.

Maka tender ulang Talang Bukit ini seperti berada di bawah kaca pembesar.

3. Jalan Pasar Jambi Kecil-Bakung Rp1,64 Miliar

Paket ketiga adalah:

Rekonstruksi Jalan Simp. III Pasar Jambi Kecil-Desa Mudung Darat-Desa Bakung, Simp. III Jalan Menuju Sabak.

Kode RUP:

64912444

Kode tender terbaru:

10163610000

Pagu:

Rp1.640.000.000

HPS:

Rp1.639.157.000

Lokasinya berada di Kecamatan Maro Sebo.

Dalam dataset realisasi awal September, paket ini juga masih berstatus BERLANGSUNG, tahapan Pemilihan Berlangsung, dengan nama penyedia tercatat “-1”.

Tender terbaru mulai diumumkan pada 1 September 2026.

Pengunggahan dokumen penawaran berlangsung sampai 7 September.

Pembukaan dokumen pada 7 September.

Sementara evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga dijadwalkan berlangsung hingga 11 September.

Pemenang direncanakan ditetapkan dan diumumkan pada 12 September 2026.

Namun perjalanan proyek ini juga punya babak pertama.

Dan babak pertama gagal.

Sama, Tender Pertama Sepi Penawaran

Seperti proyek Talang Bukit, tender pertama Jalan Pasar Jambi Kecil-Mudung Darat-Bakung dilaporkan gagal karena tidak ada peserta yang memasukkan dokumen penawaran sampai batas akhir.

Panitia disebut telah memperpanjang waktu pendaftaran.

Tetap nihil.

Tender gagal.

Kemudian diulang.

Ini menarik.

Sebab proyek bernilai Rp1,64 miliar umumnya masuk rentang yang dapat diikuti cukup banyak kontraktor usaha kecil yang memiliki SBU dan persyaratan teknis sesuai pekerjaan.

Namun pada proses pertama, proyek ini justru tidak menghasilkan penawaran.

Kenapa?

Apakah jadwalnya?

Persyaratan teknisnya?

Dukungan material?

Kapasitas kontraktor?

Perhitungan harga?

Atau sebab lainnya?

Jawabannya tidak boleh ditebak.

Dokumen tender dan keterangan Pokja-lah yang harus menjelaskannya.

Tiga Paket, Tiga Kegagalan

Jika diringkas, gambarannya seperti ini.

Sengeti-SLB-Sungai Melintang

Pagu Rp3.549.776.800
HPS Rp3.547.524.400
Tender pertama gagal karena tidak ada peserta lulus evaluasi penawaran.
Kini tender ulang.

Talang Bukit-Talang Datar

Pagu Rp2.850.000.000
HPS Rp2.849.395.000
Tender pertama dilaporkan tidak menghasilkan dokumen penawaran.
Kini tender ulang.

Pasar Jambi Kecil-Mudung Darat-Bakung

Pagu Rp1.640.000.000
HPS Rp1.639.157.000
Tender pertama dilaporkan tidak menghasilkan dokumen penawaran.
Kini tender ulang.

Total pagu tiga proyek:

Rp8.039.776.800

Total HPS:

Rp8.036.076.400

Selisih total pagu dan HPS ketiganya hanya sekitar:

Rp3.700.400.

Bersamaan dengan Laporan 32 Proyek ke KPK

Tender ulang itu terjadi ketika pengadaan barang dan jasa Pemkab Muaro Jambi sedang menjadi sorotan.

Pada 1 September 2026, Barisan 8 Center Jambi melaporkan dugaan persoalan pengadaan pada 32 paket proyek Pemkab Muaro Jambi ke KPK.

KPK kemudian membenarkan laporan itu ditindaklanjuti.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lembaganya akan melakukan verifikasi terhadap validitas informasi dan data yang disampaikan.

Setelah itu laporan ditelaah untuk melihat apakah terdapat unsur dugaan tindak pidana korupsi dan apakah persoalan tersebut masuk kewenangan KPK.

Tim juga dapat melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk memperkaya informasi.

Belum ada kesimpulan korupsi.

Belum ada tersangka.

Dan belum ada penetapan kerugian negara oleh KPK.

Klaim potensi kerugian hingga Rp50 miliar berasal dari pihak pelapor dan belum menjadi temuan lembaga antirasuah.

UKPBJ Ikut Disorot

Persoalan kemudian bergeser.

Ketua Barisan 8 Center Jambi Karyadi kini juga meminta Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengevaluasi pimpinan UKPBJ.

Ia menyoroti sejumlah pola pengadaan, mulai dari kedekatan harga terhadap HPS, minimnya penawar hingga tender yang harus diulang.

Permintaan itu merupakan sikap dan tudingan Karyadi.

Bukan kesimpulan KPK.

KPK sendiri sejauh ini baru menyatakan melakukan verifikasi dan penelaahan terhadap laporan masyarakat.

Namun tiga tender ulang senilai Rp8 miliar tadi membuat pertanyaan mengenai kualitas kompetisi pengadaan menjadi relevan.

Apalagi semua merupakan proyek jalan.

Semua gagal pada putaran pertama.

Dan semuanya harus kembali ke meja pemilihan penyedia.

Tender Ulang Bukan Pelanggaran

Satu hal harus diberi garis tebal.

Tender gagal maupun tender ulang bukan dengan sendirinya bukti pelanggaran.

Dalam proses pengadaan, tender dapat gagal karena berbagai sebab.

Tidak ada penawaran.

Peserta tidak memenuhi persyaratan.

Tidak ada yang lolos evaluasi.

Dokumen perlu diperbaiki.

Atau kondisi lain sesuai aturan pengadaan.

Tender ulang justru merupakan mekanisme yang tersedia ketika proses sebelumnya tidak menghasilkan penyedia.

Yang menjadi penting adalah transparansi prosesnya.

Kenapa tender pertama gagal?

Apakah dokumen kemudian berubah?

Jika berubah, bagian mana?

Berapa peserta yang masuk pada tender pertama?

Berapa peserta yang memasukkan penawaran?

Berapa pada tender kedua?

Siapa yang gugur?

Apa alasannya?

Berapa nilai penawaran mereka?

Dan seberapa jauh penawaran pemenang nantinya dari HPS?

Di situlah cerita sesungguhnya berada.

Karena tender yang ramai pada daftar peserta belum tentu ramai dalam penawaran.

Dan perusahaan yang menawar paling rendah pun belum tentu pulang membawa kontrak.

12 September Jadi Hari Penting

Dua tender—Talang Bukit-Talang Datar dan Pasar Jambi Kecil-Bakung—menempatkan 12 September 2026 sebagai jadwal penetapan dan pengumuman pemenang berdasarkan jadwal tender yang tersedia.

Sementara tender ulang Sengeti juga terus masuk tahap evaluasi setelah pembukaan penawaran pada 7 September.

Di sana PT Wirasta Karya sementara menaruh harga paling rendah di antara empat harga yang terlihat.

Tetapi belum ada pemenang.

Belum ada garis finis.

Tiga proyek yang tadinya hanya tercatat “-1” pada kolom penyedia kini justru menyimpan cerita yang lebih besar.

Bukan sekadar kontraktor belum muncul.

Tender pertamanya gagal.

Tender harus diulang.

Nilainya Rp8 miliar lebih.

Dan semuanya berlangsung ketika sorotan terhadap pengadaan proyek Muaro Jambi sudah sampai ke meja KPK.

Kini tinggal menunggu satu babak penting.

Siapa yang akhirnya lolos?

Dan, yang tak kalah penting:

mengapa mereka yang lain gugur?(*)

BeritaSatu Network