Sarolangun - Belanja jasa konsultansi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026 menarik ditelisik.
Nama penyedianya banyak.
Tapi ketika daftar paket ditumpuk satu per satu, sejumlah nama muncul berulang kali.
Tiga di antaranya paling mencolok.
Ada CV Lathisa Teknik.
Ada Setindo Karya Konsultan.
Dan ada Dinamika Teknik.
Tiga perusahaan konsultan ini tercatat memperoleh 12 paket jasa konsultansi dengan nilai total Rp1.815.423.250 atau sekitar Rp1,81 miliar.
Jumlahnya tidak kecil.
Data pengadaan PUPR Sarolangun yang ditelusuri memuat 50 paket dengan nilai keseluruhan Rp38,378 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak 34 paket merupakan jasa konsultansi dengan nilai total sekitar Rp4,160 miliar.
Artinya, tiga perusahaan tersebut memperoleh sekitar 35,29 persen dari jumlah seluruh paket jasa konsultansi.
Kalau dihitung dari sisi uang, porsinya lebih besar lagi.
Total Rp1,815 miliar yang diterima ketiganya setara sekitar 43,63 persen dari seluruh nilai jasa konsultansi PUPR Sarolangun dalam data tersebut.
Nyaris separuh.
Menariknya, pola kemenangan ketiga perusahaan berbeda-beda.
CV Lathisa Teknik paling sering muncul dengan lima paket.
Setindo Karya Konsultan mendapat empat paket.
Sedangkan Dinamika Teknik memperoleh tiga paket.
Namun jika dihitung berdasarkan nilai, Dinamika justru berada paling atas.
Lathisa Paling Sering, 5 Paket Rp534,77 Juta
Mari mulai dari CV Lathisa Teknik.
Nama perusahaan ini muncul paling sering di antara seluruh konsultan dalam data PUPR Sarolangun 2026.
Lima kali.
Total nilai lima paket yang diterima Lathisa mencapai Rp534.775.800.
Paketnya diperoleh lewat dua metode berbeda.
Satu melalui seleksi.
Empat lainnya melalui pengadaan langsung.
Paket terbesar Lathisa adalah Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut.
Nilainya Rp289.932.000.
Paket ini menggunakan metode seleksi. Kode paketnya 10123222000, sedangkan kode RUP 64333921.
Dalam data, paket tersebut berstatus SELESAI dengan tahapan pengadaan Kontrak.
Setelah itu ada empat pekerjaan melalui pengadaan langsung.
Paket terbesar di jalur pengadaan langsung adalah Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII.
Nilainya Rp99.844.500.
Kode paket 10932196000, kode RUP 67385274.
Status paket tercatat selesai dengan tahapan Pemilihan Selesai.
Berikutnya Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan Paket 1 senilai Rp67.821.000.
Kode paketnya 10825503000, kode RUP 64521329.
Lalu Perencanaan Teknis Pembangunan Jembatan Paket 1 senilai Rp59.829.000.
Kode paket 10807393000, kode RUP 65801243.
Satu lagi adalah Pengawasan Pembangunan Gedung Logistik atau Gudang Senjata Polres Sarolangun.
Nilainya Rp17.349.300.
Kode paket 11003127000, kode RUP 65808175.
Jika empat pengadaan langsung itu ditotal, nilainya mencapai Rp244.843.800.
Ditambah paket seleksi Rp289,932 juta, total pekerjaan Lathisa menjadi Rp534.775.800.
Jadi Lathisa bukan hanya paling sering muncul.
Perusahaan ini juga bermain di dua jalur pengadaan sekaligus: seleksi dan pengadaan langsung.
Setindo 4 Paket, Nilainya Lebih Besar dari Lathisa
Di posisi berikutnya ada Setindo Karya Konsultan.
Perusahaan ini memperoleh empat paket.
Jumlah paketnya memang satu lebih sedikit dibanding Lathisa.
Tetapi total nilai yang masuk ke Setindo justru lebih besar.
Empat paket tersebut bernilai Rp576.797.070.
Dua diperoleh melalui seleksi.
Dua melalui pengadaan langsung.
Paket terbesar adalah Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam.
Nilainya Rp259.851.000.
Kode paket 10123252000, kode RUP 64333899.
Paket menggunakan metode seleksi dan dalam data tercatat telah selesai dengan tahapan kontrak.
Setindo kemudian memperoleh Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh.
Nilainya Rp137.179.350.
Kode paketnya 10152764000, kode RUP 64333918.
Paket ini juga melalui seleksi.
Dua paket lainnya masuk melalui pengadaan langsung.
Pertama, Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan RT 13 dan RT 14 Desa Mandiangin Pasar Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun.
Nilainya Rp97.347.000.
Kode paket 10807343000, kode RUP 64333895.
Kedua, Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai atau Bukit Kukup lanjutan.
Nilainya Rp82.419.720.
Kode paket 10931520000, kode RUP 64333896.
Jika dua pengadaan langsung itu ditotal, Setindo memperoleh Rp179.766.720 melalui jalur pengadaan langsung.
Dua seleksinya menghasilkan Rp397.030.350.
Total keseluruhannya menjadi Rp576.797.070.
Dinamika Cuma 3 Paket, Tapi Nilainya Paling Jumbo
Kalau Lathisa juara dalam jumlah paket, posisi teratas dari sisi nilai justru ditempati Dinamika Teknik.
Perusahaan ini hanya muncul tiga kali.
Tapi tiga paket itu bernilai total Rp703.850.380.
Semuanya menggunakan metode seleksi.
Tidak ada pengadaan langsung Dinamika dalam dataset ini.
Paket terbesar adalah Penyusunan Master Plan Drainase Perkotaan.
Nilainya Rp297.637.000.
Kode paketnya 10146988000, kode RUP 65812181.
Status paket tercatat selesai dan berada pada tahapan kontrak.
Paket kedua adalah Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut.
Nilainya Rp246.473.280.
Kode paket 10148854000, kode RUP 64333916.
Paket ketiga yakni Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh.
Nilainya Rp159.740.100.
Kode paket 10123234000, kode RUP 64333904.
Total ketiganya: Rp703.850.380.
Dengan demikian, dari total Rp1,815 miliar yang diperoleh tiga konsultan tadi, Dinamika mengambil bagian sekitar 38,77 persen.
Setindo sekitar 31,77 persen.
Sedangkan Lathisa sekitar 29,46 persen.
Enam Paket Seleksi, Enam Pengadaan Langsung
Ada pola lain.
Dari 12 paket yang diperoleh ketiga konsultan tersebut, jumlahnya ternyata terbagi persis.
Enam paket melalui seleksi.
Enam paket melalui pengadaan langsung.
Namun dari sisi uang, porsi seleksi jauh lebih besar.
Enam paket seleksi bernilai total sekitar Rp1.390.812.730 atau Rp1,39 miliar.
Sedangkan enam paket pengadaan langsung bernilai Rp424.610.520.
Artinya, sekitar 76,61 persen dari total Rp1,815 miliar berasal dari paket seleksi.
Sisanya sekitar 23,39 persen melalui pengadaan langsung.
Yang bermain di jalur pengadaan langsung hanya Lathisa dan Setindo.
Lathisa mendapat empat paket pengadaan langsung senilai Rp244,843 juta.
Setindo mendapat dua paket senilai Rp179,766 juta.
Sementara seluruh tiga paket Dinamika berasal dari seleksi.
34 Paket Konsultan, Tiga Perusahaan Kuasai 12
Secara keseluruhan, data PUPR Sarolangun memuat 34 paket jasa konsultansi senilai Rp4.160.630.296.
Sebanyak 19 paket menggunakan pengadaan langsung dengan nilai Rp1.126.020.820.
Sedangkan 15 paket lainnya melalui seleksi dengan nilai Rp3.034.609.476.
Dari 34 paket itulah Lathisa, Setindo dan Dinamika memperoleh 12.
Dengan kata lain, lebih dari sepertiga jumlah paket konsultansi jatuh kepada hanya tiga perusahaan.
Lebih mencolok lagi jika dihitung berdasarkan nilai.
Dari Rp4,160 miliar nilai jasa konsultansi, Rp1,815 miliar mengalir kepada tiga nama tersebut.
Setara sekitar 43,63 persen.
Padahal masih terdapat sejumlah konsultan lain dalam data.
Ada Bagaskara Engineering, CV Cakra Trihanda Konsultan, PT Archipta Consultindo, Nurizkay Konsultan, CV Aisoise Consultant, CV Irama Teknik Konsultan, CV Arey Nusantara Konsultan, CV Rekans Tri Perkasa, CV Rantaualai Consultant hingga penyedia jasa konsultansi perorangan.
Namun frekuensi Lathisa, Setindo dan Dinamika tetap paling tinggi untuk badan usaha konsultansi.
Lathisa-Dinamika Bertemu di Proyek Pasar Singkut
Ada hal lain yang membuat pola ini semakin menarik.
Nama ketiga konsultan tersebut tidak selalu berdiri pada proyek yang terpisah.
Ada yang berada dalam satu rangkaian pekerjaan jalan yang sama.
Contohnya proyek Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut.
Untuk pekerjaan perencanaan, penyedianya adalah CV Lathisa Teknik dengan nilai Rp289.932.000.
Untuk pekerjaan pengawasan pada ruas yang sama, penyedianya Dinamika Teknik dengan nilai Rp246.473.280.
Jika kedua jasa konsultansi tersebut digabung, nilainya mencapai Rp536.405.280.
Sementara pekerjaan fisik Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut dikerjakan CV Aksara Selaras Jaya dengan nilai Rp4.765.525.475.
Jadi pada satu ruas tersebut terdapat rangkaian:
Perencana: Lathisa Teknik Rp289,932 juta.
Kontraktor fisik: CV Aksara Selaras Jaya Rp4,765 miliar.
Pengawas: Dinamika Teknik Rp246,473 juta.
Total tiga pekerjaan yang dapat dikaitkan langsung dengan ruas tersebut mencapai sekitar Rp5,301 miliar.
Dinamika-Setindo Juga Bertemu di Sepintun-Taman Bandung
Hal serupa terlihat pada Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh.
Untuk pekerjaan perencanaan, nama Dinamika Teknik muncul sebagai penyedia.
Nilainya Rp159.740.100.
Pekerjaan fisiknya dikerjakan CV Raksa Deksatek.
Nilai kontraknya Rp4.062.428.794.
Sedangkan pekerjaan pengawasan dipercayakan kepada Setindo Karya Konsultan, senilai Rp137.179.350.
Maka susunannya menjadi:
Perencana: Dinamika Teknik Rp159,740 juta.
Kontraktor: CV Raksa Deksatek Rp4,062 miliar.
Pengawas: Setindo Karya Konsultan Rp137,179 juta.
Total rangkaian pekerjaan pada ruas tersebut sekitar Rp4,359 miliar.
Dua dari tiga konsultan yang paling sering muncul dalam data kembali berada dalam satu ekosistem proyek yang sama, meskipun mengerjakan fungsi berbeda.
Setindo Juga Masuk Mentawak Baru
Setindo juga tercatat sebagai konsultan perencana Pengaspalan Jalan Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam.
Nilai perencanaannya Rp259.851.000.
Untuk pekerjaan fisik, penyedianya adalah CV Fariq Kontrindo, senilai Rp3.985.413.642.
Pekerjaan pengawasannya juga tercantum dalam data dengan nilai Rp219.757.800.
Namun pada kolom nama penyedia, data justru menampilkan “-1”, meski status paket tercatat selesai dan tahapan pengadaannya kontrak.
Jika ketiga paket pada ruas Mentawak Baru itu ditotal, nilainya mencapai sekitar Rp4,465 miliar.
Namun identitas penyedia pengawasan masih memerlukan konfirmasi karena dataset tidak menampilkan nama badan usaha secara normal.
Ada Paket Lathisa Nyaris Rp100 Juta
Dari lima pekerjaan Lathisa, satu paket juga menarik dari sisi nilai.
Yakni Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII.
Nilainya Rp99.844.500.
Angka itu hanya terpaut Rp155.500 dari Rp100 juta.
Paket tersebut menggunakan pengadaan langsung.
Setindo juga mempunyai pekerjaan pengadaan langsung yang nilainya cukup dekat dengan Rp100 juta.
Yakni Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan RT 13 dan RT 14 Desa Mandiangin Pasar, senilai Rp97.347.000.
Namun angka-angka tersebut tidak dapat dengan sendirinya dipakai untuk menyimpulkan adanya persoalan.
Yang dapat dibaca dari dataset baru sebatas nilai, metode pengadaan, nama paket, penyedia, kode paket, RUP dan status proses.
Dinamika Tak Paling Sering, Tapi Paling Besar
Jika tiga konsultan itu disusun berdasarkan jumlah paket, hasilnya:
CV Lathisa Teknik
5 paket
Total Rp534.775.800
Setindo Karya Konsultan
4 paket
Total Rp576.797.070
Dinamika Teknik
3 paket
Total Rp703.850.380
Namun jika diurutkan berdasarkan nilai, susunannya terbalik.
Dinamika berada pertama dengan Rp703,850 juta.
Setindo kedua Rp576,797 juta.
Lathisa ketiga Rp534,775 juta.
Jadi, paling sering belum tentu paling besar.
Lathisa menang dari jumlah.
Dinamika menang dari nilai.
Ini 12 Paket Mereka
Jika seluruh pekerjaan ketiganya ditumpuk, berikut rinciannya:
CV Lathisa Teknik
- Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut — seleksi — Rp289.932.000.
- Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII — pengadaan langsung — Rp99.844.500.
- Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan Paket 1 — pengadaan langsung — Rp67.821.000.
- Perencanaan Teknis Pembangunan Jembatan Paket 1 — pengadaan langsung — Rp59.829.000.
- Pengawasan Pembangunan Gedung Logistik/Gudang Senjata Polres Sarolangun — pengadaan langsung — Rp17.349.300.
Total Lathisa: Rp534.775.800.
Setindo Karya Konsultan
- Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam — seleksi — Rp259.851.000.
- Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh — seleksi — Rp137.179.350.
- Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan RT 13 dan RT 14 Desa Mandiangin Pasar — pengadaan langsung — Rp97.347.000.
- Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai — pengadaan langsung — Rp82.419.720.
Total Setindo: Rp576.797.070.
Dinamika Teknik
- Penyusunan Master Plan Drainase Perkotaan — seleksi — Rp297.637.000.
- Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut — seleksi — Rp246.473.280.
- Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh — seleksi — Rp159.740.100.
Total Dinamika: Rp703.850.380.
Total keseluruhannya menjadi:
12 paket.
Rp1.815.423.250.
Pemenang Berulang Bukan Otomatis Bermasalah
Pengulangan nama perusahaan sebagai penyedia tentu tidak otomatis berarti terjadi pelanggaran.
Perusahaan dapat memperoleh lebih dari satu paket apabila memenuhi persyaratan dan ditetapkan melalui mekanisme pengadaan yang berlaku.
Begitu pula keberadaan dua perusahaan konsultan dalam satu rangkaian proyek, misalnya satu sebagai perencana dan satu sebagai pengawas, tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan ataupun persoalan.
Namun konsentrasi paket tetap menjadi informasi publik yang menarik untuk ditelusuri.
Apalagi tiga perusahaan tersebut mendapat hampir 44 persen dari nilai seluruh jasa konsultansi yang tercantum dalam dataset PUPR Sarolangun.
Untuk membaca persoalan lebih jauh, masih diperlukan dokumen lain.
Misalnya pagu dan HPS masing-masing paket.
Dokumen pemilihan.
Daftar peserta seleksi.
Nilai penawaran seluruh peserta.
Hasil evaluasi teknis.
Personel tenaga ahli yang diajukan.
Rekam jejak paket perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Hingga struktur kepemilikan dan alamat badan usaha.
Dari sana baru bisa dilihat apakah keberulangan tiga nama tersebut semata-mata karena mereka memang paling kompetitif dan memenuhi persyaratan, atau ada pola lain yang patut dipertanyakan.
Yang jelas, angka sementara berbicara cukup keras.
Dari 34 paket jasa konsultansi PUPR Sarolangun senilai Rp4,16 miliar, hanya tiga perusahaan sudah mendapat 12 paket senilai Rp1,81 miliar.
Lathisa paling sering.
Dinamika paling besar.
Setindo berada di tengah-tengah.
Nama mereka pun tidak hanya berulang.
Dalam beberapa proyek, nama-nama itu bahkan bertemu lagi pada ruas jalan yang sama.
Satu merencana.
Satu mengawasi.
Dan uang APBD terus berputar di antara paket-paket tersebut. (*)