22 paket pengadaan langsung PUPR Sarolangun senilai Rp2,10 miliar ternyata tidak tersebar kepada 22 penyedia berbeda. Sejumlah perusahaan muncul berulang kali. CV Lathisa Teknik meraih empat paket, CV Irama Teknik Konsultan tiga paket, sedangkan empat perusahaan lain masing-masing mendapat dua paket.
Sarolangun - Nama sejumlah perusahaan berulang kali muncul dalam daftar realisasi pengadaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026.
Bukan sekali. Ada perusahaan yang mendapatkan dua paket, tiga paket, bahkan lima paket sekaligus.
Data yang ditelusuri menunjukkan terdapat 50 paket dengan total nilai Rp38.378.138.233 atau sekitar Rp38,37 miliar. Paket-paket itu diproses melalui empat metode: 22 pengadaan langsung, 15 seleksi, 10 tender dan tiga e-purchasing.
Ketika nama penyedia disisir satu per satu, polanya semakin menarik.
Sedikitnya 12 penyedia tercatat mendapatkan pekerjaan lebih dari satu kali. Bila seluruh paket mereka dikumpulkan, 12 penyedia tersebut meraih 31 dari 50 paket dengan nilai sekitar Rp16,86 miliar.
Artinya, sekitar 62 persen dari jumlah paket dalam data jatuh kepada perusahaan yang namanya muncul lebih dari sekali. Dari sisi nilai, porsinya sekitar 43,9 persen dari Rp38,37 miliar.
Paling sering muncul adalah CV Lathisa Teknik. Perusahaan ini tercatat memperoleh lima paket.
Di belakangnya ada Setindo Karya Konsultan empat paket, kemudian Dinamika Teknik tiga paket dan CV Irama Teknik Konsultan tiga paket.
Nama-nama lainnya juga berulang.
Ada CV MRU (Musi Rawas Utara), Nirwana Tirta Abadi, CV Beatrix Jaya Mandiri, PT Archipta Consultindo, CV Cakra Trihanda Konsultan, CV Arey Nusantara Konsultan, CV Rekans Tri Perkasa, dan CV Rantaualai Consultant. Masing-masing memperoleh dua paket.
Namun ada satu jalur yang lebih menarik untuk dibedah: pengadaan langsung.
Dari 22 paket pengadaan langsung senilai Rp2,103 miliar, sebanyak 15 paket jatuh kepada hanya enam penyedia yang menang lebih dari sekali melalui metode tersebut.
Namanya? Lagi-lagi itu-itu juga.
Lathisa Teknik Paling Sering, 5 Paket Rp534 Juta
Mari mulai dari CV Lathisa Teknik.
Dalam keseluruhan data PUPR Sarolangun 2026, nama CV Lathisa Teknik muncul lima kali dengan total pekerjaan Rp534.775.800.
Empat paket diperoleh melalui pengadaan langsung, sedangkan satu paket lainnya melalui seleksi.
Paket terbesar Lathisa adalah Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut.
Paket ini menggunakan metode seleksi, dengan nilai Rp289.932.000. Kode paketnya 10123222000 dan kode RUP 64333921.
Setelah itu muncul empat paket pengadaan langsung.
Pertama, Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII senilai Rp99.844.500. Kode paket 10932196000 dan kode RUP 67385274.
Kedua, Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan Paket 1, senilai Rp67.821.000, kode paket 10825503000 dan kode RUP 64521329.
Ketiga, Perencanaan Teknis Pembangunan Jembatan Paket 1, senilai Rp59.829.000, kode paket 10807393000 dan kode RUP 65801243.
Keempat, Pengawasan Pembangunan Gedung Logistik atau Gudang Senjata Polres Sarolangun, senilai Rp17.349.300. Kode paketnya 11003127000, kode RUP 65808175.
Jika empat pengadaan langsung itu dijumlahkan, CV Lathisa Teknik memperoleh Rp244.843.800 melalui jalur pengadaan langsung saja.
Ditambah satu paket seleksi Rp289,932 juta, totalnya menjadi Rp534,775 juta.
Menariknya, salah satu paket pengadaan langsung Lathisa bernilai Rp99.844.500.
Angka itu hanya terpaut Rp155.500 dari Rp100 juta.
Setindo Karya Konsultan Dapat 4 Paket Rp576,79 Juta
Posisi berikutnya ditempati Setindo Karya Konsultan.
Perusahaan ini tercatat dalam empat paket dengan total nilai Rp576.797.070.
Dua menggunakan seleksi. Dua lagi melalui pengadaan langsung.
Paket pertama melalui seleksi adalah Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam, senilai Rp259.851.000.
Paket seleksi lainnya adalah Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh, senilai Rp137.179.350.
Lalu dua pengadaan langsung.
Pertama, Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan RT 13 dan RT 14 Desa Mandiangin Pasar Kecamatan Mandiangin.
Nilainya Rp97.347.000. Kode paket 10807343000, kode RUP 64333895.
Kedua, Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai (Bukit Kukup) Lanjutan, senilai Rp82.419.720.
Total dua pengadaan langsung yang diperoleh Setindo mencapai Rp179.766.720.
Sedangkan total empat paketnya mencapai Rp576.797.070.
Dinamika Teknik 3 Paket, Nilainya Rp703,85 Juta
Kalau dihitung berdasarkan nilai di antara konsultan yang sering muncul, Dinamika Teknik justru lebih besar.
Nama perusahaan ini muncul pada tiga paket seleksi dengan total Rp703.850.380.
Pertama, Penyusunan Master Plan Drainase Perkotaan, senilai Rp297.637.000.
Kedua, Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh, senilai Rp159.740.100.
Ketiga, Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut, senilai Rp246.473.280.
Ketiganya menggunakan metode seleksi.
Jadi, Dinamika memang hanya muncul tiga kali, tetapi nilai keseluruhannya melampaui Lathisa maupun Setindo.
Irama Teknik 3 Paket, Semuanya Pengadaan Langsung
Pola berbeda terlihat pada CV Irama Teknik Konsultan.
Perusahaan ini mendapat tiga paket senilai total Rp141.552.750.
Yang menarik, seluruhnya lewat pengadaan langsung.
Paket terbesarnya adalah Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai (Bukit Kukup) Lanjutan, senilai Rp97.402.500.
Kode paket 10807363000, kode RUP 64333905.
Berikutnya, Irama mendapat Pengawasan Teknis Pembangunan Double Box Culvert Dusun Ulu Kalimau Desa Bukit Kalimau Ulu Kecamatan Batang Asai, senilai Rp24.392.250.
Satu lagi adalah Perencanaan Pembangunan Gedung Logistik (Gudang Senjata) Polres Sarolangun, senilai Rp19.758.000.
Total: Rp141.552.750.
Lagi-lagi ada angka mendekati Rp100 juta. Paket terbesar Irama hanya berjarak Rp2.597.500 dari angka Rp100 juta.
Arey Dua Paket, Dua-duanya Nyaris Rp100 Juta
Nama CV Arey Nusantara Konsultan juga layak mendapat perhatian khusus.
Bukan karena jumlah paketnya paling banyak.
Arey hanya mendapat dua.
Tetapi lihat angkanya.
Paket pertama adalah Penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Preservasi Jalan Simpang Tiga SMP Batu Putih.
Nilainya Rp99.844.500.
Paket kedua adalah Jasa Survei Updating Epaksi Jaringan Irigasi.
Nilainya Rp99.411.000.
Keduanya pengadaan langsung.
Jika ditotal, CV Arey Nusantara Konsultan memperoleh Rp199.255.500 dari dua paket tersebut.
Yang mencolok, paket pertama hanya Rp155.500 di bawah Rp100 juta.
Paket kedua hanya Rp589.000 di bawah Rp100 juta.
Dua paket. Satu perusahaan. Total hampir Rp200 juta. Tetapi masing-masing paket tetap berada di bawah Rp100 juta.
Data tersebut tentu belum membuktikan adanya pemecahan paket. Jenis pekerjaan keduanya juga berbeda: satu terkait dokumen lingkungan jalan, satunya survei jaringan irigasi.
Namun nilai yang sama-sama menempel di bawah batas pengadaan langsung jasa konsultansi membuat dokumen perencanaan dan HPS kedua pekerjaan ini menjadi menarik untuk diperiksa lebih jauh.
Rekans Tri Perkasa Dua Paket
CV Rekans Tri Perkasa memperoleh dua paket pengadaan langsung.
Pertama, Pengawasan Teknis Pembangunan Jalan Paket 1, senilai Rp59.473.800.
Kedua, Pengawasan Rehab Kantor Kejari Sarolangun, senilai Rp24.464.400.
Total dua paketnya Rp83.938.200.
Rantaualai Consultant Dua Paket
Berikutnya CV Rantaualai Consultant.
Perusahaan ini juga muncul dua kali melalui pengadaan langsung.
Pertama, Perencanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Sei Telentam Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam, senilai Rp55.211.000.
Kedua, Perencanaan Rehab Kantor Kejari Sarolangun, senilai Rp27.949.800.
Totalnya Rp83.160.800.
6 Penyedia Raih 15 dari 22 Paket Pengadaan Langsung
Jika enam nama tadi khusus dihitung pada metode pengadaan langsung, hasilnya seperti ini:
- CV Lathisa Teknik: 4 paket — Rp244.843.800
- CV Irama Teknik Konsultan: 3 paket — Rp141.552.750
- CV Arey Nusantara Konsultan: 2 paket — Rp199.255.500
- Setindo Karya Konsultan: 2 paket — Rp179.766.720
- CV Rekans Tri Perkasa: 2 paket — Rp83.938.200
- CV Rantaualai Consultant: 2 paket — Rp83.160.800
Totalnya mencapai 15 paket senilai Rp932.517.770.
Jumlah 15 paket itu setara 68,18 persen dari seluruh 22 paket pengadaan langsung.
Dengan kata lain, lebih dari dua pertiga jumlah paket pengadaan langsung PUPR Sarolangun dalam dataset tersebut diberikan kepada enam nama penyedia yang memperoleh pekerjaan lebih dari sekali.
Dari sisi nilai, Rp932,51 juta itu setara sekitar 44,34 persen dari total Rp2,103 miliar pengadaan langsung.
Ada 6 Paket Rp97-99 Juta, Semuanya ke Penyedia yang Muncul Berulang
Ada lapisan berikutnya.
Dari 19 paket jasa konsultansi yang menggunakan pengadaan langsung, terdapat enam paket dengan nilai Rp97,347 juta sampai Rp99,844 juta.
Total enam paket itu mencapai Rp591.634.950.
Rinciannya:
Rp99.844.500 — Penyusunan UKL-UPL Preservasi Jalan Simpang Tiga SMP Batu Putih, CV Arey Nusantara Konsultan.
Rp99.844.500 — Pengawasan Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung, CV Lathisa Teknik.
Rp99.411.000 — Updating Epaksi Jaringan Irigasi, CV Arey Nusantara Konsultan.
Rp97.785.450 — Pengawasan Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang, CV Cakra Trihanda Konsultan.
Rp97.402.500 — Perencanaan Jalan Kasiro-Pekan Gedang, CV Irama Teknik Konsultan.
Rp97.347.000 — Perencanaan Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan, Setindo Karya Konsultan.
Ada pola menarik.
Kelima perusahaan yang memperoleh enam paket Rp97-99 jutaan tersebut semuanya merupakan penyedia yang muncul lebih dari satu kali dalam keseluruhan data pengadaan PUPR Sarolangun 2026.
Cakra Trihanda, misalnya, selain paket pengadaan langsung Rp97,785 juta, juga memperoleh paket seleksi Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin Rp129.870.000.
Total dua paket Cakra mencapai Rp227.655.450.
Aturan Membolehkan Sampai Rp100 Juta
Perlu digarisbawahi, paket senilai Rp97 juta hingga Rp99 juta itu tidak otomatis melanggar aturan.
Perpres Nomor 46 Tahun 2025 mendefinisikan Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi sebagai metode untuk memperoleh penyedia jasa konsultansi dengan nilai paling banyak Rp100 juta. Untuk pekerjaan konstruksi, batas pengadaan langsung adalah paling banyak Rp400 juta. Perpres tersebut ditetapkan 30 April 2025 dan saat ini berstatus berlaku.
Artinya, jika hanya melihat angka kontraknya, enam paket Rp97 juta-Rp99,84 juta tadi masih berada di bawah ambang Rp100 juta.
Namun regulasi juga berbicara soal bagaimana paket disusun.
Pasal 20 Perpres pengadaan tersebut menyebut pemaketan harus mempertimbangkan keluaran, volume, ketersediaan barang/jasa, kemampuan pelaku usaha, serta ketersediaan anggaran. Regulasi juga secara tegas melarang memecah pengadaan menjadi beberapa paket dengan maksud menghindari Tender atau Seleksi.
Karena itu, kedekatan nilai dengan Rp100 juta sebaiknya diperlakukan sebagai indikator untuk ditelusuri, bukan bukti pelanggaran.
Untuk memastikan kewajarannya perlu dibuka HPS, KAK, histori RUP, dasar penyusunan biaya dan dokumen pengadaan langsung.
Kontraktor Fisik Juga Ada yang Menang Berulang
Pemenang berulang tidak hanya muncul pada jasa konsultan.
Ketika data keseluruhan 50 paket dibuka, sejumlah perusahaan pekerjaan fisik juga muncul lebih dari sekali.
Salah satu yang paling besar adalah CV MRU (Musi Rawas Utara).
Perusahaan ini mengantongi dua tender konstruksi jalan dengan total Rp6.267.326.954 atau Rp6,27 miliar.
Paket pertama adalah Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun, senilai Rp2.743.364.015.
Paket kedua, Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang Kecamatan Pauh, senilai Rp3.523.962.939.
Dua tender saja membuat CV MRU menjadi salah satu penyedia berulang dengan nilai terbesar dalam dataset.
Nirwana Tirta Abadi: Tender Plus E-Katalog Rp4,97 Miliar
Nama Nirwana Tirta Abadi juga muncul dua kali.
Pertama, melalui tender Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII senilai Rp2.984.102.210.
Kedua melalui e-purchasing untuk Belanja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan-Jalan Kabupaten berupa bahan material, senilai Rp1.990.608.954.
Total keduanya mencapai Rp4.974.711.164.
Jadi perusahaan ini bukan hanya muncul dua kali, tetapi memperoleh paket melalui dua metode berbeda: tender dan e-purchasing.
Beatrix Jaya Mandiri Dua Paket Rp2,38 Miliar
CV Beatrix Jaya Mandiri juga tercatat dua kali.
Paket pertama adalah tender Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai, senilai Rp2.017.400.002.
Paket kedua menggunakan pengadaan langsung, yakni Pembangunan Double Box Culvert Dusun Ulu Kalimau Desa Bukit Kalimau Ulu Kecamatan Batang Asai, senilai Rp365.789.191.
Totalnya menjadi Rp2.383.189.193.
Archipta Consultindo Dua Paket Rp686 Juta
PT Archipta Consultindo muncul pada dua paket jasa konsultansi melalui seleksi.
Pertama, Survey Kondisi Jalan Rp491.730.000.
Kedua, Survey Kondisi Jembatan Rp194.805.000.
Totalnya Rp686.535.000.
22 Pengadaan Langsung, 19 Konsultan dan 3 Konstruksi
Jika kembali ke pengadaan langsung, dari 22 paket senilai Rp2.103.303.126, sebanyak 19 merupakan jasa konsultansi dengan total Rp1.126.020.820.
Tiga sisanya berupa pekerjaan konstruksi dengan total Rp977.282.306.
Tiga pekerjaan konstruksi tersebut adalah:
Pembangunan Double Box Culvert Dusun Ulu Kalimau — CV Beatrix Jaya Mandiri, Rp365.789.191.
Rehab Kantor Kejari Sarolangun — CV SKA Group Abadi, Rp349.285.000.
Pembangunan Gedung Logistik/Gudang Senjata Polres Sarolangun — CV Dandi Kontraktor, Rp262.208.115.
Ketiganya masih berada di bawah batas Rp400 juta untuk pengadaan langsung pekerjaan konstruksi yang ditetapkan Perpres 46/2025.
Nama Berulang Belum Berarti Pelanggaran
Penting dicatat, perusahaan yang memperoleh lebih dari satu paket tidak otomatis berarti ada pelanggaran.
Begitu juga enam paket yang nilainya mendekati Rp100 juta.
Data realisasi yang tersedia hanya menunjukkan antara lain nama paket, nama penyedia, metode pengadaan, jenis pengadaan, nilai, kode paket, kode RUP, sumber dana, serta status/tahapan pengadaan.
Data tersebut belum memperlihatkan pagu anggaran, HPS, rincian perhitungan HPS, dokumen KAK, siapa saja calon penyedia yang diperbandingkan, proses klarifikasi dan negosiasi, alasan pemilihan penyedia, struktur kepemilikan perusahaan maupun personel tenaga ahli masing-masing konsultan.
Justru di situlah penelusuran berikutnya perlu diarahkan.
Mengapa sejumlah penyedia mendapatkan paket berulang?
Bagaimana mekanisme Pejabat Pengadaan menentukan perusahaan yang dipilih untuk masing-masing pengadaan langsung?
Apakah ada penyedia lain yang diperbandingkan?
Bagaimana rekam jejak serta kapasitas tenaga ahli perusahaan?
Dan khusus untuk enam paket senilai Rp97 juta-Rp99,84 juta, bagaimana PPK menetapkan HPS sehingga nilainya berhenti hanya sedikit di bawah plafon Rp100 juta?
Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah apakah terdapat perubahan nilai atau pemaketan sejak RUP pertama kali diumumkan.
Sebab data sementara menunjukkan satu fakta yang sulit diabaikan: nama penyedia memang berulang.
Di seluruh 50 paket, Lathisa muncul lima kali. Setindo empat kali. Dinamika dan Irama masing-masing tiga kali. Sedangkan sejumlah perusahaan lainnya muncul dua kali.
Khusus di jalur pengadaan langsung, enam perusahaan meraih 15 dari 22 paket.
Dan di antara paket-paket itu, ada enam pekerjaan konsultansi yang angkanya bertengger di Rp97 juta sampai Rp99,84 juta.
Belum tentu bermasalah.
Tapi cukup menarik untuk membuka dokumennya lebih dalam. (*)