Muaro Jambi - Tender ulang proyek jalan senilai Rp3,55 miliar milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi mulai memasuki babak menarik.
Pesertanya ramai.
Dalam proses tender ulang Preservasi Jalan Simp. SMAN 2 Kelurahan Sengeti-SLB-Simp. Sungai Melintang (DBH Sawit), tercatat 21 kontraktor sudah masuk dan memasukkan berkas.
Namun dari 21 nama itu, sejauh data tender yang terlihat, baru empat kontraktor yang mencantumkan harga penawaran.
Mereka adalah PT Wirasta Karya, CV Dakara Jaya Santosha, CV Lapan Bintang, dan CV Pratama Karya Sejoli.
PT Wirasta Karya sementara memasang harga paling rendah, yakni Rp3.311.467.182,81.
Dakara menyusul.
Lapan Bintang di belakangnya.
Pratama Karya Sejoli paling dekat dengan HPS.
Sementara 17 kontraktor lain belum terlihat angka penawarannya dalam data yang dihimpun Jambi Link.
Yang perlu digarisbawahi, proses tender ulang ini masih berjalan. Jadi empat kontraktor tersebut belum bisa disebut lolos ataupun gugur, apalagi disebut sebagai calon pemenang.
Babaknya masih panjang.
Tender Pertama Gagal, Kini Diulang
Paket ini memang bukan tender pertama.
Dokumen pengadaan mencatat statusnya sebagai Tender Ulang. Penyebab pengulangan tender sebelumnya adalah tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Kini proses dimulai lagi.
Tender dibuat pada 13 Agustus 2026 dan saat data ditarik berada pada tahap Pembukaan Dokumen Penawaran. Satuan kerjanya Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi.
Metode yang digunakan adalah Tender-Pascakualifikasi Satu File-Harga Terendah Sistem Gugur.
Tender ini tidak menggunakan reverse auction.
Pagu proyek ditetapkan Rp3.549.776.800, sementara HPS sebesar Rp3.547.524.400. Sumber anggarannya APBD 2026.
Lokasi proyek berada di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Wirasta Paling Rendah
Dari empat penawaran yang sudah terlihat, PT Wirasta Karya berada di posisi paling rendah.
Berikut posisi sementara empat kontraktor yang sudah mencantumkan harga:
| Kontraktor | Harga Penawaran | Harga Terkoreksi |
|---|---|---|
| PT Wirasta Karya | Rp3.311.467.182,81 | Rp3.311.467.182,81 |
| CV Dakara Jaya Santosha | Rp3.331.323.171,22 | Rp3.331.323.171,22 |
| CV Lapan Bintang | Rp3.427.751.339,86 | Rp3.427.751.339,86 |
| CV Pratama Karya Sejoli | Rp3.522.106.899,02 | Rp3.522.106.899,02 |
Semuanya berada di bawah HPS Rp3,547 miliar.
Tapi posisi harga belum menjadi garis finis.
Karena sistem yang digunakan adalah harga terendah sistem gugur, setiap penawaran masih harus melewati tahapan evaluasi sesuai dokumen pemilihan.
Dengan kata lain, Wirasta memang sementara paling rendah.
Belum tentu menang.
Dakara, Lapan Bintang dan Pratama Karya Sejoli juga masih berada dalam proses yang sama sepanjang belum ada hasil evaluasi final yang diumumkan.
21 Kontraktor Masuk, 17 Belum Terlihat Harganya
Jumlah peserta tender ulang tercatat 21 perusahaan.
Selain empat kontraktor yang sudah menampilkan harga, terdapat 17 nama lain dalam daftar peserta, yakni CV Putra Bintang, CV Dita Kontraktor, PT Andina Teknik Konstruksi, CV Remaja Gemilang Konstruksi, CV Intan Bangun Persada, CV Lumbung Agroendo, CV Tiang Karya Kontruksi, CV Eksi Citra Lestari, CV Segara Mandala Konstruksi, Gunung Sago Perkasa, CV Hidayat, CV Nugroho Daya Abadi, CV Mitra Prima Utama, CV Gurun Sahara, Akbar Cipta Sada, CV Abi Karya Persada, dan Camkoha Inti Sejahtera.
Dalam data yang diterima Jambi Link, kolom harga penawaran 17 perusahaan tersebut masih kosong.
Di sinilah tender ulang tersebut mulai menarik.
Pesertanya 21, tetapi angka penawaran yang terlihat baru empat.
Apakah 17 perusahaan lainnya memang tidak memasukkan penawaran harga, belum terbuka pada tahapan sistem saat data ditarik, atau terdapat kondisi lain dalam proses tender, perlu dilihat dari perkembangan tahapan berikutnya.
Karena tender masih berjalan, kesimpulan tak boleh diburu-buru.
Dari Wirasta hingga Pratama, Selisih Penawaran Cukup Lebar
Persaingan empat kontraktor yang sudah membuka angka juga cukup menarik.
Wirasta berada di Rp3,311 miliar.
Dakara Rp3,331 miliar.
Jarak keduanya relatif dekat.
Kemudian Lapan Bintang naik ke Rp3,427 miliar.
Sedangkan Pratama Karya Sejoli memasang Rp3,522 miliar, paling dekat dengan HPS Rp3,547 miliar.
Harga terkoreksi keempat perusahaan tercatat sama dengan harga penawaran awal masing-masing.
Sekarang pertarungannya bukan cuma soal murah.
Pokja masih harus melihat kelengkapan dan kesesuaian penawaran sesuai ketentuan.
Apalagi tender sebelumnya sudah gagal dan harus diulang karena tidak ada peserta yang lolos evaluasi penawaran.
Karena itu tender ulang kali ini layak dipantau lebih dekat.
Jangan sampai babak kedua bernasib seperti babak pertama.
Syarat untuk Usaha Kecil
Tender Rp3,55 miliar ini diperuntukkan bagi kualifikasi usaha kecil.
Peserta antara lain harus memenuhi legalitas usaha, memiliki status wajib pajak yang valid, kapasitas hukum untuk menandatangani kontrak, menyetujui Pakta Integritas serta memenuhi persyaratan SBU yang ditentukan.
Dari sisi teknis, peserta diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir dan memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Khusus usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun, karena nilai paket berada di atas Rp2,5 miliar, penyedia harus mempunyai satu pengalaman pada bidang yang sama.
Dokumen juga mensyaratkan hasil penilaian kinerja penyedia minimal Baik.
Kini tinggal menunggu proses evaluasi berjalan.
PT Wirasta Karya sementara paling rendah. CV Dakara Jaya Santosha menempel. CV Lapan Bintang dan CV Pratama Karya Sejoli menyusul.
Namun tender belum selesai.
Dari 21 kontraktor yang masuk, baru empat angka penawaran yang terlihat.
Babak berikutnya akan menjawab pertanyaan paling penting:
siapa yang benar-benar bertahan setelah evaluasi, dan siapa akhirnya membawa pulang proyek Rp3,55 miliar tersebut?