Muaro Jambi - Peta proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 mulai menarik dibedah lebih dalam.
Apalagi, proses pengadaan proyek Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kini sedang berada dalam sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lembaga antirasuah itu menindaklanjuti laporan Barisan 8 Center Jambi terkait dugaan penyimpangan pengadaan pada 32 paket proyek di lingkungan Pemkab Muaro Jambi.
Laporan disampaikan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada 1 September 2026.
Pelapor antara lain menyoroti metode evaluasi tender serta pola harga penawaran peserta yang disebut berada sangat dekat dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). KPK menyatakan laporan tersebut akan diverifikasi, kemudian ditelaah untuk melihat ada atau tidaknya unsur dugaan tindak pidana korupsi serta kewenangan KPK menanganinya.
Di tengah proses itu, penelusuran terhadap data pengadaan PUPR Muaro Jambi 2026 menemukan pola lain.
Ada kontraktor yang memenangkan tender lebih dari sekali.
Bukan satu.
Ada empat.
Dari 24 paket pekerjaan konstruksi yang menggunakan metode Tender dengan nilai total Rp41.707.135.400, sebanyak 21 paket senilai Rp33.671.059.000 telah berstatus selesai dan masuk tahap kontrak.
Tiga paket lainnya senilai Rp8,036 miliar masih dalam proses pemilihan.
Nah, dari 21 tender yang sudah memiliki kontraktor itu, terdapat 16 nama penyedia berbeda.
Namun empat perusahaan muncul berkali-kali.
Keempatnya menguasai:
9 paket tender senilai Rp14.892.282.000
Jumlah itu setara sekitar 44,23 persen dari total nilai 21 tender yang sudah selesai dan berkontrak.
Kalau dihitung berdasarkan jumlah paket, empat kontraktor tersebut memenangkan 9 dari 21 tender selesai, atau sekitar 42,86 persen.
Siapa mereka?
Berikut penelusurannya.
CV Dita Kontraktor Paling Besar, Dua Proyek Rp5,61 Miliar
Dilihat dari akumulasi nilai kontrak, CV Dita Kontraktor berada di posisi teratas di antara perusahaan yang memenangkan tender lebih dari sekali.
Perusahaan ini hanya memenangkan dua paket.
Tetapi dua-duanya bernilai besar.
Paket pertama:
Rekonstruksi Jalan Simp. III Pete-Desa Pelempang-Simp. III Pos TPR Desa Nyogan
Nilai kontrak:
Rp2.321.995.000
Status paket tercatat selesai dan telah masuk tahap kontrak.
Belum habis.
CV Dita Kontraktor juga memenangkan:
Pembangunan Jalan Simp. III Desa Trijaya Unit VIII A-Simp. III Desa Trijaya Unit VIII arah Desa Tanjung Sari Unit XXII
Nilai kontraknya lebih besar:
Rp3.292.737.000
Statusnya juga selesai dan kontrak.
Jika dijumlahkan, dua proyek yang dikantongi CV Dita Kontraktor mencapai:
Rp5.614.732.000
Angka itu setara sekitar 16,68 persen dari seluruh nilai 21 tender PUPR Muaro Jambi yang telah berkontrak dalam data tersebut.
Menariknya, dua-duanya adalah proyek jalan.
Satu berada di ruas Pete-Pelempang-Nyogan.
Satunya lagi Trijaya-Tanjung Sari.
Dua ruas.
Dua kontrak.
Nilainya menembus Rp5,6 miliar.
Hasil Jasa Nusantara Paling Banyak, Tiga Tender Rp4,30 Miliar
Kalau CV Dita Kontraktor unggul dari nilai, Hasil Jasa Nusantara menjadi perusahaan dengan jumlah kemenangan terbanyak.
Namanya muncul dalam tiga paket tender.
Paket pertama adalah:
Rehabilitasi Jalan Simp. KM 39 Desa Bukit Baling-Simp. Kebun XI Desa Gerunggung
Nilai:
Rp887.774.000
Statusnya selesai dan kontrak.
Paket kedua:
Rekonstruksi Jalan Simp. III Desa Suak Putat-Dusun Tanjung Buluh Desa Tanjung Lanjut
Nilai:
Rp1.626.126.000
Paket tersebut juga tercatat selesai dan masuk kontrak.
Tak berhenti di jalan.
Hasil Jasa Nusantara juga mendapatkan tender:
Pembangunan Gedung Workshop Kumpeh Ulu
Nilainya:
Rp1.793.729.000
Statusnya selesai dan kontrak.
Jika tiga paket itu ditumpuk, total kontrak yang diperoleh Hasil Jasa Nusantara mencapai:
Rp4.307.629.000
Dua jalan.
Satu workshop.
Tiga tender.
Nilainya lebih dari Rp4,3 miliar.
Porsinya sekitar 12,79 persen dari seluruh nilai tender yang telah selesai dan berkontrak.
Dari sisi jumlah paket, Hasil Jasa Nusantara menjadi satu-satunya nama yang muncul tiga kali di antara 21 tender selesai tersebut.
CV Gemilang Bersaudara, Jalan dan Box Culvert Rp3,44 Miliar
Nama berikutnya adalah CV Gemilang Bersaudara.
Perusahaan ini mendapatkan dua tender dengan karakter pekerjaan berbeda.
Pertama:
Pembangunan Box Culvert RT 25 Desa Kasang Tanjung Nangko
Nilai kontrak:
Rp781.000.000
Paket tersebut tercatat selesai dan masuk kontrak.
Tender kedua jauh lebih besar.
Yakni:
Pembangunan Jalan Simp. III Desa Petaling Jaya-Desa Sidomukti
Nilainya:
Rp2.659.050.000
Statusnya selesai dan kontrak.
Total dua kontrak CV Gemilang Bersaudara mencapai:
Rp3.440.050.000
Sekitar 10,22 persen dari nilai seluruh tender selesai.
Satu proyek jalan.
Satu box culvert.
Dua kontrak.
Rp3,44 miliar.
CV Bukit Graha Dapat Jalan dan Jembatan
Pemenang berulang berikutnya adalah CV Bukit Graha.
Perusahaan ini mendapatkan:
Rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Sipin Teluk Duren
Nilai:
Rp642.000.000
Status selesai dan kontrak.
Selain jembatan, CV Bukit Graha juga memenangkan proyek jalan:
Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Bakti Mulya-Desa Panca Bakti Unit V
Nilai:
Rp887.871.000
Statusnya juga selesai dan kontrak.
Dua kontrak tersebut membuat total paket yang dikantongi CV Bukit Graha mencapai:
Rp1.529.871.000
Atau sekitar 4,54 persen dari nilai 21 tender yang telah berkontrak.
Empat Perusahaan, Rp14,89 Miliar
Kalau empat nama tersebut disatukan, petanya menjadi seperti ini:
CV Dita Kontraktor
2 paket
Rp5.614.732.000
Hasil Jasa Nusantara
3 paket
Rp4.307.629.000
CV Gemilang Bersaudara
2 paket
Rp3.440.050.000
CV Bukit Graha
2 paket
Rp1.529.871.000
Total:
9 paket
Rp14.892.282.000
Jumlah itu cukup besar.
Sebab total 21 tender yang sudah selesai dan berkontrak hanya sekitar Rp33,67 miliar.
Artinya, empat kontraktor pemenang berulang tadi menguasai sekitar:
44,23 persen
dari nilai seluruh tender yang sudah berkontrak.
Sedangkan 12 perusahaan lainnya masing-masing hanya memperoleh satu tender.
Siapa 12 Kontraktor Lainnya?
Data menunjukkan selain empat pemenang berulang tersebut, ada 12 penyedia yang masing-masing mendapatkan satu paket.
Nilai terbesar di kelompok ini justru dipegang CV Citra Dwi Pratama.
Perusahaan tersebut memenangkan:
Pembangunan Jembatan Girder Desa Kebon IX Dusun Air Hitam
Nilai:
Rp3.588.307.000
Ini merupakan tender individual terbesar dalam keseluruhan 24 paket yang dianalisis.
Kemudian ada PT Andina Teknik Konstruksi yang mengerjakan Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Sungai Gelam senilai Rp2.136.300.000.
CV Gurun Sahara mendapatkan Rekonstruksi Jalan Suka Makmur Pasar Unit I-Marga Manunggal Unit IV senilai Rp1.918.077.000.
CV Raga Jaya Nusa memenangkan Pembangunan Jalan Kedemangan-Setiris-Mudung Darat lanjutan senilai Rp1.844.163.000.
CV Gajah Bergong Kontruksi mengerjakan Rekonstruksi Jalan Mekarjaya-Talang Belido senilai Rp1.838.000.000.
Nama Gunung Sago Perkasa tercatat sebagai penyedia Pembangunan Gedung Workshop Berbakti Sungai Bahar dengan nilai Rp1.823.437.000.
Kemudian CV Sultan Tiga Serangkai mendapatkan Pembangunan Jalan Kebon IX-Talang Belido lanjutan senilai Rp1.660.663.000.
Di kelompok proyek di bawah Rp1 miliar ada nama cv,naila fathiyah farah pada Pembangunan Jalan Sogo-Rantau Panjang senilai Rp887.164.000.
CV Sinar Yo memenangkan Rehabilitasi Jalan Tangkit Baru-Sungai Terap senilai Rp882.333.000.
CV Way Salak mendapatkan Pembangunan Box Culvert Double RT 04 Desa Tanjung Katung senilai Rp779.233.000.
CV Kolang Nauli Arga mendapat Pembangunan Box Culvert Desa Muhajirin Kecamatan Jaluko senilai Rp764.632.000.
Terakhir, CV Mitra Prima Utama mengerjakan Rehabilitasi Jalan Kemingking Dalam-Teluk Jambu-Dusun Mudo-Sekumbung senilai Rp656.468.000.
Jadi, 21 tender selesai itu terbagi kepada 16 perusahaan.
Dua belas perusahaan masing-masing memenangkan satu paket.
Empat perusahaan lainnya menang lebih dari sekali.
Masih Ada Tiga Tender Rp8 Miliar yang Belum Punya Pemenang di Data
Peta pemenang masih berpotensi berubah.
Sebab dari total 24 tender, tiga paket masih berada dalam tahapan pemilihan.
Nilainya cukup besar.
Pertama:
Preservasi Jalan Simp. SMAN 2 Kelurahan Sengeti-SLB-Simp. Sungai Melintang (DBH Sawit)
Nilai:
Rp3.547.524.400
Status BERLANGSUNG dan kolom nama penyedia masih tercatat “-1”.
Kedua:
Rehabilitasi Jalan Simp. III Desa Talang Bukit Unit VI-Simp. III Desa Talang Datar Unit VI
Nilai:
Rp2.849.395.000
Paket ini juga masih dalam tahap pemilihan dan nama penyedia dalam data masih “-1”.
Ketiga:
Rekonstruksi Jalan Simp. III Pasar Jambi Kecil-Desa Mudung Darat-Desa Bakung
Nilai:
Rp1.639.157.000
Statusnya juga masih berlangsung.
Total ketiganya:
Rp8.036.076.400
Artinya, daftar kontraktor yang memenangkan lebih dari satu proyek masih mungkin bertambah setelah tiga tender tersebut selesai.
Lalu Apa Hubungannya dengan KPK?
Di sinilah data menjadi menarik.
Barisan 8 Center Jambi melaporkan dugaan penyimpangan pada 32 paket proyek Pemkab Muaro Jambi ke KPK.
Menurut laporan yang dipublikasikan RRI, salah satu hal yang dipersoalkan pelapor adalah metode evaluasi tender serta pola harga penawaran peserta yang dinilai sangat dekat dengan HPS.
Pelapor juga meminta pemeriksaan tidak hanya berhenti pada siapa yang memenangkan proyek, tetapi menelusuri keseluruhan proses kompetisi tender.
KPK sendiri menyatakan laporan tersebut sedang ditindaklanjuti.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan setiap laporan akan diverifikasi validitas informasi dan datanya. Setelah itu KPK melakukan analisis mengenai kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi serta kewenangan lembaga untuk menanganinya.
KPK juga dapat melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk memperkaya informasi dalam laporan.
Namun perlu diberi garis tebal:
Kemenangan lebih dari satu tender bukan bukti korupsi.
Tidak ada larangan bagi sebuah perusahaan memenangkan beberapa paket apabila memenuhi seluruh persyaratan dan memenangkan proses pengadaan secara sah.
Begitu juga data empat kontraktor yang memenangkan sembilan tender tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya persekongkolan atau pelanggaran.
Yang perlu diperiksa justru prosesnya.
Berapa perusahaan yang mendaftar?
Berapa yang benar-benar memasukkan penawaran?
Berapa nilai HPS setiap proyek?
Berapa penawaran pemenang?
Seberapa jauh selisihnya dengan HPS?
Siapa peserta yang gugur?
Di tahapan mana mereka gugur?
Apa alasannya?
Apakah perusahaan pemenang memiliki personel dan peralatan yang dipersyaratkan?
Apakah personel atau peralatan yang sama digunakan pada beberapa tender dalam waktu bersamaan?
Dan, yang tak kalah penting, apakah ada hubungan antara perusahaan-perusahaan peserta tender?
Pertanyaan seperti itulah yang bisa mengubah daftar angka menjadi peta sesungguhnya dari proses pengadaan.
Belum Tentu Masuk 32 Proyek yang Dilaporkan
Ada hal lain yang juga perlu dijernihkan.
Sebanyak 24 tender PUPR Muaro Jambi yang dibedah dalam data ini belum bisa otomatis disebut sebagai bagian dari 32 paket yang dilaporkan Barisan 8 Center Jambi ke KPK.
Untuk memastikan hubungan keduanya, lampiran 32 paket dalam laporan KPK harus dibandingkan satu per satu dengan data tender.
Minimal melalui:
nama paket,
kode RUP,
nilai HPS,
satuan kerja,
dan tahun anggaran.
Tanpa pencocokan itu, menyebut semua paket tersebut sebagai objek laporan KPK akan terlalu jauh.
Yang sudah pasti adalah dua fakta berbeda.
Pertama, KPK sedang menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan terhadap 32 proyek Pemkab Muaro Jambi.
Kedua, data pengadaan PUPR Muaro Jambi 2026 menunjukkan 24 pekerjaan konstruksi ditender dengan nilai Rp41,70 miliar.
Sebanyak 21 paket sudah memiliki kontraktor.
Dan di antara 21 tender selesai itu, empat kontraktor muncul berulang.
Mereka menguasai sembilan paket senilai:
Rp14,89 miliar.
Apakah semuanya berjalan normal?
Jawabannya tidak bisa diperoleh hanya dari daftar pemenang.
Dokumen tenderlah yang akan bicara.
HPS.
Penawaran.
Peserta.
Evaluasi.
Personel.
Peralatan.
Sampai alasan perusahaan lain berguguran.
Apalagi sekarang, proses pengadaan proyek Muaro Jambi sudah masuk radar lembaga antirasuah.
KPK sedang membuka laporannya.
Data tender membuka pintu berikutnya.(*)