PELALAWAN — Pasangan Fajar Nugraha dan Oktavia Rahmadani resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) periode 2026/2027.
Kemenangan pasangan ini menjadi babak baru bagi gerakan mahasiswa di lingkungan ITP2I.
Usai terpilih, Fajar Nugraha langsung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepadanya bersama Oktavia Rahmadani.
Menurut Fajar, kemenangan dalam Pemira bukan hanya kemenangan pasangan calon atau tim pemenangan.
Lebih dari itu, kemenangan tersebut menjadi amanah bersama untuk membangun kampus dan memperkuat peran BEM sebagai rumah aspirasi mahasiswa.
“Kemenangan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh mahasiswa ITP2I. Mari bersama-sama membangun kampus dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi mahasiswa,” ujar Fajar.
Fajar juga mengajak seluruh mahasiswa ITP2I untuk kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi kampus merupakan hal yang wajar. Namun setelah pemilihan usai, seluruh mahasiswa perlu kembali bergandengan tangan demi kemajuan kampus.
Bagi Fajar, BEM ITP2I ke depan harus menjadi wadah yang terbuka, progresif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.
Tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif memperjuangkan aspirasi, membangun ruang dialog, dan mendorong program yang berdampak langsung bagi mahasiswa.
Fajar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pemenangan, relawan, pendukung, dan mahasiswa yang telah terlibat dalam proses pemilihan.
Ia menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja bersama dan semangat kolektif yang terbangun selama proses Pemira berlangsung.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Pemenangan Fajar-Oktavia, Saipul Anwar, menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa ITP2I yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi kampus.
Menurut Saipul, proses pemilihan telah dilalui dengan dinamika yang tidak sederhana.
Namun berkat kekompakan tim, dukungan mahasiswa, dan kerja keras bersama, pasangan Fajar-Oktavia akhirnya berhasil meraih kepercayaan untuk memimpin BEM ITP2I periode 2026/2027.
“Alhamdulillah, kita berhasil meraih kemenangan ini meskipun berbagai sengkarut dan problematika di lapangan cukup banyak. Namun berkat kerja keras, kekompakan tim, dan dukungan mahasiswa, perjuangan ini membuahkan hasil yang baik,” kata Saipul.
Saipul berharap kemenangan ini menjadi awal bagi lahirnya BEM ITP2I yang lebih progresif, aspiratif, dan bermanfaat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pemilihan.
Menurutnya, setelah Pemira selesai, yang lebih penting adalah mengawal visi dan misi yang telah diperjuangkan agar benar-benar diwujudkan dalam program kerja BEM.
Kepemimpinan Fajar Nugraha dan Oktavia Rahmadani diharapkan mampu membawa energi baru bagi organisasi mahasiswa ITP2I.
BEM dituntut tidak hanya menjadi lembaga eksekutif mahasiswa secara struktural, tetapi juga menjadi motor gerakan intelektual, sosial, dan kepemimpinan mahasiswa di kampus.
Dengan semangat persatuan, pasangan Fajar-Oktavia diharapkan mampu merangkul semua elemen mahasiswa.
Baik yang mendukung sejak awal, berbeda pilihan, maupun yang selama ini belum aktif dalam organisasi kampus.
Sebab setelah pemilihan selesai, tugas terbesar bukan lagi memenangkan suara.
Tugas terbesar adalah memenangkan kepercayaan.
Dan kepercayaan itu hanya bisa dijawab dengan kerja nyata, program yang terukur, serta keberanian BEM untuk hadir membela kepentingan mahasiswa.
Kemenangan Fajar Nugraha dan Oktavia Rahmadani menjadi penanda dimulainya perjalanan baru BEM ITP2I periode 2026/2027.
Kini, mahasiswa menunggu langkah berikutnya.
Bukan sekadar janji kampanye.
Tetapi kerja nyata untuk membangun kampus, memperkuat persatuan, dan menghadirkan BEM yang benar-benar dekat dengan mahasiswa.(*)