Muaro Jambi – Data realisasi pengadaan Dinas Perhubungan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026 mulai terbaca.
Jumlahnya memang tidak banyak.
Hanya 4 paket/transaksi.
Namun nilainya mencapai Rp1.364.456.159.
Seluruhnya berada pada Kabupaten Muaro Jambi, satuan kerja Dinas Perhubungan - 2.15.0.00.0.00.01.0000.
Seluruh paket bersumber dari APBD.
Seluruh nilai juga tercatat sebagai Produk Dalam Negeri atau PDN.
Sekilas terlihat rapi.
Semua nilai PDN sama dengan total nilai belanja.
Tidak ada selisih.
Namun setelah dibaca lebih pelan, ada beberapa titik yang patut disorot.
Pertama, dua paket barang menyerap porsi terbesar, yakni Belanja Lampu Penerangan Jalan Umum senilai Rp632.999.700 dan Belanja Modal Rambu-Rambu Lalu Lintas Darat Lainnya senilai Rp502.978.019.
Jika digabung, dua paket ini mencapai Rp1.135.977.719.
Atau sekitar 83,25 persen dari total belanja Dishub Muaro Jambi dalam data ini.
Kedua, ada paket Belanja Sewa Peralatan Umum senilai Rp153.628.440 kepada Surya Tunggal dengan status PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Status ini tidak otomatis salah.
Namun istilah pembayaran di luar sistem dalam pengadaan pemerintah tetap perlu dijelaskan.
Ketiga, ada paket Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Angkutan senilai Rp74.850.000 kepada Monocycle Pratama Energy melalui Pengadaan Langsung dengan status BERLANGSUNG.
Keempat, data belum menunjukkan titik lokasi pemasangan lampu PJU, jumlah rambu, jenis rambu, jumlah unit suku cadang, maupun rincian sewa peralatan umum.
Padahal belanja perhubungan seharusnya mudah diuji publik.
Lampu jalan terlihat atau tidak.
Rambu terpasang atau tidak.
Suku cadang dipakai atau tidak.
Peralatan disewa untuk kegiatan apa.
Rekap Utama
| Uraian | Jumlah | Nilai |
|---|---|---|
| Total paket | 4 | - |
| Total belanja | - | Rp1.364.456.159 |
| Total PDN | - | Rp1.364.456.159 |
| Selisih PDN | - | Rp0 |
| Sumber dana | APBD | 4 paket |
| Tahun anggaran | 2026 | 4 paket |
| Satuan kerja | Dishub Muaro Jambi | - |
Seluruh paket tercatat PDN penuh.
Ini sisi positif.
Namun PDN 100 persen tidak otomatis menjawab pertanyaan paling penting: barangnya apa, jumlahnya berapa, dipasang di mana, dan manfaatnya sudah dirasakan warga atau belum.
Daftar Paket
| No | Paket/Penyedia | Nilai/Status |
|---|---|---|
| 1 | Lampu PJU – Abadi Banua Cemerlang | Rp632.999.700 / ON PROCESS |
| 2 | Rambu Lalu Lintas – Tahan Kilang | Rp502.978.019 / ON PROCESS |
| 3 | Sewa Peralatan Umum – Surya Tunggal | Rp153.628.440 / PAYMENT OUTSIDE SYSTEM |
| 4 | Suku Cadang Alat Angkutan – Monocycle Pratama Energy | Rp74.850.000 / BERLANGSUNG |
Dua paket terbesar masih berstatus ON PROCESS.
Artinya, pengadaan belum sepenuhnya selesai dalam status data.
Ini fase yang harus diawasi.
Barang harus benar-benar datang.
Lampu harus benar-benar terpasang.
Rambu harus benar-benar terlihat di titik rawan.
Jangan sampai status berjalan di sistem, tetapi manfaat belum terasa di jalan.
Detail Kode Paket dan RUP
| Kode RUP | Kode Paket | Nilai |
|---|---|---|
| 63629650 | 01KKAJ3H2Q3FWZAP21G7VM6J5B | Rp153.628.440 |
| 66367836 | 10804979000 | Rp74.850.000 |
| 63617753 | 01KKDY04HYWP3RXW99RG3BGTQY | Rp632.999.700 |
| 63617198 | 01KKDTC2TGCAG0HMVRND022DZV | Rp502.978.019 |
Kode RUP dan kode paket ini penting.
Dari kode itu, publik bisa menelusuri lebih jauh di sistem pengadaan: spesifikasi, penyedia, harga satuan, status transaksi, dan dokumen pendukung.
E-Katalog Dominan
Dari sisi sumber transaksi, E-Katalog 6.0 mendominasi.
Ada 3 paket dengan nilai total Rp1.289.606.159.
Sedangkan Non Tender hanya 1 paket senilai Rp74.850.000.
Sumber Transaksi
| Sumber | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| E-Katalog 6.0 | 3 | Rp1.289.606.159 |
| Non Tender | 1 | Rp74.850.000 |
| Total | 4 | Rp1.364.456.159 |
Dari sisi metode pengadaan, pola yang sama terlihat.
E-Purchasing menyerap 94,51 persen nilai belanja.
Pengadaan Langsung menyerap 5,49 persen.
Metode Pengadaan
| Metode | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| E-Purchasing | 3 | Rp1.289.606.159 |
| Pengadaan Langsung | 1 | Rp74.850.000 |
| Total | 4 | Rp1.364.456.159 |
E-Purchasing lewat katalog memang dirancang agar pengadaan lebih cepat, transparan, dan terstandar.
Tetapi katalog bukan berarti bebas dari pertanyaan.
Publik tetap perlu tahu spesifikasi barang, harga satuan, merek, volume, dan lokasi pemasangan.
Dari jenis pengadaan, belanja Barang menjadi yang paling besar.
Ada dua paket barang dengan total Rp1.135.977.719.
Sementara Jasa Lainnya juga dua paket, totalnya Rp228.478.440.
Jenis Pengadaan
| Jenis | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| Barang | 2 | Rp1.135.977.719 |
| Jasa Lainnya | 2 | Rp228.478.440 |
| Total | 4 | Rp1.364.456.159 |
Paket barang yang dimaksud adalah lampu PJU dan rambu lalu lintas.
Dua-duanya sangat dekat dengan keselamatan dan kenyamanan warga.
Lampu jalan menyangkut penerangan malam hari.
Rambu lalu lintas menyangkut keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, output-nya harus nyata.
Bukan hanya tercatat dalam transaksi.
Status Paket
| Status | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| ON PROCESS | 2 | Rp1.135.977.719 |
| PAYMENT OUTSIDE SYSTEM | 1 | Rp153.628.440 |
| BERLANGSUNG | 1 | Rp74.850.000 |
| Total | 4 | Rp1.364.456.159 |
Status paling besar dari sisi nilai adalah ON PROCESS.
Namun status paling sensitif adalah PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Paket itu bernama Belanja Sewa Peralatan Umum.
Nilainya Rp153.628.440.
Penyedianya Surya Tunggal.
Sumber transaksinya E-Katalog 6.0.
Metodenya E-Purchasing.
Jenis pengadaannya Jasa Lainnya.
Statusnya PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Pertanyaannya sederhana: sewa peralatan umum untuk kegiatan apa?
Peralatannya apa saja?
Berapa lama masa sewa?
Siapa pengguna barang/jasanya?
Mengapa statusnya payment outside system?
Apakah pembayaran dilakukan melalui mekanisme yang diizinkan?
Apakah bukti pertanggungjawabannya lengkap?
Dua paket paling besar adalah belanja lampu PJU dan rambu-rambu lalu lintas.
Paket Terbesar
| No | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Belanja Lampu Penerangan Jalan Umum | Rp632.999.700 |
| 2 | Belanja Modal Rambu-Rambu Lalu Lintas Darat Lainnya | Rp502.978.019 |
| 3 | Belanja Sewa Peralatan Umum | Rp153.628.440 |
| 4 | Belanja Suku Cadang Alat Angkutan | Rp74.850.000 |
Belanja lampu PJU adalah paket terbesar.
Nilainya hampir Rp633 juta.
Penyedianya Abadi Banua Cemerlang.
Statusnya ON PROCESS.
Kode RUP-nya 63617753.
Kode paketnya 01KKDY04HYWP3RXW99RG3BGTQY.
Belanja rambu lalu lintas menjadi paket terbesar kedua.
Nilainya Rp502.978.019.
Penyedianya Tahan Kilang.
Statusnya ON PROCESS.
Kode RUP-nya 63617198.
Kode paketnya 01KKDTC2TGCAG0HMVRND022DZV.
Dua paket ini harus dibuka rinciannya.
Lampu PJU dipasang di titik mana?
Berapa unit?
Jenis lampunya apa?
Apakah termasuk tiang?
Apakah termasuk kabel dan instalasi?
Apakah daerah rawan gelap diprioritaskan?
Rambu lalu lintas dipasang di ruas mana?
Berapa unit?
Jenis rambunya apa?
Apakah untuk sekolah, tikungan tajam, simpang rawan, kawasan pasar, atau jalur padat kendaraan?
Tanpa rincian itu, publik hanya melihat angka besar.
Penyedia dan Nilai
| Penyedia | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| Abadi Banua Cemerlang | 1 | Rp632.999.700 |
| Tahan Kilang | 1 | Rp502.978.019 |
| Surya Tunggal | 1 | Rp153.628.440 |
| Monocycle Pratama Energy | 1 | Rp74.850.000 |
Empat paket dipegang empat penyedia berbeda.
Tidak ada penyedia yang muncul berulang dalam data ini.
Namun tetap ada pertanyaan teknis: apakah harga katalog sudah dibandingkan dengan kebutuhan riil? Apakah spesifikasi barang sesuai kondisi lapangan? Apakah pemasangan dan pemeliharaan masuk dalam paket atau hanya pengadaan barang?
Ada beberapa titik yang patut disorot dari realisasi pengadaan Dinas Perhubungan Muaro Jambi ini.
Pertama, total belanja mencapai Rp1.364.456.159 hanya dari 4 paket.
Kedua, dua paket barang, yakni lampu PJU dan rambu lalu lintas, menyerap Rp1.135.977.719 atau sekitar 83,25 persen dari total belanja.
Ketiga, paket lampu PJU senilai Rp632.999.700 masih berstatus ON PROCESS.
Keempat, paket rambu lalu lintas senilai Rp502.978.019 juga masih berstatus ON PROCESS.
Kelima, paket sewa peralatan umum senilai Rp153.628.440 berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Keenam, seluruh paket bersumber dari APBD, sehingga rincian manfaatnya harus terbuka.
Ketujuh, data belum menunjukkan titik pemasangan PJU, titik rambu, volume barang, spesifikasi teknis, masa sewa peralatan, maupun unit alat angkutan yang membutuhkan suku cadang.
Kedelapan, paket suku cadang alat angkutan dilakukan melalui Pengadaan Langsung dan statusnya BERLANGSUNG.
Kesembilan, seluruh nilai PDN tercatat penuh, tetapi status PDN tidak menjawab apakah barang dan jasa sudah memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Kesepuluh, belanja perhubungan paling mudah diuji di lapangan: lampu menyala atau tidak, rambu terpasang atau tidak, jalan lebih aman atau tidak.
Seorang warga Muaro Jambi, Risman, meminta Dinas Perhubungan membuka titik pemasangan lampu jalan.
“Kalau belanja lampu jalan Rp632 juta, warga perlu tahu dipasang di mana saja. Jangan sampai daerah yang gelap tetap gelap,” ujarnya.
Warga lainnya, Sibob, menyoroti belanja rambu lalu lintas.
“Rambu itu penting, apalagi di simpang, tikungan, dekat sekolah, dan pasar. Tapi harus jelas jumlahnya berapa dan titiknya di mana,” katanya.
Seorang warga lain, mempertanyakan status payment outside system pada paket sewa peralatan umum.
“Kalau ada pembayaran di luar sistem, mungkin ada aturan teknisnya. Tapi harus dijelaskan supaya masyarakat tidak curiga. Ini uang APBD,” ujarnya.