Enam Tender Jalan Lingkungan PU Tebo Diluncurkan Serentak, Total Pagu Tembus Rp5,91 Miliar

WIB
IST

Tebo – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo mulai meluncurkan sejumlah paket pekerjaan jalan lingkungan tahun anggaran 2026.

Ada enam paket tender yang masuk tahap Pengumuman Pascakualifikasi.

Total pagunya mencapai Rp5.916.248.000.

Total HPS-nya Rp5.914.030.139,06.

Selisih antara total pagu dan total HPS hanya Rp2.217.860,94.

Jika dipersentasekan, HPS total berada di kisaran 99,96 persen dari total pagu.

Angka ini tidak otomatis salah.

Namun dalam pengadaan pekerjaan konstruksi, pola HPS yang sangat dekat dengan pagu selalu layak dibaca lebih serius.

Apalagi keenam paket ini dibuat pada tanggal yang sama, 2 Juni 2026.

Tahapnya sama, Pengumuman Pascakualifikasi.

Metodenya sama, Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur.

Jenis kontraknya sama, Harga Satuan.

Lokasinya sama-sama tercatat Muara Tebo - Tebo (Kab.).

Kualifikasi usahanya juga sama Kecil.

Pertanyaannya apakah enam paket ini benar-benar berdiri sendiri berdasarkan kebutuhan lapangan yang berbeda? Atau ada pola pemaketan yang perlu dijelaskan lebih terbuka?

Rekap Enam Paket

UraianJumlahNilai
Total paket6-
Total pagu-Rp5.916.248.000
Total HPS-Rp5.914.030.139,06
Selisih pagu-HPS-Rp2.217.860,94
Tahap6 paketPengumuman Pascakualifikasi
Sumber dana6 paketAPBD
Tahun anggaran6 paketAPBD 2026
Kualifikasi6 paketUsaha Kecil

Enam paket ini semuanya berada pada satuan kerja yang sama, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo.

Semua masuk jenis pengadaan Pekerjaan Konstruksi.

Semua tidak menggunakan Reverse Auction.

Daftar Paket dan Nilai

Kode RUPNama PaketPagu/HPS
67226625Jalan Lingkungan Kawasan Teluk Rendah PasarRp953.550.000 / Rp953.528.603,99
67226272Jalan Lingkungan Kawasan Desa Tuo IlirRp953.550.000 / Rp953.492.263,46
67226121Jalan Lingkungan Kawasan Desa PenapalanRp953.550.000 / Rp953.088.836,54
67225700Jalan Lingkungan Kawasan Arah Kantor Desa Unit 6Rp1.051.024.000 / Rp1.050.204.058,04
67225749Jalan Lingkungan Kawasan BungkalRp953.550.000 / Rp953.512.318,99
67225614Jalan Lingkungan Kawasan Arah Kantor Desa Unit 3Rp1.051.024.000 / Rp1.050.204.058,04

Dari enam paket itu, ada empat paket dengan pagu yang sama persis, yakni Rp953.550.000.

Keempatnya adalah Teluk Rendah Pasar, Desa Tuo Ilir, Desa Penapalan, dan Bungkal.

Dua paket lainnya juga memiliki pagu yang sama persis, yakni Rp1.051.024.000.

Keduanya adalah Arah Kantor Desa Unit 6 dan Arah Kantor Desa Unit 3.

Pola nilai seperti ini wajar saja jika didasarkan pada kebutuhan teknis yang serupa.

Namun publik tetap berhak tahu: panjang jalan masing-masing berapa, volume pekerjaan apa saja, ketebalan seperti apa, dan mengapa nilainya bisa sangat berdekatan.

HPS Sangat Dekat dengan Pagu

PaketSelisih dari PaguCatatan
Teluk Rendah PasarRp21.396,01Sangat tipis
Desa Tuo IlirRp57.736,54Sangat tipis
Desa PenapalanRp461.163,46Tipis
Arah Kantor Desa Unit 6Rp819.941,96Tipis
BungkalRp37.681,01Sangat tipis
Arah Kantor Desa Unit 3Rp819.941,96Tipis

Selisih terkecil ada pada paket Teluk Rendah Pasar, hanya Rp21.396,01 dari pagu.

Selisih berikutnya Bungkal, hanya Rp37.681,01.

Lalu Desa Tuo Ilir, hanya Rp57.736,54.

Untuk paket bernilai hampir Rp1 miliar, selisih puluhan ribu rupiah antara pagu dan HPS jelas sangat kecil.

Ini bukan berarti melanggar.

Tetapi angka setipis itu membuat publik bertanya: apakah HPS benar-benar disusun dari perhitungan rinci lapangan, atau hanya bergerak sangat dekat dengan batas pagu?

Data Umum yang Sama

UraianKeteranganBerlaku
K/L/PDKabupaten Tebo6 paket
SatkerDinas PUPR dan Perumahan Rakyat6 paket
JenisPekerjaan Konstruksi6 paket
MetodeTender Pascakualifikasi Satu File6 paket
EvaluasiHarga Terendah Sistem Gugur6 paket
Reverse AuctionTidak menggunakan6 paket
KontrakHarga Satuan6 paket
LokasiMuara Tebo - Tebo6 paket
KualifikasiUsaha Kecil6 paket
Tanggal pembuatan2 Juni 20266 paket

Data yang seragam ini membuat paket-paket jalan lingkungan tersebut terlihat seperti satu klaster pekerjaan.

Bisa jadi memang perencanaannya dibuat bersamaan.

Bisa jadi kebutuhan fisiknya juga mirip.

Namun karena seluruhnya berada pada OPD yang sama, tanggal yang sama, metode yang sama, lokasi administratif yang sama, dan nilai yang hampir seragam, maka transparansi detail teknis menjadi penting.

Publik perlu tahu titik persis pekerjaan.

Jangan sampai judul paket menyebut kawasan, tetapi lokasi, panjang, dan volume tidak mudah dibaca masyarakat.

Empat paket pertama memiliki pagu sama Rp953.550.000.

PaketPaguHPS
Teluk Rendah PasarRp953.550.000Rp953.528.603,99
Desa Tuo IlirRp953.550.000Rp953.492.263,46
Desa PenapalanRp953.550.000Rp953.088.836,54
BungkalRp953.550.000Rp953.512.318,99

Pola ini menarik.

Empat lokasi berbeda.

Empat nama kawasan berbeda.

Namun pagunya sama persis.

Kalau kebutuhan fisiknya memang identik, pemerintah harus menjelaskan parameternya.

Apakah panjangnya sama?

Apakah lebarnya sama?

Apakah jenis konstruksinya sama?

Apakah kondisi tanahnya sama?

Apakah tingkat kerusakannya sama?

Tanpa penjelasan, publik bisa menilai nilai paket disusun dengan pola seragam, bukan berdasarkan kebutuhan riil tiap lokasi.

Dua paket lainnya juga identik dari sisi pagu dan HPS.

PaketPaguHPS
Arah Kantor Desa Unit 6Rp1.051.024.000Rp1.050.204.058,04
Arah Kantor Desa Unit 3Rp1.051.024.000Rp1.050.204.058,04

Ini lebih menarik lagi.

Pagu dua paket sama persis.

HPS dua paket juga sama persis.

Keduanya sama-sama menggunakan nama Arah Kantor Desa.

Yang berbeda hanya Unit 6 dan Unit 3.

Jika pekerjaan fisiknya sama, itu harus ditunjukkan dalam KAK.

Jika tidak sama, mengapa HPS-nya identik sampai ke angka rupiah dan sen?

Pertanyaan ini penting agar tidak muncul dugaan bahwa HPS hanya memakai pola salin-tempel.

Syarat Administrasi

NoSyaratKeterangan
1Legalitas usahaMemenuhi ketentuan peraturan
2SBUSesuai dokumen pemilihan
3NIBSesuai dokumen pemilihan
4PajakValid berdasarkan KSWP
5AktaPendirian/perubahan perusahaan
6Surat kuasaJika dikuasakan
7Pegawai tetapBukti jika dikuasakan
8KTPWajib
9Pakta integritasDisetujui
10Surat pernyataanDisetujui
11Syarat lainSesuai dokumen pemilihan

Syarat administrasi pada enam paket ini relatif sama.

Peserta harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, memiliki SBU dan NIB sesuai dokumen pemilihan, memiliki status valid keterangan wajib pajak berdasarkan KSWP, serta memiliki kapasitas hukum untuk mengikatkan diri pada kontrak.

Peserta juga wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

Syarat Teknis

NoSyaratKeterangan
1PengalamanPekerjaan konstruksi 4 tahun terakhir
2LingkupPemerintah/swasta termasuk subkontrak
3SKPMemperhitungkan Sisa Kemampuan Paket
4Syarat teknis lainSesuai dokumen pemilihan
5Usaha kecil baruKetentuan tambahan muncul pada sebagian paket

Semua paket mensyaratkan pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah atau swasta, termasuk pengalaman subkontrak.

Semua juga memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP).

Pada tiga paket, yakni Arah Kantor Desa Unit 6, Bungkal, dan Arah Kantor Desa Unit 3, data mencantumkan ketentuan tambahan untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun.

Ketentuannya: jika penyedia belum memiliki pengalaman, pengecualian hanya berlaku untuk pengadaan dengan nilai paling banyak Rp2.500.000.000. Untuk paket di atas Rp2,5 miliar sampai Rp15 miliar, penyedia harus mempunyai satu pengalaman pada bidang yang sama.

Karena nilai enam paket ini berada di bawah Rp2,5 miliar, usaha kecil baru secara ketentuan dapat masuk dalam ruang pengecualian tertentu.

Namun tetap harus dipastikan bahwa kontraktor yang terpilih benar-benar mampu mengerjakan jalan lingkungan dengan mutu yang baik.

Kualifikasi usaha pada enam paket ini adalah Kecil.

Nilainya berkisar antara Rp953 juta hingga Rp1,05 miliar per paket.

Secara kebijakan, ini bisa membuka ruang bagi kontraktor lokal dan usaha kecil.

Namun di sisi lain, paket-paket jalan tetap harus diawasi ketat.

Jangan sampai status usaha kecil dijadikan alasan untuk menurunkan standar mutu.

Jalan lingkungan tetap butuh pekerjaan yang benar.

Badan jalan harus siap.

Drainase harus diperhatikan.

Material harus sesuai.

Ketebalan harus sesuai.

Pekerjaan harus selesai sesuai spesifikasi.

Sebab yang memakai jalan bukan dokumen tender.

Yang memakai jalan adalah warga.

Enam tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.

Dengan metode Harga Terendah Sistem Gugur, kompetisi harga tetap akan terjadi melalui penawaran peserta.

Namun tanpa Reverse Auction, harga tidak akan dipertandingkan ulang secara elektronik dalam sesi penurunan harga.

Karena itu, HPS yang sangat dekat dengan pagu dan penawaran nanti perlu diawasi.

Jika pemenang kelak menawar sangat dekat dengan HPS, publik bisa kembali bertanya: apakah persaingan harga cukup sehat?

Seorang warga Muara Tebo, Bang Is, mengatakan jalan lingkungan memang sangat dibutuhkan warga.

“Kalau jalan lingkungan dibangun, tentu kami senang. Tapi harus jelas titiknya di mana, panjangnya berapa, jangan cuma nama kawasan dan nilai hampir satu miliar,” ujarnya.

Warga lainnya, Moynafi, menyoroti pola pagu dan HPS yang sangat dekat.

“Kalau pagu hampir sama dengan HPS, bahkan ada yang selisihnya cuma puluhan ribu, masyarakat wajar bertanya. Itu hitungannya bagaimana?” katanya.

Seorang warga lain, Suratin, berharap proyek jalan lingkungan tidak hanya rapi di dokumen tender.

“Yang penting jangan asal jadi. Jalan lingkungan itu dipakai setiap hari. Kalau baru beberapa bulan sudah rusak, yang susah tetap warga,” ujarnya.(*)

BeritaSatu Network