Jambi – Proyek pembangunan gedung kantor baru Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mulai bergerak dari meja perencanaan.
Bukan pekerjaan fisik dulu.
Yang sudah selesai justru seleksi jasa konsultan perencanaan konstruksi.
Nama tendernya Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung Kantor pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi - Tahun Anggaran 2026 Evaluasi Prakualifikasi Ulang.
Pemenangnya adalah CV Elniwsa Konsultan.
Alamatnya di Komplek Villa Kenali Permai Blok P-15 Nomor 38, Mayang Mangurai, Kota Baru, Kota Jambi.
Harga penawarannya Rp835.000.830.
Harga terkoreksi tetap Rp835.000.830.
Setelah negosiasi, nilainya turun menjadi Rp827.133.150.
Paket ini bersumber dari APBN 2026. Pagu dan HPS-nya sama persis: Rp849.000.000.
Namun ada satu hal yang membuat proyek ini menarik dibaca.
Tender perencanaan sudah selesai.
Tapi proyek fisik pembangunan gedungnya belum ditender.
Nilai fisiknya jauh lebih besar Rp11,9 miliar.
Di sinilah publik perlu mulai mengawasi sejak awal.
Karena dokumen perencanaan akan menjadi pintu masuk bagi pekerjaan fisik. Dari konsultan inilah desain, spesifikasi, volume, kebutuhan ruang, struktur, dan estimasi teknis bangunan kelak disusun.
Jika perencanaannya kuat, pekerjaan fisik punya dasar.
Jika perencanaannya lemah, proyek Rp11,9 miliar bisa ikut bermasalah sejak gambar pertama.
Data Pokok Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Tender | Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Gedung Kantor Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi TA 2026 Evaluasi Prakualifikasi Ulang |
| 2 | Kode RUP | 62066871 |
| 3 | Nama Paket | Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Konstruksi Kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung Kantor Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi TA 2026 |
| 4 | Sumber Dana | APBN |
| 5 | Uraian Singkat | Uraian Singkat Pekerjaan Perencanaan.pdf |
| 6 | Tanggal Pembuatan | 2 Februari 2026 |
| 7 | Tahap Saat Ini | Tender Sudah Selesai |
| 8 | K/L/PD | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan |
| 9 | Satuan Kerja | IM05 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi |
| 10 | Jenis Pengadaan | Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi |
| 11 | Metode | Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Pagu Anggaran |
| 12 | Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| 13 | Tahun Anggaran | APBN 2026 |
| 14 | Pagu | Rp849.000.000 |
| 15 | HPS | Rp849.000.000 |
| 16 | Jenis Kontrak | Lumsum |
| 17 | Lokasi | Jl. Arif Rahman Hakim No. 63, Simpang IV Sipin, Telanaipura, Kota Jambi |
| 18 | Bobot Teknis | 70,0 |
| 19 | Bobot Biaya | 30,0 |
| 20 | Peserta | 56 peserta |
Pemenang Seleksi
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Pemenang | CV Elniwsa Konsultan |
| 2 | Alamat | Komplek Villa Kenali Permai Blok P-15 No. 38, Mayang Mangurai, Kota Baru, Kota Jambi |
| 3 | NPWP | 00*2**1****31**0 |
| 4 | Harga Penawaran | Rp835.000.830 |
| 5 | Harga Terkoreksi | Rp835.000.830 |
| 6 | Harga Negosiasi | Rp827.133.150 |
| 7 | Nilai evaluasi tercatat | 95,0; 95,0; 92,56 |
| 8 | Status | Menang |
Harga negosiasi pemenang lebih rendah Rp21.866.850 dari HPS.
Jika dihitung, turun sekitar 2,58 persen.
Dari harga penawaran ke harga negosiasi, terjadi penurunan Rp7.867.680.
Selisihnya tidak besar.
Ini bukan paket yang dimenangkan dengan diskon tajam.
Pemenang bergerak dekat dengan HPS.
Salah satu titik yang langsung terlihat adalah nilai pagu dan HPS sama persis, yakni Rp849.000.000.
Ini tidak otomatis salah.
Namun dalam pengadaan pemerintah, HPS seharusnya mencerminkan estimasi kewajaran harga berdasarkan perhitungan yang bisa diuji.
Ketika pagu dan HPS sama persis, publik wajar bertanya: bagaimana rincian perhitungan HPS disusun?
Apakah berdasarkan standar remunerasi tenaga ahli?
Apakah menghitung kebutuhan survei, desain, gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis, dokumen tender, dan pendampingan?
Apakah ada pembanding harga dari pekerjaan sejenis?
Karena nilai Rp849 juta untuk perencanaan bukan angka kecil.
Apalagi ia menjadi pintu menuju proyek fisik Rp11,9 miliar.
Bagian paling strategis dari data ini adalah posisi paket perencanaan terhadap proyek utama.
Paket konsultan perencanaan sudah selesai.
Tetapi proyek fisik Pembangunan Bangunan Gedung Kantor pada Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi disebut belum ditender.
Nilai fisiknya sekitar Rp11,9 miliar.
Ini membuat tahapan proyek perlu diawasi sejak awal.
Perencanaan tidak boleh sekadar formalitas untuk membuka jalan tender fisik.
Perencanaan harus menjawab kebutuhan riil kantor.
Mulai dari luas bangunan, tata ruang layanan, ruang kerja, keamanan, akses publik, struktur, utilitas, standar gedung pemerintah, akses disabilitas, parkir, keselamatan kebakaran, sampai efisiensi biaya.
Jika dokumen perencanaan tidak matang, tender fisik bisa menyimpan risiko: pekerjaan tambah kurang, spesifikasi berubah, kualitas turun, atau bangunan tidak sesuai kebutuhan.
Syarat Administrasi dan Legalitas
| No | Syarat | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Perizinan usaha | Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan |
| 2 | NIB berbasis risiko | KBLI 71102 |
| 3 | SBU | RK001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non Hunian |
| 4 | Sertifikat standar | 71102 Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI |
| 5 | Pajak | Status valid berdasarkan KSWP |
| 6 | Kapasitas hukum | Akta, kuasa bila ada, bukti pegawai tetap bila dikuasakan, KTP |
| 7 | Pakta integritas | Wajib disetujui |
| 8 | Surat pernyataan peserta | Wajib disetujui |
| 9 | Konsorsium/KSO | Harus memiliki perjanjian jika dilakukan |
| 10 | Leadfirm KSO | Harus setingkat atau lebih tinggi dari anggota |
Peserta juga wajib menyetujui surat pernyataan yang memuat banyak hal.
| No | Isi Pernyataan | Inti |
|---|---|---|
| 1 | Tidak dalam pengawasan pengadilan | Tidak pailit dan usaha tidak dihentikan |
| 2 | Tidak daftar hitam | Badan usaha tidak sedang dikenakan sanksi |
| 3 | Pengurus tidak daftar hitam | Bertindak atas nama badan usaha tidak sedang menjalani sanksi |
| 4 | Tidak konflik kepentingan | Keikutsertaan tidak menimbulkan pertentangan kepentingan |
| 5 | Tidak menjalani pidana | Yang bertindak atas nama badan usaha tidak sedang menjalani sanksi pidana |
| 6 | Bukan pegawai K/L/PD | Kecuali sedang cuti di luar tanggungan negara |
| 7 | Pernyataan lain | Sesuai syarat dalam Dokumen Pemilihan |
| 8 | Data benar | Jika palsu siap sanksi administratif, daftar hitam, gugatan perdata, atau pidana |
Syarat KSO
| No | Bentuk KSO | Diperbolehkan |
|---|---|---|
| 1 | Non kecil dengan non kecil | Ya |
| 2 | Non kecil dengan kecil | Ya |
| 3 | Non kecil dengan koperasi | Ya |
| 4 | Kecil dengan kecil | Ya |
| 5 | Kecil dengan koperasi | Ya |
| 6 | Koperasi dengan koperasi | Ya |
Batas anggota KSO untuk pekerjaan tidak kompleks paling banyak 3 perusahaan.
Untuk pekerjaan kompleks, paling banyak 5 perusahaan.
Ketentuan ini menunjukkan ruang kompetisi dibuka, tetapi hasil akhirnya tetap menyisakan satu pertanyaan: dari 56 peserta, mengapa hanya satu yang akhirnya tampil sebagai pemenang dengan harga negosiasi?
Syarat Teknis
| No | Syarat Teknis | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Pengalaman konsultansi | Minimal 1 pekerjaan jasa konsultansi konstruksi dalam 4 tahun terakhir |
| 2 | Pengalaman sejenis | Untuk usaha kecil berdasarkan subklasifikasi |
| 3 | Usaha menengah/besar | Berdasarkan subklasifikasi atau lingkup pekerjaan |
| 4 | Jangka pengalaman | Pekerjaan sejenis dalam 10 tahun terakhir |
| 5 | Subklasifikasi utama | RK001 |
| 6 | KBLI | 71102 |
Syaratnya terlihat administratif dan teknis.
Namun dari hasil evaluasi, banyak peserta justru gugur karena persoalan dasar: tempat usaha, izin lokasi, SITU, surat pernyataan OSS terkait tata ruang, tidak hadir pembuktian, SBU tidak sesuai, hingga tidak memenuhi ambang batas teknis.
56 Peserta, Banyak yang Tersandung Administrasi
Tender ini diminati banyak peserta.
Totalnya 56 peserta.
Namun hasil evaluasi memperlihatkan banyak peserta tersingkir bukan semata karena kualitas desain atau harga, tetapi karena syarat administrasi dan pembuktian.
Ada yang disebut tidak menguasai tempat usaha.
Ada yang tidak memiliki alamat jelas.
Ada yang tidak menyampaikan izin lokasi OSS atau SITU.
Ada yang tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro/kecil terkait tata ruang.
Ada yang tidak hadir pembuktian kualifikasi.
Ada yang tidak menyampaikan SBU RK001.
Ada yang tidak memenuhi nilai ambang batas teknis.
Ini menjadi titik sorot.
Apakah syarat administrasi memang dipenuhi secara ketat?
Apakah peserta kurang siap?
Apakah dokumen pemilihan terlalu mudah menjatuhkan peserta?
Atau memang banyak konsultan hanya ikut daftar tanpa kesiapan penuh?
Peserta dengan Catatan Evaluasi
| No | Peserta/NPWP | Catatan |
|---|---|---|
| 1 | CV Elniwsa Konsultan / 00*2**1****31**0 | Nilai tercatat 95,0; 95,0; 92,56. Penawaran Rp835.000.830. Negosiasi Rp827.133.150. Menang |
| 2 | PT Rohim Khoirul Cipta Sentosa / 00*2**6****61**0 | Tidak menguasai tempat usaha, masa sewa sampai 10 Februari 2026; tidak memiliki alamat jelas sesuai izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 3 | PT Archinine Reka Consultant / 09*6**1****39**0 | Tidak menguasai tempat usaha; tidak memiliki alamat jelas sesuai OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 4 | PT Azevedopratama Consultants / 00*1**4****02**0 | Tidak menguasai tempat usaha; tidak memiliki alamat jelas sesuai OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 5 | CV Bosco Consultant / 00*8**0****31**0 | Tidak memenuhi nilai ambang batas kualifikasi teknis pengalaman 4 tahun terakhir |
| 6 | CV Multy Deseko / 00*6**7****11**0 | Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal |
| 7 | Setindo Karya Konsultan / 07*9**4****31**0 | Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS |
| 8 | CV Cakra Trihanda Konsultan / 00*1**9****31**0 | Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS |
| 9 | CV Numeric Engineering Consultant / 00*8**8****27**0 | Tidak menyampaikan surat pernyataan mandiri pelaku usaha kecil terkait tata ruang dari OSS |
| 10 | CV Proba Gnial Struktur / 04*8**5****35**0 | Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal |
| 11 | PT Calvindam Jaya EC / 00*0**4****16**0 | Tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan/penguasaan tempat usaha dan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang saat pembuktian |
| 12 | CV Arkaan Nusantara Consultant / 06*0**5****02**0 | Skor pembuktian kualifikasi tidak memenuhi ambang batas |
| 13 | PT Inasa Sakha Kirana / 00*3**1****41**0 | Tidak menyampaikan SBU kecil RK001; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 14 | PT Kreasi Cipta Engineerimg / 07*6**2****23**0 | Tidak menyampaikan SBU kecil RK001; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 15 | PT Cidiach Karya Nusantara / 08*2**5****28**0 | Tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 16 | CV Zuro Consultant / 07*0**9****31**0 | Nilai tercatat 100,0 dan 80,0; catatan gugur tidak tercantum dalam data |
| 17 | CV Citra Nugraha Konsultan / 00*4**1****31**0 | Tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang |
| 18 | CV Hexa Mitraindo / 00*6**6****31**0 | Nilai tercatat 95,0 dan 75,0; catatan gugur tidak tercantum dalam data |
| 19 | PT Syapril Janizar / 03*8**4****29**0 | Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal |
| 20 | CV Media Teknik Konsultan / 00*0**8****31**0 | Nilai tercatat 80,0; 95,0; 79,96. Tidak lulus ambang batas kualifikasi tenaga ahli |
| 21 | CV Bahari Mekanika Consultant / 00*2**6****31**0 | Tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal |
| 22 | CV Geosylva Lestari / 00*0**5****22**0 | Tidak menyampaikan bukti penguasaan kantor; tidak menyampaikan izin lokasi OSS/SITU/surat pernyataan tata ruang; tidak memenuhi ambang batas teknis |
| 23 | CV Desain Teknik / 00*5**4****31**0 | Tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro/kecil terkait tata ruang dari OSS; tidak memenuhi ambang batas teknis |
| 24 | PT Remon Putra Mandiri / 00*2**0****09**0 | Tidak memenuhi ambang batas kualifikasi teknis |
Peserta Lain yang Tercatat
Untuk peserta nomor 25 sampai 56, tidak mencantumkan catatan evaluasi rinci.
| No | Peserta/NPWP | Catatan |
|---|---|---|
| 25 | CV Lembaga Konsultanaindo / 00*3**9****07**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 26 | PT Bayu Berlian Mandiri / 00*3**9****35**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 27 | Multimage Konsultan / 00*7**8****05**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 28 | CV Mitra Desain Arcagraha / 00*6**8****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 29 | CV Uwais Putra Mandiri / 04*1**9****07**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 30 | Putra Tunggal Mandiri CV / 02*1**3****24**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 31 | CV Cipta Purnama Mandiri / 00*2**0****23**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 32 | PT Gemilang Aksara Sejahtera / 06*9**5****35**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 33 | PT Petalin Karya Lestari / 06*8**7****39**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 34 | PT Selaras Multiarsi Konsultan / 03*1**8****29**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 35 | CV Septhia Fajar Banesa / 08*7**5****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 36 | CV Pratama Konsultan / 09*0**9****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 37 | CV Aksara Konsultan / 04*8**4****35**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 38 | PT Miftah Multi Design / 00*2**0****05**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 39 | PT Paduraksa Konsultan / 00*3**5****29**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 40 | PT Global Madanindo Konsultan / 00*8**6****05**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 41 | CV Tatajaya Consultants / 00*6**9****04**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 42 | PT Guteg Harindo / 00*3**1****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 43 | PT Hasfarm Dian Konsultan / 00*3**8****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 44 | PT Paradhiguna Dwipantara Loka / 07*0**1****22**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 45 | CV Rekans Tri Perkasa / 08*8**5****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 46 | Cikal Transparansi Konsultan / 07*6**1****01**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 47 | CV Archilive Indonesia / 07*1**6****01**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 48 | CV Piramid Global Konsultan / 00*2**5****22**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 49 | PT Inkoneksi Izi Konsultan / 00*3**7****17**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 50 | PT Multi Pros / 00*3**6****13**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 51 | PT Buanatama Dimensi Consultants / 00*5**3****15**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 52 | CV Isam Studio Konsultan / 04*7**6****28**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 53 | CV Adie Jaya Perkasa / 06*7**3****21**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 54 | PT Asrimadya Tuah Karya / 08*5**8****11**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 55 | PT Darmasraya Mitra Amerta / 07*4**5****41**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
| 56 | CV Mitra Yenuko Pratama / 00*5**8****31**0 | Catatan evaluasi tidak tercantum |
Banyak Gugur karena Alamat dan OSS
Jika dilihat dari alasan gugur yang tercantum, pola paling sering muncul adalah soal tempat usaha dan dokumen OSS/SITU.
Ada peserta yang disebut tidak menguasai tempat usaha.
Ada yang masa sewanya hanya sampai 10 Februari 2026.
Ada yang tidak memiliki alamat jelas.
Ada yang tidak menunjukkan bukti kepemilikan atau penguasaan tempat usaha saat pembuktian.
Ada pula yang tidak menyampaikan surat pernyataan usaha mikro atau usaha kecil terkait tata ruang yang diterbitkan sistem OSS.
Ini menarik.
Karena dalam tender konsultan perencanaan gedung kantor, sejumlah peserta justru tersandung pada syarat paling dasar: legalitas dan alamat usaha.
Bagi publik, ini menimbulkan dua kemungkinan pembacaan.
Pertama, Pokja memang bekerja ketat menyeleksi legalitas peserta.
Kedua, banyak konsultan ikut tender tanpa kesiapan dokumen yang layak.
Keduanya tetap layak dicermati.
Karena tender pemerintah tidak boleh hanya ramai di pendaftaran, tetapi miskin peserta yang benar-benar memenuhi syarat.
Nama tender memuat frasa Evaluasi Prakualifikasi Ulang.
Frasa ini penting.
Artinya ada proses ulang pada tahap evaluasi prakualifikasi.
Publik berhak tahu: mengapa evaluasi harus diulang?
Apakah karena sanggahan?
Apakah karena koreksi Pokja?
Apakah karena ada kesalahan evaluasi awal?
Apakah karena dokumen peserta perlu diperiksa kembali?
Atau karena alasan teknis lain?
Evaluasi ulang tidak otomatis bermasalah.
Namun dalam paket perencanaan hampir Rp849 juta, transparansi alasan evaluasi ulang menjadi penting agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Seorang warga Kota Jambi, Elas, menilai proyek ini harus diawasi sejak tahap perencanaan.
“Kalau gedungnya nanti Rp11,9 miliar, jangan tunggu fisiknya jalan baru diawasi. Perencanaannya harus dibuka. Desainnya seperti apa, ruang layanannya bagaimana, dan spesifikasinya apa,” ujarnya.
Warga lainnya, Arif, menyoroti banyaknya peserta yang gugur karena administrasi.
“Kalau 56 peserta tapi banyak gugur karena alamat, OSS, SITU, dan pembuktian, itu menarik. Apakah pesertanya tidak siap, atau syaratnya terlalu teknis. Pokja harus bisa menjelaskan,” katanya.
Sementara warga lain mempertanyakan HPS yang sama persis dengan pagu.
“Kalau HPS sama dengan pagu, masyarakat ingin tahu hitungannya. Ini konsultan hampir Rp849 juta. Jangan sampai angka muncul begitu saja,” ujarnya.
Konsultan Perencana Gedung Imigrasi Jambi Diminta Buat Desain Efisien, Tak Mewah Berlebihan
Rencana pembangunan gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mulai memasuki tahapan penting.
Tahap itu adalah perencanaan.
Dalam dokumen uraian singkat pekerjaan perencanaan, konsultan perencana diminta menyiapkan desain bangunan secara profesional. Bukan hanya gambar. Bukan hanya konsep. Tetapi juga detail teknis yang akan menjadi dasar pelaksanaan konstruksi.
Dokumen tersebut menjelaskan, keberhasilan pekerjaan pembangunan sangat bergantung pada kualitas perencanaan. Karena itu, konsultan perencana harus mampu menghasilkan gambar kontrak yang jelas, tidak saling bertentangan, dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Spesifikasi bangunan juga harus disusun secara detail.
Tujuannya agar tidak terjadi hambatan ketika pekerjaan fisik konstruksi dimulai. Termasuk saat pemilihan material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Dalam dokumen itu, konsultan perencana disebut bertugas menyusun perencanaan struktur, mekanikal elektrikal, arsitektur, landscape, rencana anggaran biaya atau RAB, serta dokumen pelengkap lainnya.
Artinya, peran konsultan perencana tidak kecil.
Ia menjadi pintu awal.
Dari meja perencana, arah bangunan ditentukan. Dari gambar kerja, mutu proyek diuji. Dari RAB, efisiensi anggaran mulai terbaca.
Dokumen pekerjaan juga merinci sejumlah tugas yang harus dilaksanakan konsultan perencana. Di antaranya persiapan perencanaan, pengukuran, pengumpulan data dan informasi lapangan, serta interpretasi awal terhadap Kerangka Acuan Kerja atau KAK.
Konsultan juga diminta berkonsultasi dengan pemerintah daerah setempat terkait aturan daerah dan perizinan bangunan.
Setelah itu, konsultan menyusun prarencana, pengembangan rencana, hingga rencana detail perencanaan.
Tidak berhenti di sana. Konsultan perencana juga diminta membantu Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pada saat pelelangan. Termasuk dalam penjelasan pekerjaan atau aanwijzing dan penyusunan berita acara penjelasan pekerjaan jika diperlukan.
Bagian ini penting.
Sebab dokumen perencanaan bukan hanya dipakai untuk membuat bangunan. Dokumen itu juga menjadi dasar tender fisik konstruksi.
Jika perencanaan kabur, tender fisik bisa bermasalah.
Jika gambar tidak jelas, kontraktor bisa menafsirkan berbeda.
Jika RAB tidak cermat, risiko pemborosan atau pekerjaan tidak sesuai kebutuhan bisa muncul.
Karena itu, dokumen tersebut menegaskan bahwa konsultan perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan.
Hasil karya perencanaan harus memenuhi standar yang berlaku. Perencanaan juga harus mengakomodasi batasan yang diberikan dalam kegiatan, termasuk dari sisi pembiayaan, waktu penyelesaian, dan mutu bangunan.
Selain itu, hasil perencanaan wajib memenuhi peraturan, standar, dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku.
Ada satu bagian yang menarik dalam dokumen tersebut.
Konsultan perencana diminta memperhatikan asas bangunan gedung. Bangunan harus fungsional, efisien, menarik, tetapi tidak berlebihan.
Kreativitas desain juga tidak boleh ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Desain justru harus mampu mempertemukan fungsi teknis dan fungsi sosial bangunan.
Terlebih, bangunan yang dirancang merupakan bangunan pelayanan kepada masyarakat.
Dokumen itu juga menekankan agar biaya investasi dan pemeliharaan bangunan selama umur pemakaian diusahakan serendah mungkin, sepanjang tidak mengganggu produktivitas kerja.
Dengan kata lain, gedung yang dirancang tidak boleh hanya tampak bagus di gambar.
Ia harus bisa bekerja.
Harus efisien.
Harus mudah dirawat.
Harus memberi manfaat pelayanan.
Dan harus bisa dibangun dalam waktu yang relatif pendek agar segera dimanfaatkan.
Dalam konteks pelayanan keimigrasian, kualitas bangunan menjadi penting. Gedung kantor bukan sekadar ruang kerja aparatur. Ia juga menjadi tempat pelayanan publik.
Di sana masyarakat mengurus dokumen. Di sana pelayanan administrasi keimigrasian berlangsung. Di sana wajah negara hadir di hadapan warga.
Karena itu, perencanaan gedung Imigrasi Jambi perlu dibaca sebagai tahap awal yang menentukan.
Pertanyaannya kemudian: seperti apa desain akhirnya? Berapa luas bangunannya? Apa saja ruang layanan yang akan disiapkan? Bagaimana standar pelayanan publiknya? Dan kapan tender fisik konstruksi dimulai?
Dokumen uraian singkat pekerjaan memang telah menjelaskan tugas umum konsultan perencana. Namun publik tetap membutuhkan informasi lanjutan yang lebih spesifik.
Terutama mengenai lokasi detail, kebutuhan ruang, luasan bangunan, nilai rencana konstruksi, jadwal pelaksanaan, serta target pemanfaatan gedung.
Transparansi pada tahap perencanaan akan membantu publik memahami arah proyek.
Sebab pembangunan gedung negara tidak boleh hanya berhenti sebagai paket pekerjaan. Ia harus menjawab kebutuhan pelayanan.(*)