Pengawasan Rekonstruksi Jalan 2 Tebo Dimenangkan CV Atifa, Publik Minta Jangan Jadi Formalitas

WIB
IST

Tebo – Tender Pengawasan Rekonstruksi Jalan 2 di Kabupaten Tebo tahun anggaran 2026 sudah selesai.

Pemenangnya adalah CV Atifa Cipta Rencana.

Perusahaan ini beralamat di Jl. Marsda Surya Darma No. 08, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi.

Nilai penawaran CV Atifa Cipta Rencana sebesar Rp788.682.750.

Nilai terkoreksi tetap Rp788.682.750.

Setelah negosiasi, harganya menjadi Rp788.680.000.

Turunnya hanya Rp2.750.

Ya, dua ribu tujuh ratus lima puluh rupiah.

Untuk paket konsultan pengawasan dengan pagu Rp800.000.000, angka negosiasi sekecil itu tentu menarik perhatian.

Tidak otomatis salah.

Tetapi publik wajar bertanya: apa yang dinegosiasikan jika selisih akhirnya hanya seharga satu gelas kopi pinggir jalan?

Apalagi pekerjaan ini bukan pekerjaan ringan.

Ini pekerjaan pengawasan.

Tugasnya mengawasi rekonstruksi jalan.

Dalam dokumen uraian singkat, pengawasan ini terkait ruas Paket 1 Rekonstruksi Jalan, yakni Rekonstruksi Jln. Nasional - Blok E Alai Ilir (15.09.01.005) dan Rekonstruksi Jln. 21 Unit 1 - Blok E (15.09.04.005).

Lokasinya disebut Kecamatan Rimbo Ilir.

Masa pelaksanaan 180 hari kalender.

Artinya, konsultan pengawas akan menjadi mata teknis pemerintah selama pekerjaan jalan berjalan.

Jika pengawasan lemah, jalan bisa terlihat selesai di laporan, tetapi bermasalah di lapangan.

Data Pokok Tender

NoUraianDetail
1Nama TenderPengawasan Rekonstuksi Jalan 2
2Kode RUP62065316
3Nama PaketPengawasan Rekonstuksi Jalan 2
4Sumber DanaAPBD
5Uraian SingkatUraian Pek. PWS 2 SMI.pdf
6Tanggal Pembuatan14 April 2026
7Tahap TenderTender Sudah Selesai
8K/L/PDKabupaten Tebo
9Satuan KerjaDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
10Jenis PengadaanJasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
11MetodeSeleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
12Reverse AuctionTidak menggunakan
13Tahun AnggaranAPBD 2026
14Jenis KontrakWaktu Penugasan
15Lokasi RUPKabupaten Tebo
16Bobot Teknis80,0
17Bobot Biaya20,0

Pagu, HPS, dan Harga Pemenang

UraianNilaiCatatan
PaguRp800.000.000Nilai paket
HPSRp792.799.700Selisih Rp7.200.300 dari pagu
PenawaranRp788.682.750CV Atifa Cipta Rencana
TerkoreksiRp788.682.750Sama dengan penawaran
NegosiasiRp788.680.000Harga akhir
Selisih HPS-NegosiasiRp4.119.700Sekitar 0,52 persen
Selisih Penawaran-NegosiasiRp2.750Sangat tipis

Dari pagu ke HPS, selisihnya Rp7.200.300.

Dari HPS ke harga negosiasi, selisihnya Rp4.119.700.

Namun dari penawaran ke negosiasi, penurunannya hanya Rp2.750.

Dalam seleksi jasa konsultansi, harga memang bukan satu-satunya faktor. Bobot teknisnya 80 persen, biaya 20 persen.

Tetapi angka negosiasi yang hampir tidak bergerak tetap perlu dijelaskan.

Apakah komponen biaya personel sudah sangat ketat?

Apakah biaya nonpersonel tidak bisa diturunkan?

Apakah negosiasi hanya bersifat formal?

Atau memang nilai penawaran sudah dianggap sangat wajar?

Pemenang Tender

NoUraianDetail
1PemenangCV Atifa Cipta Rencana
2AlamatJl. Marsda Surya Darma No. 08, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi
3NPWP00*7**4****31**0
4Harga PenawaranRp788.682.750
5Harga TerkoreksiRp788.682.750
6Harga NegosiasiRp788.680.000
7Nilai evaluasi tercatat100,0; 100,0; 74,5; 100,0; 79,6

Nilai evaluasi yang tercatat untuk pemenang menunjukkan beberapa angka 100,0, 100,0, 74,5, 100,0, dan 79,6.

Data kolom evaluasi tidak menjelaskan secara naratif seluruh makna angka tersebut. Namun yang jelas, CV Atifa Cipta Rencana menjadi pemenang akhir.

Dokumen uraian singkat menyebut pekerjaan ini berada dalam Program Penyelenggaraan Jalan.

Kegiatannya Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota.

Sub kegiatannya Rekonstruksi Jalan.

Pekerjaannya Pengawasan Rekonstruksi Jalan 2.

Ruas pekerjaan yang diawasi adalah Paket 1 Rekonstruksi Jalan, meliputi Rekonstruksi Jln. Nasional - Blok E Alai Ilir dan Rekonstruksi Jln. 21 Unit 1 - Blok E.

Lokasi pekerjaan disebut Kecamatan Rimbo Ilir.

Sumber dananya APBD Kabupaten Tebo TA 2026.

Nilai pagu pekerjaan Rp800.000.000.

Masa pelaksanaan 180 hari kalender.

Uraian Singkat Pekerjaan

NoUraianDetail
1ProgramPenyelenggaraan Jalan
2KegiatanPenyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota
3Sub KegiatanRekonstruksi Jalan
4PekerjaanPengawasan Rekonstruksi Jalan 2
5RuasPaket 1 Rekonstruksi Jalan
6LokasiKecamatan Rimbo Ilir
7DanaAPBD Kab. Tebo TA 2026
8PaguRp800.000.000
9Pelaksanaan180 hari kalender

Pekerjaan pengawasan seperti ini sangat penting.

Bukan karena menghasilkan aspal.

Bukan karena memasang beton.

Bukan karena menggali drainase.

Tetapi karena konsultan pengawas harus memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai kontrak, gambar, spesifikasi, volume, mutu, dan waktu.

Di proyek jalan, pengawasan adalah pagar terakhir.

Kalau pagar ini lemah, kesalahan volume bisa lewat.

Mutu material bisa luput.

Pekerjaan drainase bisa tidak sesuai.

Lapis pondasi bisa kurang.

Pekerjaan jalan bisa terlihat selesai, tetapi cepat rusak.

Komponen Biaya Pengawasan

NoKomponenRincian
1PersonelTenaga ahli
2PersonelAsisten tenaga ahli
3PersonelStaf pendukung
4NonpersonelMobilisasi dan demobilisasi
5NonpersonelFasilitas kantor dan supplies
6NonpersonelTransportasi
7NonpersonelPerjalanan dinas
8NonpersonelPelaporan

Komponen ini menunjukkan paket pengawasan bukan hanya satu orang datang ke lapangan.

Ada tenaga ahli.

Ada asisten tenaga ahli.

Ada staf pendukung.

Ada biaya mobilisasi.

Ada kantor lapangan.

Ada transportasi.

Ada perjalanan dinas.

Ada pelaporan.

Karena itu, publik berhak meminta output yang jelas: laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, dokumentasi lapangan, hasil uji mutu, rekomendasi teknis, catatan deviasi, dan koreksi pekerjaan.

17 Peserta, Banyak yang Gugur karena Tak Hadir Pembuktian

Tender ini mencatat 17 peserta.

Namun banyak peserta tidak berlanjut karena alasan tidak menghadiri pembuktian kualifikasi.

Ini menjadi titik sorot lain.

Dalam seleksi konsultan, pembuktian kualifikasi adalah fase penting.

Peserta harus membuktikan dokumen, pengalaman, legalitas, dan kapasitas.

Jika banyak peserta tidak hadir, kompetisi menjadi menyempit.

Daftar Peserta dan Catatan

NoPeserta/NPWPCatatan
1CV Atifa Cipta Rencana / 00*7**4****31**0Menang. Penawaran Rp788.682.750. Negosiasi Rp788.680.000
2CV Bosco Consultant / 00*8**0****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
3Triple Line Consultant / 09*6**6****31**0Nilai 100,0 dan 100,0; catatan akhir tidak tercantum
4CV Media Teknik Konsultan / 00*0**8****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
5CV Hexa Mitraindo / 00*6**6****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
6CV Jasa Graha Konsultindo / 00*8**2****31**0Nilai 100,0 dan 100,0; catatan akhir tidak tercantum
7CV Alendradhitya Consultant / 10*0**0****26**6Nilai 100,0; 100,0; 53,34. Tidak memenuhi ambang batas penilaian
8CV Mitra Yenuko Pratama / 00*5**8****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
9CV Rekacipta Teknik Konsultan / 09*4**8****31**0Nilai 100,0 dan 100,0; catatan akhir tidak tercantum
10CV Renco Engineering / 08*3**6****31**0Nilai 100,0 dan 100,0; catatan akhir tidak tercantum
11CV Desain Teknik / 00*5**4****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
12CV Kyoka Engineering Consultant / 00*6**7****31**0Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi
13CV Multiplan Konsultan / 09*5**2****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
14CV Cakra Trihanda Konsultan / 00*1**9****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
15PT Sidlacom Engineer Consultant / 00*5**7****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
16CV Pratama Konsultan / 09*0**9****31**0Catatan evaluasi tidak tercantum
17Raydana Berlian / 09*7**6****32**0Catatan evaluasi tidak tercantum

Dari daftar itu, setidaknya ada 6 peserta yang secara eksplisit disebut tidak menghadiri pembuktian kualifikasi.

Mereka adalah CV Bosco Consultant, CV Media Teknik Konsultan, CV Hexa Mitraindo, CV Mitra Yenuko Pratama, CV Desain Teknik, dan CV Kyoka Engineering Consultant.

Ada juga CV Alendradhitya Consultant yang disebut tidak memenuhi ambang batas penilaian.

Sisanya memiliki catatan nilai atau tidak tercantum catatan akhir dalam data yang diberikan.

Pertanyaannya: mengapa banyak konsultan tidak hadir pembuktian?

Apakah jadwal pembuktian terlalu ketat?

Apakah peserta hanya ikut mendaftar tanpa kesiapan?

Apakah ada dokumen yang tidak bisa dibuktikan?

Atau proses seleksi memang menyaring dengan ketat?

Syarat Administrasi dan Legalitas

NoSyaratDetail
1UsahaMemenuhi aturan perundang-undangan
2SBUSesuai Dokumen Pemilihan
3NIBSesuai Dokumen Pemilihan
4PajakValid berdasarkan KSWP
5Kapasitas hukumAkta, kuasa, pegawai tetap, KTP
6Pakta integritasWajib disetujui
7Surat pernyataanWajib disetujui
8Data kualifikasiHarus benar
9Sanksi jika palsuAdministratif, daftar hitam, perdata, pidana

Surat pernyataan peserta memuat banyak klausul penting.

Peserta dan manajemennya tidak boleh dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan.

Badan usaha tidak boleh sedang dikenakan sanksi daftar hitam.

Pihak yang bertindak atas nama badan usaha tidak boleh sedang menjalani sanksi daftar hitam lain.

Keikutsertaan tidak boleh menimbulkan pertentangan kepentingan.

Pihak yang bertindak atas nama badan usaha tidak boleh sedang menjalani sanksi pidana.

Pimpinan dan pengurus badan usaha bukan pegawai kementerian, lembaga, atau perangkat daerah, kecuali sedang cuti di luar tanggungan negara.

Data kualifikasi dan dokumen penawaran harus benar.

Jika ditemukan data tidak benar atau pemalsuan, peserta bersedia dikenai sanksi administratif, pencantuman daftar hitam, gugatan perdata, dan/atau pelaporan pidana.

Syarat Teknis

NoSyaratDetail
1Pengalaman konsultansiMinimal 1 pekerjaan dalam 4 tahun terakhir
2Pengalaman sejenisBerdasarkan subklasifikasi atau lingkup
3Waktu pengalamanPekerjaan sejenis dalam 10 tahun terakhir
4Lingkungan kerjaPemerintah/swasta termasuk subkontrak
5KualifikasiMengacu Dokumen Pemilihan

Untuk pekerjaan pengawasan jalan, pengalaman konsultan menjadi kunci.

Konsultan pengawas harus paham jalan.

Harus paham volume.

Harus paham mutu material.

Harus paham pekerjaan drainase, tanah, pondasi, beton, dan aspal.

Tidak cukup hanya menulis laporan.

Pengawas harus berani mencatat pekerjaan yang tidak sesuai.

Harus berani menolak volume yang kurang.

Harus berani memberi rekomendasi perbaikan.

Jika pengawas hanya menjadi pelengkap administrasi, risiko terbesar ada pada kualitas jalan.

Seorang warga Tebo, Rizal, mengatakan pengawasan proyek jalan harus benar-benar kuat.

“Kalau pengawasnya lemah, jalan bisa selesai di dokumen saja. Kami ingin pengawas berani mencatat kalau ada volume kurang atau mutu tidak sesuai,” ujarnya.

Warga lainnya, Firman, menyoroti nilai negosiasi yang hanya turun Rp2.750.

“Kalau penawaran hampir Rp789 juta lalu negosiasinya cuma turun dua ribu tujuh ratus lima puluh rupiah, masyarakat pasti heran. Itu negosiasi apa formalitas?” katanya.(*)

BeritaSatu Network