Tebo – Paket jumbo rekonstruksi jalan di Kabupaten Tebo tahun anggaran 2026 mulai masuk fase penting.
Tahap tender saat ini sudah berada pada Masa Sanggah.
Nama tendernya Paket 1 Rekonstruksi Jalan (Rekonstruksi Jln. Nasional - Blok E Alai Ilir (15.09.01.005), Rekonstruksi Jln. 21 Unit 1 - Blok E (15.09.04.005)).
Sumber dananya tercatat APBD Kabupaten Tebo (Pinjaman SMI) TA 2026. Nilai pagu paket Rp46.000.000.000.
Nilai HPS paket Rp46.000.000.000.
Pagu dan HPS sama persis.
Pemenangnya adalah Selaras Restu Abadi.
Alamatnya di Perumahan Puri Rawasari Mahebat Blok D No. 02 RT 16, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Harga penawaran: Rp45.929.925.967,59.
Harga terkoreksi: Rp45.929.925.967,59.
Harga negosiasi: Rp45.929.665.117,60.
Artinya, harga akhir pemenang hanya turun Rp70.334.882,40 dari HPS.
Persentasenya sekitar 0,15 persen.
Untuk proyek senilai Rp46 miliar, selisih itu sangat tipis.
Dan di titik itulah publik mulai bertanya.
Tendernya diikuti 9 peserta.
Namun dari data hasil evaluasi Pokja, hanya Selaras Restu Abadi yang tercatat memasukkan harga penawaran.
Delapan peserta lainnya tidak terlihat memiliki angka penawaran dalam data yang tersedia.
Ramai di daftar.
Sepi di gelanggang harga.
Data Pokok Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama tender | Paket 1 Rekonstruksi Jalan Nasional-Blok E Alai Ilir dan Jln 21 Unit 1-Blok E |
| 2 | Kode RUP | 67065949 |
| 3 | Sumber dana | APBD |
| 4 | Keterangan dokumen | APBD Kabupaten Tebo, Pinjaman SMI TA 2026 |
| 5 | Tanggal pembuatan | 22 Mei 2026 |
| 6 | Tahap tender | Masa Sanggah |
| 7 | K/L/PD | Kabupaten Tebo |
| 8 | Satuan kerja | Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat |
| 9 | Jenis pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| 10 | Metode | Tender, Pascakualifikasi Satu File, Harga Terendah Sistem Gugur |
| 11 | Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| 12 | Tahun anggaran | APBD 2026 |
| 13 | Pagu | Rp46.000.000.000 |
| 14 | HPS | Rp46.000.000.000 |
| 15 | Jenis kontrak | Harga Satuan |
| 16 | Lokasi | Tebo, Kabupaten Tebo |
| 17 | Kualifikasi usaha | Menengah |
Pemenang Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Pemenang | Selaras Restu Abadi |
| 2 | Alamat | Perum. Puri Rawasari Mahebat Blok D No. 02 RT 16, Rawasari, Alam Barajo, Kota Jambi |
| 3 | NPWP | 08*3**0****31**0 |
| 4 | Penawaran | Rp45.929.925.967,59 |
| 5 | Terkoreksi | Rp45.929.925.967,59 |
| 6 | Negosiasi | Rp45.929.665.117,60 |
Dari harga penawaran ke harga negosiasi, penurunannya hanya Rp260.849,99.
Dari HPS ke harga negosiasi, penurunannya Rp70.334.882,40.
Dengan kata lain, harga akhir masih sekitar 99,85 persen dari HPS.
Itu tidak otomatis salah.
Tetapi dalam tender pekerjaan jalan Rp46 miliar, publik berhak meminta penjelasan: apakah kompetisinya benar-benar hidup?
9 Peserta, Satu Penawaran
| No | Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Selaras Restu Abadi | Menawar, terkoreksi, dan menang |
| 2 | CV Macan Chandra Mandiri | Tidak tercatat harga |
| 3 | CV Tata Karya Pratama | Tidak tercatat harga |
| 4 | CV Tri Marka Djaya | Tidak tercatat harga |
| 5 | CV Tekad Maju Bersama | Tidak tercatat harga |
| 6 | PT Cawang Artha Sentosa | Tidak tercatat harga |
| 7 | CV Moyang Mendaluh | Tidak tercatat harga |
| 8 | Tujuh Bintang Gemilang | Tidak tercatat harga |
| 9 | CV Tamacho Building Construction | Tidak tercatat harga |
Daftar peserta memang ada sembilan.
Tetapi data harga hanya muncul pada satu peserta.
Dalam sistem gugur harga terendah, situasi seperti ini membuat publik sulit melihat dinamika kompetisi.
Tidak ada pembanding harga yang terbuka dari peserta lain.
Tidak ada adu harga yang terlihat.
Tidak ada tekanan kompetitif yang kuat.
Akibatnya, pemenang bergerak sangat dekat dengan HPS.

Satu bagian yang membuat proyek ini semakin sensitif adalah keterangan sumber dana dalam dokumen pekerjaan: APBD Kabupaten Tebo (Pinjaman SMI) TA 2026.
Artinya, proyek ini bukan sekadar belanja APBD biasa.
Ada beban pembiayaan yang harus kembali dibayar.
Kalau uangnya berasal dari pinjaman, kualitas pekerjaan harus lebih ketat.
Karena masyarakat bukan hanya membayar proyeknya.
Masyarakat juga ikut menanggung konsekuensi pembiayaannya.
Jalan boleh dibangun.
Jalan memang dibutuhkan.
Tetapi jika dibiayai dari pinjaman, mutu tidak boleh main-main.
Tidak boleh ada jalan cepat retak.
Tidak boleh ada drainase asal jadi.
Tidak boleh ada lapis pondasi yang kurang.
Tidak boleh ada volume yang dipangkas.
Tidak boleh ada pekerjaan yang hanya bagus di foto progres.
Uraian Singkat Pekerjaan
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Program | Penyelenggaraan Jalan |
| 2 | Kegiatan | Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota |
| 3 | Sub kegiatan | Rekonstruksi Jalan |
| 4 | Pekerjaan | Paket 1 Rekonstruksi Jalan Nasional-Blok E Alai Ilir dan Jln 21 Unit 1-Blok E |
| 5 | Lokasi | Kabupaten Tebo |
| 6 | Dana | APBD Kabupaten Tebo, Pinjaman SMI TA 2026 |
| 7 | Pagu | Rp46.000.000.000 |
| 8 | Masa pelaksanaan | 180 hari kalender |
Masa pelaksanaan 180 hari kalender berarti pekerjaan ini harus selesai sekitar enam bulan.
Untuk proyek rekonstruksi jalan dengan nilai Rp46 miliar, waktu enam bulan harus diawasi ketat.
Mulai dari mobilisasi, pekerjaan tanah, drainase, lapis pondasi, beton, tulangan, hingga marka jalan.
Ruang Lingkup Pekerjaan
| Divisi | Pekerjaan | Satuan |
|---|---|---|
| Umum | Mobilisasi | Ls |
| Umum | Manajemen dan keselamatan lalu lintas | Ls |
| Umum | Keselamatan dan kesehatan kerja | Ls |
| Drainase | Galian selokan dan saluran air | M3 |
| Drainase | Gorong-gorong kotak beton bertulang 100 x 100 cm | M’ |
| Drainase | Saluran berbentuk U Tipe DS 3 | M’ |
| Tanah | Timbunan biasa dari sumber galian | M3 |
| Tanah | Penyiapan badan jalan | M2 |
| Perkerasan | Lapis pondasi agregat Kelas A | M3 |
| Lain-lain | Beton struktur fc’ 25 MPa | M3 |
| Lain-lain | Beton fc’ 10 MPa | M3 |
| Lain-lain | Baja tulangan polos BjTP-280 | Kg |
| Lain-lain | Welded wire mesh | Kg |
| Lain-lain | Marka jalan termoplastik | M2 |
Dari uraian itu terlihat, pekerjaan bukan sekadar pengaspalan permukaan.
Ada pekerjaan drainase.
Ada saluran.
Ada gorong-gorong beton bertulang.
Ada penyiapan badan jalan.
Ada lapis pondasi agregat.
Ada beton struktur.
Ada tulangan.
Ada marka jalan.
Artinya, titik rawan juga banyak.
Jika drainase buruk, jalan cepat rusak.
Jika badan jalan tidak siap, perkerasan mudah turun.
Jika LPA tidak sesuai, kekuatan struktur jalan terganggu.
Jika marka jalan tidak sesuai, keselamatan lalu lintas ikut dipertaruhkan.
Syarat Administrasi
| No | Syarat | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Legalitas usaha | Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan |
| 2 | SBU | Sesuai dokumen yang dipersyaratkan |
| 3 | NIB | Sesuai dokumen yang dipersyaratkan |
| 4 | Pajak | Valid berdasarkan KSWP |
| 5 | Kapasitas hukum | Akta, kuasa bila ada, bukti pegawai tetap, KTP |
| 6 | Pakta integritas | Wajib disetujui |
| 7 | Surat pernyataan peserta | Wajib disetujui |
| 8 | KSO | Harus ada perjanjian jika konsorsium/kemitraan |
Syarat ini menjadi pagar awal.
Tetapi pada proyek Rp46 miliar, pagar administrasi saja tidak cukup.
Kemampuan teknis, pengalaman, alat, personel, manajemen mutu, dan pengawasan lapangan jauh lebih menentukan.
Ketentuan KSO
| No | Skema | Ketentuan |
|---|---|---|
| 1 | Non kecil + non kecil | Diperbolehkan |
| 2 | Non kecil + kecil | Diperbolehkan |
| 3 | Non kecil + koperasi | Diperbolehkan |
| 4 | Kecil + kecil | Diperbolehkan |
| 5 | Kecil + koperasi | Diperbolehkan |
| 6 | Koperasi + koperasi | Diperbolehkan |
| 7 | Leadfirm | Kualifikasi setingkat atau lebih tinggi |
| 8 | Pekerjaan tidak kompleks | Maksimal 3 perusahaan |
| 9 | Pekerjaan kompleks | Maksimal 5 perusahaan |
Dalam paket ini, kualifikasi usaha yang dipersyaratkan adalah Menengah.
Dengan nilai Rp46 miliar, kemampuan dasar dan pengalaman pekerjaan sejenis menjadi krusial.
Syarat Teknis
| No | Syarat | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Pengalaman | Pekerjaan konstruksi dalam 4 tahun terakhir |
| 2 | SKP | Memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket |
| 3 | Usaha kecil baru | Pengecualian pengalaman untuk paket sampai Rp2,5 miliar |
| 4 | Usaha kecil > Rp2,5 M-Rp15 M | Harus punya 1 pengalaman bidang sama |
| 5 | Menengah/besar | KD = 3 x NPt 15 tahun terakhir |
| 6 | Sertifikat mutu, lingkungan, K3 | Disyaratkan untuk kompleks/berisiko tinggi dan/atau usaha besar |
Karena paket ini kualifikasi Menengah, maka syarat Kemampuan Dasar (KD) menjadi penting.
KD dihitung 3 kali nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Jika kontraktor menang Rp45,92 miliar, publik berhak tahu pengalaman tertinggi apa yang menjadi dasar kemampuan perusahaan mengerjakan paket ini.
Satu titik yang layak dicermati adalah nilai pagu dan HPS sama persis.
Pagu: Rp46.000.000.000.
HPS: Rp46.000.000.000.
Secara aturan, ini belum tentu salah.
Tetapi dalam proyek besar, HPS adalah angka penting.
HPS harus mencerminkan hasil perhitungan teknis, volume, harga satuan, lokasi, material, alat, risiko, dan kondisi lapangan.
Jika HPS sama dengan pagu, pertanyaan publik muncul apakah pagu disusun sangat presisi? Atau HPS mengikuti pagu?
Pertanyaan ini perlu dijawab agar tidak menimbulkan kesan angka proyek disusun untuk menghabiskan plafon.
Tahap tender saat ini adalah Masa Sanggah.
Ini fase penting.
Peserta yang merasa keberatan terhadap hasil evaluasi dapat menyampaikan sanggahan sesuai mekanisme.
Karena data menunjukkan hanya satu peserta yang memiliki harga penawaran, masa sanggah menjadi ruang untuk melihat apakah ada peserta lain yang mempertanyakan proses.
Apakah mereka tidak memasukkan penawaran?
Apakah gugur administrasi?
Apakah gugur teknis?
Apakah tidak melanjutkan proses?
Apakah ada syarat yang dianggap terlalu berat?
Atau memang peserta lain hanya ikut mendaftar tanpa kesiapan menawar?
Publik menunggu apakah ada sanggahan atau tidak.
Seorang warga Tebo, yang dalam draf ini diberi inisial Rahimin, mengatakan proyek jalan memang dibutuhkan masyarakat. Namun ia meminta kualitas pekerjaan tidak boleh kalah dari besarnya nilai anggaran.
“Kalau Rp46 miliar untuk jalan, kami tentu berharap jalannya kuat. Jangan baru beberapa bulan sudah rusak lagi. Apalagi kalau dananya dari pinjaman, harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Warga lainnya, Fahrul, menyoroti selisih harga yang sangat tipis dari HPS.
“Kalau HPS Rp46 miliar dan menangnya Rp45,929 miliar, selisihnya kecil sekali. Secara aturan mungkin bisa, tapi masyarakat wajar bertanya apakah tendernya kompetitif,” katanya.
Seorang pengguna jalan, Yanto, berharap drainase tidak diabaikan.
“Jalan di daerah kita sering rusak karena air. Kalau drainasenya asal-asalan, jalan cepat hancur. Jangan cuma permukaannya bagus saat baru selesai,” ujarnya.
Lalu, bagaimana rekam jejak Selaras Restu Abadi? Bagaimana proyek-proyek yang dikerjakan selama ini? Updat terus di Jambi Link.(*)