Belanja Dinkes Tebo Rp3,40 Miliar Disorot, 95 Transaksi Dinkes Tebo Berstatus Payment Outside System, Publik Minta Penjelasan

WIB
IST

Tebo – Data realisasi pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo hingga Juni tahun anggaran 2026 memperlihatkan belanja yang cukup padat.

Ada 186 paket/transaksi.

Total nilainya mencapai Rp3.401.451.194.

Seluruh paket berada di Kabupaten Tebo, pada satuan kerja Dinas Kesehatan - 1.02.0.00.0.00.01.0000.

Seluruh transaksi menggunakan E-Katalog 6.0.

Metodenya juga sama E-Purchasing.

Sekilas, ini tampak rapi.

Semua masuk katalog.

Semua tercatat digital.

Namun setelah dibaca pelan, ada sejumlah titik yang patut disorot.

Yang paling mencolok adalah paket Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Kedokteran (DAU SG) kepada Alima Sarana Bersama.

Nilainya Rp631.114.920.

Status paketnya ON PROCESS.

Sumber dananya APBD.

Tapi nilai PDN-nya tercatat Rp0.

Paket ini menjadi paket terbesar dari seluruh data.

Di sisi lain, ada 95 transaksi berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM dengan total Rp406.173.498.

Semuanya berasal dari BLUD.

Status ini tidak otomatis salah. Tetapi istilah “payment outside system” dalam belanja pemerintah perlu dijelaskan secara terbuka.

Apalagi belanja ini menyangkut kesehatan.

Uangnya harus berubah menjadi obat, alat kedokteran, layanan puskesmas, pengelolaan limbah, dan fasilitas yang dirasakan pasien.

Rekap Utama

UraianJumlahNilai
Total paket186-
Total belanja-Rp3.401.451.194
Total PDN-Rp2.764.675.274
Selisih PDN-Rp636.775.920
Sumber transaksiE-Katalog 6.0186 paket
MetodeE-Purchasing186 paket

Selisih antara total belanja dan nilai PDN mencapai Rp636.775.920.

Selisih ini berasal dari dua paket yang nilai PDN-nya tercatat nol.

Jika dilihat dari sumber dana, APBD hanya muncul pada 15 paket.

Tetapi nilainya sangat dominan: Rp2.521.906.210.

Sementara BLUD mencatat 171 paket dengan total Rp879.544.984.

Sumber Dana

Sumber DanaPaketNilai
APBD15Rp2.521.906.210
BLUD171Rp879.544.984
Total186Rp3.401.451.194

Pola ini menunjukkan pembagian yang jelas.

APBD berisi paket besar: obat-obatan dan suku cadang alat kedokteran.

BLUD berisi paket kecil yang tersebar di banyak puskesmas: ATK, bahan cetak, kertas, komputer, perabot, alat listrik, alat pendingin, sampah, limbah, dan jasa kebersihan.

Status paket menjadi titik sorot serius.

Status Pengadaan

StatusPaketNilai
ON PROCESS91Rp2.995.277.696
PAYMENT OUTSIDE SYSTEM95Rp406.173.498
Total186Rp3.401.451.194

Dari sisi nilai, ON PROCESS masih paling besar.

Namun dari sisi jumlah, PAYMENT OUTSIDE SYSTEM justru lebih banyak 95 transaksi.

Seluruh transaksi dengan status ini berasal dari BLUD.

Pertanyaannya sederhana apa maksud pembayaran di luar sistem?

Apakah barang sudah diterima?

Apakah jasa sudah dikerjakan?

Apakah pembayaran dilakukan langsung oleh puskesmas atau BLUD?

Bagaimana bukti pertanggungjawabannya?

Siapa yang memverifikasi?

Dalam sektor kesehatan, pertanyaan seperti ini penting. Karena banyak paket kecil bisa menjadi besar ketika dikumpulkan.

Dari jenis pengadaan, belanja barang mendominasi.

Jenis Pengadaan

JenisPaketNilai
Barang151Rp3.180.182.167
Jasa Lainnya35Rp221.269.027
Total186Rp3.401.451.194

Belanja jasa lainnya tidak sebesar barang.

Namun jenis jasanya sensitif: pengolahan sampah, pengolahan limbah, tenaga kebersihan, pemeliharaan komputer, dan alat pendingin.

Untuk fasilitas kesehatan, sampah dan limbah bukan sekadar urusan kebersihan.

Itu menyangkut keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Paket Terbesar

NoPaket/PenyediaNilai
1Suku Cadang Alkes DAU SG – Alima Sarana BersamaRp631.114.920
2Suku Cadang Alkes DAK Non Fisik – Mukti Rejo AbadiRp369.963.000
3Suku Cadang Alkes DAK Non Fisik – Doa Alkesindo SejahteraRp356.506.210
4Obat DAU SG – Satoria Aneka IndustriRp247.285.800
5Obat DAK Non Fisik – PhaprosRp243.978.000
6Obat DAK Non Fisik – Dexa MedicaRp203.685.000
7Obat DAK Non Fisik – Merapi Utama PharmaRp105.450.000
8Suku Cadang Alkes – Perdana Cahaya MedikaRp67.349.250
9Suku Cadang Alkes – Menara Medika PratamaRp65.934.000
10Obat DAU SG – Duta Kaisar PharmacyRp64.792.587

Dari 10 paket terbesar, semuanya berkaitan dengan obat dan alat kesehatan.

Ini bisa dimaklumi.

Tetapi publik tetap perlu tahu outputnya.

Obat apa saja?

Untuk puskesmas mana?

Suku cadang alat kedokteran apa?

Apakah alatnya sudah rusak, perlu servis, atau penggantian komponen?

Apakah suku cadangnya sudah terpasang?

Apakah setelah belanja ini, layanan kesehatan benar-benar membaik?

Kelompok terbesar dalam data ini adalah suku cadang alat kedokteran.

Nilainya mencapai Rp1.636.290.823 dari 9 paket.

Kelompok Belanja

KelompokPaketNilai
Suku cadang alat kedokteran9Rp1.636.290.823
Obat-obatan6Rp885.615.387
ATK/perabot/bahan kantor91Rp287.019.619
Komputer/TI38Rp263.216.451
Pengolahan sampah/limbah17Rp178.807.914
Jasa tenaga kebersihan10Rp83.985.000
Alat pendingin9Rp29.997.000
Lainnya5Rp23.554.200
Gedung parkir1Rp12.964.800

Suku cadang alat kedokteran menjadi belanja paling besar.

Obat-obatan berada di posisi kedua.

Namun jumlah paket paling banyak justru ada pada belanja kecil kantor, yakni 91 paket senilai Rp287.019.619.

Di titik ini, Dinkes Tebo perlu menjelaskan dua sisi sekaligus.

Belanja besar harus jelas spesifikasinya.

Belanja kecil harus jelas sebarannya.

Ada dua paket yang nilai PDN-nya tercatat Rp0.

Paket PDN Nol

NoPaket/PenyediaNilai
1Suku Cadang Alkes DAU SG – Alima Sarana BersamaRp631.114.920
2Modal Alat Pendingin – Wonita SariRp5.661.000
Total2 paketRp636.775.920

Paket Alima Sarana Bersama menjadi sorotan utama.

Nilainya paling besar.

PDN-nya nol.

Kode RUP-nya 62364317.

Kode paketnya 01KHT74YT07KFWG9A4QY53CPQY.

Nama paketnya Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Kedokteran (DAU SG).

Statusnya ON PROCESS.

Sumber dana APBD.

Jika barang ini memang impor atau tidak tersedia produk dalam negeri, harus dijelaskan. Jika hanya persoalan pencatatan, harus diperbaiki.

Jangan dibiarkan menjadi tanda tanya.

Ada penyedia yang muncul dengan nilai jumbo karena memegang satu paket besar.

Ada pula penyedia yang muncul berkali-kali dalam paket kecil.

Penyedia Nilai Terbesar

PenyediaPaketNilai
Alima Sarana Bersama1Rp631.114.920
Mukti Rejo Abadi1Rp369.963.000
Doa Alkesindo Sejahtera1Rp356.506.210
Satoria Aneka Industri1Rp247.285.800
Phapros1Rp243.978.000
Dexa Medica1Rp203.685.000
Elang Hijau Tebo Sejahtera18Rp193.792.914
Merapi Utama Pharma1Rp105.450.000
Wonita Sari13Rp103.056.350
Cahaya Niaga Distribusi34Rp88.852.281

Nama Cahaya Niaga Distribusi muncul paling sering, yakni 34 paket.

Diikuti Berkah Sulung Utama sebanyak 25 paket, Elang Hijau Tebo Sejahtera sebanyak 18 paket, dan Wonita Sari sebanyak 13 paket.

Frekuensi penyedia yang berulang tidak otomatis bermasalah.

Namun pola seperti ini perlu dibaca.

Apakah karena penyedia itu paling siap?

Apakah barangnya paling tersedia?

Apakah harganya paling efisien?

Atau ada pola belanja yang berulang pada penyedia tertentu?

Publik berhak meminta penjelasan.

Ada beberapa kode RUP yang muncul berulang dalam transaksi.

RUP Berulang

Kode RUPPaketNilai
623641618Rp1.005.175.903
623644814Rp573.537.000
623645682Rp312.078.387

Kode RUP 62364161 muncul dalam 8 transaksi untuk belanja suku cadang alat kedokteran DAK Non Fisik.

Totalnya lebih dari Rp1 miliar.

Kode RUP 62364481 muncul dalam 4 transaksi untuk obat DAK Non Fisik.

Totalnya Rp573.537.000.

Kode RUP 62364568 muncul dalam 2 transaksi untuk obat DAU SG.

Totalnya Rp312.078.387.

RUP berulang bisa saja wajar jika satu paket direalisasikan ke beberapa penyedia sesuai barang yang berbeda.

Tetapi tetap harus jelas: barang apa saja, volume berapa, penyedia siapa, dan mengapa dibagi ke beberapa transaksi.

Paket APBD semuanya berstatus ON PROCESS.

Nilainya besar Rp2.521.906.210.

Paket APBD

NoPaket/PenyediaNilai
1Obat DAK Non Fisik – Dexa MedicaRp203.685.000
2Suku Cadang Alkes – Kastara Teknologi InternasionalRp45.602.685
3Obat DAU SG – Duta Kaisar PharmacyRp64.792.587
4Suku Cadang Alkes – Menara Medika PratamaRp65.934.000
5Obat DAK Non Fisik – PhaprosRp243.978.000
6Suku Cadang Alkes DAU SG – Alima Sarana BersamaRp631.114.920
7Suku Cadang Alkes – Perdana Cahaya MedikaRp67.349.250
8Suku Cadang Alkes – Sigra Duta MedikalRp37.129.944
9Obat DAK Non Fisik – Bio FarmaRp20.424.000
10Suku Cadang Alkes – Serenity IndonesiaRp21.331.148
11Obat DAU SG – Satoria Aneka IndustriRp247.285.800
12Obat DAK Non Fisik – Merapi Utama PharmaRp105.450.000
13Suku Cadang Alkes – Doa Alkesindo SejahteraRp356.506.210
14Suku Cadang Alkes – Mukti Rejo AbadiRp369.963.000
15Suku Cadang Alkes – Dwiasri GrahaRp41.359.666

Semua masih ON PROCESS.

Ini berarti pengawasan belum selesai.

Barang harus dipastikan datang.

Obat harus masuk gudang.

Suku cadang harus terpasang.

Alat kedokteran harus berfungsi.

Jangan sampai status ON PROCESS hanya berjalan di sistem, tetapi manfaatnya belum sampai ke puskesmas.

BLUD mencatat 171 paket.

Nilainya Rp879.544.984.

Banyak di antaranya belanja kecil untuk puskesmas.

Ada paket senilai ratusan ribu.

Ada paket senilai jutaan.

Ada juga yang belasan juta.

Sebagian untuk Puskesmas Sungai Abang, Pintas Tuo, Lubuk Mandarsah, SP II Sekutur Jaya, Tegal Arum, Mengopeh, Sungai Bengkal, Teluk Lancang, Teluk Kembang Jambu, Bangun Seranten, hingga Tuo Pasir Mayang.

Paket kecil seperti ini sering luput dari perhatian.

Padahal belanja kecil yang berulang bisa menjadi pola besar.

Apalagi 95 paket BLUD tercatat PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.

Seorang warga Tebo, yang dalam draf ini diberi inisial R, meminta Dinas Kesehatan menjelaskan detail belanja suku cadang alat kedokteran.

“Kalau nilainya Rp631 juta untuk suku cadang alat kedokteran, masyarakat perlu tahu alat apa yang diperbaiki. Jangan sampai uang besar keluar, tapi pelayanan di puskesmas tetap sama saja,” ujarnya.

Warga lainnya, Kamal, menyoroti status pembayaran di luar sistem.

“Kalau ada 95 transaksi payment outside system, itu harus dijelaskan. Mungkin ada aturan teknisnya, tapi publik jangan dibuat bingung. Ini uang daerah dan uang layanan kesehatan,” katanya.

Seorang warga lain, Sugiyanto, berharap belanja obat benar-benar terasa.

“Kalau belanja obat hampir Rp900 juta, pasien jangan lagi disuruh beli obat di luar. Paling penting itu ketersediaan obat di puskesmas,” ujarnya.(*)

BeritaSatu Network