Bungo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo angkat bicara menepis isu tak sedap yang berembus jelang perhelatan Lek Ngundo Menantu putra Bupati Bungo. Rumor liar yang menyebutkan adanya instruksi iuran alias pungutan wajib jutaan rupiah kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibantah keras.
Kabar yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa setiap OPD diwajibkan menyetor dana di kisaran Rp 6 juta hingga Rp 10 juta untuk memeriahkan hajatan sang Bupati. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, memastikan narasi tersebut tidak memiliki dasar hukum dan seratus persen hoaks.
"Kami sampaikan dengan tegas bahwa isu mengenai instruksi iuran jutaan rupiah itu adalah hoaks. Tidak ada perintah, baik lisan maupun tulisan, yang meminta OPD menyetorkan uang untuk acara tersebut. Jika ada oknum yang mengatasnamakan pihak tertentu, itu di luar tanggung jawab kami dan dipastikan ilegal," tegas Taufik.
Taufik memaparkan, perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (4/5/2026) esok murni merupakan acara keluarga yang dijalankan sesuai adat istiadat setempat. Ia menjamin tidak ada paksaan atau praktik pemotongan kas di OPD mana pun.
Terkait keberadaan stand-stand makanan di lokasi acara, Taufik menjelaskan bahwa hal itu bukanlah kewajiban administratif yang menguras anggaran daerah.
"Itu merupakan bentuk partisipasi sukarela dan antusiasme masyarakat serta kerabat sebagai bagian dari kearifan lokal Jambi dalam memeriahkan pesta rakyat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga meluruskan pemberitaan yang menarasikan dirinya seolah-olah 'bungkam' dan enggan merespons konfirmasi dari awak media terkait isu ini. Ia secara blak-blakan menyayangkan etika komunikasi oknum wartawan yang menghubunginya di luar nalar waktu kerja.
"Bukannya kami enggan memberikan tanggapan atau bungkam. Namun, perlu diketahui bahwa pesan WhatsApp dari rekan media masuk pada pukul 23.00 WIB dan pukul 01.00 dini hari. Pada jam tersebut saya sudah istirahat," beber Taufik.
Taufik mengingatkan kembali pentingnya keberimbangan dan etika jurnalistik dalam menggali informasi.
"Kami sangat menghargai kerja jurnalistik, namun kami berharap rekan-rekan media juga mengedepankan etika. Mengirim chat di tengah malam buta dan langsung menyimpulkan 'tidak ada tanggapan' dalam berita yang terbit di pagi hari tentu kurang berimbang," sentilnya.
Menutup klarifikasinya, Pemkab Bungo mengimbau seluruh jajaran pegawai dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tak jelas juntrungannya. Taufik mengajak semua pihak untuk fokus menjaga suasana kondusif.
"Fokus kita adalah melestarikan adat Melayu Jambi melalui prosesi Ngundo Menantu ini, bukan malah menebar fitnah yang merugikan nama baik instansi," tutupnya.(*)