Sarolangun - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut penyediaan fasilitas air bersih di daerah. Tahun 2026 ini, megaproyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter/detik di wilayah Bernai, Kabupaten Sarolangun, siap direalisasikan.
Untuk memastikan konstruksi fisik proyek berjalan tanpa cacat, Kementerian PU tidak mau main-main. Melalui Satuan Kerja Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi, pemerintah menggelontorkan dana miliaran rupiah khusus untuk mencari "mandor" alias konsultan pengawas proyek.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) per April 2026, tender bertajuk Konsultan Supervisi Pembangunan IPA Kap. 50 l/d SPAM Bernai Kabupaten Sarolangun telah resmi dibuka.
Megaproyek Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi ini dibiayai sepenuhnya oleh kantong APBN 2026.
"Nilai Pagu Paket dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan di angka yang sama, yakni Rp 1.500.000.000,00 (Rp 1,5 Miliar)," bunyi rincian dokumen pengadaan yang teregistrasi dengan Kode RUP 66944303 tersebut.
Mengingat pentingnya fungsi pengawasan, panitia lelang menerapkan sistem Seleksi Prakualifikasi Dua File dengan metode Kualitas dan Biaya. Artinya, panitia tidak semata-mata mencari penawar harga termurah. Bobot penilaian ditetapkan sangat jomplang: Bobot Teknis 80.0 dan Bobot Biaya hanya 20.0.
Syarat kualifikasinya pun sangat ketat. Calon peserta diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Standar, Sertifikat Badan Usaha (SBU) sesuai dokumen pemilihan, serta status Wajib Pajak yang valid.
Secara teknis, perusahaan konsultan wajib memiliki rekam jejak Jasa Konsultansi Konstruksi paling kurang dalam 4 tahun terakhir. Selain itu, mereka harus bisa membuktikan pernah mengerjakan proyek sejenis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Panitia juga membolehkan perusahaan untuk melakukan kongsi (Konsorsium/Kerja Sama Operasi/KSO). Syaratnya, Leadfirm (pemimpin konsorsium) harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi dari anggotanya. Jumlah anggota KSO dibatasi maksimal 3 perusahaan untuk pekerjaan tidak kompleks, dan maksimal 5 perusahaan untuk pekerjaan kompleks.
Pengecualian syarat pengalaman hanya diberikan kepada Penyedia Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun, asalkan nilai paket pengadaannya di bawah Rp 1 miliar (sedangkan proyek ini bernilai Rp 1,5 Miliar).
Saat ini, proses lelang tengah memasuki tahap Pengumuman Prakualifikasi. Seluruh rangkaian evaluasi administrasi, teknis, harga, hingga negosiasi dipastikan berjalan transparan.
Berikut adalah jadwal lengkap tahapan tender Konsultan Supervisi SPAM Bernai Sarolangun (Kode Paket: 10130037000):
- Pengumuman & Download Dokumen Prakualifikasi: 24 April (20:00) – 5 Mei 2026 (07:59)
- Penjelasan Dokumen Prakualifikasi: 28 April 2026 (09:00 - 10:00)
- Kirim Persyaratan Kualifikasi: 28 April (10:01) – 5 Mei 2026 (07:59)
- Evaluasi Dokumen Kualifikasi: 5 Mei (08:01) – 13 Mei 2026 (14:00)
- Pembuktian Kualifikasi: 11 Mei (08:00) – 13 Mei 2026 (14:00)
- Penetapan & Pengumuman Hasil Kualifikasi: 13 Mei 2026 (14:01 - 15:29)
- Masa Sanggah Prakualifikasi: 13 Mei (15:30) – 18 Mei 2026 (15:30)
- Download Dokumen Pemilihan: 18 Mei (15:31) – 25 Mei 2026 (10:00)
- Pemberian Penjelasan: 21 Mei 2026 (09:00 - 11:00)
- Upload Dokumen Penawaran: 21 Mei (11:01) – 25 Mei 2026 (10:00)
- Pembukaan & Evaluasi Penawaran (File I: Admin & Teknis): 25 Mei (10:01) – 1 Juni 2026 (23:59)
- Pengumuman Hasil Evaluasi Admin & Teknis: 2 Juni 2026 (08:00 - 10:00)
- Pembukaan & Evaluasi Penawaran (File II: Harga): 2 Juni 2026 (10:01 - 14:00)
- Penetapan & Pengumuman Pemenang: 2 Juni 2026 (14:01 - 15:30)
- Masa Sanggah: 2 Juni (15:31) – 8 Juni 2026 (08:00)
- Klarifikasi dan Negosiasi Teknis & Biaya: 8 Juni (08:01) – 9 Juni 2026 (13:00)
- Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ): 10 Juni (13:01) – 15 Juni 2026 (23:59)
- Penandatanganan Kontrak: 16 Juni (13:01) – 19 Juni 2026 (23:59)
Dengan anggaran jumbo dan seleksi konsultan yang sangat menitikberatkan pada aspek kualitas ini, publik berharap krisis air bersih di Kabupaten Sarolangun, khususnya area Bernai, bisa segera teratasi lewat infrastruktur yang kokoh dan tepat fungsi.(*)