Tanpa Tender Bebas, 3 Perusahaan Ini Berbagi 'Kue' Proyek Alkes Dinkes Kerinci Rp 1,3 Miliar

WIB
ist

Kerinci - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci tengah menggeber belanja fasilitas medis pada Tahun Anggaran 2026. Tak tanggung-tanggung, dana segar dari APBD senilai total Rp 1.330.551.450 (Rp 1,33 Miliar) digelontorkan untuk memborong perangkat medis dalam paket Belanja Modal Alat Kesehatan Umum Lainnya.

Menariknya, kucuran dana miliaran rupiah ini tidak dinikmati oleh satu pihak saja. Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) terbaru, Dinkes Kerinci tampak memecah 'kue' proyek alkes ini dan mendistribusikannya kepada tiga perusahaan penyedia yang berbeda.

Ketiga perusahaan tersebut melenggang mulus mengamankan proyek tanpa harus melewati meja lelang atau tender konvensional. Dinkes mengeksekusi belanja barang ini secara instan menggunakan metode E-Purchasing melalui platform E-Katalog 6.0.

Berikut adalah rincian tiga perusahaan yang sukses menggarap proyek alkes Dinkes Kerinci yang saat ini berstatus ON PROCESS:

1. UMEDIKA FAWWAZ GEMILANG

Perusahaan ini tercatat meraup porsi anggaran paling gemuk dari Dinkes Kerinci. Umedika Fawwaz Gemilang mengamankan kontrak pengadaan alat kesehatan dengan nilai menembus Rp 590.336.850 (Rp 590,3 Juta).

2. AMOUL MEDICAL INDONESIA

Di posisi kedua, Amoul Medical Indonesia sukses mengantongi paket pekerjaan pengadaan alkes dengan nilai kontrak sebesar Rp 412.920.000 (Rp 412,9 Juta).

3. ASIERA MULTINDO JAYA Melengkapi daftar penyedia, Asiera Multindo Jaya mendapatkan porsi pengerjaan dengan nilai kesepakatan kontrak sebesar Rp 327.294.600 (Rp 327,2 Juta).

Eksekusi anggaran miliaran rupiah melalui jalur E-Katalog ini memang memberikan keleluasaan dan kecepatan bagi pemerintah daerah. Namun, dengan dana Rp 1,33 miliar yang terpecah ke tiga perusahaan berbeda, hal ini tentu memantik perhatian publik.

Ketiga perusahaan tersebut kini memikul beban untuk membuktikan bahwa alat kesehatan umum yang disuplai benar-benar presisi, berkualitas tinggi, dan bukan barang asal jadi. Publik Kerinci tentu menanti wujud nyata fasilitas baru ini demi menunjang layanan kesehatan dasar yang lebih tajam dan optimal di daerahnya.(*)

BeritaSatu Network