Tagihan Listrik Dinas Perkim Bungo 2026 Tembus Rp 12 Miliar, Buat Apa Saja?

WIB
IST

Bungo - Alokasi anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bungo pada Tahun Anggaran 2026 benar-benar mencengangkan. Bayangkan, instansi ini kedapatan menyiapkan dana belasan miliar rupiah yang dialokasikan murni hanya untuk membayar tagihan listrik.

Berdasarkan data yang dihimpun, paket super jumbo tersebut terdaftar dengan Kode RUP 65430242 di bawah nomenklatur Belanja Tagihan Listrik.

Tak main-main, total pagu yang disiapkan oleh Dinas Perkim Bungo menyentuh angka fantastis, yakni Rp 12.034.800.612 (Rp 12,03 Miliar).

Berikut adalah rincian fakta dari paket tagihan listrik belasan miliar tersebut.

Angka Rp 12 miliar untuk biaya listrik sebuah instansi tingkat kabupaten tentu memantik tanda tanya besar. Sayangnya, uraian dan spesifikasi pekerjaan di dalam dokumen RUP hanya menuliskan ulang frasa "Belanja Tagihan Listrik" secara umum.

Sejauh ini, Dinas Perkim Bungo belum merinci secara detail untuk apa saja tagihan listrik sebesar itu dialokasikan. Asumsi yang beredar, dana raksasa ini kemungkinan besar digunakan untuk menutupi tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) se-Kabupaten Bungo yang memang berada di bawah naungan dinas terkait. Namun, tanpa penjabaran resmi, hal ini tentu memicu spekulasi publik.

Paket pengadaan bernilai miliaran ini tidak ditenderkan, melainkan menggunakan metode pemilihan Dikecualikan. Pengadaan yang dikecualikan biasanya berlaku untuk pembayaran tarif resmi yang ditetapkan pemerintah, seperti tagihan listrik dari PLN.

Menurut jadwal yang tertera, proses pemilihan penyedia dan penandatanganan kontrak akan dikebut pada bulan Februari hingga Maret 2026. Sementara itu, masa pemanfaatan barang/jasa atau periode pembayaran tagihannya akan berlangsung dari Maret hingga Desember 2026.

Ketiadaan rincian dari dana Rp 12 Miliar ini menjadi PR besar bagi transparansi anggaran di Kabupaten Bungo. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo dituntut untuk memanggil Kepala Dinas Perkim dan membedah Rencana Anggaran Biaya (RAB) tersebut secara terbuka.

Masyarakat berhak tahu kemana saja aliran listrik belasan miliar ini bermuara. Jika memang dialokasikan untuk PJU, titik-titik penerangan mana saja yang di-cover? Jangan sampai tagihan dibayar penuh belasan miliar, namun jalanan pelosok Bungo masih gelap gulita saat malam hari.

BeritaSatu Network