Pengadaan Dinkes Batang Hari Rp 22,08 Miliar, Pana Indo Alkestama Terbesar, Dua Paket PLTS Rp 3,49 Miliar

WIB
ist

Batanghari - Nama Siti Kusniyah tercatat dalam tiga transaksi pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat di Puskesmas Sungai Rengas, Kabupaten Batanghari. Nilainya sama persis: masing-masing Rp198.880.000.

Ketiganya menggunakan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP yang sama, yakni 67320447. Nama paket, penyedia, sumber dana, dan status pengadaannya juga sama. Pembeda yang terlihat dalam berkas adalah kode paket transaksi.

Jika dijumlahkan, tiga transaksi tersebut mencapai Rp596.640.000.

Apa yang membedakan pekerjaan dalam masing-masing transaksi?

Rekap yang tersedia belum memuat periode kegiatan, volume, penerima layanan, maupun rincian barang dan jasa. Dokumen pesanan serta bukti pembayaran juga tidak disertakan. Karena itu, kesamaan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut dan belum dapat disebut sebagai pembayaran ganda.

Namun, pola pencatatannya cukup konkret untuk ditelusuri. Terlebih, transaksi itu berkaitan dengan pelayanan gizi masyarakat.

Secara keseluruhan, Siti Kusniyah tercatat pada 14 transaksi senilai Rp904.431.400. Seluruhnya berada dalam kelompok belanja barang dan jasa BOK Puskesmas: sembilan transaksi di Sungai Rengas Rp686.889.000 dan lima transaksi di Teluk Leban Rp217.542.400.

Pada pelayanan gizi Sungai Rengas, terdapat pula transaksi Rp3.792.000 dengan RUP berbeda, yakni 67290815. Dengan tambahan tersebut, keseluruhan belanja kategori gizi Sungai Rengas dalam berkas mencapai Rp600.432.000.

Pengulangan nominal juga terlihat pada beberapa kegiatan lainnya.

Hasil pemeriksaan menemukan lima kelompok yang memiliki isian sama di seluruh kolom selain kode paket. Kelompok tersebut mencakup 11 transaksi dengan nilai gabungan Rp1.072.720.200.

PenyediaKegiatanKode RUPJumlah transaksiNilai setiap transaksiAkumulasi
Siti KusniyahGizi masyarakat Sungai Rengas673204473Rp198.880.000Rp596.640.000
Yulia AdestaGizi masyarakat Sungai Puar673204682Rp190.073.600Rp380.147.200
Siti KusniyahPromosi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat Sungai Rengas671911822Rp24.053.500Rp48.107.000
WilawatiPromosi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat Pasar Terusan671552472Rp13.588.000Rp27.176.000
Siti KusniyahPelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat Sungai Rengas671911002Rp10.325.000Rp20.650.000

Seluruh transaksi dalam tabel tersebut berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Kode paket yang berbeda menunjukkan bahwa berkas mencatatnya sebagai transaksi terpisah. Untuk mengetahui apakah masing-masing melayani kebutuhan, periode, atau volume berbeda, pemeriksaan perlu dilanjutkan ke dokumen pesanan dan pelaksanaannya.

Kesamaan lain ditemukan pada pelayanan gizi Puskesmas Mersam. Dalam RUP 67347463, Sri Rahayu dan Fatimah masing-masing tercatat pada transaksi Rp194.372.800. Penyedianya berbeda, tetapi RUP dan nominalnya sama.

Berkas belum menjelaskan pembagian pekerjaan di antara keduanya.

Temuan tersebut merupakan bagian dari rekap pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari tahun anggaran 2026. Keseluruhan data memuat 185 transaksi, 82 nama penyedia, dan 138 kode RUP.

Total nilainya mencapai Rp22.077.044.415.

Angka itu merupakan penjumlahan nilai transaksi dalam berkas. Nilainya belum dapat diperlakukan sebagai uang yang seluruhnya telah dibayarkan, ataupun sebagai keseluruhan anggaran Dinas Kesehatan Batanghari.

Di antara 82 nama penyedia, nilai terbesar justru berada pada pengadaan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS.

Pana Indo Alkestama mencatat dua transaksi senilai Rp3.492.000.000, setara sekitar 15,82 persen dari total nilai dalam rekap.

Paket pertama adalah pengadaan PLTS Puskesmas dengan label kapasitas 14 KVA, senilai Rp3.056.000.000. Transaksi dengan RUP 65357171 itu menjadi transaksi tunggal terbesar dalam berkas.

Paket kedua berupa PLTS Pustu dengan label kapasitas 5 KVA, senilai Rp436 juta, menggunakan RUP 65356720.

Paket Pana Indo AlkestamaNilaiStatus dan tahapan
PLTS Puskesmas 14 KVARp3.056.000.000ON PROCESS / Kontrak
PLTS Pustu 5 KVARp436.000.000PAYMENT OUTSIDE SYSTEM / Serah Terima
TotalRp3.492.000.000

Kedua paket menggunakan e-purchasing, tercatat sebagai pengadaan Barang, dengan nilai produk dalam negeri penuh dan nilai UMK nol.

Persoalan yang belum terjawab dari rekap adalah berapa instalasi yang dibeli, puskesmas atau pustu mana yang menerima, serta bagaimana spesifikasi perangkatnya.

Angka 14 KVA dan 5 KVA dalam nama paket tidak menjelaskan jumlah unit. Karena itu, nilai Rp3,056 miliar maupun Rp436 juta tidak bisa langsung disebut sebagai harga satu instalasi PLTS.

Setelah Pana Indo Alkestama, terdapat Graha Teknomedika dengan pengadaan Bidan Kit senilai Rp1.810.044.810. Paket RUP 65297758 tersebut tercatat pada tahapan Serah Terima dengan status PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.

Makmur Mandiri Medika berada di urutan berikutnya, dengan dua transaksi Rp1.587.282.240. Rinciannya Pustu Set Rp1.516.038.000 pada RUP 65296769 dan obat-obatan lainnya Rp71.244.240 pada RUP 65351725.

Jumlah kit, isi setiap set, serta fasilitas penerimanya belum tercantum dalam rekap.

Lima penyedia terbesar mencatat nilai gabungan Rp9.823.354.644, atau sekitar 44,50 persen dari seluruh transaksi.

PenyediaTransaksiTotal nilai
Pana Indo Alkestama2Rp3.492.000.000
Graha Teknomedika1Rp1.810.044.810
Makmur Mandiri Medika2Rp1.587.282.240
Standard Biosensor Healthcare4Rp1.498.054.782
Bernofarm4Rp1.435.972.812
Total13Rp9.823.354.644

Pada kelompok obat, vaksin, bahan medis habis pakai, reagen, serta perangkat tes, terdapat 31 transaksi senilai Rp7.293.897.471.

Kelompok terbesar di dalamnya adalah paket obat, vaksin, dan BMHP berlabel DAU pada RUP 65298952. Sebanyak 23 transaksi dalam RUP tersebut berjumlah Rp4.269.250.809.

Empat transaksi obat-obatan lainnya pada RUP 65351725 mencatat Rp1.307.028.330. Sisanya berupa kartrid TCM Rp802.000.870, Reagen Sanitarian Kit Rp771.228.000, RDT Kombo Malaria Rp72.599.428, serta RDT HIV/Sifilis Rp71.790.034.

Standard Biosensor Healthcare menangani empat transaksi, masing-masing Rp802.000.870, Rp551.664.450, Rp72.599.428, dan Rp71.790.034.

Bernofarm mencatat empat transaksi pada RUP 65298952, yakni Rp498.754.080, Rp420.837.630, Rp305.067.960, dan Rp211.313.142.

Berikut seluruh penyedia pada kelompok obat, vaksin, BMHP, reagen, dan tes. Nilai Makmur Mandiri Medika dalam tabel ini hanya mencakup obat-obatan, terpisah dari Pustu Set.

PenyediaTransaksiNilai
Standard Biosensor Healthcare4Rp1.498.054.782
Bernofarm4Rp1.435.972.812
Indo Tekhnoplus1Rp771.228.000
Satoria Aneka Industri2Rp419.330.250
Triman2Rp370.466.940
Slara Medika Indonesia1Rp359.999.640
Simex Pharmaceutical Indonesia1Rp355.893.750
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kimia Farma1Rp337.371.735
Doa Alkesindo Sejahtera1Rp324.120.000
Perdana Cahaya Medika1Rp227.070.480
PT Bio Farma (Persero)1Rp223.998.000
Bio Axion Healthindo1Rp168.026.250
PT Adya Artha Abadi Tangerang1Rp149.150.700
Quantum Laboratoris Internasional1Rp112.026.750
Duta Kaisar Pharmacy1Rp106.116.000
Solusi Sejahtera Medika1Rp104.617.500
Safelock Medical1Rp93.772.800
Makmur Mandiri Medika1Rp71.244.240
Mega Lifesciences Indonesia1Rp51.505.110
Lucas Djaja1Rp37.707.144
Erritapharma1Rp36.311.430
Dexa Medica1Rp33.956.787
Cendo1Rp5.956.371
Total31Rp7.293.897.471

Besarnya transaksi obat perlu dibaca bersama jenis produk, volume, harga satuan, masa kedaluwarsa, dan distribusinya. Informasi tersebut belum tersedia dalam berkas ini sehingga kewajaran harga maupun kecukupan pasokannya belum dapat dinilai.

Sementara itu, belanja barang dan jasa BOK Puskesmas mencapai Rp5.142.718.000. Nilainya tersebar pada 90 transaksi, 82 RUP, 17 nama penyedia, dan 18 nama puskesmas.

Pelayanan gizi masyarakat mengambil bagian terbesar, yakni 32 transaksi Rp3.895.081.000.

Berikutnya promosi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat sebanyak 20 transaksi Rp609.921.000, pelayanan kesehatan ibu hamil 18 transaksi Rp379.222.500, serta pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat 20 transaksi Rp258.493.500.

Seluruh transaksi BOK tersebut berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

PuskesmasTransaksiNilai BOK dalam rekapNama penyedia
Sungai Rengas9Rp686.889.000Siti Kusniyah
Mersam6Rp464.110.100Fatimah; Sri Rahayu
Sungai Puar6Rp461.540.700Yulia Adesta
Muara Bulian5Rp423.271.500Agus Suryanto SE
Penerokan6Rp351.785.800Senirah; Titin Sulastri
Durian Luncuk5Rp337.080.550Zulfiani
Pasar Muara Tembesi6Rp286.331.700Yetti Rosnelli
Jembatan Mas4Rp271.210.600Hartika Handayani
Selat4Rp264.761.000Dedi Damhudi
Maro Sebo Ilir4Rp254.994.800Kurnia Isla Dewi
Muara Tembesi5Rp254.543.300Yetti Rosnelli
Tenam4Rp222.631.100Dewi Astuti
Teluk Leban5Rp217.542.400Siti Kusniyah
Jangga Baru4Rp175.530.200Yuliawati
Aro5Rp159.067.700Agus Suryanto SE
Tidar Kuranji4Rp143.571.200Noviriyanti
Batin4Rp118.260.350Suroto
Pasar Terusan4Rp49.596.000Wilawati
Total90Rp5.142.718.000

Di Puskesmas Mersam, Fatimah mencatat lima transaksi Rp269.737.300 dan Sri Rahayu satu transaksi Rp194.372.800.

Untuk Penerokan, Senirah mencatat dua transaksi Rp252.648.800, sedangkan Titin Sulastri empat transaksi Rp99.137.000.

Agus Suryanto SE menangani 10 transaksi BOK Aro dan Muara Bulian senilai Rp582.339.200. Di luar BOK, terdapat dua transaksi makanan dan minuman aktivitas lapangan masing-masing Rp23.985.000 dan Rp24.804.000. Keseluruhan transaksi atas nama Agus menjadi Rp631.128.200.

Yetti Rosnelli tercatat pada 11 transaksi BOK Muara Tembesi dan Pasar Muara Tembesi dengan total Rp540.875.000.

Nama-nama tersebut merupakan isian kolom penyedia. Berkas tidak menjelaskan jabatan, hubungan kerja dengan puskesmas, maupun bentuk usaha mereka. Karena itu, pencantuman nama pribadi tidak dapat langsung diartikan sebagai penerimaan honor pegawai atau pejabat.

Catatan lain muncul pada klasifikasi UMK dalam belanja pertemuan.

Batanghari Propertindo memiliki dua transaksi paket meeting dalam kota pada RUP 67045706. Keduanya senilai Rp25.088.000 dan sama-sama berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM pada tahapan Serah Terima.

Namun, satu transaksi mencatat nilai UMK nol, sementara transaksi lainnya mencatat nilai UMK penuh Rp25.088.000.

Perbedaan ini membutuhkan penjelasan mengenai dasar pencatatannya. Nama penyedia, RUP, nominal, serta statusnya sama, tetapi nilai UMK berbeda.

Batanghari Propertindo juga mencatat satu transaksi meeting luar kota Rp140 juta. Total tiga transaksinya mencapai Rp190.176.000.

Keseluruhan belanja perjalanan dinas dan meeting dalam berkas terdiri atas tujuh transaksi Rp358.406.000.

PenyediaRincianTotal nilai
Batanghari PropertindoDua meeting dalam kota masing-masing Rp25.088.000 dan satu meeting luar kota Rp140 jutaRp190.176.000
Grand Makmur HotelSatu paket meeting dalam kotaRp94.340.000
Hotel Shang RatuDua paket pertemuan pembinaan dan pemetaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan, masing-masing Rp36 juta dan Rp4.740.000Rp40.740.000
Grand Putra JayaPerjalanan dinas dalam kota untuk penyusunan program bersama Tim Pembina PosyanduRp33.150.000
Total7 transaksiRp358.406.000

Rekap belum menyertakan lokasi acara, jumlah peserta, durasi, serta komponen layanan yang dibeli. Nama penyedia hotel saja tidak cukup untuk memastikan lokasi pelaksanaan kegiatan.

Pada belanja konsumsi, Raudiyah tercatat dalam 11 transaksi Rp69.384.500. Rinciannya delapan transaksi makanan dan minuman rapat Rp43.662.500, dua transaksi jamuan tamu masing-masing Rp10.755.000, serta satu transaksi konsumsi aktivitas lapangan Rp4.212.000.

Dua transaksi jamuan tamu tersebut menggunakan RUP 65496660, tetapi statusnya berbeda: satu ON PROCESS dan satu PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.

Penyedia konsumsi lainnya adalah Agus Suryanto SE Rp48.789.000 untuk aktivitas lapangan, Nur Fitriana Muti Rp13.375.000 untuk rapat, dan Cheeks Production Rp7.463.000 untuk rapat.

Total belanja makanan dan minuman mencapai Rp139.011.500 dari 15 transaksi. Sebanyak Rp64.500.500 merupakan konsumsi rapat, Rp53.001.000 konsumsi aktivitas lapangan, dan Rp21.510.000 jamuan tamu.

Di luar pengadaan barang dan kegiatan pertemuan, terdapat belanja jasa tenaga kesehatan dalam program Dokter Tangguh.

Sebanyak 10 transaksi jasa dokter mencatat Rp660 juta. Sembilan transaksi masing-masing Rp70 juta, sedangkan satu transaksi atas nama Bella Shafitri senilai Rp30 juta.

Nama dalam paket jasa dokterWilayah dalam nama paketNilai
Rina Nespia SalimaMuara BulianRp70.000.000
Marwiyah KhairaniSungai RengasRp70.000.000
Parsaulyan TambaMersamRp70.000.000
Wulan SudaryaniDurian LuncukRp70.000.000
m top broniPenerokanRp70.000.000
Cici DamaiyantiMaro Sebo IlirRp70.000.000
Riski AyuPemayungRp70.000.000
Kurniawati PutriMuara TembesiRp70.000.000
Alde Pitra IztiawanJangga BaruRp70.000.000
Bella ShafitriJangga BaruRp30.000.000
TotalRp660.000.000

Jangga Baru memiliki dua transaksi jasa dokter dengan RUP yang sama, yakni 67234330, tetapi nama penyedia dan nilainya berbeda. Berkas belum memuat periode penugasan masing-masing.

Adapun jasa perawat terdiri atas 10 transaksi, masing-masing Rp24.500.000, dengan total Rp245 juta.

Nama dalam paket jasa perawatWilayah dalam nama paketNilai
Sasmita AngrainiDurian LuncukRp24.500.000
Erni MulindariMuara TembesiRp24.500.000
AzwanJangga BaruRp24.500.000
HartonoMuara BulianRp24.500.000
Zaidan AbrahamMaro Sebo IlirRp24.500.000
Septi YulianaMersamRp24.500.000
Gito IrawanSungai RengasRp24.500.000
Harapan JuliantoTeluk LebanRp24.500.000
Inten WahyuniPemayungRp24.500.000
Leni AprianiPenerokanRp24.500.000
TotalRp245.000.000

Nilai jasa dokter dan perawat tersebut merupakan nilai transaksi dalam rekap. Tanpa periode pekerjaan, angka itu tidak dapat disebut sebagai gaji atau honor bulanan.

Terdapat pula jasa tenaga supir pada Zero Six Production senilai Rp273.287.140, jasa tenaga laboratorium pada Teman Sejati Sejahtera Abadi Rp179.487.000, serta kursus singkat atau pelatihan pada Pro Emergency Rp243 juta.

Jasa penyelenggaraan acara tercatat atas nama Puji Risdianto senilai Rp11.347.500.

Untuk perencanaan bangunan kesehatan, Dinkes Batanghari mencatat lima transaksi Rp436.185.637 melalui pengadaan langsung. Seluruhnya berstatus KONTRAK SEDANG BERJALAN.

Tiga pekerjaan memiliki nominal sama persis, yakni Rp87.255.879, meskipun lokasi dan objeknya berbeda.

Pekerjaan perencanaanPenyediaKode RUPNilai
Pengembangan Puskesmas Jangga BaruDinamika Teknik65293971Rp87.255.879
Pembangunan baru Puskesmas Simpang KarmeoDinamika Teknik65293552Rp87.255.879
Pengembangan Puskesmas Maro Sebo IlirNurizkay Konsultan65294761Rp87.255.879
Pengembangan Puskesmas Sungai PuarCV Pratama Konsultan65295088Rp87.236.750
Relokasi Puskesmas BatinCV Citra Nugraha Konsultan65295499Rp87.181.250
TotalRp436.185.637

Dinamika Teknik mencatat dua pekerjaan dengan akumulasi Rp174.511.758.

Kesamaan nominal pada tiga pekerjaan dapat diperiksa melalui lingkup jasa dan dasar perhitungan biayanya. Data yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan adanya pemecahan paket atau ketidakwajaran harga.

Belanja perlengkapan kantor juga muncul dalam rekap. Enam transaksi ATK, bahan cetak, kertas, dan bahan komputer berjumlah Rp217.838.477.

Singgih Darmawan mencatat satu transaksi ATK Rp170.829.000. Anugrah Prima memiliki empat transaksi Rp42.232.037, terdiri atas ATK Rp694.505, dua transaksi gabungan ATK dan bahan cetak Rp3.951.045 serta Rp6.954.372, dan kertas, cover, serta bahan komputer Rp30.632.115.

Azra Group mencatat ATK Rp4.777.440. Penyedia yang sama juga menangani pemeriksaan post-market produk makanan dan minuman industri rumah tangga senilai Rp17.879.880, sehingga totalnya Rp22.657.320.

Untuk pemeliharaan kendaraan dinas bermotor perorangan, terdapat dua transaksi pada RUP 67878688. Masrul tercatat Rp10.015.000 dan Bakhtiar Rp30.888.000.

Keduanya berstatus KONTRAK SELESAI pada tahapan Serah Terima, dengan nilai gabungan Rp40.903.000.

Jika seluruh 185 transaksi dikelompokkan berdasarkan nama pekerjaannya, komposisinya sebagai berikut. Pengelompokan ini merupakan hasil pembacaan objek belanja, terpisah dari kolom jenis pengadaan dalam data.

Kelompok pekerjaanTransaksiNilai
Obat, vaksin, BMHP, reagen, dan perangkat tes31Rp7.293.897.471
BOK Puskesmas90Rp5.142.718.000
PLTS2Rp3.492.000.000
Bidan Kit dan Pustu Set2Rp3.326.082.810
Jasa dokter program Dokter Tangguh10Rp660.000.000
Konsultansi perencanaan puskesmas5Rp436.185.637
Perjalanan dinas dan meeting7Rp358.406.000
Jasa tenaga supir1Rp273.287.140
Jasa perawat program Dokter Tangguh10Rp245.000.000
Kursus singkat atau pelatihan1Rp243.000.000
ATK, bahan cetak, kertas, dan bahan komputer6Rp217.838.477
Jasa tenaga laboratorium1Rp179.487.000
Makanan dan minuman15Rp139.011.500
Pemeliharaan kendaraan2Rp40.903.000
Pemeriksaan post-market makanan dan minuman1Rp17.879.880
Jasa penyelenggaraan acara1Rp11.347.500
Total185Rp22.077.044.415

Dari sisi metode, sebanyak 178 transaksi senilai Rp21.599.955.778 menggunakan e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0.

Tujuh transaksi lainnya menggunakan pengadaan langsung, total Rp477.088.637. Rinciannya lima jasa konsultansi Rp436.185.637 dari sumber Non Tender dan dua pemeliharaan kendaraan Rp40.903.000 dari Pencatatan Non Tender.

Kolom jenis pengadaan memuat 41 transaksi Barang Rp14.340.111.221, 139 transaksi Jasa Lainnya Rp7.300.747.557, serta lima Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi Rp436.185.637.

Ada beberapa perbedaan klasifikasi yang memerlukan rincian pesanan untuk dipahami. Misalnya, satu transaksi BOK gizi Mersam atas nama Fatimah Rp3.318.000 tercatat sebagai Barang, sedangkan 89 transaksi BOK lainnya sebagai Jasa Lainnya.

Dua transaksi gabungan ATK dan bahan cetak Anugrah Prima juga tercatat sebagai Jasa Lainnya. Sementara pemeriksaan post-market Azra Group masuk jenis Barang. Nama paket saja belum cukup untuk memastikan klasifikasi tersebut keliru.

Seluruh kolom sumber dana tertulis APBD. Sejumlah nama paket menyebut DAU atau DAK Non Fisik. Penyebutan itu perlu dibaca bersama dokumen anggaran untuk mengetahui sumber pembiayaan secara lebih rinci.

Dari sisi status, sebagian besar nilai berada pada tahapan Kontrak.

Status dan tahapanTransaksiNilai
ON PROCESS / Kontrak162Rp18.863.530.116
KONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak5Rp436.185.637
PAYMENT OUTSIDE SYSTEM / Serah Terima16Rp2.736.425.662
KONTRAK SELESAI / Serah Terima2Rp40.903.000
Total185Rp22.077.044.415

Gabungan dua status pada tahapan Kontrak mencapai 167 transaksi Rp19.299.715.753, atau sekitar 87,42 persen dari seluruh nilai.

Berkas tidak memuat tanggal mulai, tenggat pekerjaan, maupun riwayat pembaruan status. Karena itu, angka tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan terlambat atau belum memberikan manfaat.

Label PAYMENT OUTSIDE SYSTEM juga perlu dibaca sesuai mekanisme sistem. INAPROC menyediakan pengajuan pembayaran di luar sistem dengan pengisian tanggal dan pengunggahan bukti pembayaran.

Selain itu, INAPROC memiliki kebijakan perubahan status pesanan apabila invoice lebih dari 30 hari tidak ditindaklanjuti ke tahap pembayaran. Riwayat masing-masing pesanan diperlukan untuk mengetahui mekanisme yang berlaku pada transaksi tertentu. Label tersebut saja bukan bukti pembayaran ilegal.

Pada pencatatan produk dalam negeri, nilai PDN mencapai Rp21.972.426.915, sekitar 99,53 persen dari total transaksi.

Satu-satunya transaksi dengan nilai PDN nol berada pada Solusi Sejahtera Medika senilai Rp104.617.500, dalam paket obat, vaksin, dan BMHP RUP 65298952. Angka nol tersebut belum cukup untuk memastikan barangnya merupakan produk impor.

Nilai UMK tercatat Rp10.588.737.635, atau sekitar 47,96 persen. Sebanyak 149 transaksi mencatat nilai UMK penuh, sedangkan 36 transaksi senilai Rp11.488.306.780 mencatat UMK nol.

PDN dan UMK merupakan dua pencatatan yang dapat melekat pada transaksi yang sama. Nilainya tidak dijumlahkan.

Pemeriksaan tidak menemukan kode paket ganda, kolom kosong, ataupun nilai transaksi negatif. Namun, terdapat kesamaan isian pada sejumlah transaksi berkode berbeda dan perbedaan nilai UMK pada transaksi serupa.

Dua hal itulah yang perlu dijelaskan lebih jauh.

Untuk transaksi gizi Sungai Rengas, dokumen pesanan, periode, volume, dan bukti pelaksanaan akan menjawab apa yang membedakan tiga transaksi masing-masing Rp198,88 juta. Untuk PLTS Rp3,492 miliar, daftar instalasi, lokasi penerima, spesifikasi, serta hasil pengujiannya diperlukan agar manfaat pengadaan dapat diperiksa.

Bahan yang tersedia belum memuat tanggapan Dinas Kesehatan Batanghari maupun para penyedia.

Penjelasan mereka dibutuhkan untuk menghubungkan angka dalam rekap dengan pelayanan yang diterima warga: kegiatan gizi yang terlaksana, obat yang tersedia, tenaga kesehatan yang bekerja, dan fasilitas kesehatan yang memperoleh dukungan listrik.(*)

BeritaSatu Network