Sarolangun - Dari deretan tender proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026, ada satu nama kontraktor yang muncul dua kali.
Namanya CV MRU (Musi Rawas Utara).
Perusahaan ini tercatat memperoleh dua tender pekerjaan konstruksi jalan dengan nilai gabungan mencapai Rp6.267.326.954 atau Rp6,27 miliar.
Dua-duanya proyek jalan.
Dua-duanya bersumber dari APBD.
Dua-duanya sudah masuk tahapan kontrak.
Dan dari 10 paket yang dalam data menggunakan metode tender, hanya CV MRU yang namanya muncul dua kali sebagai penyedia. Kontraktor lainnya masing-masing muncul satu kali.
Tender pertama yang dimenangkan MRU adalah Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun.
Nilainya Rp2.743.364.015.
Tender kedua lebih besar.
Yakni Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang Kecamatan Pauh (Lanjutan) dengan nilai Rp3.523.962.939.
Jika keduanya ditumpuk, angkanya menjadi Rp6,267 miliar.
Lumayan besar.
Sebab seluruh 10 paket tender dalam dataset memiliki nilai sekitar Rp30,880 miliar.
Artinya, dua proyek yang diperoleh CV MRU menyerap sekitar 20,3 persen dari seluruh nilai paket bermetode tender yang tercantum dalam data.
Kira-kira, setiap Rp5 nilai tender PUPR Sarolangun yang terdapat dalam dataset, sekitar Rp1 berada pada dua kontrak MRU.
Satu-satunya Menang Dua Kali
Data realisasi yang ditelusuri memuat 50 paket PUPR Kabupaten Sarolangun tahun 2026 dengan nilai keseluruhan Rp38.378.138.233.
Dari jumlah itu terdapat 13 paket pekerjaan konstruksi.
Sepuluh di antaranya menggunakan metode tender.
Tiga lainnya menggunakan pengadaan langsung.
Total nilai 13 pekerjaan konstruksi mencapai sekitar Rp31,857 miliar.
Dari angka tersebut, dua pekerjaan CV MRU senilai Rp6,267 miliar menyumbang sekitar 19,67 persen dari seluruh nilai pekerjaan konstruksi dalam dataset.
Bila dibandingkan dengan keseluruhan 50 paket—termasuk konsultan dan barang—dua proyek MRU setara sekitar 16,33 persen dari total Rp38,378 miliar.
Namun pola yang paling mencolok terlihat ketika hanya 10 tender konstruksi yang disusun berdasarkan nama penyedia.
CV Aksara Selaras Jaya muncul satu kali.
CV Raksa Deksatek satu kali.
CV Fariq Kontrindo satu kali.
Nirwana Tirta Abadi satu kali.
Ahlira Perdana Cipta satu kali.
PT Konstruksi Pribumi Manggala satu kali.
CV Beatrix Jaya Mandiri satu kali.
CV David Dewantara Putra satu kali.
Sedangkan CV MRU muncul dua kali.
Karena itu, walaupun CV MRU tidak memiliki kontrak tunggal terbesar, secara akumulasi dua paket menjadikannya kontraktor dengan nilai tender terbesar dalam dataset.
Tender Pertama: Rantau Alai-Ranggo Rp2,74 Miliar
Tender pertama yang masuk ke CV MRU adalah Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun.
Kode paketnya 10157276000.
Kode RUP 64333901.
Tahun anggaran 2026.
Sumber transaksi tercatat Tender.
Sumber dana APBD.
Metode pengadaan Tender.
Jenis pengadaan Pekerjaan Konstruksi.
Status paket tercatat SELESAI.
Tahapan pengadaannya Kontrak.
Nilainya Rp2.743.364.015.
Dalam dataset, nilai PDN untuk paket ini juga dicatat sebesar Rp2.743.364.015 dan nilai UMK dengan angka yang sama.
Tetapi proyek Rantau Alai-Ranggo bukan hanya melahirkan satu kontrak.
Sebelum pekerjaan fisik, terdapat paket Perencanaan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun.
Penyedianya Bagaskara Engineering.
Nilainya Rp129.151.830.
Kode paket 10123243000, kode RUP 64333902.
Metodenya seleksi.
Jenis pengadaannya Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi.
Statusnya selesai dengan tahapan kontrak.
Kemudian ada paket pengawasan.
Namanya Pengawasan Teknis Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun.
Nilainya Rp109.756.800.
Kode paket 10148851000, kode RUP 64333923.
Paket pengawasan itu juga menggunakan metode seleksi dan tercatat sudah berada pada tahapan kontrak.
Namun ada yang janggal pada kolom penyedianya.
Bukan nama perusahaan.
Data hanya menampilkan “-1”.
Padahal status paket tercatat SELESAI dan tahapan pengadaan tercatat Kontrak.
Artinya, berdasarkan data yang tersedia, nama konsultan pengawas proyek senilai Rp109,756 juta tersebut belum dapat diketahui.
Apakah “-1” merupakan kesalahan penarikan data, kesalahan integrasi sistem, atau memang ada persoalan pada tampilan nama penyedia, perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Satu Ruas, Tiga Paket Rp2,98 Miliar
Jika paket perencanaan, pekerjaan fisik dan pengawasan Rantau Alai-Ranggo digabung, total nilainya mencapai Rp2.982.272.645 atau sekitar Rp2,98 miliar.
Komposisinya:
Perencanaan oleh Bagaskara Engineering, Rp129,151 juta.
Konstruksi oleh CV MRU, Rp2,743 miliar.
Pengawasan Rp109,756 juta, tetapi nama penyedia dalam data hanya tertulis “-1”.
Dari total Rp2,982 miliar rangkaian pekerjaan itu, bagian terbesar tentu berada pada kontrak konstruksi CV MRU.
Porsinya mencapai sekitar 92 persen dari total nilai tiga paket yang berkaitan dengan ruas Rantau Alai-Ranggo.
Tender Kedua Lebih Jumbo: Rp3,52 Miliar
Belum selesai di Kecamatan Limun.
Nama CV MRU muncul lagi.
Kali ini pada proyek di Kecamatan Pauh.
Paketnya bernama Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang 000118 Kecamatan Pauh (Lanjutan), Sisa DBH Sawit 2024 & DBH Sawit 2026.
Nilainya lebih besar.
Rp3.523.962.939.
Kode paketnya 10144319000.
Kode RUP 64333908.
Sumber transaksi Tender.
Sumber dana APBD.
Metode pengadaan Tender.
Jenis pekerjaan konstruksi.
Status paket SELESAI.
Tahapan pengadaan Kontrak.
Dataset juga mencatat nilai PDN dan nilai UMK masing-masing sebesar Rp3.523.962.939.
Nama paketnya sendiri menarik karena secara eksplisit menyebut pekerjaan tersebut merupakan lanjutan, dengan keterangan Sisa DBH Sawit 2024 & DBH Sawit 2026.
Data yang tersedia belum menjelaskan nilai porsi DBH Sawit 2024 dan DBH Sawit 2026 secara terpisah.
Tidak pula ditampilkan berapa total panjang ruas, volume pekerjaan, HPS maupun pagu anggarannya.
Yang tersedia baru sebatas nama paket, metode, penyedia dan total nilai.
Pengawasnya Cakra Trihanda Rp97,78 Juta
Untuk proyek Lubuk Kepayang-Kasang Melintang, terdapat paket pengawasan tersendiri.
Nama paketnya Pengawasan Teknis Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang Kecamatan Pauh (Lanjutan), Sisa DBH Sawit 2024 & DBH Sawit 2026.
Penyedianya CV Cakra Trihanda Konsultan.
Nilainya Rp97.785.450.
Kode paket 10961362000.
Kode RUP 64333893.
Berbeda dengan kontrak fisik MRU yang menggunakan tender, pekerjaan pengawasan menggunakan metode pengadaan langsung.
Status paket selesai dengan tahapan Pemilihan Selesai.
Nilai paket pengawasan ini juga cukup menarik.
Rp97.785.450.
Angkanya berada hanya sekitar Rp2,214 juta di bawah Rp100 juta.
Namun nilai tersebut masih berada dalam rentang pengadaan langsung jasa konsultansi yang berlaku.
Yang menarik justru dokumen HPS dan dasar perhitungan kebutuhan pekerjaan pengawasan tersebut untuk ditelusuri lebih jauh.
Perencana Lubuk Kepayang Belum Terlihat
Berbeda dengan proyek Rantau Alai-Ranggo, dalam 50 baris data yang ditelusuri tidak ditemukan paket perencanaan yang secara eksplisit memakai nama Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang.
Yang muncul hanya pekerjaan fisik oleh CV MRU dan pengawasan oleh CV Cakra Trihanda Konsultan.
Karena itu, dari dataset ini belum dapat dipastikan apakah pekerjaan perencanaannya menggunakan dokumen tahun sebelumnya, masuk paket lain dengan nama berbeda, atau memang tidak termasuk dalam data yang tersedia.
Hal tersebut membutuhkan penelusuran ke RUP dan dokumen perencanaan proyek.
Jika hanya dua paket yang dapat diidentifikasi dari data sekarang, rangkaian pekerjaan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang memiliki nilai setidaknya Rp3.621.748.389 atau sekitar Rp3,62 miliar.
Terdiri dari konstruksi CV MRU Rp3,523 miliar dan pengawasan Cakra Trihanda Rp97,785 juta.
Dua Ruas yang Terkait MRU Capai Rp6,60 Miliar
Jika seluruh paket yang secara jelas dapat dikaitkan dengan dua ruas yang dikerjakan MRU ditumpuk, angkanya mencapai Rp6.604.021.034 atau Rp6,60 miliar.
Rantau Alai-Ranggo total Rp2,982 miliar.
Lubuk Kepayang-Kasang Melintang setidaknya Rp3,621 miliar.
Dari total Rp6,604 miliar tersebut, nilai pekerjaan fisik yang berada di tangan CV MRU mencapai Rp6.267.326.954.
Sisanya sekitar Rp336,694 juta merupakan jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan yang dapat diidentifikasi dalam dataset.
Namun angka Rp6,604 miliar jangan disalahartikan.
Itu bukan nilai kontrak CV MRU.
Kontrak MRU tetap Rp6,267 miliar.
Rp6,604 miliar merupakan total seluruh paket yang dapat dipasangkan dengan dua ruas jalan yang dikerjakan perusahaan tersebut.
MRU Kuasai 20,3 Persen Nilai Tender
Sekarang mari lihat posisi MRU dibanding kontraktor lain.
Sepuluh paket dengan metode tender dalam dataset memiliki nilai gabungan Rp30.880.460.677.
CV MRU memperoleh Rp6.267.326.954.
Porsinya sekitar 20,30 persen.
Namun ada catatan.
Dari 10 paket tender tersebut, delapan tercatat telah berada pada tahapan Kontrak, sedangkan dua lainnya masih bertuliskan Pemilihan Berlangsung.
Dua yang masih dalam tahapan pemilihan adalah proyek Peningkatan Jalan Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin yang mencantumkan PT Konstruksi Pribumi Manggala senilai Rp2,495 miliar, serta Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan yang mencantumkan CV David Dewantara Putra senilai Rp1,545 miliar.
Jika perbandingan hanya dilakukan terhadap delapan tender yang tahapannya sudah Kontrak, total nilainya sekitar Rp26,839 miliar.
Dalam kelompok ini, dua kontrak MRU senilai Rp6,267 miliar mengambil porsi sekitar 23,35 persen.
Hampir seperempat.
Aksara Punya Tender Tunggal Terbesar
Meski secara akumulasi MRU paling besar, tender tunggal terbesar bukan berada di tangannya.
Paket paling besar dalam 10 tender adalah Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut.
Penyedianya CV Aksara Selaras Jaya.
Nilainya Rp4.765.525.475.
Angka itu lebih besar dibanding masing-masing kontrak MRU.
Namun Aksara hanya muncul sekali.
MRU dua kali.
Jika dua kontrak MRU digabung, total Rp6,267 miliar tersebut lebih besar sekitar Rp1,501 miliar dibanding kontrak tunggal Aksara Rp4,765 miliar.
Itulah yang membuat MRU berada di puncak berdasarkan akumulasi nilai tender per penyedia.
Ini Peta 10 Tender Jalan
Selain MRU, berikut gambaran kontraktor yang muncul dalam 10 tender konstruksi PUPR Sarolangun dalam dataset.
Tender Pengaspalan Jalan Pasar Singkut-Pesantren Desa Pasar Singkut Kecamatan Singkut jatuh kepada CV Aksara Selaras Jaya, nilainya Rp4.765.525.475.
Peningkatan Jalan Simpang Tiga Desa Sepintun-Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh dikerjakan CV Raksa Deksatek, senilai Rp4.062.428.794.
Pengaspalan Jalan Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam tercatat kepada CV Fariq Kontrindo, senilai Rp3.985.413.642.
Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Lubuk Kepayang-Kasang Melintang dikerjakan CV MRU, Rp3.523.962.939.
Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII dikerjakan Nirwana Tirta Abadi, senilai Rp2.984.102.210.
Peningkatan Jalan Desa Lubuk Resam-Simpang Lintas Sumatera Desa Panti Kecamatan Cermin Nan Gedang dikerjakan Ahlira Perdana Cipta, senilai Rp2.756.880.870.
Pengaspalan Jalan Dusun Rantau Alai-Desa Ranggo Kecamatan Limun kembali dikerjakan CV MRU, senilai Rp2.743.364.015.
Peningkatan Jalan Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin mencantumkan PT Konstruksi Pribumi Manggala, senilai Rp2.495.925.881, dengan tahapan pengadaan masih tertulis Pemilihan Berlangsung.
Peningkatan Jalan Kasiro-Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai (Bukit Kukup) Lanjutan dikerjakan CV Beatrix Jaya Mandiri, senilai Rp2.017.400.002.
Sedangkan Pengaspalan Jalan Dusun Suko Karangan RT 13 dan RT 14 Desa Mandiangin Pasar mencantumkan CV David Dewantara Putra dengan nilai Rp1.545.456.849, tetapi tahapan pengadaannya masih tertulis Pemilihan Berlangsung.
Dari deretan itu satu pola terlihat.
Sembilan nama penyedia.
Sepuluh paket.
Hanya satu yang mendapat dua.
CV MRU.
Menang Dua Paket Bukan Otomatis Bermasalah
Perusahaan memenangkan dua tender tentu tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran.
Dalam tender terbuka, satu perusahaan dapat memenangkan lebih dari satu paket sepanjang memenuhi persyaratan, memiliki kemampuan paket yang cukup, personel dan peralatan yang disyaratkan, serta dinyatakan sebagai pemenang berdasarkan proses evaluasi.
Data yang tersedia juga belum menunjukkan adanya pelanggaran oleh CV MRU.
Namun besarnya akumulasi nilai serta fakta bahwa MRU menjadi satu-satunya penyedia yang muncul dua kali membuat proses dua tender tersebut layak ditelusuri lebih dalam dari sisi transparansi.
Terutama karena nilai gabungannya mencapai Rp6,267 miliar.
Yang Belum Ada di Data
Ada sejumlah informasi penting yang belum tersedia dalam dataset.
Pertama, pagu anggaran dan HPS kedua tender.
Tanpa angka itu belum bisa dihitung seberapa besar penurunan harga antara HPS dan nilai kontrak.
Kedua, jumlah peserta tender.
Belum diketahui berapa perusahaan mendaftar, berapa yang memasukkan penawaran, berapa yang lolos administrasi, teknis dan kualifikasi.
Ketiga, nilai penawaran para peserta.
Belum dapat diketahui apakah MRU merupakan penawar terendah atau memenangkan paket setelah evaluasi dengan selisih harga tertentu.
Keempat, jadwal kedua pekerjaan.
Informasi ini penting untuk melihat apakah dua kontrak berjalan secara bersamaan serta bagaimana kemampuan perusahaan menjalankan keduanya.
Kelima, personel dan peralatan yang digunakan pada masing-masing paket.
Keenam, alamat, kepemilikan dan struktur perusahaan CV MRU juga tidak terdapat dalam data yang dianalisis.
Paket Rantau Alai Juga Sisakan Tanda Tanya
Ada pula satu hal di luar MRU yang muncul pada proyek Rantau Alai-Ranggo.
Paket pengawasannya senilai Rp109.756.800 sudah tercatat berstatus selesai dan masuk tahapan kontrak.
Tetapi nama penyedianya hanya tertulis “-1”.
Padahal nama konsultan perencana ditampilkan dengan jelas.
Bagaskara Engineering.
Kontraktornya juga jelas.
CV MRU.
Tinggal pengawasnya yang misterius dalam dataset.
Ini patut dikonfirmasi.
Siapa sebenarnya perusahaan yang mendapat kontrak pengawasan Rp109,756 juta tersebut?
Kenapa namanya tidak muncul secara normal?
Dua Tender, Dua Kecamatan
Secara geografis, dua pekerjaan MRU berada di kecamatan berbeda.
Satu di Kecamatan Limun.
Satu lagi di Kecamatan Pauh.
Rantau Alai-Ranggo berupa pekerjaan pengaspalan jalan.
Lubuk Kepayang-Kasang Melintang berupa rekonstruksi/peningkatan struktur jalan lanjutan.
Nama paket kedua bahkan mengaitkannya dengan Sisa DBH Sawit 2024 dan DBH Sawit 2026.
Artinya, dua proyek tidak tampak sebagai pemecahan satu ruas pekerjaan yang sama hanya berdasarkan nama paket.
Justru yang menarik adalah bagaimana satu perusahaan berhasil menjadi pemenang dua tender berbeda dalam satu daftar pengadaan yang kontraktor lainnya masing-masing hanya menang satu kali.
Pertanyaan Selanjutnya Ada di Dokumen Tender
Untuk mengetahui bagaimana MRU menjadi pemenang di dua tender tersebut, dokumen tender harus dibuka.
Berapa HPS masing-masing?
Berapa penawaran MRU?
Siapa pesaingnya?
Berapa perusahaan memasukkan penawaran?
Ada berapa perusahaan yang gugur?
Mengapa mereka gugur?
Berapa skor evaluasi masing-masing?
Apakah ada sanggahan?
Apakah kedua tender memakai personel utama atau peralatan yang sama?
Bagaimana jadwal pelaksanaan dua pekerjaan?
Dan bagaimana progres fisiknya di lapangan?
Data realisasi yang dianalisis belum menjawab itu.
Tapi satu fakta sudah terlihat.
Di antara 10 paket tender konstruksi PUPR Sarolangun yang tercantum dalam data, CV MRU menjadi satu-satunya nama yang muncul dua kali.
Tender Rantau Alai-Ranggo: Rp2.743.364.015.
Tender Lubuk Kepayang-Kasang Melintang: Rp3.523.962.939.
Jika ditotal: Rp6.267.326.954.
Sekitar 20,3 persen dari nilai seluruh paket tender dalam dataset.
Kontraktor lain kebagian satu.
MRU dua.
Dua ruas.
Dua kontrak.
Rp6,27 miliar. (*)