Opini

Jambi di Pusaran Dunia: Ketika Geopolitik Global Menentukan Nasib Daerah

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Penulis merupakan Guru Besar Ekonomi Internasional Universitas Jambi
Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi
Tenaga Ahli Gubernur Jambi

Dahulu, jarak menentukan nasib sebuah daerah. Semakin jauh dari pusat perdagangan dunia, semakin kecil pengaruh gejolak global terhadap kehidupan masyarakatnya. Namun, abad ke-21 telah menghapus logika itu.

Ketika Jalur Afirmasi Berhadapan dengan Prestasi: Dilema Keadilan Pendidikan Indonesia

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif
Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Tenaga Ahli Gubernur Jambi

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 kembali memunculkan perdebatan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa peserta didik dengan prestasi akademik yang tinggi tidak memperoleh kursi di sekolah negeri tertentu, sementara peserta didik melalui jalur afirmasi diterima sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Ad Hominem dan Krisis Rasionalitas Ruang Publik

Oleh: Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP.
(Akademisi UIN STS Jambi, Tenaga Ahli Gubernur Jambi)

Dalam berbagai perdebatan publik, sering kali perhatian masyarakat tidak lagi diarahkan pada tindakan, kebijakan, atau dampak yang ditimbulkan terhadap kepentingan umum. Fokus pembahasan bergeser kepada masa lalu, latar belakang pribadi, atau identitas seseorang.

Akibatnya, yang diuji bukan lagi kebenaran sebuah argumen, melainkan siapa yang menyampaikan argumen tersebut.

MBG dan Ujian Serius Negara Mengelola Masa Depan

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Guru Besar Universitas Jambi | Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesungguhnya bukan sekadar program makan siang. Ia adalah pertaruhan besar negara dalam membangun kualitas manusia Indonesia. Di balik sepiring nasi, lauk, sayur, buah, dan susu, terdapat agenda yang jauh lebih mendasar: memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan kelak menjadi tenaga kerja produktif yang mampu membawa bangsa ini naik kelas.

Setiap ORANG Ada Masanya, Setiap MASA Ada Orangnya

Oleh: Dr. Jamilah, M.Pd.
Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Bendahara Umum ISMI Provinsi Jambi

«"Jangan pernah menilai seseorang hanya dari masa lalunya, karena bisa jadi Allah telah memuliakannya dengan taubat, ilmu, dan amal saleh."»

Belajar dari Umar bin Khattab: Jangan Jadikan Masa Lalu sebagai Vonis Seumur Hidup “Refleksi Hukum Islam atas Polemik Hj. Ernawati

Oleh:

Elas Anra Dermawan, S.H.

Founder LBH NADI

Polemik yang berkembang mengenai Hj. Ernawati telah memunculkan perdebatan di ruang publik.

Ada yang mengingat masa lalunya, ada pula yang melihat kiprah dan pengabdiannya hari ini.

Perdebatan tersebut merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Hak Publik Mengingat, Bukan Menghukum Tanpa Akhir

Oleh: Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP.
Akademisi UIN STS Jambi

Demokrasi membutuhkan ingatan. Masyarakat berhak mengetahui rekam jejak para pejabat publik, tokoh masyarakat, maupun individu yang pernah terlibat dalam persoalan hukum.

Ingatan publik merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak berjalan tanpa pengawasan dan bahwa pengalaman masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kehidupan bersama.

BER-ILMU, BERADAT, MEMBANGUN PERADABAN

"Khairunnas anfa'uhum linnas” — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Oleh: Dr. Fahmi Rasid
Sekretaris ISMI Provinsi Jambi