Dinas Perkim Tanjab Timur Bangun Jembatan Mendahara Ulu Rp 2,6 M, Bagaimana Spesifikasinya?

WIB
IST

Tanjab Timur - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah mematangkan megaproyek pembangunan jembatan dengan pagu anggaran fantastis, yakni Rp 2,6 miliar.

Bagaimana detilnya?

Dari data yang dihimpun, proyek ini bertajuk Pembangunan Jembatan Sungai Nek Desa Sinar Wajo Kec. Mendahara Ulu (lokasi 1).

Uang rakyat sebesar Rp 2.600.000.000 telah disiapkan secara matang. Sayangnya, transparansi megaproyek ini patut dipertanyakan keras.

Bagaimana tidak? Dinas Perkim belum menjelaskan Uraian Pekerjaan dan Spesifikasi Pekerjaan. Data yang ditampilkan ke lewat RUP justru kosong melompong dan hanya diisi dengan tanda strip (-).

Kondisi ini tentu membuat publik dan para pemburu proyek mengerutkan dahi.

Dana raksasa Rp 2,6 miliar itu akan digunakan untuk membangun jembatan dengan spesifikasi seperti apa?

Berapa panjang dan lebarnya?

Apakah konstruksinya menggunakan kayu, beton, atau rangka baja? Semuanya gelap gulita tanpa secuil pun penjelasan teknis di dokumen awal pengadaan.

Ketiadaan detail spesifikasi ini ibarat memberikan 'cek kosong' dan sangat rawan membuka celah kongkalikong sejak fase perencanaan. Padahal, proyek misterius bervolume 1 paket ini mensyaratkan penggunaan Produk Dalam Negeri dan dikhususkan bagi Usaha Kecil/Koperasi.

Secara linimasa, tahapan pemilihan penyedia alias tender dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga April 2026. Mengingat saat ini sudah berada di penghujung Maret, proses lelang seharusnya sudah mulai dipanaskan.

Siapa pun kontraktor yang nantinya ditunjuk menggarap proyek ini, mereka ditargetkan langsung meneken kontrak dan mengebut fisik bangunan dari April hingga September 2026. Target akhirnya, jembatan tanpa wujud spesifikasi teknis yang jelas ini harus sudah bisa dimanfaatkan oleh warga pada rentang September hingga Desember 2026.

Masyarakat dan aparat penegak hukum wajib mengawal ketat jalannya tender ini. Jangan sampai uang APBD Rp 2,6 miliar mengalir deras untuk sebuah proyek yang detail spesifikasinya saja enggan dijabarkan secara transparan ke ruang publik!(*)

BeritaSatu Network