CV Wakuda Bangun Jaya Menang Tender Cathlab RSUD HAMBA Rp1,97 M, Pagu-HPS Sama Persis, 11 Kontraktor Lain Tidak Terlihat Menawar

WIB
IST

Batanghari – Nama CV Wakuda Bangun Jaya kembali muncul dalam perebutan proyek pemerintah tahun anggaran 2026.

Kali ini, perusahaan tersebut memenangkan tender Pembangunan Gedung Cathlab (Single Plane) pada RSUD H. Abdoel Madjid Batoe atau RSUD HAMBA Kabupaten Batanghari.

Nilai proyek ini hampir Rp2 miliar.

Pagu paketnya Rp1.997.000.000.

HPS-nya juga Rp1.997.000.000.

Sama persis.

Tidak selisih satu rupiah pun.

Pemenangnya adalah CV Wakuda Bangun Jaya.

Alamatnya di Jl. H. Syamsoe Bahroen No. 034 RT 004, Selamat, Danau Sipin, Kota Jambi.

Harga penawarannya Rp1.978.939.162,40.

Harga terkoreksinya sama: Rp1.978.939.162,40.

Harga negosiasi tidak tercantum.

Tahap tender saat ini berada pada Masa Sanggah.

Artinya, pemenang sudah diumumkan. Namun masih ada ruang bagi peserta lain untuk menyampaikan sanggahan bila menilai ada hal yang perlu dipersoalkan.

Proyek ini diincar 13 kontraktor.

Namun harga yang terlihat dalam tabel evaluasi hanya dua: CV Wakuda Bangun Jaya dan CV Lumbung Emas.

Nama-nama lain tercatat ikut, tetapi harga penawarannya tidak tampak dalam data yang diberikan.

Di titik inilah tender ini menarik disorot.

Proyeknya fasilitas kesehatan khusus.

Pagu dan HPS sama persis.

Pemenangnya perusahaan yang disebut kembali muncul dalam proyek 2026.

Harga negosiasi tidak tercantum.

Pesertanya 13, tetapi harga yang terlihat hanya dua.

Data Pokok Tender

NoUraianDetail
1Nama TenderPembangunan Gedung Cathlab (Single Plane)
2Kode RUP66540732
3Nama Paket RUPBangunan Gedung Cathlab (Single Plane)
4Sumber DanaAPBD
5Uraian SingkatUraian singkat Cathlab.pdf
6Tanggal Pembuatan17 Juni 2026
7Tahap TenderMasa Sanggah
8K/L/PDKabupaten Batanghari
9Satuan KerjaRSUD H. Abdoel Madjid Batoe
10Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
11MetodeTender - Pascakualifikasi Satu File
12SistemHarga Terendah Sistem Gugur
13Reverse AuctionTidak menggunakan
14Tahun AnggaranAPBD 2026
15Jenis KontrakHarga Satuan
16LokasiMuara Bulian, Batanghari
17KualifikasiUsaha Kecil

Pagu, HPS dan Harga Pemenang

UraianNilaiCatatan
PaguRp1.997.000.000Nilai paket
HPSRp1.997.000.000Sama persis dengan pagu
Selisih Pagu-HPSRp0Tidak ada selisih
Penawaran WakudaRp1.978.939.162,40Harga pemenang
TerkoreksiRp1.978.939.162,40Sama dengan penawaran
NegosiasiTidak tercantumPerlu penjelasan
Selisih HPS-PenawaranRp18.060.837,60Turun 0,90 persen

Harga CV Wakuda Bangun Jaya hanya turun sekitar Rp18,06 juta dari HPS.

Persentasenya sekitar 0,90 persen.

Angka ini tidak otomatis salah.

Namun untuk proyek hampir Rp2 miliar, selisih kurang dari 1 persen tetap layak menjadi bahan tanya.

Apalagi HPS dan pagu sama persis.

Dalam tender konstruksi, HPS idealnya lahir dari perhitungan teknis: volume, harga satuan, bahan, tenaga, alat, pajak, risiko, dan kebutuhan pekerjaan.

Ketika HPS sama persis dengan pagu, publik wajar bertanya: apakah HPS benar-benar disusun dari bawah, atau hanya mengikuti plafon anggaran?

Pemenang Tender

NoUraianDetail
1PemenangCV Wakuda Bangun Jaya
2AlamatJl. H. Syamsoe Bahroen No. 034, Selamat, Danau Sipin, Kota Jambi
3NPWP03*6**6****31**0
4PenawaranRp1.978.939.162,40
5TerkoreksiRp1.978.939.162,40
6NegosiasiTidak tercantum
7TahapMasa Sanggah

Tidak tercantumnya harga negosiasi menjadi titik sorot tersendiri.

Apakah memang tidak ada negosiasi?

Apakah negosiasi tidak dilakukan karena sistem tender harga terendah?

Apakah angka negosiasi sama dengan harga terkoreksi?

Atau belum ditampilkan dalam data?

Untuk transparansi, informasi ini penting.

Sebab publik perlu tahu harga akhir yang akan menjadi dasar kontrak.

13 Kontraktor, Dua Harga Terlihat

Tender ini mencatat 13 peserta.

Namun tabel evaluasi hanya memperlihatkan dua harga penawaran.

CV Wakuda Bangun Jaya berada di posisi pertama.

CV Lumbung Emas berada di posisi kedua.

Peserta dengan Harga Terlihat

NoPeserta/NPWPHarga
1CV Wakuda Bangun Jaya / 03*6**6****31**0Rp1.978.939.162,40
2CV Lumbung Emas / 09*4**7****35**0Rp1.987.004.470,76

Selisih harga Wakuda dengan Lumbung Emas hanya Rp8.065.308,36.

Artinya, Wakuda unggul tipis.

Jika dibandingkan dengan HPS, CV Lumbung Emas turun Rp9.995.529,24 atau sekitar 0,50 persen.

Sementara Wakuda turun Rp18.060.837,60 atau sekitar 0,90 persen.

Peserta Tanpa Harga Terlihat

NoPeserta/NPWPCatatan
3CV Mulia Waskita / 09*0**0****35**0Harga tidak tampak
4CV Tamacho Building Construction / 08*7**6****31**0Harga tidak tampak
5CV Al Fathan / 06*7**6****01**0Harga tidak tampak
6cv. Wahana Mitra Abadi / 09*3**5****31**0Harga tidak tampak
7CV Utama Karya / 00*6**7****16**0Harga tidak tampak
8CV Prima Utama / 07*0**7****31**0Harga tidak tampak
9cv. Putra Loka Utama / 05*9**2****04**0Harga tidak tampak
10CV Dita Kontraktor / 00*0**9****31**0Harga tidak tampak
11CV Rimbo Jaya Tekhnik / 06*2**9****34**0Harga tidak tampak
12CV Putra Jaya Perkasa / 09*0**7****35**0Harga tidak tampak
13CV Garda / 00*9**1****31**0Harga tidak tampak

Sebanyak 11 peserta tidak terlihat harga penawarannya.

Jika benar hanya dua harga yang masuk, maka kompetisi harga dalam tender ini relatif sempit.

Jika sebenarnya ada harga lain tetapi tidak tampil dalam data, maka Pokja perlu menjelaskan.

Jangan sampai tender terlihat ramai peserta, tetapi persaingannya hanya terjadi pada dua perusahaan.

Rekap Kompetisi

UraianJumlahCatatan
Peserta13Terdaftar
Harga terlihat2Wakuda dan Lumbung Emas
Harga tidak tampak11Perlu dijelaskan
Selisih dua penawarRp8,06 jutaWakuda lebih rendah
TahapMasa SanggahPemenang sudah diumumkan

Dalam sistem harga terendah sistem gugur, harga menjadi sangat menentukan setelah peserta lolos administrasi, teknis, dan kualifikasi.

Karena itu, ketika hanya dua harga yang terlihat, publik wajar bertanya: bagaimana nasib 11 peserta lain?

Apakah mereka tidak menawar?

Apakah gugur administrasi?

Apakah gugur teknis?

Apakah tidak memenuhi kualifikasi?

Atau hanya nama yang tercatat tetapi tidak aktif dalam kompetisi harga?

Dokumen Uraian Singkat: Cathlab untuk Layanan Radiologi Klinik

Dokumen uraian singkat menyebut pekerjaan ini adalah Pembangunan Ruang Cathlab pada RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe.

Latar belakangnya, rumah sakit adalah institusi kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat secara paripurna.

Rumah sakit juga disebut dapat digunakan sebagai pusat pelatihan dan pendidikan tenaga kesehatan.

Pembangunan ruang Cathlab disebut sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui RSUD HAMBA untuk menunjang pencapaian sasaran pembangunan.

Dokumen itu juga menyebut pekerjaan mengacu pada Permenkes Nomor 24 Tahun 2020 tentang pelayanan radiologi klinik.

Ini menunjukkan Cathlab bukan ruang biasa.

Ia berkaitan dengan layanan kesehatan khusus.

Karena itu, pembangunan fisiknya tidak boleh dikerjakan seperti ruang kantor biasa.

Tujuan Pekerjaan

NoUraianIsi
1MaksudPedoman bagi pelaksana konstruksi
2TujuanJasa konstruksi yang dapat dipertanggungjawabkan
3BiayaWajar
4FungsiMenunjang pembangunan gedung milik Kabupaten Batanghari
5SasaranTersedianya jasa konstruksi untuk ruang Cathlab

Dokumen menyebut KAK menjadi petunjuk bagi pelaksana konstruksi yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran, serta proses yang harus dipenuhi.

Tujuannya adalah tersedianya jasa konstruksi yang dapat dipertanggungjawabkan dengan biaya wajar.

Kalimat “biaya yang wajar” menjadi menarik.

Karena HPS sama persis dengan pagu.

Harga pemenang turun kurang dari 1 persen.

Dan harga negosiasi tidak tercantum.

Maka kewajaran biaya harus benar-benar bisa dijelaskan.

Syarat Legalitas

Peserta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.

NIB, SBU, dan Sertifikat Standar harus sesuai yang dipersyaratkan pada Lembar Data Kualifikasi dalam Dokumen Pemilihan.

Peserta wajib mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak.

Buktinya: akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya, surat kuasa bila dikuasakan, bukti bahwa yang diberi kuasa merupakan pegawai tetap bila dikuasakan, serta KTP.

Peserta juga wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

KSO Dibuka dalam Dokumen

Tender ini juga memuat ketentuan tentang konsorsium, kerja sama operasi, kemitraan, atau bentuk kerja sama lain.

Jika peserta melakukan KSO, harus ada perjanjian.

Kerja sama operasi dapat dilakukan antara usaha non kecil dengan non kecil, non kecil dengan kecil, non kecil dengan koperasi, kecil dengan kecil, kecil dengan koperasi, atau koperasi dengan koperasi.

Leadfirm harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi dari anggota KSO.

Untuk pekerjaan tidak kompleks, jumlah anggota KSO paling banyak 3 perusahaan.

Untuk pekerjaan kompleks, paling banyak 5 perusahaan.

Ketentuan ini menarik karena proyek ini sendiri berkualifikasi usaha kecil.

Publik perlu tahu apakah ada peserta yang memakai skema KSO atau tidak.

Dalam data pemenang, CV Wakuda Bangun Jaya tampil sendiri sebagai pemenang, bukan sebagai KSO.

Syarat Teknis

NoSyaratKeterangan
1PengalamanKonstruksi 4 tahun terakhir
2SKPMemperhitungkan sisa kemampuan paket
3Usaha kecil baruBisa tanpa pengalaman sampai Rp2,5 M
4Nilai paketRp1,997 M
5Syarat lainSesuai LDK

Karena nilai paket Rp1,997 miliar, proyek ini berada di bawah ambang Rp2,5 miliar.

Artinya, untuk penyedia usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun, ketentuan pengalaman dapat dikecualikan jika belum memiliki pengalaman.

Secara aturan, ruang itu memang ada.

Namun untuk ruang Cathlab, pengecualian pengalaman harus dibaca hati-hati.

Cathlab adalah fasilitas kesehatan khusus.

Pekerjaannya tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan bangunan umum.

Pemerintah harus memastikan penyedia benar-benar mampu memahami kebutuhan teknis ruang kesehatan, standar keselamatan, dan fungsi layanan radiologi klinik.

Wakuda dan Sorotan “Pengusaha Kakap”

Dalam sorotan publik, CV Wakuda Bangun Jaya disebut dimotori pengusaha besar di balik aktivitas proyek konstruksi.

Istilah “pengusaha kakap” kerap muncul ketika sebuah perusahaan berulang kali masuk radar proyek pemerintah.

Namun dalam pemberitaan, hal ini tetap harus dibaca hati-hati.

Yang bisa diuji adalah data tender.

Faktanya, CV Wakuda Bangun Jaya menang proyek ini dengan harga Rp1.978.939.162,40.

Faktanya, proyek ini berada di RSUD HAMBA Batanghari.

Faktanya, tahap tender sudah masuk Masa Sanggah.

Faktanya, pagu dan HPS sama persis.

Faktanya, dari 13 peserta, harga yang tampak hanya dua.

Maka pertanyaan publik bukan sekadar siapa pengusahanya.

Pertanyaan publik yang lebih penting: apakah prosesnya kompetitif, apakah harganya wajar, dan apakah kualitas ruang Cathlab akan benar-benar sesuai standar?

Warga Muara Bulian, Subhan meminta RSUD HAMBA membuka detail teknis pekerjaan Cathlab.

“Cathlab itu bukan ruang biasa. Kalau proyeknya hampir Rp2 miliar, masyarakat perlu tahu apa saja yang dibangun, standar ruangnya seperti apa, dan siapa yang mengawasi,” ujarnya.

Warga Batanghari, Siti menyoroti HPS yang sama persis dengan pagu.

“Kalau pagu dan HPS sama persis, publik pasti bertanya. Apalagi harga pemenang turunnya kurang dari satu persen. Harus dijelaskan supaya tidak ada kecurigaan,” katanya.

Warga Bajubang, Fauzi meminta Pokja menjelaskan nasib 11 peserta lain.

“Pesertanya 13, tapi harga yang terlihat cuma dua. Yang lain itu gugur, tidak menawar, atau datanya belum tampil? Ini harus jelas,” ujarnya.

Warga Pemayung, Nurhayati berharap proyek ini tidak hanya menjadi bangunan fisik.

“Kalau Cathlab dibangun, semoga benar-benar meningkatkan layanan pasien. Jangan sampai gedung ada, tapi layanan belum siap,” katanya.(*)

BeritaSatu Network