Selain Cathlab, RSUD Nurdin Hamzah Gulirkan Proyek Cytotoxic Rp1,31 Miliar, 15 Perusahaan Incar Dua Paket Sekaligus

WIB
IST

Tanjab Timur – Setelah menggulirkan tender Pembangunan Ruang Gedung Cathlab, RSUD Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali membuka paket konstruksi lain.

Namanya Pembangunan Ruang Gedung Cytotoxic.

Nilainya Rp1.318.764.360.

HPS-nya Rp1.318.210.913,99.

Paket ini bukan proyek ruang biasa.

Dalam dokumen teknis, gedung Cytotoxic disebut untuk mendukung pelayanan farmasi dan penanganan obat-obatan sitotoksik untuk terapi kanker. Fungsinya menyangkut penyimpanan, peracikan, dan pengelolaan obat sitotoksik sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Artinya, ini ruang layanan kesehatan khusus.

Namun tendernya dibuka untuk kualifikasi usaha kecil.

Metodenya Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur.

Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.

Tahapnya saat ini Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.

Yang menarik, proyek Cytotoxic ini tidak berdiri sendiri.

Sebelumnya, RSUD Nurdin Hamzah juga menggulirkan proyek Pembangunan Ruang Gedung Cathlab dengan pagu Rp1.769.109.000 dan HPS Rp1.768.545.929,22.

Jika dua paket itu digabung, total pagunya mencapai Rp3.087.873.360.

Total HPS-nya mencapai Rp3.086.756.843,21.

Selisih total pagu dan HPS dua proyek itu hanya Rp1.116.516,79.

Dua-duanya proyek gedung kesehatan.

Dua-duanya berada di RSUD Nurdin Hamzah.

Dua-duanya dibuat pada 23 Juni 2026.

Dua-duanya memakai metode tender yang sama.

Dua-duanya tidak memakai Reverse Auction.

Dua-duanya untuk usaha kecil.

Dan banyak perusahaan yang sama ikut mengincar dua paket sekaligus.

Dari daftar peserta Cathlab dan Cytotoxic, terdapat sedikitnya 15 perusahaan yang muncul di dua tender itu.

Ini yang membuat proyek RSUD Tanjab Timur menarik dibaca.

Bukan hanya soal siapa menawar paling rendah.

Tetapi siapa saja perusahaan yang sedang mengincar proyek-proyek gedung kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.

Dua Proyek RSUD yang Bergulir

ProyekPaguHPS
Ruang Gedung CathlabRp1.769.109.000Rp1.768.545.929,22
Ruang Gedung CytotoxicRp1.318.764.360Rp1.318.210.913,99
TotalRp3.087.873.360Rp3.086.756.843,21

Secara total, HPS dua paket ini sangat dekat dengan pagu.

HPS gabungan mencapai sekitar 99,96 persen dari total pagu.

Ini tidak otomatis salah.

Tetapi dalam tender konstruksi, HPS yang nyaris menempel ke pagu selalu layak dipertanyakan: apakah perhitungan benar-benar disusun dari kebutuhan teknis lapangan, atau hanya mendekati plafon anggaran?

Data Pokok Tender Cytotoxic

NoUraianDetail
1Nama TenderPembangunan Ruang Gedung Cytotoxic
2Kode RUP67323018
3Nama PaketPembangunan Ruang Gedung Cytotoxic
4Sumber Dana RUPAPBD
5Uraian SingkatSPESIFIKASI CITOTOXIC.pdf
6Tanggal Pembuatan23 Juni 2026
7Tahap TenderEvaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga
8K/L/PDKabupaten Tanjung Jabung Timur
9Satuan KerjaRumah Sakit Umum Daerah
10Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
11MetodeTender Pascakualifikasi Satu File
12SistemHarga Terendah Sistem Gugur
13Reverse AuctionTidak menggunakan
14Tahun AnggaranAPBD 2026
15KontrakHarga Satuan
16LokasiRSUD Nurdin Hamzah
17KualifikasiUsaha Kecil

Pagu dan HPS Cytotoxic

UraianNilaiCatatan
PaguRp1.318.764.360Data tender
HPS tenderRp1.318.210.913,99Data tender
SelisihRp553.446,01Sangat tipis
Persentase HPS99,958%Dari pagu
Harga terendahRp1.213.938.081,47cv. januari mitra sejati
Selisih HPS-terendahRp104.272.832,52Turun 7,91%

HPS Cytotoxic hanya lebih rendah Rp553 ribu dari pagu.

Tetapi harga terendah sementara turun cukup jauh, yakni lebih dari Rp104 juta dari HPS.

Penawar terendah adalah cv. januari mitra sejati.

Perusahaan ini juga ikut pada tender Cathlab dan berada pada posisi kedua harga terendah di paket tersebut.

Inilah yang membuat nama perusahaan ini menonjol.

Januari Mitra Sejati dan Kolang Nauli Arga Mencolok

Pada tender Cytotoxic, cv. januari mitra sejati menawar paling rendah: Rp1.213.938.081,47.

Di tender Cathlab, perusahaan yang sama juga memasukkan penawaran Rp1.622.219.683,97.

Jika dua penawaran itu dijumlah, nilai yang sedang dibidik cv. januari mitra sejati mencapai Rp2.836.157.765,44.

Nama lain yang juga mencolok adalah CV Kolang Nauli Arga.

Di tender Cytotoxic, CV Kolang Nauli Arga menawar Rp1.219.362.256,66.

Di tender Cathlab, perusahaan ini menawar Rp1.635.656.127,86.

Jika dua penawaran itu dijumlah, nilai yang sedang dibidik CV Kolang Nauli Arga mencapai Rp2.855.018.384,52.

Perusahaan yang Menawar di Dua Paket

PerusahaanCathlabCytotoxic
cv. januari mitra sejatiRp1.622.219.683,97Rp1.213.938.081,47
CV Kolang Nauli ArgaRp1.635.656.127,86Rp1.219.362.256,66

Dua perusahaan ini bukan sekadar ikut.

Mereka benar-benar memasukkan harga pada dua proyek.

Januari Mitra Sejati menjadi penawar terendah di Cytotoxic dan penawar kedua di Cathlab.

Kolang Nauli Arga menjadi penawar kedua di Cytotoxic dan penawar ketiga di Cathlab.

Pola ini tidak otomatis salah.

Justru menunjukkan dua perusahaan tersebut agresif mengincar paket gedung kesehatan RSUD Nurdin Hamzah.

Tetapi karena dua proyek ini berada pada rumah sakit yang sama, dibuat di tanggal yang sama, dan sama-sama proyek fasilitas kesehatan khusus, publik berhak meminta pengawasan lebih ketat.

Jangan sampai satu perusahaan mengejar banyak paket tetapi kemampuan personel, alat, dan manajemen lapangan tidak sebanding.

Perusahaan yang Muncul di Dua Tender

Dari dua paket Cathlab dan Cytotoxic, ada sedikitnya 15 perusahaan yang muncul di dua tender.

NoPerusahaanCatatan
1cv. januari mitra sejatiMenawar di dua paket
2CV Kolang Nauli ArgaMenawar di dua paket
3CV HidayatMuncul di dua tender
4CV Dita KontraktorMuncul di dua tender
5CV Beta JayaMuncul di dua tender
6CV Tri Putra PrakarsaMuncul di dua tender
7CV Perdana Inti SentosaMuncul di dua tender
8CV Putra NauliMuncul di dua tender
9CV Bintang PerdanaMuncul di dua tender
10CV Sukses BersamaMuncul di dua tender
11CV Tamacho Building ConstructionMuncul di dua tender
12CV GardaMuncul di dua tender
13CV Way SalakMuncul di dua tender
14CV Buntara Berkah KonstruksiMuncul di dua tender
15CV Rimbo Jaya TekhnikMuncul di dua tender

Daftar ini menunjukkan adanya kelompok perusahaan yang sama-sama membidik paket konstruksi RSUD Nurdin Hamzah.

Ini normal dalam tender terbuka.

Tetapi tetap harus diawasi.

Apakah mereka benar-benar bersaing?

Apakah mereka semua memasukkan penawaran lengkap?

Apakah ada yang hanya ikut sebagai peserta pasif?

Apakah ada pola peserta pelengkap?

Pertanyaan itu muncul karena pada tender Cytotoxic, dari 23 peserta, hanya 3 peserta yang terlihat memasukkan harga.

Pada tender Cathlab, dari 25 peserta, hanya 6 peserta yang terlihat memasukkan harga.

Tender ramai di daftar peserta.

Tetapi tidak terlalu ramai di harga.

Peserta Cytotoxic dengan Harga

NoPeserta/NPWPHarga
1cv. januari mitra sejati / 00*0**9****31**0Rp1.213.938.081,47
2CV Kolang Nauli Arga / 00*1**8****31**0Rp1.219.362.256,66
3CV Samudra Jaya / 08*8**3****34**0Rp1.266.149.597,65

Hanya tiga harga yang terlihat.

Selisih antara cv. januari mitra sejati dan CV Kolang Nauli Arga sangat tipis, hanya sekitar Rp5,42 juta.

Sedangkan CV Samudra Jaya berada di posisi ketiga dengan harga Rp1,266 miliar.

Selisih Harga dari HPS Cytotoxic

PesertaHargaSelisih HPS
cv. januari mitra sejatiRp1.213.938.081,47Rp104.272.832,52
CV Kolang Nauli ArgaRp1.219.362.256,66Rp98.848.657,33
CV Samudra JayaRp1.266.149.597,65Rp52.061.316,34

Harga terendah turun sekitar 7,91 persen dari HPS.

Harga kedua turun sekitar 7,50 persen.

Harga ketiga turun sekitar 3,95 persen.

Selisih ini perlu diuji pada tahap evaluasi teknis.

Karena Cytotoxic bukan ruang gudang biasa.

Ruang ini terkait pengelolaan obat sitotoksik yang berisiko bagi keselamatan petugas dan pasien bila tidak ditangani sesuai standar.

Maka harga murah tidak boleh mengorbankan spesifikasi bangunan, ventilasi, keselamatan kerja, material, dan kesiapan ruang.

Peserta Cytotoxic Tanpa Harga Tercatat

NoPeserta/NPWPCatatan
4CV Hidayat / 00*2**2****34**0Harga tidak tercatat
5CV Dita Kontraktor / 00*0**9****31**0Harga tidak tercatat
6cv. wahana mitra abadi / 09*3**5****31**0Harga tidak tercatat
7CV Beta Jaya / 00*5**3****31**0Harga tidak tercatat
8CV Cahaya Asri Mandiri / 06*3**2****34**0Harga tidak tercatat
9CV Tri Putra Prakarsa / 03*5**6****34**0Harga tidak tercatat
10CV Perdana Inti Sentosa / 02*8**4****31**0Harga tidak tercatat
11CV Putra Nauli / 00*9**0****34**0Harga tidak tercatat
12CV Bintang Perdana / 07*6**3****31**0Harga tidak tercatat
13Merapi Elektronik / 12*8**1****20**4Harga tidak tercatat
14Zulindo Jaya Mandiri / 00*2**4****08**0Harga tidak tercatat
15CV Sukses Bersama / 03*7**0****31**0Harga tidak tercatat
16CV HSI Jabung Construction / 01*7**0****34**0Harga tidak tercatat
17CV Tamacho Building Construction / 08*7**6****31**0Harga tidak tercatat
18CV Garda / 00*9**1****31**0Harga tidak tercatat
19CV Way Salak / 07*8**6****31**0Harga tidak tercatat
20CV Buntara Berkah Konstruksi / 05*8**2****35**0Harga tidak tercatat
21CV Hafiz Jaya / 00*4**4****31**0Harga tidak tercatat
22CV Rimbo Jaya Tekhnik / 06*2**9****34**0Harga tidak tercatat
23CV Indo Jaya Abadi / 00*5**2****34**0Harga tidak tercatat

Dari 23 peserta, hanya 3 yang terlihat memasukkan harga.

Sebanyak 20 peserta lainnya belum terlihat harganya dalam data yang diberikan.

Ini menjadi titik sorot.

Apakah 20 peserta itu hanya mendaftar?

Apakah dokumen harga belum terbuka?

Apakah gugur administrasi?

Atau memang tidak memasukkan penawaran?

Pokja perlu menjelaskan agar tender tidak terlihat ramai secara nama, tetapi minim kompetisi harga.

Dibanding Cathlab: Polanya Mirip

Pada tender Cathlab, peserta tercatat 25.

Namun harga yang terlihat hanya 6.

Pada tender Cytotoxic, peserta tercatat 23.

Namun harga yang terlihat hanya 3.

Perbandingan Peserta

ProyekPesertaHarga Terlihat
Cathlab256
Cytotoxic233
Total kemunculan489

Dari sisi daftar peserta, dua tender ini terlihat ramai.

Tetapi dari sisi harga yang muncul, kompetisi tampak jauh lebih sempit.

Ini bukan kesimpulan pelanggaran.

Namun menjadi alarm transparansi.

Karena pekerjaan rumah sakit harus benar-benar mendapatkan penyedia yang mampu, bukan sekadar penyedia dengan harga paling rendah.

Syarat Kualifikasi: Bangunan Gedung Kesehatan

Tender Cytotoxic mensyaratkan NIB yang masih berlaku.

SBU yang diminta adalah Klasifikasi Konstruksi Bangunan Gedung dengan Subklasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Gedung Kesehatan BG005, kode KBLI 41015, sesuai Permen PUPR Nomor 6 Tahun 2025.

Peserta juga wajib mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak, dibuktikan dengan akta pendirian/perubahan, surat kuasa bila dikuasakan, bukti penerima kuasa merupakan pegawai tetap bila dikuasakan, dan KTP.

Peserta wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

Syarat Teknis

NoSyaratKeterangan
1PengalamanKonstruksi 4 tahun terakhir
2SKPMemperhitungkan sisa kemampuan paket
3Usaha kecil baruBisa dikecualikan sampai Rp2,5 M
4KinerjaMinimal baik
5Syarat lainSesuai dokumen pemilihan

Karena nilai paket Cytotoxic hanya Rp1,31 miliar, paket ini berada di bawah ambang Rp2,5 miliar.

Artinya, untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun, ketentuan pengalaman dapat dikecualikan.

Secara aturan, ini membuka ruang bagi penyedia kecil.

Namun secara substansi, ini perlu dibaca hati-hati.

Cytotoxic adalah ruang khusus untuk pengelolaan obat sitotoksik.

Pekerjaan bangunannya tidak boleh asal.

Jika penyedia belum berpengalaman, RSUD dan Pokja harus memastikan pengawasan teknis benar-benar kuat.

Dokumen Spesifikasi: DAK atau APBD?

Ada satu titik yang sama dengan paket Cathlab.

Data tender Cytotoxic menyebut sumber dana APBD.

Namun dokumen spesifikasi teknis menyebut sumber anggaran DAK Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2026.

Ini harus dijelaskan.

Bisa saja DAK masuk dalam struktur APBD.

Tetapi dalam dokumen pengadaan, penulisan sumber dana harus konsisten.

Apalagi dua proyek ini sama-sama menyangkut fasilitas kesehatan khusus.

Sumber dana tidak boleh membingungkan publik.

HPS Tender dan HPS Dokumen Beda Tipis

SumberNilai HPSCatatan
Data tenderRp1.318.210.913,99Angka sistem tender
Dokumen spesifikasiRp1.318.231.000Angka dokumen teknis
SelisihRp20.086,01Perlu klarifikasi

Selisihnya memang kecil.

Hanya sekitar Rp20 ribu.

Tetapi angka HPS adalah angka dasar tender.

Perbedaan sekecil apa pun tetap perlu dijelaskan.

Terutama karena pada paket Cathlab juga ditemukan perbedaan HPS antara data tender dan dokumen teknis.

Jika pola ini terjadi pada dua paket sekaligus, publik wajar bertanya: apakah dokumen teknis disusun dengan ketelitian memadai?

Redaksi Janggal: Cytotoxic Batang Hari dan Kolam Rumah Dinas Bupati

Dokumen spesifikasi Cytotoxic juga memuat redaksi yang patut dipertanyakan.

Pada bagian ruang lingkup, tertulis “Pekerjaan Pembangunan ruang gedung Cytotoxic Batang Hari”.

Padahal tender ini berada di RSUD Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pada bagian program K3, dokumen juga menyebut “Pekerjaan Penataan Bangunan dan Lingkungan Area Kolam Rumah Dinas Bupati”.

Padahal pekerjaan yang ditender adalah gedung Cytotoxic.

Ini sama dengan pola janggal yang sebelumnya juga muncul dalam dokumen Cathlab.

Bisa saja ini salah ketik atau sisa salin-tempel.

Tetapi proyek fasilitas kesehatan khusus tidak boleh dikelola dengan dokumen yang menyisakan nama daerah atau proyek lain.

Titik Janggal Dokumen

NoTemuanCatatan
1Tender tulis APBDDokumen tulis DAK
2HPS berbedaSelisih Rp20.086,01
3Tertulis Cytotoxic Batang HariLokasi Tanjab Timur
4K3 sebut Kolam Rumah Dinas BupatiBukan pekerjaan Cytotoxic
5File bernama SPESIFIKASI CITOTOXICPenulisan istilah perlu dirapikan

Kesalahan redaksi tidak otomatis membatalkan substansi pekerjaan.

Namun dalam tender, dokumen adalah peta pelaksanaan.

Jika peta berisi jejak proyek lain, publik berhak meragukan apakah spesifikasi benar-benar disusun khusus untuk kebutuhan Cytotoxic RSUD Nurdin Hamzah.

Dokumen spesifikasi menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Cytotoxic dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Gedung ini disebut penting untuk pelayanan farmasi dan penanganan obat-obatan sitotoksik untuk terapi kanker.

Pembangunan diharapkan mendukung penyimpanan, peracikan, dan pengelolaan obat sitotoksik sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Tujuan akhirnya adalah meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tujuan ini kuat.

Tetapi justru karena tujuannya kuat, dokumen dan tendernya harus lebih kuat.

Data Teknis dari Dokumen

UraianDetailCatatan
PekerjaanGedung CytotoxicRSUD Nurdin Hamzah
LokasiMuara Sabak BaratTanjab Timur
Sumber dokumenDAK Tanjung Jabung TimurBeda dengan RUP
PPKdrg. Darwin SalimTercantum di dokumen
Masa kerja120 hari kalenderSejak SPMK
Pemeliharaan6 bulanSejak BAST
OutputTepat mutu, kuantitas, biaya, waktuSesuai spesifikasi
Laporan akhirAsbuilt drawing dan PHOWajib

Dokumen juga mensyaratkan laporan pendahuluan, laporan harian, mingguan, bulanan, dokumentasi pekerjaan, laporan akhir, asbuilt drawing, dan PHO.

Untuk gedung Cytotoxic, laporan ini tidak boleh menjadi formalitas.

Harus benar-benar menggambarkan mutu pekerjaan dan kesiapan ruang.

Personel dan Alat

NoKebutuhanSyarat
1Ahli Muda Bangunan GedungSKK Jenjang 7, pengalaman 5 tahun
2Ahli Muda K3 KonstruksiPengalaman 3 tahun
3Dump truck3 unit, 3,5–4 M3
4Mobil pick up1 unit, 1 ton

Personel harus dilengkapi KTP, NPWP, ijazah, SKK, serta curriculum vitae atau referensi kerja.

Peralatan harus jelas statusnya: milik sendiri, sewa beli, atau sewa.

Peralatan juga harus disertai bukti kepemilikan atau dokumen pendukung, serta foto yang menampilkan titik koordinat dan waktu setelah pengumuman tender.

Ini penting karena banyak tender hanya kuat di dokumen.

Di lapangan, alat dan personel kadang berbeda dari yang diajukan.

Untuk proyek rumah sakit, hal ini tidak boleh terjadi.

Angle penting dalam dua tender ini adalah pergerakan perusahaan.

Ada perusahaan yang hanya muncul di salah satu tender.

Ada yang muncul di dua tender.

Ada yang benar-benar menawar di dua-duanya.

Ada pula yang namanya muncul, tetapi harganya tidak terlihat.

Nama yang Paling Agresif

PerusahaanPosisiCatatan
cv. januari mitra sejatiTerendah CytotoxicJuga menawar Cathlab
CV Kolang Nauli ArgaKedua CytotoxicJuga menawar Cathlab
CV Samudra JayaKetiga CytotoxicHanya tampak di Cytotoxic
CV Tunas Baru UtamaTerendah CathlabTidak tampak di Cytotoxic
CV Sinar TungkalPenawar CathlabTidak tampak di Cytotoxic

Pada paket Cytotoxic, cv. januari mitra sejati menjadi yang paling rendah.

Pada paket Cathlab, CV Tunas Baru Utama menjadi yang paling rendah.

Namun dari sisi mengejar dua paket sekaligus, cv. januari mitra sejati dan CV Kolang Nauli Arga paling menarik untuk dilihat.

Keduanya memasukkan harga di Cathlab dan Cytotoxic.

Keduanya berpotensi berada dalam persaingan ketat jika lolos administrasi, teknis, dan kualifikasi.

Bukan Sekadar Murah

Karena sistem yang digunakan adalah harga terendah sistem gugur, harga memang menjadi faktor penting.

Tetapi untuk gedung kesehatan, murah saja tidak cukup.

Penyedia harus mampu memenuhi spesifikasi bangunan kesehatan.

Penyedia harus punya personel yang benar-benar bekerja.

Penyedia harus punya alat yang benar-benar tersedia.

Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Penyedia harus menjamin mutu selama masa pemeliharaan.

Penyedia juga harus sanggup menjalankan K3, terutama karena rumah sakit adalah lingkungan pelayanan publik.

Jika proyek Cathlab dan Cytotoxic dikerjakan asal, yang dirugikan bukan hanya negara.

Yang terdampak adalah pasien dan tenaga kesehatan.

Warga Muara Sabak Barat, M. Ridwan meminta RSUD Nurdin Hamzah membuka penjelasan soal dua proyek kesehatan yang berjalan bersamaan.

“Cathlab dan Cytotoxic itu bukan ruang biasa. Kalau dua-duanya dibangun tahun ini, publik perlu tahu kesiapan anggaran, kesiapan pengawasan, dan siapa saja kontraktor yang benar-benar mampu,” ujarnya.

Warga Tanjung Jabung Timur, Siti Rahmawati menyoroti banyaknya perusahaan yang sama muncul di dua tender.

“Kalau ada perusahaan yang ikut dua proyek sekaligus, itu boleh saja. Tapi harus dicek kemampuan personel dan alatnya. Jangan sampai semua dikejar, tapi mutu pekerjaan tidak maksimal,” katanya.

Warga Sabak, Ahmad Fauzi mempertanyakan dokumen teknis yang masih memuat redaksi proyek lain.

“Kalau dokumen Cytotoxic masih menyebut Batang Hari dan kolam rumah dinas bupati, itu harus diperbaiki. Proyek rumah sakit jangan pakai dokumen yang terkesan salin-tempel,” ujarnya.

Warga Tanjab Timur lainnya, Nurhayati berharap proyek ini benar-benar meningkatkan layanan pasien.

“Kalau memang untuk obat kanker dan layanan rumah sakit, kami dukung. Tapi bangunannya harus sesuai standar. Jangan hanya menang tender, lalu kualitasnya biasa-biasa saja,” katanya.(*)

BeritaSatu Network