Muaro Jambi – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muaro Jambi sudah merealisasikan belanja pengadaan senilai Rp2.537.423.469 hingga Mei 2026.
Angka itu berasal dari 17 paket pengadaan tahun anggaran 2026.
Sekilas, belanja ini terlihat seperti kebutuhan rutin dinas digital, seperti internet, software, cloud server, jaringan, billboard, radio, alat tulis kantor, hingga sejumlah transaksi Tokodaring.
Tapi ketika dibaca pelan-pelan, ada beberapa titik yang layak disorot.
Paket terbesar adalah Beban Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan senilai Rp1.199.999.999. Hampir Rp1,2 miliar. Penyedianya Fiber Networks Indonesia. Statusnya masih ON PROCESS.
Lalu ada Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Software senilai Rp297.500.000 oleh Global Digital Core.
Ada pula Cloud VPS Server Aplikasi AISIKO senilai Rp199.500.000 oleh PT. Citracom Inti Persada.
Belanja sewa billboard juga tidak kecil. Dua paket sewa tiang billboard di dalam Kabupaten Muaro Jambi totalnya mencapai Rp294.900.000.
Di luar itu, ada belanja sewa alat radio, frekuensi dan izin siaran senilai Rp191.541.600.
Dari total belanja Rp2,53 miliar, paket internet/TV berlangganan senilai Rp1.199.999.999 menjadi yang paling dominan.
Nilainya setara sekitar 47,29 persen dari total belanja Diskominfo Muaro Jambi dalam data ini.
Artinya, hampir separuh anggaran realisasi belanja yang tercatat terserap pada satu paket.
Paket ini memiliki Kode Paket 01KJEPM6925K09AMPQT2Q37RT6 dan Kode RUP 64373029. Sumber transaksinya E-Katalog 6.0. Sumber dana APBD. Metode pengadaan E-Purchasing. Jenis pengadaan Jasa Lainnya. Status paket ON PROCESS. Nilai PDN tercatat sama dengan total nilai, yakni Rp1.199.999.999.
Secara fungsi, internet memang penting bagi pemerintahan modern.
Tanpa jaringan, layanan publik bisa lambat. Aplikasi tidak berjalan. Data tidak terhubung. Sistem administrasi terganggu.
Selain internet, belanja digital lain juga cukup besar.
Ada tiga paket yang berkaitan dengan software, cloud, dan server dengan total nilai Rp596.900.000.
Rinciannya:
- Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Software oleh Global Digital Core senilai Rp297.500.000.
- Cloud VPS Server Aplikasi AISIKO oleh PT. Citracom Inti Persada senilai Rp199.500.000.
- Belanja Pemeliharaan Aset Tidak Berwujud-Software oleh Citracom Inti Persada senilai Rp99.900.000.
Belanja ini bisa sangat penting jika memang menopang aplikasi pelayanan publik, keamanan data, integrasi sistem pemerintahan, dan transparansi informasi.
Tapi sisi kontroversialnya juga jelas.
Software dan cloud sering sulit dilihat warga. Tidak seperti jalan, jembatan, lampu, atau gedung.
Karena itu, manfaatnya harus dijelaskan lebih terang.
Apa nama aplikasinya? Untuk layanan apa? Siapa pengguna aktifnya? Berapa OPD terhubung? Apa indikator keberhasilannya? Apakah warga lebih mudah mengakses layanan setelah software dan server itu dibayar?
Kalau tidak dijelaskan, belanja digital bisa berubah menjadi ruang gelap baru: mahal di angka, samar di manfaat.
Diskominfo Muaro Jambi juga mencatat dua paket Belanja Sewa Tiang Billboard Dalam Kabupaten Muaro Jambi.
Total nilainya Rp294.900.000.
Paket pertama senilai Rp196.600.000.
Paket kedua senilai Rp98.300.000 oleh Mitra Advertising.
Keduanya melalui E-Katalog 6.0, metode E-Purchasing, jenis Jasa Lainnya, dan status ON PROCESS.
Belanja billboard bisa dibutuhkan untuk penyampaian informasi publik. Misalnya sosialisasi program, layanan pemerintah, peringatan kebencanaan, pajak daerah, kesehatan, pendidikan, atau agenda penting daerah.
Paket lain yang menarik adalah Belanja Sewa Alat Radio, Frekuensi dan Izin Siaran.
Nilainya Rp191.541.600.
Paket ini dikerjakan PT. Radio Gibel Jambi, dengan sumber transaksi Non Tender, metode Pengadaan Langsung, jenis Jasa Lainnya, dan status SELESAI.
Nilai PDN tercatat Rp191.541.600.
Belanja ini bisa dibaca sebagai bagian dari penyebaran informasi publik melalui radio. Dalam banyak daerah, radio masih menjadi media penting, terutama untuk menjangkau warga yang tidak selalu aktif di media digital.
Namun tetap perlu dijelaskan: apa output-nya? Berapa jam siaran? Tema apa saja? Apakah terkait layanan publik atau hanya publikasi kegiatan pemerintah? Bagaimana dampaknya diukur?
Tanpa ukuran itu, belanja radio hanya menjadi suara yang lewat di udara.
Dari 17 paket, ada dua paket dengan nilai PDN Rp0.
Total nilainya Rp197.565.800.
Pertama, Belanja Pemeliharaan Komputer-Peralatan Komputer-Peralatan Jaringan oleh CV. Sinar Bunglon senilai Rp94.557.800.
Kedua, Peralatan Jaringan oleh Moro Ziadah senilai Rp103.008.000.
Dua paket ini tidak otomatis bermasalah.
Namun dalam belanja pemerintah, nilai PDN nol perlu dijelaskan. Apakah karena barang impor? Karena input sistem? Karena jenis produk? Atau karena pencatatan yang belum lengkap?
Apalagi pemerintah terus mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Jika belanja jaringan dan komputer bernilai hampir Rp200 juta tercatat PDN nol, publik layak meminta penjelasan.
Ada tujuh transaksi Tokodaring dalam data ini.
Total nilainya Rp31.500.000.
Masing-masing bernilai Rp3 juta, Rp3 juta, Rp4,5 juta, Rp7,5 juta, Rp7,5 juta, Rp3 juta, dan Rp3 juta.
Namun dalam data yang diterima, tujuh transaksi Tokodaring itu tidak mencantumkan nama paket, sumber dana, penyedia, maupun status paket.
Ini menjadi catatan penting dari sisi kualitas data.
Nilainya memang kecil dibanding paket internet Rp1,2 miliar. Tapi dalam transparansi pengadaan, data kecil pun tetap harus jelas.
Jika nama paket, penyedia, dan status tidak tercantum, publik sulit mengetahui belanja itu untuk apa.
| No | Paket dan Detail | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Belanja Sewa Alat Radio, Frekuensi dan Izin Siaran. Kode Paket 10849896000. Kode RUP 63756290. Non Tender. APBD. Penyedia PT. Radio Gibel Jambi. Pengadaan Langsung. Jasa Lainnya. Status selesai. PDN Rp191.541.600. | Rp191.541.600 |
| 2 | Belanja Pemeliharaan Komputer-Peralatan Komputer-Peralatan Jaringan. Kode Paket 10826392000. Kode RUP 64373030. Non Tender. APBD. Penyedia CV. Sinar Bunglon. Pengadaan Langsung. Pengadaan Barang. Status selesai. PDN Rp0. | Rp94.557.800 |
| 3 | Beban Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan. Kode Paket 01KJEPM6925K09AMPQT2Q37RT6. Kode RUP 64373029. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Fiber Networks Indonesia. E-Purchasing. Jasa Lainnya. Status ON PROCESS. PDN Rp1.199.999.999. | Rp1.199.999.999 |
| 4 | Tokodaring. Kode Paket 149042. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp3.000.000. | Rp3.000.000 |
| 5 | Tokodaring. Kode Paket 149040. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp3.000.000. | Rp3.000.000 |
| 6 | Tokodaring. Kode Paket 149025. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp4.500.000. | Rp4.500.000 |
| 7 | Tokodaring. Kode Paket 149027. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp7.500.000. | Rp7.500.000 |
| 8 | Belanja Pemeliharaan Aset Tidak Berwujud-Software. Kode Paket 01KJ81XAFYYRKFXPTBXMGDA3T5. Kode RUP 64373499. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Citracom Inti Persada. E-Purchasing. Jasa Lainnya. Status ON PROCESS. PDN Rp99.900.000. | Rp99.900.000 |
| 9 | Tokodaring. Kode Paket 149030. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp7.500.000. | Rp7.500.000 |
| 10 | Tokodaring. Kode Paket 149038. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp3.000.000. | Rp3.000.000 |
| 11 | Belanja Sewa Tiang Billboard Dalam Kabupaten Muaro Jambi. Kode Paket 01KN3Y8KGAW2KVGBKGG34KP90A. Kode RUP 66708831. E-Katalog 6.0. APBD. E-Purchasing. Jasa Lainnya. Status ON PROCESS. PDN Rp196.600.000. | Rp196.600.000 |
| 12 | Peralatan Jaringan. Kode Paket 01KNJYBGQN5S7W9J43ASJGPKG2. Kode RUP 66826602. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Moro Ziadah. E-Purchasing. Barang. Status ON PROCESS. PDN Rp0. | Rp103.008.000 |
| 13 | Belanja Sewa Tiang Billboard Dalam Kabupaten Muaro Jambi. Kode Paket 01KNNGD2ZHSZ8PXQBS9HDCMYE3. Kode RUP 66709121. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Mitra Advertising. E-Purchasing. Jasa Lainnya. Status ON PROCESS. PDN Rp98.300.000. | Rp98.300.000 |
| 14 | Tokodaring. Kode Paket 149340. Kode RUP tidak tercantum. Sumber dana tidak tercantum. Penyedia tidak tercantum. E-Purchasing. Pengadaan Barang. Nama paket dan status tidak tercantum. PDN Rp3.000.000. | Rp3.000.000 |
| 15 | Belanja Bahan/Alat Tulis Kantor. Kode Paket 01KRBQ6B11MCV3GBH5ZNS8A339. Kode RUP 67087357. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Moro Ziadah. E-Purchasing. Barang. Status ON PROCESS. PDN Rp25.016.070. | Rp25.016.070 |
| 16 | Cloud VPS Server Aplikasi AISIKO. Kode Paket 10782325000. Kode RUP 65756057. Non Tender. APBD. Penyedia PT. Citracom Inti Persada. Pengadaan Langsung. Jasa Lainnya. Status selesai. PDN Rp199.500.000. | Rp199.500.000 |
| 17 | Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Software. Kode Paket 01KJWR1KFS43S9QFK1NPSK3ZBN. Kode RUP 64372676. E-Katalog 6.0. APBD. Penyedia Global Digital Core. E-Purchasing. Jasa Lainnya. Status ON PROCESS. PDN Rp297.500.000. | Rp297.500.000 |
Total belanja: Rp2.537.423.469
Total nilai PDN: Rp2.339.857.669
Nilai non-PDN/PDN nol dalam data: Rp197.565.800
Jika dilihat dari sumber transaksi, belanja terbesar berasal dari E-Katalog 6.0.
| Sumber | Paket | Nilai |
|---|---|---|
| E-Katalog 6.0 | 7 | Rp2.020.324.069 |
| Non Tender | 3 | Rp485.599.400 |
| Tokodaring | 7 | Rp31.500.000 |
| Total | 17 | Rp2.537.423.469 |
Dari sisi metode pengadaan, E-Purchasing mendominasi dengan 14 paket senilai Rp2.051.824.069.
Sementara Pengadaan Langsung hanya 3 paket, tetapi nilainya tetap besar, yakni Rp485.599.400.
Sejumlah warga Muaro Jambi menilai belanja Diskominfo harus dikawal agar benar-benar berdampak pada layanan publik.
Salah seorang warga, Riswan, mengatakan belanja internet Rp1,2 miliar harus dijelaskan manfaatnya secara rinci.
“Kalau internet sampai Rp1,2 miliar, masyarakat harus tahu untuk titik mana saja. Apakah desa ikut merasakan? Apakah layanan publik makin cepat? Jangan cuma tagihan besar, tapi warga masih susah akses informasi,” ujarnya.
Warga lainnya, Musno, menyoroti belanja software, cloud, dan server yang nilainya hampir Rp600 juta.
“Kalau software dan server itu untuk memperbaiki pelayanan, bagus. Tapi harus jelas aplikasinya apa, siapa yang pakai, dan dampaknya apa untuk masyarakat. Jangan sampai digital hanya di anggaran, tapi pelayanan tetap manual,” katanya.(*)