Jambi — Nama PT Konstruksi Pribumi Manggala muncul pada tiga paket pekerjaan jalan milik pemerintah daerah di Jambi tahun anggaran 2026. Total nilai yang tercatat mencapai Rp15.911.598.170.
Paketnya, seluruhnya menggunakan metode tender.
Pekerjaan terbesar berada pada ruas Sungai Duren–Sungai Buluh, dengan nilai Rp9,65 miliar. Dua paket lainnya adalah peningkatan jalan Dusun Mudo–Lubuk Sebontan di Tanjabbar serta jalan Desa Pemusiran di Sarolangun.
Di balik tiga baris data itu, terdapat rincian yang perlu dibaca lebih jauh. Mulai dari wilayah pekerjaan, sumber anggaran, perbedaan angka penawaran dan negosiasi, hingga riwayat pemilihan penyedia yang pernah diberitakan gugur sebelum muncul catatan tender ulang.
Bagaimana rincian proyeknya?
Berdasarkan penghitungan terhadap data dashboard pengadaan yang ditelaah, sebarannya sebagai berikut:
| Paket pekerjaan | Nilai tercatat |
|---|---|
| Jalan Sungai Duren–Sungai Buluh | Rp9.655.560.157 |
| Peningkatan Jalan Dusun Mudo–Desa Lubuk Sebontan | Rp3.760.112.132 |
| Peningkatan Jalan Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin | Rp2.495.925.881 |
| Total | Rp15.911.598.170 |
PT Konstruksi Pribumi Manggala sendiri tercantum dalam Direktori Perusahaan Konstruksi Provinsi Jambi 2025 sebagai perusahaan berskala usaha menengah.
Alamatnya berada di Jalan Lingkar Barat Nomor 97 RT 020, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, kode pos 36128. Identitas tersebut merupakan catatan direktori 2025 yang tersedia di portal resmi Pemprov Jambi.
Paket pertama, Jalan Sungai Duren–Sungai Buluh, menyumbang sekitar 60,68 persen dari total nilai tiga pekerjaan perusahaan tersebut.
Nilainya tercatat Rp9.655.560.157, bersumber dari APBD Provinsi Jambi 2026.
Ruas Sungai Duren–Sungai Buluh juga tercantum dalam dokumen, dengan nomor ruas baru P.051 dan panjang 31,65 kilometer. Angka tersebut merupakan panjang ruas jalan dalam daftar jaringan provinsi, bukan panjang pekerjaan yang otomatis dibiayai paket Rp9,65 miliar ini. Panjang segmen kontraknya masih memerlukan rincian pekerjaan dan gambar rencana.
Ada rincian harga yang menarik.
DuniaTender menampilkan pagu paket Rp9.706.132.452, harga penawaran sekaligus harga terkoreksi Rp9.656.670.156,74, dan harga negosiasi Rp9.655.560.156,74.
Dengan demikian, harga negosiasinya turun Rp1.110.000 dari penawaran. Angka setelah negosiasi tersebut sesuai dengan nilai dashboard setelah dibulatkan ke rupiah penuh. Situs yang sama menampilkan jadwal pengumuman tender mulai 2 Juni 2026, dengan tahap penetapan pemenang dijadwalkan 12 Juni 2026. Rincian ini berasal dari agregator, sementara dokumen pengadaan primer belum berhasil diperiksa langsung.
Pelaksanaan ruas tersebut pernah menjadi sorotan publik.
Suarin pada 21 Agustus 2026 memberitakan keluhan Abdullah dari LSM JPK Provinsi Jambi mengenai pekerjaan pelebaran jalan, pemadatan, serta pengamanan pengguna jalan.
“Kalau malam rawan kecelakaan,” kata Abdullah, sebagaimana dikutip Suarin.
Media itu juga melaporkan papan informasi pekerjaan bertanggal kontrak 29 Juni 2026, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Penyedia tercantum PT Konstruksi Pribumi Manggala dan konsultan supervisi PT Sidlacom Engineer Consultant.
Sorotan tersebut merupakan penilaian narasumber dalam pemberitaan. Kepastian mengenai kesesuaian mutu pekerjaan memerlukan pemeriksaan terhadap desain, spesifikasi, hasil pengujian, dan kondisi lapangan.
Papan proyek yang diberitakan Suarin mencantumkan nilai Rp9.656.670.000, sedangkan dashboard mencatat Rp9.655.560.157. Selisihnya Rp1.109.843.
Paket kedua membawa nama perusahaan ini ke Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Nama pekerjaannya Peningkatan Jalan Dusun Mudo–Desa Lubuk Sebontan. Nilai dalam dashboard mencapai Rp3.760.112.132, atau sekitar 23,63 persen dari total tiga paket.
Identitas paketnya adalah 10162596000, dengan kode RUP 67643471.
Dusun Mudo dan Lubuk Sebontan merupakan dua desa di Kecamatan Muara Papalik. Data resmi Kemendikdasmen mencantumkan sekolah-sekolah dengan alamat di kedua desa tersebut dalam wilayah administrasi Muara Papalik, Tanjabbar.
Dengan demikian, nama paket menunjukkan pekerjaan pada koridor yang menghubungkan Dusun Mudo dan Lubuk Sebontan. Namun, titik awal, titik akhir, serta panjang segmen yang ditangani belum dijelaskan dalam file dashboard.
DuniaTender menampilkan pagu paket Rp3.775.544.366, dengan jenis kontrak gabungan lumsum dan harga satuan.
Pada tabel pemenang, PT Konstruksi Pribumi Manggala tercatat mengajukan penawaran Rp3.761.676.096,31. Setelah negosiasi, nilainya menjadi Rp3.760.112.131,65, sesuai dengan angka dashboard setelah pembulatan.
Harga negosiasi turun Rp1.563.964,66 dari penawaran. Dibandingkan pagu yang ditampilkan situs tersebut, nilai akhirnya lebih rendah sekitar Rp15,43 juta.
Jadwal pengumuman tender pada agregator dimulai 21 Agustus 2026, sedangkan tahap penetapan pemenang dijadwalkan 1 September 2026. Jadwal itu merupakan catatan tahapan pengadaan, bukan bukti tanggal pekerjaan fisik dimulai.
Rincian panjang jalan, lebar penanganan, jenis lapisan perkerasan, ketebalan, serta masa pelaksanaan aktual masih memerlukan dokumen kontrak dan daftar kuantitas pekerjaan.
Paket ketiga berada di Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.
Nilainya Rp2.495.925.881, sekitar 15,69 persen dari keseluruhan nilai tiga paket.
Nama lengkapnya Peningkatan Jalan Desa Pemusiran Kec. Mandiangin.
Kode paketnya 10163048000 dan kode RUP 64333898.
Berbeda dengan dua paket sebelumnya, pekerjaan Pemusiran dalam dashboard sudah mencantumkan status “KONTRAK SEDANG BERJALAN”, dengan tahapan “Kontrak”.
Proses pemilihannya memiliki riwayat yang perlu diperhatikan.
JambiLink dalam pemberitaan 11 Agustus 2026 pernah melaporkan bahwa PT Konstruksi Pribumi Manggala menjadi satu-satunya perusahaan yang menampilkan harga penawaran pada paket Pemusiran. Nilainya Rp2.495.925.880,67.
Pemberitaan itu menyebut penawarannya digugurkan karena ijazah tenaga pelaksana dinilai tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknis. RUP yang disebut, 64333898, sama dengan identitas dalam dashboard yang kini ditelaah.
Namun, ada perkembangan pada data berikutnya.
Profil PT Konstruksi Pribumi Manggala di BidIntel, yang berlabel pembaruan 10 September 2026, menampilkan paket “Peningkatan Jalan Desa Pemusiran Kec. Mandiangin Tender Ulang” dengan kode 10163048000 dan hasil “Menang”.
Tanggal pembaruan profil tersebut tidak otomatis merupakan tanggal penetapan pemenang. Meski demikian, penanda tender ulang dan hasil kemenangan menunjukkan bahwa riwayat paket tidak berhenti pada pemberitaan pengguguran Agustus.
Dashboard yang diperiksa kemudian mencatat perusahaan yang sama pada tahap kontrak.
Urutan itu perlu dijelaskan melalui berita acara evaluasi, dokumen tender ulang, penetapan pemenang, dan kontrak. Tanpa dokumen tersebut, mekanisme yang menghubungkan pengguguran awal dengan status kontrak berikutnya belum dapat dipastikan.
Sementara dari sisi angka, Rp2.495.925.881 dalam dashboard merupakan pembulatan dari Rp2.495.925.880,67. Perbedaan pecahan rupiah itu tidak menunjukkan perubahan harga yang berarti.
Dari ketiga paket tersebut, terdapat dua hal yang perlu menjadi perhatian dalam membaca data.
Pertama, status pemilihan berbeda dengan penyelesaian fisik.
Paket Sungai Duren–Sungai Buluh dan Dusun Mudo–Lubuk Sebontan diberi label “PAKET SELESAI”, tetapi tahapannya “Pemilihan Selesai”. Sementara Pemusiran tercatat pada tahap kontrak.
| Paket | Status pada dashboard | Tahapan |
|---|---|---|
| Sungai Duren–Sungai Buluh | PAKET SELESAI | Pemilihan Selesai |
| Dusun Mudo–Lubuk Sebontan | PAKET SELESAI | Pemilihan Selesai |
| Desa Pemusiran | KONTRAK SEDANG BERJALAN | Kontrak |
Karena itu, total Rp15,91 miliar merupakan penjumlahan nilai yang tercatat pada tiga paket. Angka tersebut belum dapat digunakan untuk menyatakan seluruh pekerjaan telah selesai atau seluruh pembayaran sudah dicairkan.
Kedua, terdapat penandaan data usaha yang memerlukan pencocokan.
Pada ketiga baris, kolom nilai_pdn dan nilai_umk masing-masing diisi sama dengan nilai paket. Sementara itu, direktori perusahaan konstruksi 2025 mencantumkan PT Konstruksi Pribumi Manggala sebagai usaha menengah.
Dua sumber tersebut memiliki periode dan fungsi pencatatan berbeda. Arti penandaan pada dashboard serta status kualifikasi perusahaan saat mengikuti masing-masing tender perlu diperiksa melalui metadata dan dokumen perusahaan yang berlaku ketika pemilihan berlangsung.
Sebaran tiga paket pada satu perusahaan membuka ruang pemeriksaan terhadap kecukupan alat, personel, kemampuan keuangan, dan pengawasan pekerjaan. Jadwal kontrak serta penempatan sumber daya diperlukan untuk menilai apakah pelaksanaannya beririsan.
Untuk pekerjaan jalan, pemeriksaan berikutnya dapat diarahkan pada lokasi segmen, panjang dan lebar penanganan, ketebalan lapisan, hasil pengujian material, serta kesesuaian volume yang diperiksa dan dibayar.
Tiga identitas paket sudah tersedia. Dari titik itulah penelusuran dapat bergerak ke ruas jalan, dokumen kontrak, dan hasil pekerjaan yang digunakan masyarakat.(*)