Pranata Utama Mobilitas Terbesar di Pengadaan BKSDA Jambi Rp 5,23 M, Apa Saja Barangnya?

WIB
ist

Jambi - Nama Pranata Utama Mobilitas menempati urutan teratas dalam data pengadaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Jambi tahun anggaran 2026. Satu transaksi atas nama penyedia tersebut bernilai Rp 1.594.000.000.

Porsinya mencapai 30,45 persen dari keseluruhan nilai dalam data yang ditelaah, yakni Rp 5.234.884.098. Ada 23 transaksi, 22 nama penyedia, dan 10 kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP.

Namun, angka besar itu belum diikuti penjelasan barang yang rinci dalam berkas tersebut.

Transaksi Pranata Utama Mobilitas hanya diberi nama “Peralatan Pengelolaan KSA, KPA dan TB”. Nama yang sama digunakan sembilan transaksi lainnya, seluruhnya memakai satu kode RUP: 67858732.

Jika dijumlahkan, sepuluh transaksi tersebut mencapai Rp 4.720.993.268, atau 90,18 persen dari total nilai pengadaan dalam berkas.

Lantas, peralatan apa saja yang dibeli? Berapa unit? Bagaimana spesifikasinya? Dan apa dasar pembagian pembelian kepada sepuluh penyedia?

Ekspor data yang tersedia belum menjawab pertanyaan tersebut.

Seluruh transaksi tercatat pada Kementerian Kehutanan, satuan kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi–693587, dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2026. Perhitungan dilakukan terhadap seluruh 23 baris dalam berkas yang ditelaah pada Senin, 2 November 2026.

Nilai Rp 5,23 miliar itu merupakan penjumlahan kolom nilai transaksi dalam berkas. Cakupannya mencampur tahap pemilihan, kontrak, dan serah terima. Angka tersebut belum dapat diperlakukan sebagai seluruh anggaran BKSDA Jambi ataupun seluruh uang yang sudah dibayarkan.

Di dalam kelompok peralatan Rp 4,72 miliar, Pranata Utama Mobilitas berada paling atas. Setelahnya ada Arista Sukses Mandiri dengan nilai Rp 898.434.000, kemudian Mulia Abadi Nusantara sebesar Rp 718.000.037.

Jumlah transaksi ketiga penyedia itu mencapai Rp 3.210.434.037, setara 61,33 persen dari seluruh nilai pada berkas.

Ketiganya masing-masing muncul satu kali. Jadi, besarnya porsi Pranata Utama Mobilitas berasal dari satu transaksi bernilai tinggi, bukan penjumlahan banyak paket atas nama perusahaan tersebut.

Dalam situsnya, Pranata Utama Mobilitas memperkenalkan diri sebagai perusahaan karoseri yang menyediakan kendaraan khusus bagi instansi pemerintah. Namun, profil usaha tersebut belum memastikan jenis barang yang dibeli BKSDA Jambi melalui transaksi ini. Kepastiannya tetap memerlukan rincian pesanan.

KSA, KPA, dan TB merupakan singkatan dari Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru, sebagaimana digunakan Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan.

Judul paket itu menjelaskan kelompok kebutuhan konservasi, tetapi belum menjelaskan barang satu per satu.

Berikut seluruh transaksi dalam RUP 67858732. Semuanya menggunakan E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, dengan jenis pengadaan barang:

PenyediaKode paket/transaksiNilaiStatus
PRANATA UTAMA MOBILITAS01M30WE8H9YBZKWTBZYCXWZ50HRp 1.594.000.000ON PROCESS
ARISTA SUKSES MANDIRI01M4W3K7WS4GS8Z0ZBVKKKHQ93Rp 898.434.000ON PROCESS
MULIA ABADI NUSANTARA01M347075ZG726C50WPN7YGCW3Rp 718.000.037ON PROCESS
SINAR YO01M484QPDD0PGN9ZBXTKEQHH4WRp 489.732.000ON PROCESS
TECHNO GIS INDONESIA01M4FCA0CRZGET3QWQE7E4FTX2Rp 349.650.000ON PROCESS
BHINNEKA MENTARIDIMENSI01M3CKW8Q0SYD76BR5W9CD6DY3Rp 239.831.231PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
PUTRA PUNCAK01M4SGWACWNP64AXMBY7N4Y7QZRp 198.024.000ON PROCESS
INDO PRIBADI NUSANTARA01M4SN7QRKT1GWZ2Z83FFHKXE5Rp 195.804.000ON PROCESS
RIMBO TANI01M4WCQ0EQ4MZKHVH22DARH0K2Rp 27.528.000ON PROCESS
DEVI CIPTA KONSTRUKSI01M4YV92HEACX7TZ9FR5S8WKMXRp 9.990.000ON PROCESS
TotalRp 4.720.993.268

Sembilan transaksi berstatus ON PROCESS berada pada tahap Kontrak, dengan jumlah Rp 4.481.162.037. Transaksi Bhinneka Mentaridimensi berada pada tahap Serah Terima.

Penggunaan satu RUP untuk sepuluh transaksi belum membuktikan pemecahan paket yang melanggar ketentuan. Untuk menilainya, perlu diketahui apakah setiap pesanan berisi jenis barang berbeda, kebutuhan lokasi berbeda, atau komponen lain yang memang memerlukan penyedia berbeda.

Di sinilah rincian pesanan menjadi penting. Tanpa jumlah unit, spesifikasi, harga satuan, dan dasar pemilihan penyedia, kewajaran harga belum bisa dibandingkan secara sepadan.

Catatan berikutnya terdapat pada kolom nilai produk dalam negeri atau PDN.

Tiga transaksi memiliki nilai PDN nol, meskipun nilai pengadaannya jika dijumlahkan mencapai Rp 1.166.340.461. Porsinya sekitar 22,28 persen dari seluruh nilai dalam berkas.

PenyediaNilai transaksiNilai PDNNilai UMK
ARISTA SUKSES MANDIRIRp 898.434.000Rp 0Rp 0
BHINNEKA MENTARIDIMENSIRp 239.831.231Rp 0Rp 0
TURBO MITRA PERKASARp 28.075.230Rp 0Rp 0
TotalRp 1.166.340.461Rp 0Rp 0

Mengapa kolom PDN ketiganya nol? Apakah berkaitan dengan klasifikasi produk, kelengkapan pencatatan, atau karakter barang yang dibeli?

Berkas tersebut belum menyediakan penjelasan.

Angka nol tidak cukup untuk langsung menyatakan seluruh barang merupakan produk impor. Detail produk dan dasar pengisian kolomnya perlu diperiksa.

Secara keseluruhan, penjumlahan kolom PDN mencapai Rp 4.068.543.637, sekitar 77,72 persen dari total nilai transaksi. Pada 20 transaksi, nilai PDN tercatat sama dengan nilai transaksi; tiga lainnya nol.

Persentase 77,72 persen itu merupakan perbandingan nominal dalam berkas, bukan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. LKPP mendefinisikan nilai realisasi penggunaan PDN berdasarkan nilai kontrak pengadaan, sementara INAPROC membedakan label PDN dengan sertifikasi TKDN dan BMP.

Untuk kolom nilai UMK, jumlahnya Rp 3.981.243.637, atau 76,05 persen dari total.

Sebanyak 17 transaksi memiliki nilai UMK sama dengan nilai transaksinya. Enam lainnya nol, yakni tiga transaksi pada tabel di atas serta tiga paket rapat yang akan diuraikan berikutnya.

Nilai PDN dan UMK juga tidak boleh dijumlahkan sebagai dua kelompok belanja terpisah. Satu transaksi dapat tercatat sekaligus pada kedua kolom tersebut.

Selain peralatan konservasi, terdapat lima transaksi dengan nama “Belanja Modal Peralatan dan Mesin”, seluruhnya memakai RUP 67261075.

Jumlahnya Rp 86.236.230. Kelima transaksi menggunakan E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, berjenis barang, dan seluruhnya berada pada tahap Serah Terima.

PenyediaKode paket/transaksiNilaiStatus
TURBO MITRA PERKASA01KTBN4M972SFF2Z0CZDH0FGFXRp 28.075.230PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
BIMA SAKTI01KTR88JF4G12BN9F2CAXVCKMYRp 20.000.000COMPLETED
GRUNDIG JAYA PERKASA01KTRAJ031PN5DJMW1STBY43AFRp 13.986.000PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
HEXA TELEMATIKA INDONESIA01KVA9NRZ7K07TA1S0BMS959XDRp 13.875.000PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
SATRIA UTAMA PERKASA01KTJMMPGTPKMP7FEZQW0H9XKYRp 10.300.000COMPLETED
TotalRp 86.236.230

Pada kelompok ini, empat penyedia selain Turbo Mitra Perkasa memiliki nilai PDN dan UMK masing-masing sama dengan nilai transaksinya.

Nama paketnya kembali bersifat umum. Berkas belum menjelaskan jenis mesin atau peralatan, merek, jumlah unit, maupun harga satuannya.

Ada pula tiga paket rapat senilai keseluruhan Rp 87.300.000.

Dua di antaranya memiliki nominal persis sama: Rp 22.800.000. Namun, nama kegiatan, kode RUP, kode transaksi, dan penyedianya berbeda.

Paket pertama adalah Paket Meeting Kegiatan Pembentukan MPA, RUP 67858834, dengan penyedia Ratu Permata Hotelindo.

Paket kedua adalah Paket Meeting Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Masyarakat, RUP 67728902, dengan penyedia Batanghari Propertindo.

Satu paket lainnya bernama Paket Meeting Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM MMP dalam Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Hutan–BioCF ISFL, RUP 67227388, juga tercatat atas nama Ratu Permata Hotelindo, senilai Rp 41.700.000.

Kode RUPPenyediaKode paket/transaksiNilaiStatus
67858834RATU PERMATA HOTELINDO01M3XJNY3W878R2HG9HPC28SCDRp 22.800.000PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
67728902BATANGHARI PROPERTINDO01M1BFGZP7W9K1MZG8S2S50HG7Rp 22.800.000PAYMENT OUTSIDE SYSTEM
67227388RATU PERMATA HOTELINDO01KRB7BM6KBTWMPJR5WPYV3QBWRp 41.700.000COMPLETED
TotalRp 87.300.000

Ketiganya menggunakan E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, termasuk jenis jasa lainnya, dan berada pada tahap Serah Terima. Nilai PDN masing-masing sama dengan nilai transaksi, sedangkan nilai UMK ketiganya nol.

Ratu Permata Hotelindo menjadi satu-satunya nama penyedia yang muncul lebih dari sekali dalam berkas. Dua transaksinya berjumlah Rp 64.500.000.

Kesamaan nominal dua paket Rp 22,8 juta patut ditelusuri melalui jumlah peserta, durasi kegiatan, fasilitas, konsumsi, dan komponen harga. Namun, kesamaan angka itu belum membuktikan pembayaran rangkap.

Pemeriksaan terhadap seluruh data juga tidak menemukan baris identik ataupun kode paket duplikat.

Belanja lainnya berupa Pengadaan Seragam dan Sepatu Manggala Agni, dengan penyedia Can Putri Gunung senilai Rp 46.620.000.

Paket ini memakai RUP 67858817, kode transaksi 01M4YZ843TZHJAJ3FNE2QV9N5S, melalui E-Purchasing pada E-Katalog Versi 6.0. Jenis pengadaannya barang, berstatus ON PROCESS, dan berada pada tahap Kontrak.

Nilai PDN maupun UMK sama-sama tercatat Rp 46.620.000. Jumlah seragam, jumlah sepatu, spesifikasi, dan harga per unit belum dicantumkan dalam ekspor tersebut.

Sementara itu, empat transaksi lainnya menggunakan Pengadaan Langsung, dengan sumber transaksi tertulis Non Tender. Jumlahnya Rp 293.734.600.

Rinciannya meliputi rehabilitasi kantor, pengawasan pekerjaan, pengecatan gedung, serta pemeliharaan kandang transit.

Nama paketPenyediaKode RUP / kode paketNilaiStatus dan tahap
Rehab Kantor Resort Kuala TungkalCV. SINAR JAYARAYA66582903 / 10811957000Rp 199.633.300KONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak
Pengecatan Gedung Kantor Balai KSDA Jambi dalam rangka Pemeliharaan Gedung Kantor Balai KSDA JambiCV.SATRIA MITRA MUDA67902636 / 11083799000Rp 39.499.350KONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak
Pemeliharaan Kandang Transit (Renovasi TPS) Balai KSDA JambiCV. KENITAM MANDIRI67858544 / 11133203000Rp 39.121.950BERLANGSUNG / Pemilihan Berlangsung
Jasa Konsultan Perorangan Pengawasan Rehab Kantor Resort Kuala TungkalWAHID HAMDALAH66583516 / 10813752000Rp 15.480.000KONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak
TotalRp 293.734.600

Tiga paket pertama termasuk pekerjaan konstruksi, dengan jumlah Rp 278.254.600. Paket Wahid Hamdalah termasuk Jasa Konsultansi Perorangan Konstruksi.

Pada seluruh empat transaksi tersebut, nilai PDN dan UMK masing-masing tercatat sama dengan nilai transaksinya.

Rehabilitasi Kantor Resort Kuala Tungkal dan jasa pengawasannya merupakan dua paket berbeda. Jika dibaca bersama, jumlah nilainya Rp 215.113.300, terdiri atas pekerjaan fisik Rp 199.633.300 dan pengawasan Rp 15.480.000.

Berkas belum memuat progres pekerjaan, jangka waktu kontrak, ataupun hasil pemeriksaan fisik kedua paket itu.

Untuk CV Kenitam Mandiri, nama penyedia sudah muncul, tetapi tahapannya masih tertulis Pemilihan Berlangsung. Posisi dalam data tersebut perlu dibedakan dari paket yang sudah berada pada tahap kontrak.

Jika seluruh transaksi dikelompokkan menurut metode, pengadaan didominasi E-Purchasing:

Metode dan sumber transaksiJumlah transaksiNilaiPorsi
E-Purchasing / E-Katalog Versi 6.019Rp 4.941.149.49894,39%
Pengadaan Langsung / Non Tender4Rp 293.734.6005,61%
Total23Rp 5.234.884.098100%

Tidak ada baris bermetode tender dalam berkas ini. Karena itu, penyedia yang tercatat tidak tepat seluruhnya disebut sebagai pemenang lelang.

Dari jenis pengadaannya, komposisinya sebagai berikut:

Jenis pengadaanJumlah transaksiNilai
Barang16Rp 4.853.849.498
Pekerjaan konstruksi3Rp 278.254.600
Jasa lainnya3Rp 87.300.000
Jasa konsultansi perorangan konstruksi1Rp 15.480.000
Total23Rp 5.234.884.098

Ada satu istilah dalam data yang mudah memancing salah pengertian: PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.

Sebanyak enam transaksi memakai status tersebut, dengan nilai Rp 341.367.461. Penyedianya Hexa Telematika Indonesia, Grundig Jaya Perkasa, Bhinneka Mentaridimensi, Ratu Permata Hotelindo untuk kegiatan pembentukan MPA, Batanghari Propertindo, serta Turbo Mitra Perkasa.

Seluruhnya berada pada tahap Serah Terima.

Istilah itu tidak dengan sendirinya menunjukkan pembayaran di luar prosedur. Panduan resmi INAPROC menyediakan mekanisme pembayaran di luar sistem, termasuk pengisian tanggal pembayaran, pengunggahan bukti oleh PPK, dan proses konfirmasi penyedia.

INAPROC juga menjelaskan mekanisme perubahan status menjadi pesanan diselesaikan di luar sistem apabila invoice lebih dari 30 hari tidak ditindaklanjuti ke tahap pembayaran. Namun, berkas ini tidak menerangkan mekanisme mana yang menghasilkan status pada keenam transaksi tersebut.

Yang perlu diperiksa adalah riwayat pesanan, bukti pembayaran, dokumen serah terima, serta kesesuaian nilai. Label aplikasi saja belum menjelaskan kapan uang dibayarkan dan berapa jumlah yang benar-benar diterima penyedia.

Keseluruhan status dalam berkas terbagi sebagai berikut:

Status paketJumlah transaksiNilai
ON PROCESS10Rp 4.527.782.037
KONTRAK SEDANG BERJALAN3Rp 254.612.650
PAYMENT OUTSIDE SYSTEM6Rp 341.367.461
COMPLETED3Rp 72.000.000
BERLANGSUNG1Rp 39.121.950
Total23Rp 5.234.884.098

Jika dilihat dari kolom tahapan, 13 transaksi senilai Rp 4.782.394.687 masih tercatat pada tahap Kontrak. Porsinya 91,36 persen dari total nilai dalam berkas.

Sembilan transaksi senilai Rp 413.367.461 berada pada tahap Serah Terima. Satu transaksi senilai Rp 39.121.950 berada pada tahap Pemilihan Berlangsung.

Memasuki November, komposisi tersebut membuat kepastian jadwal pengiriman dan penyelesaian pekerjaan menjadi relevan untuk ditanyakan.

Namun, data tidak memuat tanggal pesanan, tenggat pengiriman, masa kontrak, atau waktu pembaruan setiap status. Karena itu, tahapan Kontrak belum bisa diartikan sebagai bukti barang belum datang atau pekerjaan telah terlambat.

Catatan terpenting dari pengadaan ini adalah kebutuhan penjelasan yang lebih rinci atas belanja peralatan senilai Rp 4,72 miliar.

BKSDA Jambi dan para penyedia perlu menjelaskan barang yang dipesan, jumlah unit, harga satuan, dasar pemilihan produk, serta lokasi pemanfaatannya. Tiga transaksi dengan kolom PDN nol juga memerlukan penjelasan dasar pencatatannya.

Bahan yang tersedia belum memuat klarifikasi atas rincian tersebut.

Bagi petugas di lapangan, manfaat belanja ini akan terlihat ketika peralatan benar-benar tersedia dan dapat digunakan, seragam serta sepatu diterima sesuai kebutuhan, kantor berfungsi baik, dan fasilitas penanganan satwa terpelihara.

Di situlah nilai pengadaan Rp 5,23 miliar ini akhirnya diuji: pada barang dan pekerjaan yang diterima, serta manfaatnya bagi tugas konservasi.(*)

BeritaSatu Network