HUT ke-27 Muaro Jambi, Gubernur Al Haris-Bappenas Siapkan Simpul Ekonomi Baru di Muaro Jambi

WIB
Ist

Muaro Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bappenas mulai menyiapkan strategi agar pembangunan Jalan Tol Jambi–Bayung Lencir tidak berhenti sebagai proyek transportasi.

Koridor tol tersebut diarahkan menjadi pemicu lahirnya simpul-simpul ekonomi baru di Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris menyebut Muaro Jambi memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi sekaligus kawasan yang memiliki banyak potensi pertumbuhan.

Pesan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muaro Jambi dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (27/10/2026).

“Muaro Jambi memiliki potensi luar biasa. Ada Universitas Jambi, UIN, dan juga pertumbuhan di sektor infrastruktur, pelabuhan, pabrik, semua ada di kabupaten ini,” ujar Al Haris.

Tol Tak Boleh Hanya Jadi Jalur Lewat

Al Haris menegaskan pembangunan jalan tol harus memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Karena itu, Pemprov Jambi bersama Bappenas tengah menyusun kajian untuk memastikan koridor tol dan rest area benar-benar mampu menggerakkan aktivitas ekonomi.

Menurut Al Haris, Muaro Jambi menjadi salah satu daerah dengan lintasan tol yang panjang.

Posisi itu dinilai memberi peluang besar bagi daerah untuk membangun pusat-pusat ekonomi baru.

“Muaro Jambi ini lokasi tol paling panjang di Jambi. Kita ingin ada simpul-simpul ekonomi baru sehingga masyarakat ikut merasakan manfaat pembangunan,” kata Al Haris.

Artinya, pembangunan tol tidak hanya dinilai dari panjang jalan atau waktu tempuh.

Efek ekonominya juga harus dihitung.

Rest Area Harus Jadi Ruang Ekonomi

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan rest area.

Al Haris tidak ingin fasilitas tersebut hanya menjadi tempat berhenti kendaraan.

Rest area diharapkan bisa menjadi ruang bagi produk lokal, UMKM, kuliner, kerajinan, hingga berbagai layanan masyarakat.

Dengan begitu, arus kendaraan di jalan tol dapat dikonversi menjadi aktivitas ekonomi.

Orang yang melintas tidak hanya lewat.

Mereka diharapkan berhenti.

Belanja.

Makan.

Dan menggunakan jasa yang disediakan masyarakat setempat.

Muaro Jambi Punya Banyak Modal

Menurut Al Haris, Muaro Jambi memiliki keunggulan yang cukup lengkap.

Ada kawasan pendidikan.

Ada industri.

Ada pelabuhan.

Ada jalur logistik.

Dan kini ada penguatan konektivitas melalui tol.

Kombinasi tersebut membuat Muaro Jambi berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jambi.

Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu dihubungkan.

Kampus harus terkoneksi dengan kebutuhan tenaga kerja.

Industri harus terhubung dengan logistik.

Tol harus tersambung dengan pusat ekonomi.

Dan masyarakat sekitar harus ikut mendapatkan manfaat.

Investasi dan Lapangan Kerja Jadi Target

Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap arus investasi ikut meningkat.

Investasi tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru.

Namun pemerintah juga dituntut memastikan manfaatnya tidak hanya berhenti pada perusahaan besar.

Pelaku usaha lokal harus ikut masuk dalam rantai ekonomi.

Itulah sebabnya strategi pengembangan kawasan menjadi penting.

Tol bukan hanya infrastruktur.

Ia harus menjadi pemicu terbentuknya aktivitas ekonomi baru di sepanjang koridor.

Karhutla Tetap Jadi Peringatan

Di tengah dorongan pembangunan, Al Haris juga mengingatkan soal lingkungan.

Musim kemarau membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.

Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat edukasi agar kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar dihentikan.

Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan lingkungan.

Jangan Mudah Terpecah Informasi

Al Haris juga mengingatkan seluruh unsur pemerintahan menjaga kekompakan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpecah oleh informasi di media sosial yang belum tentu benar.

Penguatan karakter generasi muda juga ikut disorot.

Pendidikan, termasuk melalui pondok pesantren, disebut memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia daerah.

BBS: Pembangunan Harus Merata

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno atau BBS mengatakan HUT ke-27 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.

“Pembangunan membutuhkan kerja sama semua pihak. Kita berharap kesejahteraan, kedamaian, dan kemajuan Muaro Jambi terus dirasakan masyarakat,” ujar BBS.

Pemkab Muaro Jambi menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan, serta perluasan kesempatan kerja sebagai prioritas.

Data Jadi Dasar Kebijakan

BBS juga memberi perhatian pada pembaruan data sosial.

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak akan tepat sasaran jika data masyarakat tidak akurat.

“Kebijakan tanpa data sama dengan kebijakan tanpa arah,” tegas BBS.

Ia meminta perangkat daerah dan pemerintah desa memastikan data masyarakat sesuai kondisi di lapangan.

HUT Bukan Sekadar Seremoni

Di usia ke-27, Muaro Jambi menghadapi peluang besar.

Tol membuka konektivitas baru.

Industri tumbuh.

Perguruan tinggi berkembang.

Pelabuhan dan jalur logistik ikut membentuk kawasan.

Kini tantangannya adalah memastikan seluruh potensi itu tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pemprov Jambi dan Bappenas mulai mengarahkannya ke satu tujuan: membentuk simpul-simpul ekonomi baru yang membuat pembangunan infrastruktur benar-benar terasa sampai ke masyarakat.

Karena tol yang baik bukan hanya mempercepat kendaraan.

Ia juga seharusnya mempercepat tumbuhnya ekonomi di wilayah yang dilaluinya. (*)

BeritaSatu Network