JAMBI – Tawa, canda, dan semangat kebersamaan mewarnai suasana Lapangan Pickleball Provinsi Jambi di Kelurahan Buluran, Kota Jambi, Selasa malam (27/10/2026). Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas dan tanggung jawab masing-masing, akademisi, tokoh masyarakat, serta insan cabang olahraga berkumpul untuk menikmati permainan pickleball sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Sejak malam hingga menjelang pukul 23.00 WIB, lapangan dipenuhi keceriaan. Setiap pukulan bola menghadirkan semangat, reli permainan memancing ketegangan kecil, sementara berbagai momen tak terduga justru menjadi sumber gelak tawa di antara para peserta.
Suasana berlangsung akrab tanpa sekat jabatan maupun profesi. Para peserta saling menyemangati, bertukar cerita, dan menikmati permainan dalam nuansa persaudaraan. Pertemuan tersebut membuktikan bahwa olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga ruang membangun kedekatan antarsesama.
Ungkapan Latin mens sana in corpore sano, yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, terasa relevan dengan kegiatan tersebut. Melalui olahraga yang menyenangkan, kebugaran fisik dapat terjaga, pikiran menjadi lebih segar, dan hubungan sosial semakin erat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Provinsi Jambi, Rifki Septino, S.H., M.H., bersama Sekretaris Umum IPF Provinsi Jambi, Dr. Aswari Hepni, S.H., M.H.
Sejumlah akademisi turut meramaikan permainan, di antaranya Prof. Dr. A. Zarkasi, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H., Dr. Iswandi, S.H., M.H., Dr. Firmansyah Putra, S.H., M.H., dan Dinda Syafrudin, S.IP., M.IP. Hadir pula sejumlah advokat, yakni Dr. Adithiya Diar, S.H., M.H., Mayga Harvin, S.H., M.H., serta Muhammad Awal, S.H., M.H.
Dari kalangan tokoh masyarakat, tampak Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jambi, Muktaridi, S.Pd., M.H. Kehadiran berbagai kalangan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana pertemuan yang mempertemukan beragam latar belakang dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Ketua IPF Provinsi Jambi, Rifki Septino, menilai pickleball memiliki peluang besar untuk semakin dikenal dan diminati masyarakat. Selain menawarkan permainan yang menarik, olahraga ini dinilai mampu membuka ruang interaksi sosial serta memperkuat jejaring antarkomunitas.
Menurut Rifki, nilai olahraga tidak semata-mata terletak pada kemenangan atau kekalahan. Kebersamaan, kegembiraan, dan hubungan baik yang terbangun selama permainan juga menjadi bagian penting yang patut dipertahankan.
“Bagi kami, pickleball bukan semata-mata soal menang dan kalah. Ada kegembiraan, kebersamaan, dan silaturahmi yang menjadi bagian penting dari olahraga ini. Ketika akademisi, tokoh masyarakat, dan insan olahraga bisa berkumpul, tertawa bersama, serta saling menyemangati di lapangan, di situlah nilai positif olahraga benar-benar terasa,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pickleball juga mendorong IPF Provinsi Jambi untuk memperluas fasilitas bermain. Rifki menyampaikan rencana pembukaan sedikitnya 10 lapangan pickleball di sejumlah lokasi di Jambi agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berolahraga dan membangun kegiatan positif.
Ia berharap bertambahnya fasilitas tersebut dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya komunitas pickleball yang semakin solid.
Menurutnya, pengembangan olahraga tidak harus selalu diawali dengan kompetisi resmi. Permainan persahabatan, pertemuan komunitas, dan kegiatan olahraga bersama dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pickleball kepada masyarakat luas.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat, pickleball diharapkan berkembang bukan hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai wadah memperkuat hubungan sosial dan membangun kebiasaan hidup sehat.
Akademisi Provinsi Jambi, Prof. Dr. A. Zarkasi, S.H., M.Hum., memandang kegiatan olahraga bersama sebagai sarana sederhana yang memiliki manfaat besar dalam membangun komunikasi dan kedekatan antarsesama.
Di tengah kesibukan akademik, pekerjaan, serta tanggung jawab sosial, lapangan olahraga menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus berinteraksi dalam suasana yang lebih cair. Canda dan tawa yang muncul selama permainan turut menciptakan pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antarpeserta.
“Olahraga bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan menjaga silaturahmi. Ketika kita bermain bersama dalam suasana penuh kegembiraan, komunikasi menjadi lebih cair, hubungan semakin dekat, dan kita bisa saling mengenal tanpa dibatasi oleh profesi maupun jabatan,” ungkap Zarkasi.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, olahraga bersama memberikan kesempatan untuk menyegarkan pikiran, mengurangi kejenuhan, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Zarkasi menilai, persaudaraan tidak selalu harus dibangun melalui pertemuan formal. Interaksi sederhana di lapangan, ketika semua peserta saling menghargai dan menikmati permainan, juga dapat menjadi fondasi hubungan yang kuat.
Sepanjang permainan, suasana hangat terus terjaga. Ada peserta yang berusaha mengejar bola dengan serius, ada pula yang tertawa ketika pukulan meleset atau reli berakhir dengan cara yang tidak terduga. Saling menyemangati dan bercanda membuat kegiatan tersebut terasa lebih hidup.
Di balik keseruan itu, terbangun pula kesempatan untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mempererat hubungan yang mungkin jarang terjalin di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
Pickleball sendiri merupakan olahraga raket yang memadukan sejumlah unsur permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Permainan dapat dilakukan secara tunggal maupun ganda, sehingga memberi ruang bagi interaksi, kerja sama, dan tantangan yang menyenangkan.
Bagi komunitas olahraga di Jambi, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pickleball kepada lebih banyak orang. Dengan pendekatan yang santai dan terbuka, masyarakat dapat mengenal olahraga tersebut sekaligus merasakan manfaatnya secara langsung.
Pada akhirnya, pertemuan di Lapangan Buluran bukan sekadar tentang skor atau siapa yang memenangkan pertandingan. Lebih dari itu, ada kegembiraan yang dibagikan, persahabatan yang dirawat, dan silaturahmi yang semakin erat antara akademisi, tokoh masyarakat, dan insan olahraga Provinsi Jambi.
Semangat mens sana in corpore sano pun menemukan makna yang lebih luas: tubuh yang aktif, pikiran yang segar, serta hubungan antarmanusia yang tetap terjaga.
Sebab, terkadang, untuk mempererat persaudaraan tidak diperlukan ruang rapat ataupun agenda formal. Cukup sebuah lapangan, permainan yang menyenangkan, dan tawa yang dibagikan bersama.(*)