Batanghari - Pengadaan meja dan kursi guru sekolah dasar menjadi transaksi terbesar dalam data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari yang ditelaah. Nilainya Rp4.766.118.000, dengan penyedia Ardina Anugerah Mahakarya.
Satu paket itu mencakup sekitar 31,56 persen dari keseluruhan nilai 13 transaksi dalam berkas ekspor bertanggal 22 Oktober 2026. Total nilai pengadaan yang tercantum mencapai Rp15.103.182.139 atau sekitar Rp15,10 miliar.
Nilai miliaran rupiah tersebut memunculkan pertanyaan yang perlu dijawab melalui dokumen pengadaan: berapa banyak meja dan kursi yang dibeli, berapa harga setiap unitnya, serta sekolah mana saja yang menerima?
Ringkasan transaksi yang tersedia belum memuat rincian tersebut. Karena itu, besarnya nilai paket belum dapat digunakan untuk menyimpulkan harga barang terlalu mahal ataupun terjadi penyimpangan.
Paket Pengadaan Mebel Sekolah Dasar (Kursi Guru dan Meja Guru) tercatat dengan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67765867. Kode transaksinya 01M3P5C0JR3ZDFQ30CHFYKCTAD.
Statusnya masih ON PROCESS, dengan tahapan Kontrak. Data tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh meja dan kursi sudah diterima sekolah maupun seluruh pembayaran telah diselesaikan.
Rincian jumlah barang dan sekolah penerima menjadi penting karena paket ini menyangkut kebutuhan ruang belajar. Tanpa rincian itu, pembaca baru bisa melihat nilai pengadaan dan nama penyedianya, belum dapat menilai kecocokannya dengan kebutuhan sekolah.
Seluruh 13 transaksi dalam berkas ini bersumber dari APBD Kabupaten Batanghari tahun anggaran 2026, menggunakan E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, dan dikategorikan sebagai pengadaan Barang.
Selain mebel guru, terdapat pengadaan seragam siswa TK/PAUD senilai Rp2.295.296.850 dengan penyedia Nasya Mas. Paket ini menggunakan RUP 67844068 dan juga tercatat pada tahap kontrak dengan status ON PROCESS.
Ringkasan datanya belum merinci jumlah siswa penerima, banyaknya seragam, jenis bahan, maupun harga per set. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menelusuri kesesuaian nilai pengadaan dengan barang yang akan diterima anak-anak.
Ada pula Pengadaan Buku Coding Kelas 5 dan Kelas 6 senilai Rp266 juta, dengan penyedia Anugrah Multi Dimensi Mandiri dan RUP 67844421.
Paket buku tersebut masih berstatus ON PROCESS pada tahap kontrak. Jumlah eksemplar, judul buku, penerbit, harga satuan, serta daftar sekolah penerima tidak dicantumkan dalam berkas ringkasan.
Sementara itu, empat pengadaan alat peraga pendidikan memiliki nilai gabungan Rp7.491.500.013, atau sekitar 49,60 persen dari seluruh nilai yang tercatat.
Keempatnya mencantumkan tahapan Serah Terima dan status PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Paket terbesar dalam kelompok alat peraga adalah Pengadaan Alat Peraga Modul Percobaan Fisika, senilai Rp2.862.000.015, dengan penyedia Srikandi Bandhawa Jaya.
Berikutnya, Pengadaan Alat Peraga Komprehensif dan Informatif SD melalui Teman Terbaik Indonesia, senilai Rp2.099.999.998.
Dua paket lainnya adalah Pengadaan Alat Peraga IPBA Informatif SD melalui Amanah, senilai Rp1.472.000.009, serta Pengadaan Alat Peraga Komprehensif dan Informatif SMP melalui Graha Mulia Utama, senilai Rp1.057.499.991.
Keempat paket itu sebelumnya sudah diberitakan JambiLink pada 29 Mei 2026 dengan status ON PROCESS. Dalam berkas terbaru, tahapannya telah tercatat Serah Terima. Perubahan pencatatan ini perlu dibaca bersama dokumen penerimaan barang untuk mengetahui realisasi pengirimannya.
Label PAYMENT OUTSIDE SYSTEM sendiri tidak otomatis berarti pembayaran bermasalah. Pusat Bantuan INAPROC menyediakan panduan resmi pembayaran di luar sistem, termasuk pengisian tanggal pembayaran, pengunggahan bukti bayar oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta proses konfirmasi penyedia.
Untuk menilai pelaksanaan empat paket tersebut, dokumen yang relevan adalah surat pesanan, berita acara serah terima, bukti pembayaran, serta rincian distribusi barang. Dokumen-dokumen itu tidak disertakan dalam berkas yang ditelaah.
Di luar kebutuhan sekolah, terdapat enam transaksi dengan nama paket yang sama, yakni Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Lembaga Adat.
Seluruhnya memakai RUP 66719621, dengan nilai gabungan Rp284.267.276. Enam transaksi itu melibatkan empat nama penyedia.
Sumber Rezeki Fajar mencatat nilai terbesar, yakni Rp155.144.700. Erwin Syaputra muncul dalam dua transaksi, masing-masing Rp69.202.950 dan Rp18.244.626, sehingga totalnya Rp87.447.576.
Nama Zaina Tuddiah juga muncul dua kali, masing-masing senilai Rp22,8 juta dan Rp15,2 juta, dengan total Rp38 juta. Satu transaksi lainnya mencantumkan Farhan Energy Sejahtera senilai Rp3.675.000.
Keenamnya masih berada pada tahap kontrak dengan status ON PROCESS.
Nama paket yang bersifat umum belum menjelaskan barang apa yang dibeli melalui masing-masing penyedia. Ringkasan tersebut juga belum memuat jumlah barang dan lembaga adat penerimanya.
Meski memakai RUP yang sama, keenam transaksi memiliki kode paket berbeda. Pengulangan RUP dan nama penyedia belum membuktikan duplikasi pembayaran ataupun pemecahan paket yang melanggar ketentuan.
Berikut rincian seluruh transaksi. Ejaan nama paket diseragamkan untuk memudahkan pembacaan, tanpa mengubah nilai dan penyedianya.
| Paket dan kode RUP | Penyedia | Nilai tercatat |
|---|---|---|
| Mebel SD berupa kursi dan meja guru — 67765867 | Ardina Anugerah Mahakarya | Rp4.766.118.000 |
| Alat peraga modul percobaan fisika — 65480317 | Srikandi Bandhawa Jaya | Rp2.862.000.015 |
| Seragam siswa TK/PAUD — 67844068 | Nasya Mas | Rp2.295.296.850 |
| Alat peraga komprehensif dan informatif SD — 65472290 | Teman Terbaik Indonesia | Rp2.099.999.998 |
| Alat peraga IPBA informatif SD — 65472959 | Amanah | Rp1.472.000.009 |
| Alat peraga komprehensif dan informatif SMP — 65484063 | Graha Mulia Utama | Rp1.057.499.991 |
| Buku coding kelas 5 dan kelas 6 — 67844421 | Anugrah Multi Dimensi Mandiri | Rp266.000.000 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Sumber Rezeki Fajar | Rp155.144.700 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Erwin Syaputra, transaksi pertama | Rp69.202.950 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Zaina Tuddiah, transaksi pertama | Rp22.800.000 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Erwin Syaputra, transaksi kedua | Rp18.244.626 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Zaina Tuddiah, transaksi kedua | Rp15.200.000 |
| Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat — 66719621 | Farhan Energy Sejahtera | Rp3.675.000 |
| Total 13 transaksi | 11 nama penyedia | Rp15.103.182.139 |
Secara keseluruhan, empat transaksi senilai Rp7.491.500.013 tercatat pada tahap serah terima. Sembilan transaksi lainnya, senilai Rp7.611.682.126, masih tercatat pada tahap kontrak.
Seluruh transaksi terhubung dengan delapan kode RUP. Tidak ditemukan kode transaksi yang berulang dalam berkas tersebut.
Pada setiap transaksi, kolom nilai produk dalam negeri atau PDN dan nilai usaha mikro-kecil atau UMK terisi sama dengan nilai pengadaan. Masing-masing kolom berjumlah Rp15.103.182.139. Angka-angka tersebut merupakan kategori atas transaksi yang sama, bukan tambahan belanja.
Berkas ini juga tidak memuat tanggal transaksi atau rincian pencairan. Karena itu, tanggal ekspor 22 Oktober tidak berarti seluruh pembelian dilakukan pada Oktober. Total Rp15,10 miliar pun menggambarkan 13 catatan yang tersedia, bukan keseluruhan anggaran Disdikbud Batanghari.
Penjelasan Disdikbud dan para penyedia mengenai volume, harga satuan, penerima barang, serta realisasi penyerahan belum tersedia dalam bahan yang ditelaah. Rincian itulah yang diperlukan agar pengadaan miliaran rupiah ini dapat dinilai sampai pada barang yang diterima sekolah dan lembaga penerimanya.