Bank Jambi terus mempercepat penyempurnaan dan optimalisasi layanan mobile banking pascainsiden siber beberapa waktu lalu. Manajemen menargetkan seluruh proses pembenahan sistem dapat diselesaikan secara bertahap hingga layanan kembali beroperasi secara menyeluruh pada akhir tahun.
Komisaris Utama Bank Jambi, Dr. Sudirman, S.H., M.H., mengatakan pembenahan sistem dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan perlindungan nasabah.
Menurutnya, proses tersebut harus memenuhi ketentuan serta kualifikasi keamanan yang ditetapkan regulator sebelum layanan dapat dioperasikan secara penuh.
“Bukan hambatan, tapi lebih pada pengamanan. Karena untuk buka atau tutupnya operasional perbankan khusus transaksi itu ada di Bank Indonesia. BI sudah memberikan petunjuk teknisnya, dan ini sedang ditindaklanjuti secara serius oleh Bank Jambi,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, saat ini ekosistem mobile banking Bank Jambi masih berada pada tahap transaksi internal atau On Us.
Dalam kondisi tersebut, nasabah masih dapat menerima dana transfer dari bank lain. Sementara fitur transfer dana keluar menuju bank berbeda masih dalam tahap penyempurnaan sistem keamanan.
Sudirman mengatakan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong agar proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat. Pihak yang terlibat antara lain Dewan Komisaris, Direksi, pemegang saham hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kita targetkan penyelesaian pembenahan ini secara bertahap pada September, Oktober, November, hingga batas akhirnya di Desember. Bank Indonesia tentu harus memastikan sistem ini benar-benar aman sebelum dioperasikan penuh,” tegas Sudirman yang juga Sekda Provinsi Jambi tersebut.
Saldo Nasabah Berkurang
Sudirman juga menanggapi keluhan terkait adanya penurunan nominal saldo sejumlah nasabah, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dinamika sementara selama fitur transfer antarbank masih dalam proses pembenahan.
Ia mengatakan tidak terjadi penutupan rekening nasabah di Bank Jambi. Penurunan saldo, menurut Sudirman, terjadi karena sebagian nasabah memindahkan dananya secara manual untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.
“Kesetiaan nasabah terhadap Bank Jambi tetap tinggi karena tidak ada penutupan rekening,” kata Sudirman.
Singgung Isu Dana PNS ke Himbara
Di sisi lain, Sudirman juga menepis isu yang sempat beredar mengenai rencana pemindahan dana PNS ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Ia menyebut Menteri Keuangan telah memberikan pernyataan resmi bahwa kebijakan tersebut tidak akan terjadi.
Menurut Sudirman, hal tersebut menjadi kabar positif bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia, termasuk Bank Jambi, dalam menjalankan fungsi pengelolaan dana aparatur negara.
Dengan proses penyempurnaan keamanan yang terus dilakukan, Bank Jambi optimistis layanan digital dapat kembali beroperasi secara maksimal sekaligus memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi nasabah.
Bank Jambi menargetkan tahapan pembenahan berlangsung hingga Desember, dengan pengoperasian penuh tetap menunggu sistem dinyatakan memenuhi aspek keamanan yang dipersyaratkan. (*)