JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris mendatangi permukiman warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Selasa (15/9/2026).
Kunjungan dilakukan tiga hari setelah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Keterangan Pemerintah Provinsi Jambi menyebut dua rumah berukuran besar ludes, dengan satu rumah dihuni dua kepala keluarga dan satu rumah lainnya dihuni satu kepala keluarga.
Al Haris berdialog dengan warga terdampak sekaligus mengecek kebutuhan pascakebakaran.
Warga Diminta Cek Kompor Sebelum Keluar Rumah
Dalam kunjungannya, Al Haris meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama di kawasan Seberang Kota Jambi yang masih banyak memiliki bangunan berbahan kayu.
“Ini kemarau panjang, sangat banyak warga yang rumahnya terdampak kebakaran. Meskipun ini musibah dari Allah, tapi kita tetap harus waspada,” ujar Al Haris.
Ia secara khusus mengingatkan warga memeriksa peralatan rumah tangga sebelum meninggalkan rumah.
“Sebelum berangkat ke pengajian atau keluar rumah, tolong cek kompor. Cek juga colokan kulkas, colokan magic com, semua dilihat. Karena rumah kayu kering ini sangat mudah terbakar dan dampaknya luar biasa,” katanya.
Imbauan serupa disampaikan Al Haris dalam pemberitaan saat kunjungan, yakni meminta warga yang tinggal di kawasan dengan banyak rumah kayu untuk lebih waspada ketika meninggalkan rumah.
Singgung Kabut dan Karhutla
Al Haris juga mengaitkan kewaspadaan tersebut dengan kondisi musim kemarau dan kebakaran lahan yang sedang terjadi di sejumlah wilayah Jambi.
“Kita sudah merasakan kabutnya, ISPA-nya sudah ada, lahan terbakar. Nah, kita berharap jangan lagi ada yang rumahnya terbakar. Mari kita jaga dan saling mengingatkan,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Al Haris mengenai kondisi yang ia lihat saat itu, bukan penetapan penyebab kebakaran Tanjung Raden.
Penyebab kebakaran rumah perlu dibedakan dari persoalan karhutla. Dalam keterangan Damkartan Kota Jambi yang diberitakan sebelumnya, dugaan awal kebakaran Tanjung Raden mengarah pada kebocoran regulator tabung gas, namun hal itu masih disebut sebagai dugaan awal.
BAZNAS Salurkan Rp15 Juta
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah bantuan diserahkan kepada warga.
Menurut keterangan yang disampaikan saat peninjauan, BAZNAS memberikan bantuan tunai Rp15 juta untuk dua rumah. Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi juga menyalurkan pakaian serta makanan siap saji. Keterangan mengenai bantuan Rp15 juta tersebut juga disampaikan Al Haris saat berada di lokasi.
Bantuan lain yang disebut diserahkan terdiri dari 10 kasur lipat, 10 selimut, dua paket peralatan dapur keluarga, dua paket sandang, dua paket sembako, serta dua family kit.
Al Haris berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban selama masa pemulihan.
“Pemerintah Hadir”
Al Haris mengatakan Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jambi dan pihak terkait mengenai kebutuhan korban berikutnya.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah hadir untuk memastikan Bapak dan Ibu tidak sendirian. Kebutuhan dasar seperti logistik, serta peralatan lainnya akan segera kita koordinasikan dengan Pemkot Jambi dan pihak terkait,” ucapnya.
Dalam keterangan lain seusai peninjauan, Al Haris juga mengatakan Pemprov akan melihat kecukupan bantuan yang diterima warga sebelum mempertimbangkan dukungan lanjutan melalui program perbaikan rumah.
Ada Perbedaan Data Rumah Terdampak
Ada satu catatan penting dalam data kebakaran Tanjung Raden.
Keterangan Pemprov saat kunjungan Al Haris menyebut dua rumah ludes dan dihuni tiga kepala keluarga.
Sementara data Pemerintah Kota Jambi dan BAZNAS Kota Jambi yang dipublikasikan lebih awal mencatat empat rumah nonpermanen terdampak, terdiri dari dua rumah rusak berat dan dua rumah terdampak pada bagian dapur. Dinas Sosial Kota Jambi juga mencatat empat kepala keluarga atau sembilan jiwa terdampak.
Karena kategori yang digunakan dalam dua keterangan tersebut berbeda, angka “rumah ludes” sebaiknya tidak langsung disamakan dengan seluruh “rumah terdampak”. Data final mengenai jumlah bangunan dan keluarga terdampak perlu mengacu pada hasil pendataan terpadu pemerintah.
Pemkot Sudah Turun Sehari Setelah Kebakaran
Sebelum kunjungan Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana telah mendatangi lokasi pada Minggu (13/9/2026).
Pemkot bersama BAZNAS Kota Jambi saat itu menyerahkan bantuan tanggap darurat dan mengecek kondisi korban. Pemerintah Kota menyebut dua warga sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami syok akibat peristiwa tersebut.
Dengan kunjungan Pemprov, penanganan kini melibatkan pemerintah pada dua tingkatan bersama unsur kebencanaan, sosial dan pihak terkait lainnya.
Pemulihan Korban Jadi Tahap Berikutnya
Al Haris didampingi antara lain Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Bustanul Arifin, unsur pemerintah Kota Jambi, kebencanaan, Forkopimcam serta tokoh masyarakat.
Setelah bantuan darurat diberikan, perhatian berikutnya berada pada pemulihan tempat tinggal dan kebutuhan korban.
Kebakaran memang berlangsung hanya dalam hitungan waktu, tetapi pemulihan warga membutuhkan proses lebih panjang. Pemerintah provinsi dan kota kini memiliki pekerjaan lanjutan: menyatukan data korban, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, lalu menentukan dukungan pemulihan rumah secara tepat sasaran. (*)