PSR Award 2026 Digelar Perdana, PalmCo Dorong Petani Sawit Naik Kelas

WIB
Ist

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat melalui penyelenggaraan PSR Award 2026.

Ajang ini untuk pertama kalinya digelar sebagai bentuk apresiasi kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian hingga pemasok tandan buah segar (TBS) yang dinilai berkontribusi dalam ekosistem kemitraan PalmCo.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan kemitraan dengan petani bukan sekadar pelengkap dalam rantai bisnis perusahaan.

Ia menyebut hubungan yang transparan, produktif dan saling menguntungkan menjadi bagian penting dari keberlanjutan operasional PalmCo.

“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko dalam Gala Dinner dan PSR Award 2026 di Yogyakarta.

Petani Sawit Jadi Kekuatan Besar

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo Desrial menyoroti besarnya peran pekebun rakyat dalam struktur industri sawit nasional.

Menurutnya, sekitar 41-42 persen kebun sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat.

“Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42 persen, sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita,” kata Desrial.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit nasional tidak dapat hanya bergantung pada korporasi besar.

Petani rakyat harus menjadi bagian utama dari strategi pengembangan industri.

Bukan Cuma Soal Pasokan

Melalui PSR Award, PalmCo mencoba mendorong standar kemitraan yang lebih luas.

Penilaian tidak hanya melihat volume pasokan TBS.

Aspek kualitas ikut dihitung.

Konsistensi.

Legalitas.

Dan kepatuhan terhadap tata kelola.

Dengan pendekatan itu, hubungan perusahaan dengan petani tidak berhenti pada transaksi jual-beli.

Ada dorongan agar kualitas kebun dan pengelolaannya ikut meningkat.

Lima Kategori Penghargaan

Dalam PSR Award 2026, PalmCo menghadirkan lima kategori penghargaan.

Kategori tersebut mencakup kebun plasma terbaik.

Regional PSR terbaik.

Regional pembelian TBS terbaik.

Unit pembelian TBS terbaik.

Hingga pemasok TBS terbaik.

Penghargaan diberikan dengan indikator kinerja yang disebut terukur.

Tujuannya untuk mendorong persaingan sehat sekaligus menjadi tolok ukur bagi pengelolaan kemitraan.

PSR Disebut Harapan Petani

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Setiyono menyambut positif langkah PalmCo.

Menurutnya, program Peremajaan Sawit Rakyat memiliki arti penting bagi keberlangsungan usaha petani.

“Bagi kami para petani sawit, program Peremajaan Sawit Rakyat adalah harapan bagi petani,” ujar Setiyono.

PSR menjadi penting karena banyak kebun rakyat yang memasuki usia tua dan mengalami penurunan produktivitas.

Peremajaan menjadi jalan untuk mengganti tanaman lama dengan bahan tanam yang lebih baik.

Produktivitas Jadi Tantangan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga menempatkan percepatan peremajaan sebagai salah satu agenda penting.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto mengatakan tanaman tua dan penggunaan benih unggul menjadi dua isu yang harus terus ditangani.

“Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektare rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru.

Ia juga mendorong PalmCo mempercepat proses rekomendasi teknis dan memperkuat hubungan dengan petani plasma.

Kemitraan Hulu-Hilir Diperkuat

PalmCo menempatkan petani sebagai bagian dari rantai bisnis dari hulu hingga hilir.

Di hulu, petani membutuhkan kebun yang produktif.

Di sisi lain, perusahaan membutuhkan pasokan TBS berkualitas.

Hubungan itu saling berkaitan.

Jika produktivitas petani meningkat, pasokan ke pabrik juga lebih terjaga.

Jika tata kelola membaik, kualitas produk ikut terdorong.

Karena itu, PalmCo menempatkan kemitraan sebagai strategi bisnis sekaligus bagian dari keberlanjutan.

Legalitas Jadi Aspek Penting

Salah satu aspek yang ikut masuk penilaian adalah legalitas.

Ini penting karena pengembangan sawit rakyat juga berkaitan dengan kepastian lahan dan tata kelola kebun.

Legalitas yang kuat memberi kepastian bagi petani.

Sekaligus memudahkan akses terhadap program pembinaan, pembiayaan, dan kemitraan.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

PSR Award memang berfungsi sebagai bentuk apresiasi.

Namun nilai utamanya justru pada standar yang ingin dibangun.

Petani didorong meningkatkan produktivitas.

Koperasi diminta memperkuat tata kelola.

Unit pembelian harus menjaga kualitas.

Dan pemasok TBS didorong memenuhi standar yang lebih baik.

Dengan demikian, penghargaan menjadi instrumen untuk mendorong perbaikan.

Dari Apresiasi ke Transformasi

PalmCo berharap PSR Award tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Yang ingin dibangun adalah hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dengan pekebun rakyat.

Bagi PalmCo, masa depan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh besarnya perkebunan perusahaan. Dengan porsi petani rakyat mencapai lebih dari 40 persen, produktivitas, kualitas dan tata kelola kebun rakyat akan ikut menentukan daya saing sawit nasional. (*)

BeritaSatu Network