JAMBI — Malam belum terlalu larut ketika para pemuda dengan selempang daerah masing-masing berkumpul di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Ada yang ditemani pendamping, ada pula yang membawa serta orang tua.
Malam itu tak ada panggung kompetisi. Belum ada penilaian siapa yang paling memikat dewan juri. Para peserta Pemilihan Duta Wisata Nasional 2026 justru duduk dalam suasana yang lebih cair, makan malam bersama dalam Gala Dinner Pemilihan Duta Wisata Nasional 2026 yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jambi.
Jambi tahun ini mendapat giliran menjadi tuan rumah. Bukan sekadar menyediakan tempat kompetisi, tetapi juga menjadi etalase bagi tamu-tamu muda dari berbagai provinsi untuk mengenal daerah ini lebih dekat.
Bintang Maulidina menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi yang telah memfasilitasi malam gala dinner tersebut. Menurut dia, keberadaan peserta dari berbagai daerah membuat Pemilihan Duta Wisata Nasional menjadi ruang promosi tersendiri bagi Jambi.
Para peserta, pendamping, dan orang tua yang datang, kata Bintang, tidak hanya mengikuti rangkaian kompetisi. Mereka sekaligus melihat Jambi, menikmati suasananya, dan membawa pengalaman tentang daerah ini ketika kembali ke provinsi masing-masing.
Bagi Jambi, di situlah promosi bekerja, yakni lewat pengalaman langsung.
Bintang berharap dukungan terhadap kegiatan serupa ke depan dapat semakin maksimal. Ia juga memberikan masukan agar Dinas Pariwisata Provinsi Jambi lebih kuat memberikan dukungan terhadap agenda-agenda duta wisata, sebagaimana dukungan yang menurutnya telah diperlihatkan Gubernur Jambi dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.
Pemilihan Duta Wisata Nasional, menurut Bintang, memiliki nilai yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi penampilan. Pertemuan anak-anak muda dari berbagai provinsi bisa menjadi jejaring promosi antardaerah.
Malam gala itu kemudian memasuki salah satu bagian utamanya.
Satu per satu peserta menerima selempang. Penyerahan dilakukan oleh Thamrin B. Bachri, Tenaga Ahli Gubernur Jambi bidang pariwisata. Thamrin bukan wajah baru dalam dunia pariwisata. Ia pernah menduduki jabatan Direktur Jenderal di Kementerian Pariwisata pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di hadapan para peserta, Thamrin mengingatkan bahwa predikat duta wisata tidak berhenti setelah selempang terpasang di pundak.
Menurut dia, duta wisata pada dasarnya merupakan mitra pemerintah, termasuk Dinas Pariwisata, dalam memperkenalkan destinasi, budaya, dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Mereka dapat menjadi penghubung antara bahasa birokrasi dengan bahasa generasi muda.
Peran itu, kata Thamrin, dapat dijalankan melalui kegiatan promosi destinasi, edukasi kepada masyarakat, serta keterlibatan dalam kampanye yang berkaitan dengan kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Duta wisata juga membawa wajah daerahnya ketika tampil di tingkat nasional.
Karena itu, Thamrin menilai kekuatan utama seorang duta wisata bukan semata-mata terletak pada penampilan. Mereka dituntut memiliki pengetahuan, kemampuan komunikasi, serta kapasitas untuk menjadi panutan di lingkungan generasinya.
Ia menyebut mereka sebagai bagian dari “agen perubahan”.
Status itu membuat duta wisata, menurut Thamrin, dapat dilibatkan pemerintah untuk menyampaikan berbagai pesan publik kepada generasi muda. Mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkoba, persoalan sampah, kepedulian lingkungan, hingga kampanye mengenai pola hidup berkelanjutan atau sustainable living.
Thamrin juga menyinggung berbagai isu sosial yang berkembang di kalangan generasi muda, termasuk isu LGBT. Menurut dia, tema-tema sosial seperti itu sering menjadi bagian dari pesan yang disampaikan pemerintah melalui figur-figur muda. Posisi duta wisata sebagai panutan, komunikator, dan edukator dinilai membuat pesan publik lebih mudah menjangkau kelompok seusia mereka.
Praktik memanfaatkan duta atau figur publik muda sebagai penyampai pesan, menurut Thamrin, juga dilakukan di berbagai daerah dan negara.
Mereka tidak sekadar membawa brosur pariwisata.
Mereka membawa pesan.
Karena itulah, selempang yang diterima malam itu boleh jadi ringan. Tanggung jawab di baliknya tidak demikian.
Menjelang akhir acara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi Imron Rosyadi tiba di lokasi. Ia kemudian diberi kesempatan menyampaikan pidato di hadapan peserta dan tamu yang hadir.
Sejumlah undangan juga mengikuti acara tersebut, termasuk Tenaga Ahli Gubernur Jambi Muawwin, S.Pd., M.M.
Gala dinner akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Para peserta kembali berkumpul. Selempang daerah masing-masing terbentang di dada. Kamera-kamera mengabadikan malam ketika puluhan anak muda dari berbagai daerah Indonesia berada di satu tempat: Jambi.
Namun malam di Rumah Dinas Gubernur itu baru pemanasan.
Panggung sebenarnya menunggu mereka pada malam berikutnya.
Grand Final Pemilihan Duta Wisata Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, di kawasan penyelenggaraan Festival Batanghari, Provinsi Jambi.
Di sana, para peserta akan kembali membawa nama provinsi masing-masing.
Bagi Jambi sebagai tuan rumah, perhelatan ini juga membawa taruhan yang lain seberapa jauh kedatangan para duta wisata dari seluruh Indonesia dapat diubah menjadi promosi yang membuat orang ingin kembali—bukan sebagai peserta lomba, melainkan sebagai wisatawan.(*)
Galeri Foto :





