JAMBI – Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi resmi digelar di Hotel Aston Jambi, Ahad (12/7/2026). Forum lima tahunan tersebut bukan sekadar menjadi ajang memilih Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi periode 2026–2031, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar menjelang agenda politik nasional dan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Hadir mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan bahwa Musda kali ini memiliki arti penting karena dilaksanakan lebih cepat dibanding jadwal sebelumnya sebagai bagian dari penyesuaian kepengurusan di seluruh Indonesia.
Menurut Herman, percepatan pelaksanaan Musda dilakukan hampir di seluruh provinsi setelah periode kepengurusan sebelumnya mengalami penyesuaian akibat pandemi COVID-19 dan berbagai dinamika organisasi yang terjadi beberapa tahun terakhir.
"Musyawarah daerah ini adalah Musda yang kelima. Hampir seluruh DPD Partai Demokrat melakukan percepatan karena pada periode sebelumnya terjadi pelambatan akibat COVID-19 dan berbagai dinamika organisasi. Saya kira ini menjadi momentum yang sangat penting," ujar Herman.
Dalam arahannya, Herman menegaskan bahwa proses demokrasi di tubuh Partai Demokrat berjalan secara terbuka. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan selama memenuhi ketentuan organisasi.
Ia menepis anggapan bahwa kepemimpinan Partai Demokrat hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Menurutnya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) maupun statuta partai memberikan ruang yang sama bagi kader internal maupun tokoh dari luar partai untuk bergabung dan berkompetisi secara demokratis.
"Proses demokrasi di Partai Demokrat terbuka. Siapapun boleh ikut berkontestasi, baik kader internal maupun kader eksternal. Tidak ada statuta yang membatasi. Ini adalah jalan demokrasi internal Partai Demokrat," tegasnya.
Herman menambahkan, seluruh proses pemilihan nantinya sepenuhnya diserahkan kepada para pemilik hak suara dalam Musda. Siapa pun yang memperoleh dukungan mayoritas wajib dihormati sebagai hasil demokrasi organisasi.
"Kami serahkan kepada para pemilik suara, karena demokrasi ditentukan oleh keterwakilan para pemilik suara. Siapapun yang terpilih, itulah konsekuensi sebagai pimpinan yang dipilih secara demokratis," katanya.
Lebih jauh, Herman mengajak seluruh kader menjadikan Musda V sebagai golden momentum untuk memperkuat soliditas partai.
Menurutnya, terdapat tiga agenda besar yang harus menjadi fokus seluruh kader Demokrat setelah Musda selesai dilaksanakan.
Agenda pertama adalah merapatkan barisan.
Herman mengajak seluruh kader kembali memperkuat persatuan internal sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh-tokoh masyarakat yang ingin bergabung bersama Partai Demokrat.
"Mari kita rapatkan barisan kembali. Kami membuka pintu bukan hanya untuk kader internal, tetapi juga bagi seluruh tokoh masyarakat di Provinsi Jambi yang ingin bergabung menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik dan tempat pengabdian politik. Kami membuka pintu selebar-lebarnya," ujarnya.
Agenda kedua adalah membangun kekuatan organisasi hingga ke akar rumput.
Menurut Herman, kekuatan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh pengurus di tingkat pusat maupun provinsi, tetapi juga oleh kokohnya struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
Ia bahkan menyinggung kondisi Kota Jambi yang tidak memiliki struktur RW sehingga pembentukan organisasi harus mampu menjangkau hingga tingkat RT.
"Kalau di Kota Jambi tidak ada RW, adanya RT. Maka bagaimana kita membangun struktur sampai tingkat RT. Ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC hingga ranting. Struktur yang kuat akan melahirkan bangunan partai yang kuat sampai ke akar rumput," katanya.
Sedangkan agenda ketiga adalah merebut kemenangan politik.
Herman menegaskan bahwa kemenangan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kerja keras, strategi yang matang, serta kedekatan kader dengan masyarakat.
Menurutnya, seluruh kader Demokrat harus mulai menyusun langkah-langkah taktis dan strategis untuk memenangkan berbagai kontestasi politik yang akan datang dengan tetap menjunjung tinggi etika dan aturan yang berlaku.
"Kemenangan tidak bisa datang dengan sendirinya. Kita harus berpikir taktis dan strategis bagaimana merebut kemenangan, tentu dengan cara-cara yang baik," tegas Herman.
Pada kesempatan itu, Herman juga mengingatkan posisi Partai Demokrat yang kini menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh kader memiliki tanggung jawab moral untuk turut menyukseskan berbagai program pemerintah demi kepentingan masyarakat.
"Hari ini Demokrat adalah bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo. Konsekuensinya seluruh kader berkewajiban ikut menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kalau seluruh elemen bangsa bersatu membantu pemerintah, maka keberhasilan itu akan dirasakan langsung oleh rakyat," pungkasnya.
Musda V DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi organisasi serta mempertegas arah perjuangan partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan. Dengan semangat persatuan, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput, serta komitmen menghadirkan solusi bagi masyarakat, Partai Demokrat optimistis dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan di Provinsi Jambi maupun tingkat nasional.