Pemprov Jambi Siapkan Nobar Akbar Piala Dunia 2026, UMKM Diberi Lapak Khusus

WIB
ist

Jambi — Pemerintah Provinsi Jambi bersama TVRI Jambi, Polda Jambi dan Korem 042/Garuda Putih menyiapkan nonton bareng akbar menjelang babak semifinal hingga final Piala Dunia 2026.

Nobar tersebut tidak hanya disiapkan sebagai hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di Provinsi Jambi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, mengatakan lokasi nobar akan tersebar di sejumlah titik.

Di antaranya halaman Polda Jambi, kawasan Korem 042/Garuda Putih, Kantor Gubernur Jambi serta jalan di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Masyarakat dan pelaku usaha akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Khusus nobar yang digelar Pemprov Jambi bersama TVRI Jambi, panitia telah menyiapkan dua lokasi utama.

Pertandingan semifinal akan ditayangkan di pintu gerbang keluar Kantor Gubernur Jambi atau ruas jalan di depan RRI.

Sementara pertandingan perebutan tempat ketiga dan partai final akan digelar di jalan depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

“Kita siapkan lokasi khusus menggunakan layar lebar atau videotron, termasuk tempat untuk pedagang,” kata Syamsurizal seusai rapat teknis persiapan nobar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Jumat (10/7/2026).

Syamsurizal mengatakan pengamanan dan rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian pemerintah.

Pihak keamanan akan dilibatkan selama kegiatan berlangsung. Dinas Perhubungan juga akan mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi nobar.

“Yang pasti akan kita libatkan pihak keamanan dan pengaturan lalu lintas dari Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Syamsurizal saat itu didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah.

Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni, mengatakan kegiatan nobar Piala Dunia memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM.

Dampak itu terutama terlihat ketika pertandingan melibatkan negara-negara unggulan dan lokasi nobar dipadati penonton.

Menurut Herly, TVRI telah menyiapkan sistem pendataan untuk memantau jumlah penonton serta perputaran ekonomi pada setiap lokasi nobar.

“Sudah ada dashboard-nya setiap hari. Kita punya tim yang mendata berapa banyak yang menonton di setiap venue dan berapa perputaran ekonomi yang tumbuh setiap kali nobar,” kata Herly.

Ia menyebut perputaran ekonomi yang tercatat selama kegiatan nobar telah mencapai angka miliaran rupiah.

“Angkanya sampai miliaran,” ujarnya.

Namun, dalam keterangan tersebut belum dirinci jumlah pasti perputaran ekonomi khusus untuk Provinsi Jambi.

Berdasarkan rekapitulasi TVRI Jambi sampai 10 Juli 2026, terdapat 83 lokasi nobar yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Jumlah tersebut terdiri atas 30 lokasi nobar komersial dan 53 lokasi nonkomersial.

Lokasi komersial umumnya melibatkan tempat usaha atau penyelenggara yang menjalankan aktivitas ekonomi selama pertandingan berlangsung.

Sementara lokasi nonkomersial disiapkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat menonton pertandingan secara bersama-sama.

Herly mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah yang ikut memfasilitasi kegiatan nobar.

Pelaksanaan nobar tersebut juga disebut mengikuti arahan pemerintah pusat melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri.

Keberadaan tempat khusus bagi pedagang menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan nobar akbar.

Keramaian penonton diharapkan memberi peluang kepada pedagang makanan, minuman dan produk UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Dengan pertandingan yang memasuki fase semifinal dan final, jumlah masyarakat yang datang diperkirakan semakin besar.

Momentum itu diharapkan tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga menggerakkan transaksi ekonomi masyarakat.

“Nonton bareng ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat,” kata Herly.

Ia berharap pelaku UMKM di Jambi dapat merasakan langsung manfaat ekonomi dari penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.

“Mudah-mudahan UMKM kita di Jambi akan hidup dan menerima manfaat dari siaran Piala Dunia,” pungkasnya. (*)

BeritaSatu Network