JAMBI — Musyawarah Daerah atau Musda V DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi resmi dimulai di Aston Hotel, Kota Jambi, Minggu, 12 Juli 2026.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY membuka agenda tersebut secara virtual.
Musda menjadi forum konsolidasi sekaligus penentuan kepemimpinan DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi untuk periode 2026–2031.
Dua kader masuk dalam kontestasi ketua.
Mereka adalah Muhammad Zen dan Fauzi Ansori.
Keduanya akan mengikuti tahapan Musda sesuai mekanisme internal Partai Demokrat.
Meski AHY membuka acara secara virtual, sejumlah elite DPP Partai Demokrat hadir langsung di lokasi.
Di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.
Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat sekaligus Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Jajaran fungsionaris DPP dan pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi juga memenuhi arena Musda.
Sejumlah tokoh lintas partai turut terlihat menghadiri pembukaan.
AR Syahbandar hadir mewakili Partai Gerindra.
Madian hadir mewakili Partai Amanat Nasional atau PAN.
Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston, turut tampak di lokasi.
Kehadiran tokoh lintas partai itu menjadi bagian dari silaturahmi politik dalam pembukaan Musda.
Kehadiran mereka tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai dukungan terhadap salah satu kandidat ketua.
Dalam arahannya, AHY mengapresiasi pelaksanaan Musda V Demokrat Jambi.
Ia menilai Jambi merupakan salah satu daerah penting bagi Partai Demokrat.
Demokrat sebelumnya tetap mempertahankan keterwakilan di DPR RI dari daerah pemilihan Jambi.
Namun AHY meminta seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri.
Capaian tersebut harus dilanjutkan dengan penambahan kursi legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
AHY juga berharap semakin banyak kader Demokrat yang mampu meraih kepercayaan masyarakat dalam pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah mendatang.
AHY mengingatkan kader Demokrat agar tidak hanya aktif ketika menghadapi pemilu.
Kader diminta terus berada di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga.
Menurutnya, Partai Demokrat harus ikut menjaga kekuatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
“Partai Demokrat harus selalu berupaya menjaga kekuatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput. Sejatinya, Demokrat akan terus hadir di tengah-tengah rakyat, baik dalam situasi lapang maupun sempit,” ujar AHY dalam arahannya.
Ia menekankan bahwa Musda harus menghasilkan kepemimpinan dan program yang mampu memperkuat posisi Demokrat dalam agenda politik berikutnya.
“Saya menekankan bahwa esensi dari Musda V ini harus berujung pada satu titik, yaitu berjayanya Demokrat dalam perhelatan Pilkada mendatang,” katanya.
AHY menitipkan tiga pesan kepada peserta Musda.
Pertama, seluruh kader diminta merapatkan barisan dan menjaga soliditas.
Kedua, struktur partai harus memperluas jaringan hingga ke tingkat ranting.
Ketiga, kader diminta bergerak secara terukur untuk memperkuat dukungan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pekerjaan bagi kepengurusan DPD yang nantinya mendapat amanah memimpin Demokrat Jambi.
Ketua terpilih juga harus mampu merangkul seluruh DPC di 11 kabupaten dan kota.
Agenda Musda akan mengerucut pada proses penentuan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi periode 2026–2031.
Berdasarkan hasil tahapan yang dilakukan panitia, dua nama masuk dalam kontestasi.
Muhammad Zen dan Fauzi Ansori.
Kedua kader tersebut akan mengikuti proses sesuai tata tertib dan mekanisme organisasi.
Musda tidak hanya menguji jumlah dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat.
Forum ini juga akan melihat kemampuan kandidat dalam membangun konsolidasi, memperkuat struktur, dan mempersiapkan Demokrat menghadapi agenda politik mendatang.
Wasekjen DPP Partai Demokrat Afriansyah Noor berharap Musda menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat partai.
“Semoga hasil Musda bisa menambah kekuatan DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi,” ujar Afriansyah.
Putra asal Jambi tersebut mengatakan kader Demokrat siap bekerja keras di bawah komando Ketua Umum AHY.
“Ya, kita sebagai kader siap kerja keras memenangkan Partai Demokrat dan siap konsolidasi di 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi,” katanya.
Afriansyah berharap siapa pun yang mendapat amanah nantinya mampu menjaga kekompakan organisasi.
Ketua terpilih juga diharapkan dapat menyatukan kader setelah dinamika Musda berakhir.
Ketua DPD Partai Demokrat Jambi periode 2026–2031 akan menghadapi sejumlah pekerjaan penting.
Pertama, merawat soliditas internal setelah Musda.
Kedua, memperkuat DPC dan struktur di tingkat kecamatan hingga ranting.
Ketiga, meningkatkan kehadiran partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Keempat, menyiapkan strategi menghadapi pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah.
Ketua baru juga dituntut mampu membangun komunikasi dengan kader senior, anggota legislatif, organisasi sayap, dan generasi muda Demokrat.
Musda bukan hanya forum pergantian ketua.
Di dalamnya terdapat evaluasi terhadap perjalanan organisasi dan penyusunan program kerja.
Kinerja kepengurusan sebelumnya menjadi bahan penilaian.
Sementara tantangan politik berikutnya menjadi dasar penyusunan strategi.
Karena itu, hasil Musda akan menentukan arah Demokrat Jambi selama lima tahun ke depan.
Perbedaan dukungan kepada kandidat dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi.
Setelah keputusan dihasilkan, seluruh kader diharapkan kembali berada dalam satu barisan.
Musda V Demokrat Jambi kini telah dimulai.
AHY telah menyampaikan arahannya.
Elite DPP hadir langsung.
Dua kandidat masuk dalam kontestasi.
Muhammad Zen.
Fauzi Ansori.
Siapa pun yang nantinya mendapat amanah akan memikul tugas untuk menyatukan kader dan memperkuat struktur Demokrat di seluruh Provinsi Jambi.
Pesan dari DPP juga jelas.
Musda tidak boleh berakhir pada pergantian nama di kursi ketua.
Musda harus menghasilkan organisasi yang lebih solid, jaringan yang lebih luas, dan kehadiran partai yang lebih kuat di tengah masyarakat.(*)