JAMBI - Kesehatan dan pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan gizi pada anak dan remaja masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Kurangnya asupan gizi yang seimbang dapat berdampak pada pertumbuhan, daya tahan tubuh, kemampuan belajar, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, pemerintah terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program ini ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Bidang Kesehatan PW IPM Jambi, Riski Marsanda, menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar dan perkembangan pelajar. Gizi yang cukup tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, tetapi juga terhadap kemampuan konsentrasi, daya pikir, semangat belajar, dan produktivitas peserta didik.
"Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah positif dalam mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Pelajar yang mendapatkan asupan gizi yang baik akan lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensinya secara maksimal," ujar Riski Marsanda.
Ia menjelaskan bahwa persoalan gizi tidak dapat diselesaikan hanya melalui penyediaan makanan bergizi semata. Kesadaran masyarakat, keluarga, sekolah, dan pelajar sendiri juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Edukasi mengenai pola makan seimbang, pentingnya sarapan, konsumsi buah dan sayur, serta pembatasan makanan tinggi gula dan lemak perlu terus ditingkatkan.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, program MBG juga diharapkan dapat membantu menekan angka stunting dan berbagai masalah gizi lainnya yang masih ditemukan di sejumlah daerah. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak usia dini, anak-anak dan remaja memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara optimal dan menjadi generasi yang unggul di masa mendatang.
Riski Marsanda juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan program ini sebagai momentum meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri.
"Sebagai pelajar, kita perlu memahami bahwa makanan bergizi bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tetapi merupakan investasi bagi masa depan. Tubuh yang sehat akan membantu kita belajar dengan baik, berorganisasi dengan aktif, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, diharapkan lahir generasi pelajar yang sehat, kuat, dan memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. PW IPM Jambi melalui Bidang Kesehatan juga mengajak seluruh pelajar untuk terus menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang berkemajuan.