Maulana Dorong ASN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal Lewat Gaji ke-13

WIB
ist

JAMBI — Ribuan aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi kini bisa bernapas lega.

Pemerintah Kota Jambi memastikan gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP ke-13 telah dicairkan.

Pencairan itu menjadi bentuk pemenuhan hak ASN.

Namun Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., ingin manfaatnya tidak berhenti di kalangan aparatur saja.

Ia berharap gaji dan TPP ke-13 juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Caranya sederhana.

ASN diminta membelanjakan sebagian penghasilannya di Kota Jambi.

Membeli produk UMKM.

Berbelanja di pasar tradisional.

Menggunakan jasa usaha lokal.

Dan mendukung pelaku usaha kecil yang tersebar di berbagai wilayah Kota Jambi.

“Alhamdulillah gaji dan TPP ke-13 ASN sudah dicairkan. Kami berharap ini tidak hanya membantu kebutuhan ASN dan keluarganya, tetapi juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas dengan berbelanja kepada pelaku UMKM, pedagang pasar, dan usaha-usaha lokal yang ada di Kota Jambi,” ujar Maulana.

Maulana mengatakan, pencairan gaji dan TPP ke-13 merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah.

Dengan jumlah ASN yang mencapai ribuan orang, daya beli aparatur dinilai dapat memberi dampak nyata bagi pelaku usaha lokal.

Jika belanja ASN diarahkan ke UMKM dan pedagang lokal, maka uang yang beredar tidak keluar dari daerah.

Perputarannya akan terasa di pasar.

Di warung.

Di toko kecil.

Di usaha kuliner.

Di jasa laundry.

Di penjahit.

Di pedagang kebutuhan sekolah.

Hingga pelaku ekonomi rumah tangga.

“Kalau ASN berbelanja di pasar tradisional, membeli produk UMKM, atau menggunakan jasa usaha masyarakat, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Uang yang beredar tetap berada di Kota Jambi dan akan membantu memperkuat ekonomi daerah,” kata Maulana.

Menurutnya, ASN memiliki posisi strategis.

ASN tidak hanya menjadi pelayan publik.

ASN juga bisa menjadi bagian dari gerakan ekonomi lokal.

Maulana menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sektor UMKM dinilai menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Pelaku UMKM banyak menyerap tenaga kerja.

Menghidupi keluarga.

Menciptakan aktivitas ekonomi di lingkungan masyarakat.

Dan menjaga denyut ekonomi kota tetap bergerak.

Karena itu, dukungan kepada pelaku usaha lokal tidak boleh hanya berupa program pemerintah.

Dukungan juga harus hadir dalam pola konsumsi masyarakat, termasuk ASN.

Jika ASN membeli produk lokal, maka pelaku UMKM ikut terbantu.

Jika ASN berbelanja di pasar tradisional, maka pedagang ikut merasakan manfaat.

Jika ASN menggunakan jasa usaha warga, maka roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.

Pencairan gaji dan TPP ke-13 juga bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan keluarga.

Terutama menjelang tahun ajaran baru.

Banyak ASN membutuhkan tambahan anggaran untuk biaya pendidikan anak, perlengkapan sekolah, kebutuhan rumah tangga, dan berbagai keperluan keluarga lainnya.

Namun Maulana berharap pemenuhan kebutuhan itu tetap memberi dampak bagi ekonomi lokal.

Misalnya dengan membeli seragam, sepatu, tas, alat tulis, makanan, dan kebutuhan rumah tangga dari pelaku usaha di Kota Jambi.

Dengan begitu, kebutuhan ASN terpenuhi.

Di sisi lain, pedagang dan UMKM ikut mendapatkan manfaat dari meningkatnya daya beli.

Maulana menyebut, kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi yang langsung terasa.

Bukan hanya bagi ASN.

Tetapi juga bagi masyarakat luas.

Maulana mengajak seluruh ASN Pemkot Jambi menjadi bagian dari gerakan mencintai produk lokal.

Menurutnya, mencintai produk lokal tidak harus selalu dimulai dari program besar.

Bisa dimulai dari keputusan belanja sehari-hari.

Memilih membeli produk UMKM.

Memilih makan di usaha lokal.

Memilih jasa masyarakat sekitar.

Memilih berbelanja di pasar tradisional.

“Mari kita sama-sama membantu usaha masyarakat kita. Belanja di Kota Jambi, gunakan produk lokal, dan dukung UMKM kita berkembang. Kalau ekonomi masyarakat bergerak, maka kesejahteraan juga akan ikut meningkat,” tegas Maulana.

Ia menilai, gerakan seperti ini akan memberi dampak ganda.

ASN mendapat manfaat dari pencairan haknya.

Pelaku usaha mendapat tambahan pembeli.

Dan ekonomi daerah mendapatkan dorongan dari meningkatnya perputaran uang.

Pencairan gaji dan TPP ke-13 menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga kesejahteraan ASN.

Namun di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan memberi efek berganda atau multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan ribuan ASN yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah, perputaran uang dari gaji dan TPP ke-13 diyakini dapat memberi dampak positif.

Terutama bagi pedagang pasar, pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa, transportasi lokal, dan usaha kecil lainnya.

Efek ini akan semakin kuat jika ASN membelanjakan penghasilannya di daerah sendiri.

Bukan hanya di pusat perbelanjaan besar.

Tetapi juga di usaha-usaha masyarakat yang membutuhkan dukungan konsumen.

Maulana menegaskan, ASN Pemkot Jambi memiliki peran penting dalam pembangunan kota.

Peran itu tidak hanya terlihat dari pelayanan publik.

Tetapi juga dari kontribusi ASN dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui pola konsumsi yang berpihak kepada produk lokal, ASN dapat menjadi motor penggerak ekonomi UMKM.

Gerakan ini juga sejalan dengan semangat mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang sejahtera dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Jambi ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka.

Tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

Di pasar.

Di lapak UMKM.

Di usaha rumahan.

Di warung kecil.

Dan di sektor jasa masyarakat.

Karena itu, pencairan gaji dan TPP ke-13 diharapkan menjadi lebih dari sekadar tambahan pendapatan.

Ia menjadi momentum solidaritas ekonomi.

Momentum ASN membantu masyarakat.

Momentum menguatkan produk lokal.

Dan momentum mempercepat perputaran ekonomi di Kota Jambi.(*)

BeritaSatu Network