Jejak CV Sukses Sekawan: Dari Isu Kuasai 13 Paket hingga Proyek Jembatan, Kini Pegang Renovasi Ponton RORO Kuala Tungkal Rp1,9 Miliar!

WIB
IST

KUALA TUNGKAL — Pelabuhan RORO Kuala Tungkal bukan dermaga biasa. Dari sinilah orang naik. Kendaraan masuk. Barang bergerak. Batam, Dabo, Telaga Punggur, lalu kembali lagi ke Tungkal.

Maka ketika paket Pemeliharaan Pelabuhan RORO Kuala Tungkal tahun 2026 muncul di LPSE Tanjung Jabung Barat, nilainya tidak hanya soal angka. Ini soal keselamatan publik.

Paket itu berada di Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nilai pagu dan HPS-nya sama: Rp1.940.100.000. Sumber dananya APBD 2026. Metodenya tender, pascakualifikasi, satu file, harga terendah sistem gugur. Tender dinyatakan selesai. Pemenangnya: CV Sukses Sekawan, beralamat di Jl. Lorong Kandau, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Nilai hasil negosiasi: Rp1.935.445.000.

Yang menarik: paket itu diikuti 17 peserta. Tapi yang benar-benar memasukkan harga hanya satu. CV Sukses Sekawan. Yang lain hadir seperti daftar nama. Ada, tapi tidak bertanding. Harga pemenang hanya turun sekitar 0,24 persen dari HPS. Finalnya masih setara 99,76 persen dari HPS. Negosiasinya pun cuma turun sekitar Rp333 ribu dari penawaran terkoreksi. Tipis sekali. Seperti mengecat baja dengan kuas kecil di tengah angin laut.

Ada lagi yang patut dicatat. Dokumen teknis proyek disebut memuat istilah “Renovasi Ponton Pelabuhan Penyeberangan”, sementara nama tendernya “Pemeliharaan Pelabuhan RORO Kuala Tungkal”. Dua istilah itu bisa saja satu napas. Tapi tetap perlu dijelaskan. Publik berhak tahu: yang dipelihara apa saja? Ponton? Ramp door? Struktur baja? Cat pelindung? Sambungan las? Atau fasilitas lain?

Pelabuhan ini memang sensitif. Layanan Kuala Tungkal–Batam pernah tetap dijaga normal meski kapal ASDP masuk dok, dengan kapal pengganti disiapkan untuk rute Kuala Tungkal–Telaga Punggur. Saat arus Lebaran, pelabuhan ini juga menjadi simpul penumpang dari Batam, Dabo, Malaysia, dan Singapura. Artinya, pekerjaan di pelabuhan ini bukan pekerjaan kosmetik. Salah las, salah cat, salah mutu, bisa berurusan dengan orang banyak.

Sebelum fisiknya ditenderkan, paket Perencanaan Pemeliharaan Pelabuhan RORO Kuala Tungkal sudah lebih dulu selesai lewat pengadaan langsung. Nilainya Rp83.899.000, dikerjakan CV Graha Cipta Consultant. Itu berarti pekerjaan fisik CV Sukses Sekawan semestinya punya dasar perencanaan teknis. Tinggal diuji apakah gambar, volume, spesifikasi baja, metode pengelasan, dan sistem pelapisan antikarat benar-benar diterapkan di lapangan.

Nama CV Sukses Sekawan bukan nama baru dalam belanja pemerintah daerah. Pada 2025, media Bulenonnews menulis dugaan tiga perusahaan menguasai 39 proyek di Tanjab Barat. Dalam laporan itu, CV Sukses Sekawan disebut memegang 13 paket, terdiri dari 4 tender dan 9 non-tender, dengan total sekitar Rp3,6 miliar. Pernyataan Kabag ULP Tanjab Barat saat itu mengarahkan agar detail evaluasi ditanyakan ke Pokja.

Jejak lain muncul dalam dokumen register SP2D Dinas PUPR Tebo tahun 2023. Di sana, CV Sukses Sekawan tercatat menerima pembayaran uang muka 50 persen untuk beberapa paket pengadaan LPJU. Di antaranya LPJU Desa Karang Dadi Rimbo Ilir sekitar Rp44,91 juta, LPJU Kecamatan Tebo Ilir sekitar Rp96,90 juta, LPJU Desa Sepakat Bersatu sekitar Rp44,97 juta, dan LPJU Desa Sidorejo sekitar Rp45,01 juta. Dalam dokumen itu, nama direktur tercatat Marhat.

Catatan negatif juga ada. Pada 2024, proyek Peningkatan Jembatan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, diberitakan Jambintika sebagai pekerjaan yang disorot warga. Dalam pemberitaan, proyek yang dikerjakan CV Sukses Sekawan dengan konsultan pengawas CV Multi Plan Konsultan disebut warga “terkesan dikerjakan asal jadi”.

Kini perusahaan yang sama masuk ke pekerjaan pelabuhan. Pelabuhan RORO. Objek yang berkawan dengan air asin, angin laut, beban kendaraan, dan getaran kapal. Di pekerjaan seperti ini, baja tidak cukup hanya dicat agar tampak baru. Las tidak cukup hanya terlihat menyambung. Harus kuat. Harus rapi. Harus sesuai spesifikasi. Harus tahan korosi.

Sejumlah pemberitaan juga sudah memberi peringatan dini, CV Sukses Sekawan dituntut tidak asal dalam pekerjaan pengelasan dan pengecatan tulangan baja. Sebab Pelabuhan RORO adalah infrastruktur vital. Publik menekankan kualitas harus menjadi prioritas, karena kelembaban dan kadar garam kawasan pelabuhan bisa mempercepat korosi bila pelapis baja dikerjakan asal-asalan.

Publik tentu bertanya sederhana, kalau dulu ada proyek jembatan yang disorot warga, bagaimana jaminan proyek pelabuhan ini tidak bernasib sama?

Manajemen CV Sukses Sekawan belum memberikan klarifikasi terkait masalah ini.(*)

BeritaSatu Network