Bungo – Tender proyek Rekonstruksi Jalan Paket III Kabupaten Bungo tahun anggaran 2026 sempat gagal.
Penyebabnya sederhana. Tapi mematikan.
CV Azka Jaya Mandiri, satu-satunya peserta yang benar-benar memasukkan harga penawaran, gugur karena KIR salah satu kendaraan dumptruck tidak berlaku.
Nilai penawarannya Rp4.473.566.930,82. Harga terkoreksinya juga sama: Rp4.473.566.930,82.
Namun dalam tender sistem gugur, satu dokumen yang tidak memenuhi syarat bisa mengubur seluruh peluang.
CV Azka pun tersingkir.
Tender akhirnya dibatalkan dengan alasan tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Yang menarik, peserta lain memang tercatat ikut. Ada 10 nama peserta dalam tender awal. Tetapi selain CV Azka, tidak ada yang mengajukan harga penawaran. Mereka hanya muncul di daftar peserta. Selebihnya kosong.
Seperti datang ke gelanggang, tapi tidak bertanding.
Dalam tender awal, tercatat 10 peserta.
Namun hanya CV Azka Jaya Mandiri yang memasukkan penawaran. Nilainya Rp4,47 miliar.
Berikut daftar peserta tender awal:
| No | Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | CV Fajar Baru & CO | Tidak mengajukan penawaran |
| 2 | CV Azka Jaya Mandiri | Menawar Rp4.473.566.930,82. Gugur karena KIR salah satu kendaraan dumptruck tidak berlaku |
| 3 | cv. GENNiYO Technik | Tidak mengajukan penawaran |
| 4 | CV Dita Kontraktor | Tidak mengajukan penawaran |
| 5 | Imam teguh s | Tidak mengajukan penawaran |
| 6 | PT Karya Putra Batanghari | Tidak mengajukan penawaran |
| 7 | CV Sutan Pasisie | Tidak mengajukan penawaran |
| 8 | CV Tekad Maju Bersama | Tidak mengajukan penawaran |
| 9 | Jatim Logam | Tidak mengajukan penawaran |
| 10 | PT Sekanthi | Tidak mengajukan penawaran |
Dari daftar itu terlihat, persaingan tender praktis tidak terjadi.
Ada 10 peserta tercatat. Tapi hanya satu yang benar-benar bertanding.
Sisanya seperti hanya memajang nama.
Setelah gagal, proyek ini kembali ditenderkan.
Nama tendernya berubah menjadi Rekonstruksi Jalan Paket III Tender Ulang.
Alasan diulang jelas tertulis, tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Menariknya, dalam tender ulang, CV Azka Jaya Mandiri kembali memasukkan penawaran.
Nilainya tetap sama Rp4.473.566.930,82.
Harga terkoreksi juga tetap sama Rp4.473.566.930,82.
Lagi-lagi, CV Azka menjadi satu-satunya peserta yang benar-benar memasukkan harga. Peserta lain kembali hanya tercatat sebagai peserta, tetapi tidak menyampaikan angka penawaran.
Berikut daftar peserta tender ulang:
| No | Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | CV Azka Jaya Mandiri | Menawar Rp4.473.566.930,82. Harga terkoreksi Rp4.473.566.930,82 |
| 2 | CV Fajar Baru & CO | Tidak mengajukan penawaran |
| 3 | CV Tekad Maju Bersama | Tidak mengajukan penawaran |
| 4 | CV Tirta Synergi Utama | Tidak mengajukan penawaran |
| 5 | Sayna Arisya Persada | Tidak mengajukan penawaran |
| 6 | CV Daeng Siginjai 9 | Tidak mengajukan penawaran |
| 7 | PT Sekanthi | Tidak mengajukan penawaran |
| 8 | CV Lumbung Agroendo | Tidak mengajukan penawaran |
| 9 | CV Dita Kontraktor | Tidak mengajukan penawaran |
Pola ini menjadi sorotan.
Tender pertama satu penawar.
Tender ulang satu penawar lagi.
Penawarnya sama.
Harganya sama.
Yang lain tetap diam.
Berikut detail tender ulang Rekonstruksi Jalan Paket III Kabupaten Bungo:
| Uraian | Detail |
|---|---|
| Nama Tender | Rekonstruksi Jalan Paket III Tender Ulang |
| Alasan Diulang | Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran |
| Kode RUP | 66910541 |
| Nama Paket | Rekonstruksi Jalan Paket III |
| Sumber Dana | APBD |
| Uraian Singkat | Lingkup pekerjaan sesuai dokumen LINGKUP PEKERJAAN. |
| Tanggal Pembuatan | 13 Mei 2026 |
| Tahap Saat Ini | Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga |
| K/L/PD | Kabupaten Bungo |
| Satuan Kerja | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo |
| Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| Metode | Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| Tahun Anggaran | APBD 2026 |
| Nilai Pagu | Rp4.502.864.800 |
| Nilai HPS | Rp4.502.797.615 |
| Jenis Kontrak | Gabungan Lumsum dan Harga Satuan |
| Kualifikasi Usaha | Kecil |
Lokasi pekerjaan meliputi dua ruas:
| No | Lokasi Pekerjaan |
|---|---|
| 1 | Jalan Padang Lalang - Sekampil - Bungo |
| 2 | Jalan Rantau Asam - Batu Kerbau - Bungo |
Nilai HPS paket ini Rp4.502.797.615.
CV Azka Jaya Mandiri menawar Rp4.473.566.930,82.
Selisihnya sekitar Rp29.230.684,18 di bawah HPS.
Secara persentase, penawaran CV Azka hanya turun sekitar 0,65 persen dari HPS.
Itu bukan sesuatu yang otomatis salah. Dalam tender konstruksi, penawaran dekat HPS masih bisa terjadi, apalagi jika peserta menghitung risiko, material, alat, tenaga, dan kondisi lapangan.
Namun dalam situasi hanya ada satu penawar aktif, harga yang sangat dekat HPS tetap patut dicermati.
Ada beberapa hal yang membuat tender ini menarik.
Pertama, dalam tender awal ada 10 peserta, tetapi hanya CV Azka Jaya Mandiri yang memasukkan penawaran.
Kedua, CV Azka gugur bukan karena harga, bukan karena kualifikasi utama perusahaan, tetapi karena KIR salah satu kendaraan dumptruck tidak berlaku.
Ketiga, setelah tender diulang, CV Azka kembali masuk dan kembali menjadi satu-satunya penawar aktif.
Keempat, nilai penawaran CV Azka di tender ulang tetap sama dengan tender awal, yakni Rp4.473.566.930,82.
Kelima, peserta lain tetap tidak memasukkan harga penawaran.
Pola seperti ini tidak otomatis berarti ada pengondisian. Tapi publik wajar bertanya mengapa peserta lain hanya mendaftar, tapi tidak bertarung? Apakah dokumen tender terlalu berat? Apakah spesifikasi alat dan personel terlalu mengunci? Apakah peserta lain memang tidak serius? Atau ada faktor lain yang membuat kompetisi tidak hidup?
Dalam tender publik, kompetisi adalah ruh.
Kalau pesertanya banyak tapi penawarnya cuma satu, publik tetap melihatnya sebagai tender yang kurang sehat secara kompetitif.
KIR kendaraan adalah dokumen penting. Terutama untuk pekerjaan konstruksi jalan yang membutuhkan alat angkut seperti dumptruck.
Jika KIR tidak berlaku, Pokja memang bisa menilai dokumen tidak memenuhi ketentuan.
Di satu sisi, ini menunjukkan evaluasi administrasi berjalan ketat.
Namun di sisi lain, publik juga melihat ironi.
Proyek senilai Rp4,5 miliar gagal didapat hanya karena satu dokumen kendaraan tidak berlaku.
Ini menjadi pelajaran penting bagi penyedia jasa konstruksi dalam sistem gugur, kesalahan kecil bisa berakibat besar.
Tender bukan hanya soal harga rendah.
Tender juga soal disiplin dokumen.
Sejumlah warga Bungo berharap tender ulang proyek jalan ini benar-benar diawasi.
Salah seorang warga, Rudiansyah, mengatakan pembangunan jalan memang dibutuhkan, terutama jika menyangkut akses masyarakat di Padang Lalang-Sekampil dan Rantau Asam-Batu Kerbau.
“Jalan itu penting. Warga butuh jalan bagus. Tapi tendernya juga harus benar. Kalau peserta banyak tapi yang nawar cuma satu, masyarakat tentu bertanya,” ujarnya.
Warga lainnya, Santo, menilai tender ulang dengan penawar yang sama perlu dijelaskan secara terbuka.
“Kalau sebelumnya gugur karena KIR dumptruck, lalu tender ulang dia masuk lagi dengan harga yang sama, itu boleh saja. Tapi Pokja harus betul-betul transparan. Jangan sampai tender ulang hanya jadi formalitas,” katanya.
Sementara itu, warga lain meminta pemerintah daerah memastikan kualitas pekerjaan jika proyek ini berjalan.
“Yang penting jangan hanya menang tender. Jalan harus bagus. Jangan baru dikerjakan, cepat rusak. Uang Rp4,5 miliar itu besar bagi rakyat,” ujarnya.(*)