Muara Bungo - Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu perbaikan infrastruktur jalan daerah. Memasuki pertengahan tahun, sebuah megaproyek bertajuk Pemeliharaan Berkala Jalan Paket I telah resmi ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Berdasarkan penelusuran data LPSE dengan Kode Tender 10131104000 dan Kode RUP 66907325, proyek ini menelan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Pemerintah daerah mematok Nilai Pagu Paket sekaligus Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam angka maksimal, yakni sebesar Rp 3.150.000.000,00 (Rp 3,15 Miliar).
Alokasi dana miliaran rupiah tersebut disiapkan untuk menangani pemeliharaan jalan di tiga titik lokasi strategis Kabupaten Bungo, yaitu:
- Jalan Sekar Mengkuang - Tebo Pandak
- Simpang Sekar Mengkuang - Limbur Baru
- Limbur Baru - Simpang Tanjung Bungo
Tender pekerjaan konstruksi yang dibuat sejak 26 April 2026 ini digelar menggunakan metode Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur. Pihak panitia lelang secara tegas menyatakan bahwa tender ini tidak menggunakan mekanisme lelang terbalik (Reverse Auction). Adapun jenis kontrak yang ditawarkan adalah Gabungan Lumsum dan Harga Satuan.
Proyek ini dikhususkan bagi perusahaan konstruksi dengan Kualifikasi Usaha Kecil. Namun, persyaratan administrasi dan teknis yang diterapkan cukup ketat.
Secara legalitas, peserta wajib mengantongi maksimal 1 Sertifikat Badan Usaha (SBU) sesuai dokumen pemilihan, status Wajib Pajak yang valid, Akta Pendirian, Surat Kuasa (bagi yang dikuasakan, dengan bukti pegawai tetap), KTP, serta menyetujui Pakta Integritas.
Di ranah teknis, karena nilai paket lelang menembus angka Rp 3,15 Miliar, aturan pengecualian pengalaman bagi perusahaan baru (di bawah 3 tahun) tidak berlaku penuh. Regulasi mewajibkan seluruh penyedia jasa untuk memiliki pengalaman konstruksi dalam 4 tahun terakhir. Bagi kualifikasi Usaha Kecil yang baru berdiri, mereka tetap diwajibkan mempunyai minimal 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama, mengingat nilai proyek di atas ambang batas pengecualian Rp 2,5 Miliar.
Saat ini, status lelang tengah berada pada tahap Pengumuman Pascakualifikasi dan masa pengunduhan dokumen. Bagi para rekanan kontraktor yang siap bersaing secara sehat, berikut adalah linimasa (timeline) lengkap tahapan lelang Pemeliharaan Berkala Jalan Paket I:
- Pengumuman Pascakualifikasi: 21 Mei 2026 (15:45) - 26 Mei 2026 (15:45)
- Download Dokumen Pemilihan: 21 Mei 2026 (15:45) - 29 Mei 2026 (08:00)
- Pemberian Penjelasan (Aanwijzing): 25 Mei 2026 (09:00 - 10:00)
- Upload Dokumen Penawaran: 25 Mei 2026 (13:10) - 29 Mei 2026 (08:00)
- Pembukaan Dokumen Penawaran: 29 Mei 2026 (08:05 - 09:00)
- Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga: 29 Mei 2026 (09:05) - 9 Juni 2026 (16:00)
- Pembuktian Kualifikasi: 10 Juni 2026 (08:00 - 12:00)
- Penetapan Pemenang: 10 Juni 2026 (12:05 - 13:00)
- Pengumuman Pemenang: 10 Juni 2026 (13:05 - 14:00)
- Masa Sanggah: 10 Juni 2026 (14:05) - 15 Juni 2026 (14:05)
- Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ): 16 Juni 2026 (08:00) - 18 Juni 2026 (16:00)
- Penandatanganan Kontrak: 17 Juni 2026 (08:00) - 1 Juli 2026 (16:00)
Menariknya, dokumen teknis proyek ini mengisyaratkan bahwa pengerjaan jalan tidak akan dilakukan secara asal-asalan layaknya "tambal sulam". Dinas PUPR telah menetapkan standar spesifikasi yang sangat ketat melalui beberapa tahapan krusial.
Pada tahap awal atau Divisi 1 (Umum), pihak kontraktor pelaksana diwajibkan untuk menjamin keamanan di sekitar area proyek. Mereka dituntut untuk memfasilitasi manajemen keselamatan lalu lintas agar aktivitas warga tidak lumpuh, serta wajib menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan disiplin tinggi.
Memasuki tahap konstruksi di Divisi 3 (Pekerjaan Tanah dan Geosintetik), permukaan jalan yang rusak akan dibongkar terlebih dahulu melalui proses Galian Perkerasan Berbutir. Setelah itu, pekerja harus memastikan Penyiapan Badan Jalan dilakukan secara sempurna agar tapak jalan benar-benar padat dan rata.
Guna menjamin jalan tersebut tidak mudah amblas saat dilewati truk bermuatan berat, Dinas PUPR memberikan syarat mutlak pada Divisi 5 (Perkerasan Berbutir). Fondasi dasar di ketiga ruas jalan tersebut wajib menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas A. Material batuan kualitas wahid ini akan menjadi penyangga utama sebelum jalan dilumuri aspal pada tahap akhir.
Masyarakat Bungo kini menanti realisasi alat berat turun ke lapangan. Dengan spesifikasi teknis yang ketat dan terukur, publik berharap jalan sepanjang 1,5 kilometer ini kelak bisa bertahan lama, tidak cepat berlubang, dan benar-benar membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga setempat.
Masyarakat di kawasan Limbur Baru hingga Tebo Pandak tentu menaruh harapan besar agar proses lelang ini menghasilkan kontraktor pelaksana yang bonafide, sehingga kualitas jalan yang diperbaiki benar-benar kokoh dan mempermudah akses ekonomi warga.(*)