Seleksi Konsultan SPAM Sarolangun Rp 1,5 Miliar Resmi Dibatalkan, Ini Alasannya

WIB
ist

Sarolangun - Proses seleksi pengadaan jasa konsultansi untuk proyek strategis air bersih di Kabupaten Sarolangun mendadak dihentikan. Proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dinyatakan batal di tengah jalan saat proses evaluasi tengah berlangsung.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan Kode Tender 10130037000, paket pekerjaan tersebut adalah Konsultan Supervisi Pembangunan IPA Kap. 50 l/d SPAM Bernai Kabupaten Sarolangun. Proyek di bawah naungan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi (Kementerian Pekerjaan Umum) ini memiliki Nilai Pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 1.500.000.000,00 (Rp 1,5 Miliar).

Keputusan penghentian seleksi ini terbilang mendadak. Alasan pembatalan yang tertuang dalam sistem resmi merujuk pada Nota Dinas Nomor: UM0102/BPBPK30.4.1/2026/579 terkait Permohonan Pembatalan Tender Paket Konsultasi Supervisi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai poin-poin keberatan atau kendala teknis yang memicu terbitnya nota dinas pembatalan tersebut.

Pembatalan ini tentu menjadi kabar buruk bagi para pelaku usaha jasa konstruksi. Tercatat sebanyak 34 peserta telah mendaftarkan diri dan bersaing ketat untuk memperebutkan skor teknis yang dibobot sebesar 80 persen.

Sejumlah perusahaan konsultan terpantau sudah mengantongi skor teknis sempurna (100,0), di antaranya PT Manggala Karya Bangun Sarana, PT Perancang Adhinusa, PT Massuka Pratama, dan PT Kalimanya Ekspert Konsultan. Sementara itu, PT Geodinamik Konsultan dan PT Pillar Pusaka Inti dinyatakan gugur karena tidak hadir dalam tahap pembuktian kualifikasi.

Sosok PT Kalimanya Ekspert Konsultan sendiri belakangan memang tengah menjadi sorotan di Jambi. Perusahaan yang baru berdiri awal 2024 ini diketahui tengah "panen" proyek, mulai dari memenangkan Manajemen Konstruksi Islamic Centre Batanghari (Rp 1,98 M) hingga penunjukan langsung di Poltekkes Jambi. Namun, di balik agresivitasnya, perusahaan ini juga memikul beban rekam jejak kontroversial pada proyek RS Pratama Rantau Rasau yang mengalami retak struktur prematur serta proyek SDN di Bungo yang sempat mangkrak.

Padahal, persyaratan kualifikasi yang dipatok untuk seleksi ini tergolong cukup rigid. Selain kepemilikan Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang sesuai, peserta diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Metode seleksi yang digunakan pun cukup kompleks, yakni Prakualifikasi Dua File dengan sistem kualitas dan biaya.

Dengan status "Seleksi Batal", seluruh proses evaluasi terhadap 34 perusahaan tersebut otomatis terhenti. Publik kini menanti apakah Kementerian PU akan melakukan lelang ulang (re-tender) atau ada perubahan skema perencanaan pada pembangunan IPA SPAM Bernai yang sangat dibutuhkan masyarakat Sarolangun tersebut.(*)

BeritaSatu Network