Muara Bungo - Wajah perkotaan Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dipastikan bakal berubah drastis pada tahun 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya resmi merancang megaproyek Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) teknis yang diterbitkan, proyek ini akan merombak total fasilitas publik di jantung kota menjadi jauh lebih modern, estetis, dan ramah lingkungan.
Titik sentral dari proyek penataan ini adalah revitalisasi kawasan Taman Pusparagam. Pemerintah akan membongkar perkerasan lama dan menggantinya dengan fasilitas kekinian, termasuk area lari (running track) berlapis karet sintetis (EPDM/SBR) seluas 1.094,15 meter persegi. Kawasan ini juga akan dipercantik dengan grassblock seluas 1.082,01 meter persegi, pembangunan Tugu Proklamasi baru berbalut pelat besi laser cutting, gapura pintu masuk (Entrance), hingga taman duduk (shelter).
Menariknya, Kementerian PU memberikan syarat mutlak terkait kelestarian alam di area proyek. Kontraktor diharamkan melakukan penebangan pohon eksisting di lokasi proyek tanpa adanya rekomendasi khusus. Pohon-pohon lama wajib dilindungi, sementara penghijauan baru (softscape) akan ditambah secara masif dengan menanam bibit Pohon Bungur, Tabebuya, Palem Sadeng, hingga ratusan semak Pucuk Merah dan Kembang Sepatu. Untuk mencegah akar pohon merusak pondasi bangunan dan drainase di masa depan, kontraktor diwajibkan memasang Root Barrier (penghalang akar) berbahan HDPE dengan kedalaman minimal 60 cm.
Bukan sekadar taman biasa, kawasan perkotaan Muara Bungo ini akan dipersenjatai dengan teknologi instalasi mekanikal dan elektrikal mutakhir. Bangunan Pengelola dan Musholla baru akan didirikan dengan fasilitas lengkap. Dari segi utilitas keamanan dan komunikasi, kawasan publik ini akan dilengkapi dengan jaringan Wi-Fi, sistem keamanan 32 kamera CCTV (NVR) beserta Access Control, sistem tata suara pengumuman darurat (emergency paging), hingga Fire Alarm System.
Kementerian PU juga sangat memperhatikan aspek tata kelola lingkungan dan sanitasi limbah. Alih-alih menggunakan septic tank konvensional, proyek ini menggunakan unit Sewage Treatment Plant (STP) sistem Biofilter berkapasitas $2~m^3$ dan $12~m^3$/hari, Grease Trap penangkap lemak, dan puluhan unit sumur resapan air hujan untuk memitigasi genangan. Untuk menjamin pasokan energi listrik di kawasan taman tidak putus (by-pet), sebuah Diesel Generator Set berkapasitas 50 kVA berjenis silent type juga telah disiapkan lengkap dengan sistem otomatis (AMF).
Mengingat kompleksitas megaproyek yang dibiayai APBN ini, kualifikasi bagi perusahaan penyedia jasa konstruksi dibuat ekstra ketat. Berdasarkan hasil pengujian tanah (sondir) oleh PT. Jupiter Sohor Konsultan pada Oktober 2025, lapisan tanah keras di lokasi proyek baru ditemukan pada kedalaman 8,6 hingga 8,8 meter. Oleh sebab itu, dokumen spesifikasi merekomendasikan pelaksana proyek wajib menggunakan pondasi dalam (tiang pancang atau bore pile) hingga menembus kedalaman 8,6 meter demi menjamin keamanan daya dukung struktur.
Tak hanya urusan teknis, sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMKK) dipantau secara rigid dan berlapis. Kontraktor dituntut untuk:
- Menyediakan asuransi proyek Construction All Risks (CAR).
- Membangun klinik/ruang P3K lengkap seluas $9~m^2$.
- Menyiagakan mobil ambulans sewaan.
- Melakukan pemeriksaan psikotropika bagi para pekerja lapangan secara berkala.
Kawasan pedestrian di sekitar ruas jalan taman pun tak luput dari perombakan. Jalur pejalan kaki lama akan dibongkar total dan dicor ulang menggunakan beton mutu K-250 (ketebalan 10-15 cm), dilengkapi dengan patok pembatas (bollard), marka zebra cross, serta saluran drainase bawah tanah yang proper.
Warga Kabupaten Bungo tentu tak sabar menanti rampungnya proyek mercusuar di Tahun Anggaran 2026 ini, yang dipastikan akan mengubah pusat kota menjadi jauh lebih hidup, hijau, dan modern!.(*)